Anda di halaman 1dari 41
{ PRN-VS-0024-01 PETUNJUK PELAKSANAAN KEPMENKES NO 1239/2001 TENTANG REGISTRASI dan PRAKTIK PERAWAT Direktorat Pelayanan Keperawacan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Tahun 2001 DAFTAR ISK KATA PENGANTAR DAFTAR IS! BAB 1 pap ba BAB IV PENUTUP PENDAHULUAN AK, KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN PERAWAT ‘TINDAKAN KEPERAWATAN PERS YARATAN PRAKTIK PERAWAT DAN MEK ANISME PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BABI PENDAHULUAN LATAR BELAKANG. Perawat sebagai tenaga professional bertanggung jawab dan berwenang membenkan pelayanan keperawatan secara mandiri dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangannya, terutama terkait dengan lingkup praktik dan wewenang perawat Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui keriasama bersifat kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan Keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung javabnya. Lingkup kewenangan perawat daiam praktik keperawaten professional meliputi sistem klien (individu, keluargs, Kelompok khusus dan masyarakat) dalam rentang sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan Untuk penerapan praktik keperawatan tersebut perlu Ketetapan (legislasi) yang mengatur hak dan kewajiban perawat yang — terkait,dengan pekerjaan profes: Leuislasi dimaksudkan untuk memberikar, perlindungan hukum bagi masyarakat dan perawat Dalam rangka perlindungan hukum tersebut, perawat perlu diregistrasi, disertfikasi dan memperoleh ijin praktik (lisensi). Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan Kepmenkes No 1239/2001 tentang egistrasi dan Praktik Perawat” Ketetapan ini perlu dijabarkan lebih lanjut, maka Direktorat Pelayanan Keperawatan bekerjasama dengan Bagian HUKMAS Departemen Kesehatan dan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ‘menyusun petunjuk pelaksanaan Kepmenkes No 1239/2001 yang meliputi hak, kewajiban dan wewenang, tindskan keperawatan, persyaratan praktik keperawatan, mekanisme pembinaan dan pengawasan.