Anda di halaman 1dari 11

KOMUNIKASI BISNIS

PESAN PERSUASIF

KELOMPOK 07
 Ni Kadek Lia Indahyani (1607532081)
 Ni Kadek Nadia Putri Padmayuni (1607532082)
 Ni Kadek Dwi Aryandari (1607532086)
 Ni Luh Putu Pitayani Vinensya (1607532088)
 Cokorda Istri Agung Evita Nindia Putri (1607532090)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2018
Visi Universitas Udayana

Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia unggul,


mandiri dan berbudaya.

Misi Universitas Udayana

1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi melalui sistem pembelajaran yang


bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki moral / etika / akhlak dan
integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat lokal, nasional, dan
internasional.
2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai
dengan kepentingan masyarakat dan bangsa; dan
3. Memberdayakan Unud sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan
pengembangan Ipteks dan nilai budaya.

Tujuan Universitas Udayana

1. Menghasilkan lulusan bermutu yang memiliki kompetensi tinggi dalam


penguasaan Ipteks
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dengan perkembangan
Ipteks dan kepentingan masyarakat dan bangsa.
3. Mewujudkan kehidupan masyarakat akademis yang kondusif,
berkualitas,dan mandiri melalui sistem manajemen pendidikan yang
bermutu, transparan, demokratis dan berjiwa kewirausahaan
4. Menjalin kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan mutu Tri
Dharma Perguruan Tinggi
5. Menumbuhkembangkan lembaga-lembaga fungsional dan profesional,
yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan eksistensi
Unud

10.1 MERENCANAKAN PESAN PERSUASIF


Persuasi merupakan suatu

usaha untuk mengubah

sikap, kepercayaan, atau

tindakan audiens untuk

mencapai suatu tujuan.


Persuasi juga dapat diartikan
sebagai tindakan seseorang
(komunikator) untuk meyakinkan dan mempengaruhi orang lain (audiens) dengan
cara-cara tertentu sehingga orang lain tersebut bersedia melakukan sesuatu
sebagaimana yang diharapkan oleh orang yang melakukan persuasi. Di dalam suatu
organisasi, pesan-pesan persuasif dimaksudkan untuk menjual ide/gagasan kepada orang lain,
memberi saran agar prosedur operasional lebih efisien, mengumpulkan suatu dukungan untuk
kegiatan tertentu, dan untuk meminta bantuan dana bagi pembiayaan suatu proyek tertentu. Berikut
ini adalah urutan dalam proses perencanaan pesan persuasif.
10.1.1 Analisis Audiens
Untuk dapat melakukan analisis audiens dengan, komunikator dapat mengajukan beberapa
pertanyaan penting seperti: Siapa audiensnya? Apa yang diinginkan audiens untuk melakukan
sesuatu? Bagaimana kredibilitas seseorang sebagai penyampai pesan dalam mempengaruhi
suatu pesan? Apakah seseorang juga mempertimbangkan masalah-masalah yang paling
penting? serta Bagaimana budaya organisasi dapat mempengaruhi pemilihan strategi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya untuk
mempelajari kebutuhan audiens, karena penyampaian pesan persuasif
yang terbaik adalah dengan menghubungkan suatu pesan dengan minat
dan kebutuhan audiens. Abraham Maslow dalam teorinya yang berjudul Kebutuhan Hierarki
menyatakan bahwa manusia pada dasarnya memiliki lima tingkatan kebutuhan, antara lain:
a) Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan
kehidupan manusia, yang merupakan kebutuhan mendasar.
b) Kebutuhan keamanan, yaitu kebutuhan akan rasa selamat dan aman dari

segala macam bahaya.


c) Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan
kemasyarakatan, bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam
kehidupan bermasyarakat.
d) Kebutuhan status, yaitu kebutuhan manusia akan status yang berkaitan dengan
pengakuan, penghargaan, kedudukan, dan tindakan sosial di masyarakat.

e) Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu bagaimana seseorang

mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai kegiatan yang menumbuhkan

suatu kreativitas, inovasi-inovasi baru, serta mampu menunjukkan

sikap arif dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan penting

dalam suatu organisasi.

10.1.2 Pertimbangan Perbedaan Budaya

Pemahaman terhadap perbedaan budaya yang ada tidak hanya akan membantu

seseorang sebagai komunikator dalam memuaskan kebutuhan audiens, tetapi juga

akan membantu bagaimana mereka memandang sang komunikator. Hal ini

dikarenakan cara memberikan persuasi untuk suatu budaya tentunya akan berbeda
dengan cara terhadap budaya yang lainnya.
10.1.3 Memilih Pendekatan Organisasional
Dalam hal ini, seseorang sebagai komunikator dapat menggunakan
pendekatan tak langsung (indirect approach) dalam menyampaikan
pesan-pesan persuasif. Akan tetapi, jika audiens dari
komunikator tersebut objektif, atau jika komunikator
mengetahui bahwa audiens lebih memilih untuk
mendengar pesan-pesan disampaikan secara segera,
pendekatan organisasional yang tepat adalah
pendekatan langsung (direct approach).

10.2 MENGEMBANGKAN PESAN-PESAN PERSUASIF


10.2.1 Menetapkan Kredibilitas
Bagi seorang komunikator tingkat kredibilitas ditentukan oleh
sejaumana tingkat kepercayaan dan reabilitas dirinya.
Kredibilitas adalah kapabilitas untuk dapat dipercaya
oleh orang lain. Cara yang digunakan untuk menumbuhkan
kredibilitas seseorang adalah dengan fakta, berupa dokumen,
statistik, jaminan, dan hasil riset yang menjadi bukti objektif yang
mendukung kredibilitas seseorang.
Cara lain yang dapat dilakukan guna menambah kredibilitas seseorang adalah menjadi
seorang pakar atau ahli dalam bidang tertentu, antusias terhadap materi yang disampaikan,
objektif dalam penilaian sesuatu, sikap hormat dapat membantu memfokuskan kebutuhan
audiens, kejujuran dapat menumbuhkan penghargaan audiens, intensitas yang baik akan
membantu minat audiens, dan pengalaman latar belakang baik sikap, kepercayaan sebelumnya
dapat membantu mengidentifikasi audiens.
10.2.2 Membuat Kerangka Argumentasi Audiens
Ketika telah cukup mengumpulkan berbagai fakta,

buti, dan temuan lainnya, Anda telah siap membuat

kerangka argumentasi. Kerangka argumentasi dapat

dibuat berdasarkan rencana organisasional AIDA


(Attention, Interest, Desire dan Action).
a. Attention(Perhatian), meyakinkan audiens dibagian
permulaan bahwa ada sesuatu yang akan disampaikan.
Memperkenalkan suatu masalah atau ide yang membuat
audiens mau mendengar pesan-pesan yang akan disampaikan.
b. Interest(Minat), menjelaskan relavansi pesan-pesan yang disampaikan

dengan audiens. Mengembangkan pernyataan yang telah disampaikan

pada fase pertama secara rinci. Menghubungkan pesan-pesan yang

akan disampaikan dengan manfaat secara spesifik yang dapat dinikmati

oleh audiens.
c. Desire(Hasrat),mengubah keinginan audiens dengan menjelaskan bagaimana
perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi audiens, dan
berusaha untuk mengimplementasikan ide atau gagasan

d. Action(Tindakan), menyarankan tindakan spesifik yang diinginkan terhadap audiens.


Perlu juga dipikirkan bagaimana audiens akan memperoleh manfaat dari tindakan yang
dilakukan, serta menemukan cara agar tindakan tersebut mudah untuk dilakukan.
10.2.3 Memilih Daya Pemikat
Umumnya pesanpesan persuasif menggunakan daya pemikat dengan logika

(logical appeals) dan daya pemikat emosional (emotional appeals) untuk melakukan

persuasi audiens. Kedua pendekatan ini akan memiliki keseimbangan apabila

tergantung pada tindakan yang diharapkan, harapan para audiens, tingkat

resistensi yang diatasi, kemampuan menjual ide atau gagasan tersebut.


a) Pemikat Emosional
Dalam melakukan persuasi audiens, dapat memanfaatan emosi yang
dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam bentuk simpati kepada
audiens sepanjang pemikat emosional bersifat kuat. Dapat menggunakan
kata-kata yang sangat berpengaruh pada emosi seseorang seperti
kebebasan, keberhasilan, nilai, penghargaan, kenyamanan, dan
keamanan.
b) Pemikat Logika
Dalam berbagai hal, penggunaan pendekatan ini dapat dilakukan seperti membuat

aduan (claim) dan memberikan dukungan atas aduan tersebut dengan memberikan

alasan dan bukti-bukti yang ada. Adapun penggunaan pendekatan ini didasari atas

berbagai alasan diantaranya:


1) Analogi, adalah menggunakan suatu alasan dari bukti-bukti spesifik

menuju bukti-bukti fisik pula.

2) Induksi, adlah memberikan berbagai alasan dari bukti-


bukti spesifik menuju kesimpulan umum.
3) Deduksi, Pemberian alasan dari yang bersifat umum untuk

kesimpulan yang khusus.

c) Pertimbangan Etika
Persuasif dapat digunakan untuk mempengaruhi audiens dengan

memberikan informasi dan menambah pemahaman mereka dalam

berbagai hal. Hal yang paling penting dalam pendekatan ini adalah

menunjukkan perhatian yang jujur kepada audiens dengan

memenuhi kebutuhan mereka.

10.3 MENULIS PERMINTAAN PERSUASIF

Hal yang penting

ketika menyusun

permintaan

persuasif untuk

suatu tindakan

adalah tetap

menjaga batas-
batas permintaannya. Perlu perhatian khusus terhadap manfaat yang didapat

baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan

tersebut.

Manfaat langsung (direct benefit) permintaan persuasif


meliputi pengurangan beban kerja seorang supervisor atau

memberikanpremi kepada seseorang yang memberikan

tanggapan atas survei. Manfaat tak langsung (indirect benefit)

permintaan persuasif meliputi peningkatan atau perbaikan

moral karyawan dan peningkatan prestise atau tantangan

untuk membuat kontribusi yang berarti bagi perusahaan.

10.3.1 Permintaan Persuasif untuk Tindakan


Mulailah dengan kalimat yang mampu mengundang perhatian pembaca yang menunjukkan
bahwa anda mengetahui sesuatu yang sangat diharapkan pembaca. Bahkan pesan persuasive
yang sifatnya memuji atau menyanjung tentang pembaca juga dapat
dibenarkan. Pertengahan, gunakan kalimat yang mampu menarik minat dan harapan
pembaca. Akhiri tulisan anda dengan suatu permintaan atau permohonan tindakan spesifik.

10.3.2 Permintaan dan Pengaduan Persuasif untuk Penyesuaian

Kebanyakan surat pengaduan (claim letters) dimulai dengan pernyataan pesan-


pesan rutin. Namun demikian, anda juga menulis surat pengaduan persuasive
dengan menambahkan bukti tambahan dan menggunakan teknik yang lebih menarik
perhatian pembaca.
10.4 PENULISAN PESAN-PESAN PENJUALAN DAN PERMOHONAN DANA

Ada dua jenis pesan-pesan


persuasive, yaitu surat penjualan
(sales letters) dan surat permohonan
bantuan dana (fundraising letters).
Kedua pesan tersebut memiliki
perbedaan yaitu pesan-pesan
penjualan biasanya dikirim oleh
organisasi yang berorientasi pada laba untuk melakukan persuasi kepada pembaca agar
mengeluarkan sejumlah uang atas produk mereka sendiri. Di lain pihak, pesan-

pesan permohonan bantuan dana biasanya dikirim oleh

organisasi nirlaba untuk melakukan persuasi kepada pembaca

agar memberikan bantuan dana atau lainnya kepada pihak

lain. Persamaannya, keduanya bersaing untuk bisnis dan

kepentingan publik. Keduanya juga berusaha melakukan

persuasi kepada pembaca untuk mengeluarkan uang

atau waktu untuk menghasilkan suatu nilai tertentu yang

ditawarkan.
10.4.1 Perencanan Pesan-Pesan Penjualan

Salah satu tujuan ketika


merencanakan pesan-pesan penjualan
adalah untuk memperoleh pemahaman
secara menyeluruh tentang produk
anda. Dalam penyampaian pesan
persuasive, mulailah dengan
melakukan analisis audiens dan
memfokuskan pada bagaimana
kebutuhan, minat, dan emosianal
mereka.

Langkah selajutnya adalah memilih poin penjualan produk atau manfaat

yang paling menarik bagi audiens. Ketika melakukan komposisi pesan-pesan

persuasive, fokuskan pada poin penjualan produk yang mampu menjadi daya pikat

bagi audiens.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan

penjualan, diantaranya melalui brosur, pengiriman surat, sample, kartu,

telpon, surat elektronik dan iklan media masa dan elektronik.


10.4.2 Pengorganisasian dan Komposisi Pesan-Pesan Penjualan

a. Menarik Perhatian, dengan menggunakan kalimat tanya

pada permulaan paragraph, dengan menekankan contoh

produk terbaru, memberikan ilustrasi, dan memberikan

solusi dari suatu masalah.


b. Membangun Minat, dengan menekankan titik penjualan
produk kepada audiens, dengan menempatkan titik
penjualan utama dalam paragraph awal.
c. Meningkatkan Hasrat, dengan mengungkapakan manfaat utama bagi pembaca

dalam kata-kata atau gambar, grafik atau bagan yang lebih menarik.

d. Memotivasi tindakan, dengan memilih media penyampaian surat penjualan


kepada pembaca yang memungkinkan mereka memberikan tanggapan atas
surat tersebut.

10.5 PERENCANAAN PESAN-PESAN PERMOHONAN BANTUAN DANA

Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat

permohonan bantuan dana, yaitu:

a. Anda harus mampu menjelaskan

kebutuhan secara spesifik.


b. Tunjukkan kepada pembaca betapa

pentingnya donasi yang anda sumbangkan


kepada pihak lain.

c. Kemukakan secara jelas berapa jumlah


donasi yang dibutuhkan.
d. Jelaskan manfaat atau
kegunaan donasi yang diberikan
kepada pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
http://ekonomikomiko.blogspot.co.id/2014/05/komunikasi-bisnis-pesan-persuasif.html
https://mentarids.wordpress.com/2016/05/05/penulisan-pesan-pesan-persuasif/