Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Tema : Mobilisasi pada pasien stroke


Sasaran : Pasien, dan keluarga pasien
Tempat: Ruangan BRAIN CENTER
Hari/tanggal : Jumat, 05 oktober 2018
Waktu : 30 menit
Pelaksana :

I. TOPIK
Mobilisasi pada pasien stroke

II. LATAR BELAKANG


Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada
pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah di otak. Sehingga akibat
penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah tersebut, bagian otak tertentu
berkurang bahkan terhenti suplai oksigennya sehingga menjadi rusak bahkan
mati. Akibatnya timbullah berbagai macam gejala sesuai dengan daerah otak
yang terlibat, seperti wajah lumpuh sebelah, bicara pelo (cedal), lumpuh
anggota gerak, bahkan sampai koma dan dapat mengancam jiwa (Mediskus,
2013).

Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya stroke berulang maka


pengetahuan keluarga dan pasien perlu ditingkatkan, agar berbagai faktor
resiko yang dapat menimbulkan kejadian stroke berulang dapat dicegah atau
dihindari, salah satunya melalui penyuluhan kesehatan. Sekitar 90 % pasien
stroke mengalami kelemahan pada anggota gerak. Pemulihan pasien stroke
dapat dilakukan dengan mobilisasi sedini mungkin dalam rangka mencegah
kekakuan sendi dan mengembalikan kemampuan klien secara fisik.

1
III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Pada akhir proses penyuluhan, para pengunjung dapat mengetahui tentang
pengertian stroke, penyebab, dan mobilisasi pada pasien stroke.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan di BRAIN CENTER diharapkan dapat :
1. Menjelaskan Pengertian stroke
2. Penyebab stroke
3. Mobilisasi pasien stroke
IV. SASARAN
1. Waktu : 30 menit
3. Tempat : Ruang BRAIN CENTER
4. Sasaran :
a. Langsung : keluarga pasien

V. MATERI
- Terlampir
VI. METODE DAN ALAT BANTU
METODE
 Ceramah
 Tanya jawab
VII. MEDIA
- Lefleat
- Clip chart

VIII. EVALUASI PROSES DAN HASIL


1. Moderator :
2. Penyaji :
3. Observer : Julfandi Awumbas
4. Fasilitator :

KEGIATAN PENYULUHAN
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1 3 Menit Pembukaan :
- Menjawab salam
- Membuka kegiatan dengan
mengucapkan salam
- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan
- Mendengarkan
penyuluhan - Memperhatikan
- Menyebutkan materi yang

2
akan diberikan - Memperhatikan

2 10 Menit Pelaksanaan :
- Menjelaskan Pengertian - Memperhatikan
stroke
- Memperhatikan
- Penyebab stroke.
- Mobilisasi pasien stroke
- Memperhatikan

- Memperhatikan

- Bertanya dan
menjawab pertanyaan
yang diajukan
- Memperhatikan

3 2 Menit Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta - Menjawab pertanyaan
tentang materi yang telah
diberikan,

4 1 Menit Terminasi :
- Mengucapkan terimakasih - Mendengarkan
atas peran serta peserta
- Mengucapkan salam
- Menjawab salam
penutup

3
TINJAUN TEORITIS

1. Pengertian Stroke
Menurut kriteria WHO stroke secara klinis didefinisikan sebagai
gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan
gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam
atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh karena gangguan
peredaran darah otak. Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang
diakibatkan oleh berhentinya suplai darah dan oksigen ke otak.
Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini dikarenakan adanya sumbatan,
penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah di otak (Smeltzer, 2001).
2. Faktor Penyebab Stroke
a. Faktor resiko yang tidak dapat dikontrol
 Usia

4
Setiap manusia akan bertambah umurnya, dengan demikian
kemungkinan terjadinya stroke lebih besar. Pada umumnya resiko
terjadinya stroke mulai usia 35 tahun dan meningkat setiap tahunnya.
 Jenis kelamin
Pria memiliki kecenderungan lebih besar terkena serangan stroke
dibanding perempuan.
 Ras/suku bangsa
 Genetik/keturunan
Seseorang yang mempunyai riwayat stroke dalam keluarganya, menjadi
seseorang yang beresiko tinggi terkena serangan stroke.

b. Faktor resiko yang dapat dikontrol atau dikendalikan diantaranya :


 Hipertensi
 Diabetes mellitus
 Penyakit jantung
 Riwayat stroke sebelumnya
 Merokok
 Kolesterol tinggi
 Obesitas
 Minuman Alkohol

3. Mobilisasi Pada Pasien Stroke


Mobilisasi adalah jalan untuk melatih hampir semua otot tubuh
untuk meningkatkan fleksibilitas sendi atau mencegah terjadinya kekakuan
pada sendi.
A. Pelaksanaan mobilisasi dini posisi tidur
Berbaring telentang
- Posisi kepala, leher, dan punggung harus lurus.
- Letakkan bantal dibawah lengan yang lemah/lumpuh secara
berhati-hati, sehingga bahu terangkat keatas dengan lengan

5
agak ditinggikan dan memutar kearah luar, siku dan
pergelangan tangan agak ditinggikan.
- Letakkan pula bantal di bawah paha yang lemah/lumpuh,
dengan posisi agak memutar ke arah dalam, dan lutut agak
ditekuk.
Miring kesisi yang sehat
- Bahu yang lumpuh harus menghadap kedepan.
- Lengan yang lumpuh memeluk bantal dengan siku
diluruskan.
- Kaki yang lumpuh diletakkan didepan.
- Dibawah paha dan tungkai diganjal bantal
- Lutut ditekuk

Miring kesisi yang lumpuh/lemah


- Lengan yang lumpuh menghadap kedepan, pastikan bahu
pasien tidak memutar secara berlebihan
- Tungkai agak ditekuk, tungkai yang sehat menyilang di atas
tungkai yang lumpuh/lemah dengan diganjal bantal.
B. Latihan Gerak Sendi (Range of Motion)
Latihan gerak sendi ini bertujuan untuk mengurangi
kekakuan pada sendi dan kelemahan pada otot yang dapat
dilakukan aktif maupun pasif tergantung dengan keadaan pasien.

6
Gerakan-Gerakan dalam latihan gerak sendi ini adalah sebagai
berikut:
 Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara :
- Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan
siku menekuk dengan lengan.
- Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang
lain memegang pergelangan tangan pasien.
- Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin.

 Fleksi dan Ekstensi Siku


Cara :
- Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh
dengan telapak mengarah ke tubuhnya.
- Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya
mendekat bahu.
- Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya.

7
 Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah
Cara :
- Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan
siku menekuk.
- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan
pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
- Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya
menjauhinya.
- Kembalikan ke posisi semula.
- Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya
menghadap ke arahnya.
- Kembalikan ke posisi semula.

 Pronasi Fleksi Bahu


Cara :
- Atur posisi tangan pasien disisi tubuhnya.

8
- Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan
pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
- Angkat lengan pasien pada posisi semula.

 Abduksi dan Adduksi Bahu


Cara :
- Atur posisi lengan pasien di samping badannya.
- Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan
pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
- Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kearah
perawat (Abduksi).
- Gerakkan lengan pasien mendekati tubuhnya (Adduksi)
- Kembalikan ke posisi semula.

 Rotasi Bahu
Cara :
- Atur posisi lengan pasien menjauhi tubuh dengan siku
menekuk.
- Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekat
siku dan pegang tangan pasien dengan tangan yang lain.
- Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh
tempat tidur, telapak tangan menghadap ke bawah.
- Kembalikan posisi lengan ke posisi semula.

9
- Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh
tempat tidur, telapak tangan menghadap ke atas.
- Kembalikan lengan ke posisi semula.

 Fleksi dan Ekstensi Jari-jari


Cara :
- Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan, sementara
tang lain memegang kaki.
- Bengkokkan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah
- Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang.
- Kembalikan ke posisi semula.

 Infersi dan efersi kaki


Cara :
- Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan
pegang pergelangan kaki dengan tangan satunya.
- Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke
kaki lainnya.
- Kembalikan ke posisi semula
- Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjauhi
kaki yang lain.
- Kembalikan ke posisi semula.

10
 Fleksi dan ekstensi pergelangan Kaki
Cara :
- Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan
satu tangan yang lain di atas pergelangan kaki. Jaga kaki
lurus dan rilek.
- Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada
pasien.
- Kembalikan ke posisi semula.
- Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada pasien.

 Fleksi dan Ekstensi lutut.


Cara :
- Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang
tumit pasien dengan tangan yang lain.
- Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
- Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada sejauh mungkin.
- Kebawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat
kaki ke atas.
- Kembali ke posisi semula.

11
 Rotasi pangkal paha
Cara :
- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan
satu tangan yang lain di atas lutut.
- Putar kaki menjauhi perawat.
- Putar kaki ke arah perawat.
- Kembalikan ke posisi semula.

 Abduksi dan Adduksi pangkal paha.


Cara :
- Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan satu
tangan pada tumit.
- Jaga posisi kaki pasien lurus, angkat kaki kurang lebih 8 cm
dari tempat tidur, gerakkan kaki menjauhi badan pasien.
- Gerakkan kaki mendekati badan pasien.
- Kembalikan ke posisi semula.

12
4. Cara Pencegahan Penyakit Stroke Berulang
Stroke merupakan penyakit pemicu kematian yang serius, namun
sebenarnya dapat dicegah. Perubahan gaya hidup perlu ditingkatkan guna
mengurangi risiko stroke. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang
dapat dilakukan :
 Konsumsi makanan sehat
Konsumsi makanan dengan tinggi serat. Makanan tinggi serat akan
membantu dalam pencegahan penyakit stroke ini dan juga turut
andil mengendalikan lemak dalam darah. Kurangi kolesterol
"jahat" sehingga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan
mengurangi risiko stroke.
 Kurangi konsumsi garam
Mengurangi konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah
sehingga mengurangi risiko stroke.
 Hindari Kebiasaan buruk seperti : merokok dan minum alkohol
Perokok memiliki risiko stroke dua kali lipat. Merokok dapat
merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, serta
mempercepat penyumbatan di pembuluh darah. Kebiasaan
merokok dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding
pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah untuk
menggumpal dan darah menggumpal akan meningkatkan resiko
penyakit stroke ini.
 Hidup aktif dan olahraga yang teratur
Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko
yang lebih besar memiliki kadar kolesterol tinggi, hipertensi,

13
diabetes, dan stroke. Olahraga dapat mengurangi berat badan
sehingga mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut. Melakukan
aktivitas fisik secara teratur dengan berolahraga termasuk dalam
salah satu tips dan cara dalam membantu menurunkan tensi darah
dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.
 Perbanyak konsumsi serat dan banyak minum air putih
Para peneliti menemukan risiko stroke bisa berkurang sampai 7
persen untuk setiap 7 gram penambahan serat yang dikonsumsi
setiap hari. Dengan kata lain mereka yang paling rajin
mengonsumsi serat risikonya paling rendah terkena stroke.

DAFTAR PUSTAKA

http://mediskus.com/penyakit/stroke-pengertian-jenis-gejala-stroke.diakses
tanggal 20 September 2013

Purwanti dan Arina. 2008. Rehabilitasi Klien Pasca Stroke. Kartasura:FIK UMS

Smeltzer, Suzanne.(2001). Keperawatan Medikal Bedah.. Jakarta : EGC

STIKES Hang Tuah Surabaya. ROM (Range Of Motion). Diakses dari


www.http://stikes-hang-tuah-ROM-range-of-motion tanggal 23 September
2013

Potter, Patricia A dan Anne Griffin Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental
Keperawatan: Konsep, Proses Dan Praktek. Jakarta: EGC

14