Anda di halaman 1dari 8

AIR SEBAGAI KOMPONEN TUMBUHAN

Salsabila Luqyana
1710422023
II B
salsabilaluqyana667@gmail.com

ABSTRAK
Praktikum tentang Air Sebagai Komponen Tumbuhan dilaksanakan pada hari Jum’at, 14
September 2018, di LaboratoriumTeaching IV, Universitas Andalas, Padang. Tujuan
dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk melihat peristiwa plasmolisis dan deplasmolisis
pada jaringan tumbuhan Rhoe discolor, menghitung tekanan osmotik cairan sel, dan
mengukur potensial air jaringan dengan metode Chardakov.Metoda yang digunakan pada
praktikum ini adalah metoda eksperimen. Hasil yang didapatkan dari praktikum ini adalah,
terjadi plasmolisis dan deplasmolisis pada Rhoe disolor, tekanan osmotik cairan sel dengan
persentase plasmolisis terbesar pada konsentrasi 0,20 M, larutan sukrosa yang di tetesi
methilen blue terjadi arah pergerakan melayang pada konsentrasi 0,1 M dan 0,3 M dan
mengapung pada konsentrasi 0,4 M dan 0,5 M.
Kata kunci : Air, deplasmolisis,Rhoe discolor, osmotik, plasmolisis, potensial
PENDAHULUAN serta aktivitas biologis protoplasma
bergantung kepada dekat dan
Air merupakan senyawa utama tidaknya dengan molekul air. Hampir
protoplasma yang berperan sebagai semua dari molekul protoplasma
pelarut yang membawa nutrisi mengandung aktifitas kimia khasnya
mineral dari tanah ke dalam pada lingkungan air tempat mereka
tumbuhan. Air juga memiliki peranan berada (Salisbury dan Ross, 1995).
penting dalam turgiditaspada sel Didalam sel tanaman selalu
tumbuhan, pada pertumbuhan sel, terdapat molekul-molekul air yang
dalam mempertahankan bentuk selalu bergerak. Pergerakan ini
daun, serta pada operasi stomata dimulai dari suatu bagian ke bagian
dan pergerakan struktur tumbuhan yang lain dan tidak menimbulkan efek
serta sebagai medium bagi reaksi- pada keadaan setimbang, molekul
reaksi di dalam metabolisme dan bergerak kearah yang berbeda
pereaksi penting dalam fotosintesis sehingga menimbulkan difusi, atau
dan proses-proses hidrolitik (Kimball, dengan kata lain difusi merupakan
1998). pergerakan molekul sejenis dari
Fungsi air yang paling penting daerah konsentrasi tinggi ke
yaitu dalam reaksi-reaksi biokimia konsentrasi rendah (Darmawan,
dalam protoplasma yang dikontrol 1983).
oleh enzim. Selain memberi fasilitas Plasmolisis adalah suatu
bagi berlangsungnya suatu reaksi proses yang secara riil bisa
biokimia, suatu molekul air juga dapat menunjukkan bahwa sel sebagai unit
berinteraksi secara langsung sebagai terkecil kehidupan ternyata terjadi
komponen reaktif dalam proses sirkulasi keluar masuk suatu zat,
metabolisme di dalam sel. Struktur artinya suatu zat atau materi bisa
molekul protein dan asam nukleat keluar dari sel, dan bisa masuk
melalui membrannya.Dalam sirkulasi potensial turgor sama dengan 0
ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak maka haruslah terjadi plasmolisis.
diam, melainkan dalam lingkungan, Plasmolisis adalah suatu proses
sel dapat berubah menjadi dinamis, lepasnya protoplasma dari dinding
jika memerlukan materi dari luar sel yang diakibatkan keluarnya
maka ia harus mengambil materi itu sebagian air dari vakuola (Salisbury
dengan segala cara, yaitu mengatur and Ross, 1992). Karakteristik
tekanan agar terjadi perbedaan permeasi air pada membran osmosis
tekanan sehingga materi dari luar itu balik telah dipelajari dengan
bisa masuk.Kondisi sel tidak selalu menggunakan membran komposit
berada pada keadaan yang normal modul modul sopitral wound dan
yang dengan mudah ia mengaturnya, larutan klorida dalam air dalam
tetapi sel bisa mencapai homeostatis larutan umpan (Winduwati, 2000).
(seimbang) (Wilkins, 1989). Tekanan osmosis cairan
Osmosis sangat ditentukan dapat ditentukan dengan cara
oleh potensial kimia air atau potensial mencari suatu larutan yang
air yang menggambarkan kemapuan mempunyai tekanan osmotik sama
molekul air untuk dapat melakukan dengan cairan tersebut. Dalam cara
difusi. Potensial air murni dinyatakan ini kita dapat mengambil patokan
sebagai nol, yang satuannya dapat pada terjadinya peristiwa plasmolisis
berupa satuan tekanan ( atm, bar ) sel. Dalam keadaan insipien,
atau satuan energi. Potensial air plasmolisis tekanan osmotik cairan
akan negatif apabila potensial air di sel adalah sama dengan tekanan
dalam sistem lebih rendah daripada osmotik larutan dalam massa
air murni. Sistem osmosis tetutup jaringan sel tersebut direndam.
berbeda dengan sistem osmosis Plasmolisis dapat diamati dibawah
terbuka, terutama pada cara mikroskop sebagai suatu percobaan
penggunaan tekanan yang timbul ( Lakitan, 2004 ).
pada larutan sebagai akibat dari Tujuan dari dilaksanakannya
osmosis itu. Pada sistem terbuka, praktikum ini adalah untuk melihat
tekanandigunakan juga dalam suatu terjadinya peristiwa plasmolisis dan
pembentukantekanan hidrostatik deplasmolisis pada jaringan
sebuah larutan sedangkan pada epidermis Rhoe discolor, menghitung
sistem tertutup digunakan dalam tekanan osmotik cairan sel, dan
pengembangan tekanan dinding ke mengukur potensial air dengan
dalam. Sistem osmosis tipe tertutup metode Chardakov.
sangat sejajar dengan yang ada pada
sel tumbuhan hidup(Kimball, 1989).
Adanya potensial osmosis METODA PRAKTIKUM
cairan sel air murni cenderung untuk
memasuki sel, sedangkan potensial Waktu dan Tempat
turgor yang berada di dalam sel
mengakibatkan air untuk cenderung Praktikum Air sebagai komponen
meninggalkan sel. Saat pengaturan Tumbuhan ini dilaksanakan pada
potensial osmosis maka potensial Jum’at, 14 September 2018 di
turgor harus sama dengan 0. Agar Laboratorium Teaching IV, Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan berlawanan. Penambahan tetesan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas larutan sukrosa terus dilakukan
Andalas, Padang. sehingga ikut terserap oleh kertas
tissue kedalam kaca, lalu diamati
Alat dan Bahan penurunan volume protoplas dan
Alat yang digunakan dalam diperhatikan pula benang-benang
sitoplasmik tak berpigmen tetap
percobaan ini adalah mikroskop,
object glass, cover glass, pisau melekat pada dinding sel dan dicatat
cutter, silet, pipet tetes, tissue gulung, waktu untuk proses tersebut.
tabung reaksi ukuran 10 ml 6 buah, Setelah itu, diletakkan
hot plate, cork borer, mikropipet. sehelai kertas tissue untuk menyerap
keluar larutan sukrosa dan
Bahan yang digunakan dalam ditambahkan lagi beberapa tetes air
percobaan ini adalah daun Rhoe disisi kaca yang berlawanan, diamati
discolor,Solanum tuberosum,Sukrosa proses deplasmolisis yang terjadi dan
1M, NaCl 1M,larutan sukrosa 0,1M; dicatat waktu yang diperlukan untuk
0,2M; 0,3M; 0,4M; 0,5M; 0,6 M; 0,12 berlangsungnya proses tersebut
M; 0,16 M; 0,20 M; 0,24 M, pada satu sel, dan dilakukan
danmetilen-blue. prosedur 5-10 untuk larutan NaCl 1M.

Cara Kerja Penentuan Tekanan Osmotik Cairan


Sel
Plasmolisis dan Deplasmolisis pada Disiapkan tujuh buah tabung
Jaringan Epidermis reaksi dan kemudian diisi larutan
glukosa atau sukrosa ke dalam
Diambil selapis tipis permukaan tabung kira-kira 1/3 bagian, satu
epidermis bawah Rhoe discolor tabung reaksi untuk satu konsentrasi.
menggunakan silet berukuran 1-3 Lalu, di sayat lapisan epidermis yang
cm2, kemudian diletakkan pada gelas berwarna dari tanaman dengan
preparat dan ditetesi 2-3 tetes air. menggunakan pisau silet, diusahakan
Setelah ditutup dengan gelas menyayatnya hanya selapis saja.
penutup (cover glass), diamati Kemudian, di periksa di bawah
dibawah mikroskop dengan mikroskop apakah sayatan cukup
perbesaran rendah, lalu sel-sel baik untuk digunakan.Apabila cukup
berwarna didekat tepi irisan diamati representatif, dihitung jumlah sel
antara lain adanya sel-sel yang tidak yang berwarna ungu utuh dan di
berpigmen, adanya nukleus dan masukkan sayatan ke dalam tabung
partikel subsel lainnya didalam sel- reaksi serta dicatat waktu mulai
selnya. perendaman.Dibiarkan sayatan
Kemudian, diantara gelas dalam larutan selama 30
preparat dan kaca penutup menit.Setelah 30 menit, diperiksa
ditambahkan 2 atau 3 tetes sukrosa sayatan epidermis tadi di bawah
1M, melalui salah satu sisinya. Air mikroskop dengan reagen larutan
yang berlebihan diserap oleh kertas sukrosa dimana sayatan tadi
tissue ditepi kaca penutup yang disimpan, kemudian dilakukan
penghitungan terhadap sel dengan perendaman.Larutan dimana larutan
warna ungu yang masih utuh. Dicari pengetes melayang menunjukkan
konsentrasi sukrosa dimana 50 % larutan tersebut tidak mengalami
dari jumlah sel epidermis tadi telah perubahan selama perendaman
terplasmolisis. jaringan yang berarti jaringan dalam
keadaan seimbang dengan larutan
Mengukur Potensial Air Jaringan sukrosa yang digunakan, yang berarti
dengan Metode Chardakov pula potensial air daun sama dengan
potensial air larutan.
Diisi tabung reaksi dengan
larutan sukrosa sesuai konsentrasi HASIL DAN PEMBAHASAN
sebanyak 10 mL. Lalu di buatla
potongan umbi yang akan diukur Dari praktikum yang telah
potensial airnya dengan dilaksanakan didapatkan hasil
menggunakan alat pengebor gabus. sebagai berikut :
Selanjutnya, dimasukkan kedalam
masing-masing tabung reaksi 10 a. Plasmolisis dan Deplasmolisis
potongan jaringan tadi, dan ditutup pada Jaringan Epidermis Rhoe
serta dibiarkan selama 80 menit. discolor
Setiap 20 menit tabung reaksi Tabel 1. Percobaan Plasmolisis dan
tersebut digoyang perlahan-lahan Deplasmolisis Jaringan Epidermis
untuk mempercepat terjadinya
keseimbanganSetelah 80 menit, Perlak Deskripsi Waktu Waktu
dikeluarkan potongan umbi dari uan Pengamata Plasm Deplas
n
tabung reaksi dengan menggunakan olisis molisis
pinset atau jarum bertangkai, untuk
tiap tabung gunakan pinset yang
berbeda.
Sukros Didapati 92 4 30
Selanjutnya larutan sisa dites
a 1M sel
dengan larutan asal yang berwarna menit menit
konsentrasinya sama dan telah ungu.
diwarnai dengan metilen blue. Setelah 4
menit,sel
Dengan menggunakan pipet atau
mengalami
syringe diteteskan larutan pengetes plasmolisis
pada sisa larutan tadi secara dan pada
perlahan-lahan dibagian tengah menit ke
30, sel
larutan dan diamati gerakan larutan mengalami
pengetes tadi ; Apabila larutan deplasmoli
pengetes jatuh kedasar larutan sisa sis
berarti larutan sisa telah menjadi sehingga
tersisa 62
encer. Apabila larutan pengetes sel ungu.
dipantulkan lagi keatas berarti larutan
sisa telah menjadi pekat dari semula.
Dicari pada larutan sisa yang Gambar 1. Plasmolisis dan
mana larutan pengetes melayang Deplasmolisis pada daun Rhoe
pada larutan sisa discolor
Sel Normal Sel Sel penyerapan air lebih lanjut. Hal ini di
terplasmoli terdeplasm sebabkan sel berada pada kondisi
sis olisis
paling sehat dalam lingkungan
hipotonik dimana kecenderungan
untuk menyerap air secara terus-
menerus akan diimbangi oleh dinding
lentur yang mendorong sel.
Berdasarkan praktikum yang telah Sel yang telah mengalami plasmolisis
dilaksanakan, pada percobaan dapat kembali ke keadaan semula
plasmolisis jaringan epidemis yaitu kembali berwarna ungu.Proses
didapatkan 62 sel ungu yang tersisa pengembalian dari kondisi
dari 92 sel ungu yang ada. Hal ini, terplasmolisis ke kondisi semula ini
terjadi karena larutan sukrosa yang dikenal dengan istilah deplasmolisis.
diberikan hipertonis terhadap cairan Prinsip kerja dari pengamatan
sel, sehingga cairan di dalam sel deplasmolisis ini hampir sama
akan keluar mengikuti larutan yang dengan prinsip kerja plasmolisis.
lebih hipertonis dibandingkan dengan Tetapi, konsentrasi larutan medium
cairan di dalam sel, sehingga dibuat lebih hipotonis, sehingga yang
membran sel lepas dari dinding sel. terjadi adalah cairan yang memenuhi
Semakin hipertonis suatu larutan, ruang antara dinding sel dengan
maka semakin cepat terjadi membran sel bergerak ke luar,
plasmolisis. Sedangkan, setelah sedangkan air yang berada di luar
ditetesi kembali air, dinding sel bergerak masuk kedalam dan dapat
kembali berwarna ungu. Hal ini menembus membran sel karena
dikenal sebagai peristiwa membran sel mengizinkan molekul-
deplasmolisis, yaitu kembalinya molekul air untuk masuk ke dalam.
membran sel pada dinding sel seperti Masuknya molekul-molekul air
semula. tersebut mengakibatkan ruang
Hal ini sesuai dengan Jane B. sitoplasma terisi kembali dengan
Reech (2003) bahwasanya pada saat cairan sehingga membran sel
air di dalam sitoplasma maksimum, kembali terdesak ke arah luar
sel akan mengurangi kandungan sebagai akibat timbulnya tekanan
mineral garam dan zat-zat yang turgor akibat gaya kohesi dan adhesi
terdapat dalam sitoplasma. Hal ini air yang masuk. Akhir dari peristiwa
membuat konsentrasi dalam zat ini adalah sel kembali ke keadaan
terlarut diluar sel sama besar semula(Elsa,2009).
dibandingkan konsentrasi air di
dalam sel. Pada sel Rhoeo discolor
yang di tetesi air suling sel menjadi
membengkak karena air masuk
melalui osmosis.
Akan tetapi, dindingnya yang
lentur akan mengembang hanya
sampai pada ukuran tertentu
sebelum dinding ini mengerahkan
tekanan balik pada sel yang melawan
c. Mengukur Potensial Jaringan
b. Penentuan Tekanan Osmotik dengan Metode Chardakov
Cairan Sel
Tabel 2. Penentuan Tekanan Tabel 3. Mengukur Potensial
Osmotik pada Rhoe discolor Jaringan dengan Metode Chardakov
pada Solanum tuberosum
Larutan Sukrosa Persen Tekanan
Osmotik Larutan Sukrosa Arah pergerakan
0,12 M 15 % metilen-biru
0,16 M 8 % 0,1 M Melayang
0,20 M 23 % 0,3 M Melayang
0,24 M 5 % 0,5 M Terapung
0,7 M Terapung

Gambar 2. Penentuan Tekanan


Osmotik pada Rhoe discolor Gambar 3. Mengukur Potensial
Jaringan dengan Metode Chardakov
Sebelum Setelah pada Solanum tuberosum
Penambahan Penambahan
Larutan Sukrosa Larutan Sukrosa

Dari hasil pengamatan tersebut,


persentase plasmolisis didapatkan
dari hasil perhitungan awal se Dari percobaan yang telah dilakukan,
berwarna ungu dikurangi dengan didapatkan hasil bahwa merendam
hasil penghitungan awal sel berwarna umbi Solanum tuberosum dengan
ungu. Perbedaan hasil persentase berbagai konsentrasi larutan sukrosa
plasmolisis disebabkan oleh didapatkan hasil pengujian arah
perbedaan konsentrasi dan jumlah gerak larutan yaitu terapung dan
selisih yang didapatkan.Persentase melayang. Pada konsentrasi 0,1 M
plasmolisis tertinggi terjadi pada dan 0,3 M, arah gerakan nya
konsentrasi 0,20 M dengan melayang. Sedangkan pada
persentase 23% karena cairan sel konsentrasi 0,5 M dan 0,7 M, arah
yang keluar lebih banyak gerakannya terapung. Arah gerak
dibandingkan dengan konsentrasi melayang menunjukkan larutan
lain. tersebut tidak mengalami perubahan
Menurut Dwidjoseputro (1986), perendaman jaringan yang berarti
sitoplasma keluar dari sel melalui jaringan dalam keadaan seimbang
membran sel terjadi karena sel dengan larutan sukrosa yang
diletakkan dalam suatu larutan yang digunakan serta potensial air pada
hipertonis terhadap cairan sel umbi sama dengan potensial air
(konsentrasi sel yang besar), larutan. Sebaliknya, apabila larutan
akibatnya cairan keluar dari vakuola terapung, berarti menunjukkan
dan kemudian menyebabkan vakuola larutan tersebut mengalami
menyusut. perubahan selama perendaman
jaringan sehingga jaringan dalam osmotiknya semakin rendah (Meyer
lebih besar potensialnya and Anderson, 1952).
dibandingkan larutan sukrosa yang
digunakan. KESIMPULAN DAN SARAN
Molekul air dan zat terlarut Kesimpulan
yang berada didalam sel – sel
bergerak. Oleh karena itu, terjadi 1. Waktu yang dibutuhkan sel
perpindahan terus menerus dari untuk terplasmolisis adalah 4
molekul air dari satu bagian ke menit sedangkan waktu yang
bagian yang lain. Pada keadaan dibutuhkan untuk mendapati
seimbang, hasil dari pergerakan sel terdeplasmolisis adalah 30
molekul – molekul didalam suatu menit.
medium, dan akan menimbulkan 2. Didapatkan tekanan osmotik
difusi apabila keadaan tidak cairan sel dengan persentase
seimbang atau lebih banyak molekul plasmolisis terbesar pada
akan bergerak ke satu arah (Bidwell, konsentrasi 0,20 M.
1979). 3. Arah pergerakan metil – blue
Komponen potensial air pada melayang pada konsentrasi
tumbuhan terdiri atas potennsial 0,1 M dan 0,3 M. Sedangkan
osmosis (solut) dan potensial turgor pada konsentrasi 0,4 M dan
(tekanan). Dengan adanya potensial 0,5 M mengapung.
osmosis cairan sel, air murni
cenderung memasuki sel. Sebaliknya Saran
potensial turgor di dalam sel
Pada saat percobaan, disarankan
mengakibatkan air meninggalkan sel.
lebih berhati – hati dalam
Pengaturan potensial osmosis dapat
menghitung sel – sel yang
dilakukan jika potensial turgornya
didapatkan, serta dalam mencatat
sama dengan nol yang terjadi saat
waktu diharapkan lebih teliti
sel mengalami plasmolisis. Nilai
sehingga waktu yang didapatkan
potensial osmotik dalam tumbuhan
lebih valid. Selain itu, dalam
dipengaruhi oleh beberapa faktor
perhitungan juga diharapkan agar
antara lain : tekanan, suhu, adanya
lebih berhati – hati sehingga hasil
partikel-partikel bahan terlarut yang
lebih valid.
larut di dalamnya, matrik sel, larutan
dalam vakuola dan tekanan DAFTAR PUSTAKA
hidrostatik dalam isi sel. Nilai
potensial osmotik akan meningkat Bidwell, R.G.S. 1979. Plant
jika tekanan yang diberikan juga Physiology Second Edition.
semakin besar. Suhu berpengaruh Max Million Publiching : New
terhadap potensial osmotik yaitu York.
semakin tinggi suhunya maka nilai
Darmawan. 1983. Prinsip-prinsip
potensial osmotiknya semakin turun
Biologi Tumbuhan. UI Press :
(semakin negatif) dan konsentrasi
Jakarta
partikel-partikel terlarut semakin
tinggi maka nilai potensial
Dwidjoseputro. 1994. Pengantar
Fisiologi Tumbuhan.,Gramedia
Pustaka Utama: Jakarta

Elsa. 2009.Anatomi Tumbuhan.


Esis : Jakarta

Jane B. Reech. 2003.Campblle


Edisi Kelima. Erlangga :
Jakarta

Kimball, J.W. 1998. Biologi Edisi


Kelima. Erlangga : Jakarta.

Lakitan.2004. Dasar-Dasar
Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja
Grafindo Persada: Jakarta

Meyer, S.B. Anderson.1987. Plant


Physiology. D. Vant Nostrad
Company Inc Princeton :New
York

Salisbury, F. B. & Ross, C. W.


1992. Plant Physiology.
Wadswovth Publishing
co:California

Wikins, B. 1989. Fisiologi


Tumbuhan Jilid 2. Bina Aksara :
Jakarta.

Winduwati S., Yohan, Rifaid M.


Nur. 2000. Karakteristik
Osmosis Balik Membran Spiral
Wound. Pusat Pengembangan
Pengelolaan Limbah Radio
Aktif.