Anda di halaman 1dari 5

“Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Wabah”

Pengertian Wabah

- Wabah penyakit menular adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam
masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan
yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka
- Wabah adalah suatu peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas
secara cepat, baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkit (Dep Kes DirJen PPM dan
PLP tahun 1981)
- Wabah penyakit menular adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam
masyarakat yang jumlah penderitaannya meningkat secara nyata melebihi dari keadaan
yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka ( UU
No.4 tahun 1984, Bab 1, pasal 1)

Pengertian KLB

- Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian morbiditas atau
mortalitas yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam periode tertentu.

- Kejadian yang melebihi keadaan biasa, pada satu atau sekelompok masyarakat tertentu ( Mac
Mahon and Pugh,1970; Last, 1983, Benenson,1990)

- Peningkatan frekuensi penderita penyakit, pada populasi tertentu, pada tempat dan musim atau
tahun yang sama (Last,1983)

Dengan pengertian diatas dikehendaki agar wabah dapat segera ditetapkan apabila ditemukan
suatu penyakit yang dapat menimbulakn wabah, walaupun penyakit tersebut belum menjalar dan
belum menimbulkan malapetaka yang besar dalam masyarakat. Adanya satu kasus tunggal
penyakit menular yang sudah lama tidak ditemukan atau adanya penyakit baru yang belum
diketahui sebelumnya disuatu daerah memerlukan laporan secepatnya disertai dengan
penyeledikan epidemiologis. Apabila ditemukan penderita kedua untuk jenis penyakit yang sama
dan diperkirakan penyakit ini dapat menimbulkan malapetaka keadaan ini sudah cukup
merupakan indikasi untuk menetapkan daerah sebagai daerah wabah.

Perbedaan definisi antara Wabah dan KLB :

Wabah harus mencakup:

- Jumlah kasus yang besar


- Daerah yang luas
- Waktu yang lebih lama
- Dampak yang ditimbulkan lebih berat

Tujuan penyelidikan KLB

Tujuan Umum :

- Mencegah meluasnya (penanggulangan)


- Mencegah terulangnya KLB dimasa yang akan datang (pengendalian)

Tujuan Khusus

- Diagnosis kasus yang terjadinya dan mengidentifikasi penyebab penyakit


- Memastikan bahwa keadaan tersebut merupakan KLB
- Mengidentifikasi sumber dan cara penularan
- Mengidentifikasi keadaan yang menyebabkan KLB
- Mengidentifikasi populasi yang rentan atau daerah yang berisiko akan terjadi KLB
(CDC,1981; Bres,1986)

Bentuk Wabah

Pengertian wabah dalam bidang Epidemiologi Modern pada saat ini lebih ditekankan pada
konsep prevalensi yang berlebihan dan tidak selalu menyangkut penyakit menular walaupun
demikian sesuai dengan prioritas permasalahan kesehatan di Indonesia, yang dimaksudkan
dengan wabah dalam pengertian oleh Departemen Kesehatan RI hamper selalu adalah wabah
penyakit menular.

Menurut cara transmisinya, wabah dibedakan atas :

1. Wabah dengan penyebaran melalui media umum (common vehicle epidemics), yaitu
a. Ingesti bersama makanan atau minuman, misalnya Salmonellosis
b. Inhalasi bersama udara pernapasan, misalnya demam Q (di laboratorium)
c. Inokulasi melalui intravena atau subkutan, misalnya hepatitis serum
2. Wabah dengan penjalaran oleh transfer serial dari pejamu ke pejamu (epidemics
propagated by serial transfer from host to host) yaitu
a. Penjalaran melalui rute pernapasan (campak), rute analoral (shigellosis), rute genitalia
(sifilis), dan sebagainya
b. Penjalaran melalui debu
c. Penjalaran melalui vector (serangga dan artropoda)

Penanggulangan Wabah

Upaya penanggulangan wabah antara lain:

1. Penyelidikan epidemiologis dengan tujuan:


a. Mengetahui sebab-sebab penyakit wabah
b. Menentukan faktor penyebab timbulnya wabah
c. Menentukan kelompok masyarakat yang terancam terkena wabah
d. Menentukan cara penanggualangan.

Penyelidikan epidemiologis dilaksanakan dengan kegiatan ;

a. Pengumpulan data morbiditas dan mortalitas penduduk


b. Pemeriksaan klinis, fisik, laboratorium dan penegakan diagnosis
c. Pengamatan terhadap penduduk, pemeriksaan terhadap makhluk hidup dan benda-
benda yang ada di suatu wilayah yang diduga mengandung penyebab penyakit wabah.
2. Pemeriksaan pengobatan, perawatan dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina,
dilakukan dengan tujuan:
a. Memberikan pertolongan medis kepada penderita agar sembuh dan mencegah agar
mereka tidak menjadi sumber penularan.
b. Menemukan dan mengobati orang yang tampaknya sehat tetapi mengandung
penyebab penyakit sehingga secara potensial dapat menularkan penyakit (carrier)

Pemeriksaan, pengobatan, perawatan, isolasi penderita dan karantina dilakukan disarana


pelayanan kesehatan atau di tempat yang ditentukan

3. Pencegahan dan pengebalan, yaitu tindakan-tindakan yang dilakukan untuk memberi


prlindungan kepada orang-orang yang belum sakit, tetapi mempunyai risiko terkena
penyakit.
4. Pemusnahan penyebab penyakit, dilakukan terhadap:
a. Bibit penyakit/kuman
b. Hewan, tumbuh-tumbuhan dan/ atau benda yang mengandung penyebab penyakit

Pemusnahan harus dilakukan dengan cara tanpa merusak lingkungan hidup dan tidak
menyebabkan tersebarnya wabah penyakit.

5. Penyuluhan kepada masyarakat, yaitu kegiatan komunikasi yang bersifat persuasive


edukatif tentang penyakit yang dapat menimbulkan wabah agar mereka mengerti sifat-
sifat penyakit, sehingga dapat melindungi diri dari penyakit tersebut dan apabila terkena,
tidak menularkan kepada orang lain. Penyuluhan juga dilakukan agar masyarakat dapat
berperan serta sevara aktif dalam menanggulangi wabah
6. Upaya penanggulangan lainnya, yaitu tindakan-tindakan khusus untuk masing-masing
penyakit yang dilakukan dalam rangka penanggulangan wabah.

Ruang lingkup wabah


1. Outbreak : Suatu episode dimana terjadi dua atau lebih penderita suatu penyakit
yang sama dimana penderita tersebut mempunyai hubungan satu sama lain.
2. Epidemi : Keadaan dimana suatu masalah kesehatan(umumnya penyakit) yang
ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat frekuensinya
meningkat.
3. Pandemi : Keadaan dimana suatu masalah kesehatan (Umumnya penyakit),
frekuensinya dalam waktu singkat meningkat tinggi dan penyebarannya telah
mencakup wilayah yang luas.
4. Endemi : Keadaan dimana sutu masalah kesehatan (umumnya penyakit),
frekuensinya pada wilayah tertentu menetap dalam waktu lama berkenaan dengan
adanya penyakit yang secara normal biasa timbul dalam suatu wilayah tertentu.

Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB)


a. Penyakitnya tak pernah ada atau tak diketahui sebelumnya
b. Penyakit atau kematian meningkat terus selama 3 kurun waktu berturut-turut
c. Kejadian meningkat lebih dari 2x disbanding periode sebelumnya
d. Penderita baru dalam 1 bulan naik 2x disbanding rata-rata per bulan dalam tahun
sebelumnya
e. Angka rata-rata perbulan selama 1 tahun naik lebih dari 2x disbanding rata-rata
perbulan tahun sebelumnya
f. Untuk beberapa penyakit, 1 kasus dianggap KLB
DAFTAR PUSTAKA

Bustan, 2002. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.


Maulani, Novie Sri. 2010. “Kejadian Luar Biasa”, Catatan Kuliah. Program Studi S1 Kesehatan
Masyarakat STIKES HAKLI Semarang.
Notoatmojo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Prinsip Prinsip Dasar. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Pickett, George., dan John J Hanlon. 2009. Kesehatan Masyarakat : Administrasi dan Praktik, Edisi 9.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Timmreck, Thomas C. 2005. Epidemiologi Suatu Pengantar, Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.