Anda di halaman 1dari 2

Nama: Rifki Fahri Rafli R.

M
NIM 1843029

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)


EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), adalah tata Bahasa dalam Bahasa Indonesia yang
mengatur penggunaan Bahasa Indonesia dalam tulisan, pemakaian, penulisan huruf kapital
dan huruf miring, dan penulisan unsur serapan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya
aturan tata Bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis, karena dalam sebuah karya
tulis memerlukan tangkat kesempurnaan yang mendetail.

A. Pengertian Ejaan
Ejaan adalah keseluruhan sistem dan peraturan penulisan bunyi bahasa untuk mencapai
keseragaman. Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan yang dihasilkan dari
penyempurnaan atas ejaan-ejaan sebelumnya.
Ejaan yang disempurnakan ( EYD ) mengatur :

1. Pemakaian Huruf

a) Huruf Abjad
Huruf abjad yang terdapat di dalam bahasa Indonesia adalah :
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y dan Z.

b) Huruf Vokal
Huruf vokal di dalam bahasa Indonesia adalah : a, i, u, e dan o

c) Huruf Konsonan
Huruf konsonan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia adalah :
a, b, c, d, f, g, h, i, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y dan z.

d) Huruf Diftong
Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au dan oi.

e) Gabungan Huruf Konsonan


Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan
konsonan, yaitu:
kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.

f) Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan dengan cara:
1) Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan diantara
kedua huruf vokal itu. Contoh: aula menjadi au-la bukan a-u-l-a
2) Jika di tengah kata ada konsonan termasuk gabungan huruf konsonan,
pemenggalan itu dilakukan sebelum huruf konsonan. Contoh: bapak menjadi ba-pak
3) Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan itu
dilakukan diantara kedua huruf itu. Contoh : mandi menjadi man-di
4) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan, pemenggalan itu dilakukan
diantara huruf konsonan yang pertama dan kedua. Contoh : ultra menjadi ul-
tra.
Nama: Rifki Fahri Rafli R.M
NIM 1843029

B. Contoh Penulisan Sesuai EYD


1. Penulisan Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan di setiap huruf pertama pada sebuah kalimat dan di setiap kata
pada penulisan judul. Huruf kapital juga digunakan di huruf pertama untuk nama orang,
nama tempat, nama daerah, nama jabatan, nama negara, nama hari dan lain-lain.
Contoh: Nama: Aldi, Negara: Indonesia, Hari: Senin.

2. Huruf Miring
Huruf miring digunakan ketika menuliskan nama majalah, surat kabar atau buku yang
dikutip dalam sebuah tulisan. Seperti menurut majalah Balita, di harian kabar Kompas
dan lain sebagainya. Contoh: Kitab Sutasoma, yang di karang oleh Empu Tantular, di
jadikan sebagai Motto Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bhinekka Tunggal Ika.

3. Bentuk Ulang
Bentuk ulang menandakan jumlah yang banyak atau jamak. Penulisannya dipisah
dengan menggunakan tanda hubung. Contoh: anak-anak, ibu-ibu, buku-buku dan lain-
lain.

4. Gabungan Kata
Gabungan kata bisa di dalam istilah umum seperti panca indera, duta besar, kerja sama,
kereta api dan lainnya. Selain di dalam istilah umum, terdapat juga di dalam istilah
khusus namun penulisannya dihubungkan dengan tanda hubung. Contoh: anak-istri,
kaki-tangan, ibu-bapak dan lain sebagainya.

5. Kata Ganti mu, kau, nya


Penggunaan kata ganti kau, mu dan nya digabungkan dengan kata sesudah atau
sebelumnya. Contoh, engkau bawa menjadi kaubawa, engkau ambil menjadi kauambil.
Termasuk juga kata sebelum akhiran mu dan nya seperti mobilmu, mobilnya, istrimu,
istrinya, rumahmu, rumahnya dan lain-lain.

6. Kata Depan di dan ke


Kata depan di dan ke jika digabungkan dengan kata benda atau tempat maka
penulisannya dipisah seperti di rumah, di sekolah, ke rumah, ke sekolah, di Singapura,
ke Singapura dan lain sebagainya. Sedangkan ketika dengan kata kerja maka
penulisannya digabung seperti dipukul, dipisah, ketendang, kepukul, kesantet dan lain
sebagainya.