Anda di halaman 1dari 5

TUGAS BAHAN KAYU DAN NON-KAYU

BARLIAN SYAIDI (1807035927)

Pohon Jati (teak)

Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu


tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh
mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh
di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan
nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari
kata thekku dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara
bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah
Tectona grandis L.f.

Wood Species : Tectona grandis Linn. F

Basic Density : 630-720 kgs/m3

Moisture Content : Kadar Air Kayu jati Bersifat higroskopis, artinya kayu memiliki daya tarik
terhadap air, baik dalam bentuk uap maupun cairan. Standard Moisture Content (MC) yang baik
untuk furniture adalah antara 8-12%, ini bukan berarti volume air di dalam kayu adalah 12%
dari total volume kayu tersebut.

Fiber Content :

- length: 699 -1.299 μm/ 340-365 μm

-width: 100-280 μm

-Cell Wall: 3,40

-Thickness: 2,9-3,9 μm

-Microfibril angel: Mikrofibril adalah komponen terkecil pada struktur dinding sel
dengan diameter sekitar 3-4 nm.32,80
Content of mature and juvenile wood: Kayu juvenil adalah massa kayu yang dibentuk pada
tahap-tahap awal pertumbuhan suatu pohon. Batasan kayu juvenil adalah xilem sekunder yang
dihasilkan oleh kambium yang aktifitasnya dipengaruhi oleh kegiatan meristem apikal. Pada
umumnya kayu juvenil lebih rendah kualitasnya daripada kayu dewasa. Kayu juvenil tidak hanya
terdapat pada jenis-jenis pohon cepat tumbuh, namun hampir pada semua jenis pohon.

Heart wood: strukturnya yang sangat stabil dan lapisan serat kayu yang sangat rapi dimana hal
itu menandakan bahwa umur kayu sudah sangat tua, dan umur kayu yang tua membuat serat
kayu semakin rapat lalu menciptakan kayu yang kuat dan berkualitas tinggi.

Sapwood: kayu bagian samping atau luar setelah kulit kayu, warnanya putih

Defects: Adapun faktor penyebab kerusakan digolongkan menjadi:

Penyebab makhluk hidup terdiri dari:

1. Jenis jamur (aneka macam)


2. Jenis serangga (aneka macam)
3. Jenis binatang laut (aneka macam)

Penyebab non-makhluk hidup terdiri dari:

1. Faktor fisik
2. Faktor mekanik
3. Faktor kimia

Penyebab non-makhluk hidup:

Faktor non-makhluk hidup ialah pengaruh yang disebabkan oleh unsur pengaruh alam
dan keadaan alam itu sendiri.

1. Faktor Fisik, ialah keadaan atau sifat alam yang mampu merusak komponen kayu sehingga
umur pakainya menjadi pendek. Yang termasuk faktor fisik antara lain: suhu dan kelembaban
udara, panas matahari, api, udara, dan air. Semua yang termasuk faktor fisik itu mempercepat
kerusakan kayu bila terjadi penyimpangan. Misalnya bila kayu tersebut terus-menerus kena
panas maka kayu akan cepat rusak.
2. Faktor Mekanik, terdiri atas proses kerja alam atau akibat tindakan manusia. Yang
termasukfaktor mekanik antara lain: pukulan, gesekan, tarikan, tekanan, dan lain
sebagainya. Faktor mekanik berhubungan erat sekali dengan tujuan pemakaian.
3. Faktor Kimia, juga mempunyai pengaruh besar terhadap umur pakai kayu. Faktor ini bekerja
mempengaruhi unsure kimia yang membentuk komponen seperti selulosa, lignin dan
hemiselulosa. Unsur kimia perusak kayu antara lain: pengaruh garam, pengaruh asam dan
basa.

Penyebab kerusakan oleh makhluk hidup:

Makhluk hidup perusak kayu beraneka macam, kebanyakan serangan perusak ini sangat cepat
menurunkan nilai keawetan dan umur pakai kayu. Ada jenis yang langsung memakan komponen
kayu tersebut, ada juga yang melapukkan kayu, mmengubah susunan kimia kayu, tetapi ada pula
yang hanya merusak kayu dengan mengubah warna menjadi kebiru-biruan kotor. Jenis-jenis
serangga sering melubangi kayu untuk memakan selulosa dan selanjutnya menjadikan tempat
bersarang. Adapun jenis-jenis perusak kayu makhluk hidup antara lain:

1. Jenis jamur (cendekiawan atau fungi), ialah jenis tumbuhan satu sel, yang berkembang biak
dengan spora. Hidupnya sebagai parasit terhadap makhluk lain. Umumnya hidup sangat subur
di daerah lembab. Jamur terkenal sebagai perusak kayu kering. Sifat utama kerusakan oleh
jamur ialah pelapukan dan pembusukan kayu, tapi ada juga kayu yang hanya berubah
warnanya menjadi kotor, misalnya jamur biru (blue stain). Macam-macam jamur antara lain:
jamur pelapuk kayu, jamur pelunak kayu dan jamur pewarna kayu.
2. Jenis serangga, merupakan perusak kayu yang sangat hebat, terutama di daerah tropic
misalnya: Indonesia, Malaysia, Filipina, dan lain-lain. Serangga tersebut makan dan tinggal di
dalam kayu. Macam-macam serangga perusak kayu antara lain: rayap tanah, rayap kayu
kering, dan serangga bubuk kayu.
3. Jenis binatang laut, terkenal dengan nama Marine borer. Kayu yang dipasang di air asin akan
mengalami kerusakan yang lebih hebat daripada kayu yang dipasang di tempat lain. Hampir
semua jenis kayu mudah diserang oleh binatang laut. Akan tetapi, ada pula beberapa jenis
kayu yang memiliki faktor ketahanan, karena adanya zat ekstraktif yang merupakan racun
bagi binatang laut, antara lain: kayu lara, kayu ulin, kayu giam, dan lain-lain. Setelah
diketahui bahwa faktor utama perusak kayu ialah makhluk hidup tertentu, jelas bahwa kayu
dapat dilindungi dengan cara mengawetkan. Nilai pakai kayu itu sendiri akan lebih awet dan
tahan terhadap perusak-perusak yang telah dijelaskan di muka. Caranya ialah dengan
memasukkan kayu secara umum berarti: usaha manusia untuk menaikkan keawetan kayu dan
umur pakainya, sehingga keperluan akan kayu lebih terpenuhi. Umur penggunaan kayu yang
pendek dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu pengawetan kayu selalu
ditujukan pada kayu yang berkeawetan rendah. Jenis-jenis kayu inilah yang perlu ditingkatkan
daya tahannya dalam pemakainnya. Pengawetan kayu dari segi ilmiah teknis juga merupakan
usaha untuk memperbesar sifat keawetan kayu, sehingga penggunaan kayu dapat lebih lama.
Tapi yang terpenting, pengawetan kayu berarti: memasukkan bahan racun ke dalam kayu,
sebagai pelindung terhadap makhluk-makhluk perusak kayu yang datang dari luar, yaitu jenis-
jenis serangga, jamur dan binatang laut. Prinsip memasukkan bahan pengawet (wood
preservative) sampai saat ini menunjukkan hasil yang terbaik. Semua industri pengawetan
kayu umumnya menggunakan prinsip ini, hanya macam bahan pengawet berikut cara atau
proses memasukkannya yang berbeda.

1. Pith (hati kayu) : menjadi bagian paling lunak pada kayu tetapi sangat kecil ukurannya
dibanding diameter kayu. bagian ini harus selalu dihindari dan dibuang.

2. Heartwood (kayu teras): bagian utama kayu yang dibutuhkan. Keras, berwarna gelap dan
lebih berat. Proporsinya juga paling besar (m3).

3. Sapwood (kayu gubal): berada pada lapisan luar, berwarna lebih terang dan lebih mudah
menyusut.

4. Cambium layer (lapisan kambium): lapisan yang berisi zat-zat makanan untuk
perkembangan pohon.

5. Bast : pengirim makanan untuk diolah oleh daun melalui fotosintesis.

6. Bark (kulit pohon): melindungi batang pohon.

7. Annular ring (lingkaran tahun): garis-garis yang melingkar pada pohon yang menunjukkan
umur pohon. Lingkaran terbentuk setiap tahun berdasarkan musim di mana pohon itu tumbuh.

8. Spring growth: lapisan yang terbentuk pada waktu musim gugur. Biasanya lebih tipis
karena pada musim ini pertumbuhan pohon lebih lambat.

9. Autumn growth: lapisan yang terbentuk di waktu musim semi. memiliki ketebalan lebih
karena pohon tumbuh lebih cepat ketika musim ini dengan adanya proses pengolahan
makanan untuk pohon yang lebih banyak.

10. Medularry rays: garis yang melintang dari pusat kayu hingga bagian luar sebagai
media penyimpan makanan bagi pohon. bagian ini bisa menjadi dekorasi ketika kita
melakukan pemotongan kayu bulat secara radial.