Anda di halaman 1dari 8

Tata Cara Revisi Anggaran DIPA Tahun 2017 (PMK-10/PMK.

05/2017)

February 16, 2017 PortalKPPN Artikel 5

Tata Cara Revisi Anggaran DIPA Tahun 2017 (PMK-10/PMK.05/2017)

Tata Cara Revisi Anggaran DIPA Tahun 2017 (PMK-10/PMK.05/2017) | portalkppn.com – Revisi Anggaran
adalah perubahan rincian anggaran yang telah ditetapkan berdasarkan APBN Tahun Anggaran 2017 dan
disahkan dalam DIPA TA 2017.

Ruang Lingkup & Batasan Revisi Anggaran.

DJA

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama,
dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang
berbeda;

Pergeseran anggaran antar Keluaran (Output), dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker
dalam wilayah Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda; atau

Pergeseran anggaran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.

DJPB

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output) yang sama, dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama,
dan antar Satker;

Pergeseran anggaran antar Keluaran (Output), dalam 1 (satu) Kegiatan yang sama, dan antar Satker;

Pergeseran anggaran antar Kegiatan, dalam 1 (satu) Satker yang sama;

Pergeseran anggaran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Perbendaharaan.

Revisi Anggaran meliputi :


Pagu Anggaran berubah;

Pagu Anggaran tetap;

Revisi Administarasi.

Revisi Anggaran Dalam Hal Pagu Anggaran Berubah

Yang termasuk Pagu Anggaran Berubah adalah perubahan rincian anggaran yang disebabkan
penambahan atau pengurangan Pagu Anggaran, termasuk pergeseran rincian anggarannya.

Perubahan Anggaran Belanja Yang Bersumber Dari PNBP;

Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri dan dalam negeri,
termasuk pemberian pinjaman/hibah;

Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari SBSN, termasuk penggunaan sisa dana penerbitan
SBSN yang tidak terserap pada

tahun-tahun sebelumnya;

Perubahan anggaran belanja pemerintah pusat berupa pagu untuk pengesahan belanja yang
bersumber dari pinjaman/hibah luar negeri

yang telah closing date;

Perubahan anggaran belanja dan/atau pembiayaan anggaran sebagai akibat dari perubahan kurs,
perubahan parameter, tambahan kewajiban, dan/atau pemenuhan kewajiban; dan/atau

Perubahan transfer ke daerah dan dana desa.

Baca Juga:
Revisi Anggaran Dalam Hal Pagu Anggaran Tetap

Yang termasuk pergeseran anggaran dalam Pagu Anggaran Tetap meliputi :

Pergesaran anggaran BA 999.08 ke BA K/L atau antar subbagian anggaran dalam BA. 999 (BUN);

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama atau antar Program dalam 1 (satu) bagian
anggaran yang bersumber dari rupiah murni untuk memenuhi kebutuhan Belanja Operasional;

Pergeseran rincian anggaran untuk Satker Badan Layanan Umum yang sumber dananya berasal dari
PNBP;

Pergeseran rincian anggaran untuk Satker BLU yang sumber dananya berasal dari PNBP;

Pergeseran anggaran belanja yang dibiayai dari PNBP yang berasal dari instansi penghasil;

Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian sisa kewajiban pembayaran Kegiatan/proyek yang
dibiayai melalui SBSN yang melewati tahun anggaran sesuai dengan hasil audit Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan;

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama atau antar Program dalam 1 (satu) bagian
anggaran untuk memenuhi kebutuhan Ineligible Expenditure atas Kegiatan yang dibiayai dari pinjaman
dan/atau hibah luar negeri;

Pergeseran anggaran antara Program lama dan Pogram baru dalam rangka penyelesaian dokumen
DIPA sepanjang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat;

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama atau antar Program dalam 1 (satu) bagian
anggaran dalam rangka penyediaan dana untuk penyelesaian restrukturisasi Kementerian/Lembaga;

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama dalam rangka memenuhi kebutuhan selisih
kurs;

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun-
tahun sebelumnya;

Pergeseran anggaran pembayaran kewajiban utang sebagai dampak dari perubahan komposisi
instrumen pembiayaan utang;

Pergeseran anggaran pembayaran kewajiban utang sebagai dampak dari perubahan komposisi
instrumen pembiayaan utang;

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) lokasi yang sama atau antar lokasi dan/atau antar kewenangan
dalam rangka tugas pembantuan, urusan bersama, dan/atau dekonsentrasi;
Pergeseran anggaran dalam rangka pembukaan kantor baru;

Pergeseran anggaran dalam rangka penanggulangan bencana;

Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap (inkracht);

Pergeseran anggaran dalam rangka rekomposisi pendanaan antar tahun terkait dengan kegiatan
kontrak tahun jamak;

Pergeseran anggaran dalam rangka penggunaan Sisa Anggaran Kontraktual atau Sisa Anggaran
Swakelola yang dilakukan dalam 1 (satu) Program yang sama;

Pergeseran anggaran dalam rangka pemenuhan kewajiban negara sebagai akibat dari keikutsertaan
sebagai anggota organisasi internasional;

penggunaan anggaran dalam BA BUN yang belum dialokasikan dalam DIPA BUN;

Pergeseran anggaran belanja sebagai akibat dari perubahan prioritas penggunaan anggaran;

penghapusan/perubahan/pencantuman catatan halaman IV DIPA berkaitan dengan pemenuhan


persyaratan pencairan anggaran, penggunaan Keluaran (Output) cadangan, dan/atau tunggakan;

Penggunaan dana Keluaran (Output) cadangan; dan/atau

Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama atau antar Program dalam 1 (satu) bagian
anggaran dalam rangka memenuhi penyelesaian kegiatan yang ditunda sebagai akibat kebijakan
penghematan anggaran tahun sebelumnya.

Ketentuan Baru

Tambahan ketentuan baru tata cara revisi anggaran TA 2017 :

pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Program yang sama atau

antar Program dalam 1 (satu) bagian anggaran dalam rangka

memenuhi penyelesaian kegiatan yang ditunda sebagai

akibat kebijakan penghematan anggaran tahun sebelumnya

(Pasal 34);
Pergeseran anggaran belanja yang bersumber dari PNBP yang berasal dari instansi penghasil (Pasal
18);

Penyampaian usul revisi oleh K/L ke Ditjen Anggaran melalui surat elektronik (Pasal 40);

Penyampaian usul revisi oleh K/L ke Ditjen Perbendaharaan melalui surat elektronik (Pasal 45).

Revisi Administrasi

Yang termasuk dalam revisi administrasi meliputi :

Ralat kode kewenangan;

Ralat kode bagian anggaran;

Ralat volume, jenis, dan satuan Keluaran (Output) yang berbeda antara RKA-K/L dan Rencana Kerja
Pemerinta atau hasil kesepakatan DPR dengan Pemerintah;

Ralat kode akun dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi sepanjang dalam peruntukkan dan
sasaran yang sama;

Ralat kode KPPN;

Ralat kode lokasi satker atau lokasi KPPN;

Perubahan rencana penarikan dana/atau rencana penerimaan dalam halaman III DIPA;

Ralat cara penarikan PHLN/PHDN, termasuk Pemberian Pinjaman;

Ralat cara penarikan SBSN;

Ralat nomor register pembiayaan proyek melalui SBSN; dan/atau

Ralat karena kesalahan aplikasi berupa tidak berfungsinya sebagian atau seluruh fungsi matematis
aplikasi RKA-K/L DIPA.

Batasan Revisi Anggaran

Revisi Anggaran dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai :


Petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L dan pengesahan DIPA sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan mengenai petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L dan pengesahan
DIPA dan/atau;

Tata cara perencanaan, penelahaan dan penetapan alokasi anggaran BA BUN dan Pengesahaan DIPA
BUN sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Tata Cara Perencanaan, Penelahaan, Dan
Penetapan Alokasi Anggaran BA BUN, Dan Pengesahaan DIPA

BUN

Revisi Anggaran dapat dilakukan setelah DIPA Petikan dan/atau DIPA BUN ditetapkan. (Revisi
administratif, tidak berkaitan dengan alokasi anggaran).

Revisi Anggaran dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap :

Alokasi gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji kecuali untuk pemenuhan belanja pegawai pada
komponen 001 pada Satker yang sama dan/atau untuk pemenuhan alokasi gaji dan tunjangan yang
melekat pada gaji pada Satker lain sepanjang pergeseran tersebut tidak mengakibatkan pagu minus;

Pembayaran berbagai tunggakan;

Rupiah Murni Pendamping sepanjang paket masih berlanjut (on-going); dan/atau

Paket Pekerjaan yang telah dikontrakkan dan/atau direalisasikan dananya sehingga dananya menjadi
minus.

Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah target kinerja dengan ketentuan sebagai
berikut :

tidak mengubah sasaran Program;

tidak mengubah Keluaran (output) kegiatan yang sudah terdapat realisasi anggaran;

tidak mengurangi volume Keluaran (output); kecuali terdapat kebijakan pemotongan atau
penghematan anggaran;
tidak menyebabkan volume Keluaran (Output) yang telah ditetapkan menjadi tidak tercapai.

Pagu Anggaran tidak dapat dilampau kecuali :

Pembayaran bunga dan pokok utang dan subsidi BBM (Diatur dalam UU APBN);

Tidak dikenal adanya pagu minus dalam tahun berjalan, jika terdapat pagu minus, harus diselesaikan
tahun itu juga dengan meknisme reguler.

PMK Nomor 15/PMK.02/2016 Tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2016 sebagaimana
telah diubah dengan PMK Nomor 62/PMK.02/2016, pada Pasal 57 » Ketentuan mengenai tata cara
Revisi Anggaran yang diatur dalam Peraturan Menteri ini masih tetap berlaku sebagai acuan tata cara
Revisi Anggaran, sampai dengan ditetapkannya pengganti Peraturan Menteri ini.

Batas Akhir Penerimaan Usul Revisi Anggaran

1. Batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran ditetapkan sebagai berikut:

Tanggal 30 Oktober tahun berkenaan, untuk Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran; dan

Tanggal 30 November tahun berkenaan, untuk Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Perbendaharaan.

2. Dalam hal Revisi Anggaran dilakukan dalam rangka pelaksanaan:

Pergeseran anggaran untuk belanja pegawai;

Pergeseran anggaran dari Bagian Anggaran 999.08 (BA BUN Pengelola Belanja Lainnya) ke BA K/L;

Kegiatan yang dananya bersumber dari PNBP, pinjaman luar negeri, hibah luar negeri terencana, dan
hibah dalam negeri terencana, pinjaman dalam negeri, serta surat berharga syariah negara;

Kegiatan Kementerian/Lembaga yang merupakan tindak lanjut dari hasil sidang kabinet yang
ditetapkan setelah Undang-Undang Perubahan APBN tahun berkenaan, dan/atau
Kegiatan-Kegiatan yang membutuhkan data/ dokumen yang harus mendapat persetujuan dari unit
eksternal Kementerian/Lembaga seperti persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, persetujuan Menteri
Keuangan, hasil audit eksternal, dan sejenisnya.

Batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran oleh Direktorat Jenderal Anggaran ditetapkan paling
lambat pada tanggal tanggal 15 Desember tahun berkenaan.

Dalam hal Revisi Anggaran dilakukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan lingkup Bagian Anggaran 999
(BA BUN) yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan atau mensyaratkan adanya peraturan
pemerintah untuk pencairan anggaran, revisi DIPA K/L yang bersumber dari Bagian Anggaran 999.08 (BA
BUN Pengelola Belanja Lainnya), pergeseran anggaran untuk bencana alam dan revisi dalam rangka
pengesahan, batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran dan penyelesaiannya oleh Direktorat Jenderal
Anggaran ditetapkan paling lambat pada tanggal 30 Desember tahun berkenaan.

Lebih lengkapnya bisa dibaca pada PMK-10/PMK.05/2017 di bawah ini..

PMK-10/PMK.05/2017

Slide PMK-10/PMK.05/2017 (Workshop DJA).

Demikian artikel Tata Cara Revisi Anggaran DIPA Tahun 2017 (PMK-10/PMK.05/2017).