Anda di halaman 1dari 4

RUANG PUBLIK

TUGAS I MATA KULIAH PERANCANGAN KOTA

NAMA DOSEN : IRINA MILDAWANI

DISUSUN OLEH :

ZENDY ADHINEGORO (27315529/3TB05)

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

2018
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Apa itu ruang publik ?

Ruang publik adalah Areal atau tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas dapat berkumpul
untuk meraih tujuan yang sama, sharing permasalah baik permasalah pribadi maupun kelompok.
(Wikipedia)

Ruang publik adalah ruang terbuka atau dibagikan oleh semua orang di suatu daerah atau negara
(Oxford dictionary)

1.2 Dimana penempatan ruang publik ?

Ruang publik dapat berupa taman-taman, sekolah, gedung-gedung bersama, Gym dll (Wikipedia)

Ruang publik umumnya terbuka dan dapat diakses oleh orang-orang. Jalan (termasuk trotoar), alun-
alun umum, taman dan pantai biasanya dianggap sebagai ruang publik. (google
medium.com/thejas009)

1.3 Mengapa ruang publik penting?

Ruang publik adalah aset penting bagi sebuah kota. Ruang publik memberikan banyak orang untuk
berkumpul dan terlibat dengan komunitas. Jika ruang publik berhasil mereka termasuk keragaman
kelompok yang ada di kota-kota kita dan menciptakan ruang sosial bagi semua orang di masyarakat
untuk berpartisipasi. Adapun beberapa faktor – faktor yang mempengaruhi berhasilnya sebuah ruang
publik :

1. Aksesibilitas ruang publik

Ini termasuk bagaimana orang dapat mengakses ruang dengan merasa nyaman. Ini termasuk
akses untuk penyandang cacat dan semua orang terlepas dari keadaan mereka untuk menjadi
bagian dari masyarakat melalui ruang publik. Salah satu cara yang baik untuk memastikan
ruang publik dapat diakses adalah dengan menyediakan tempat duduk yang baik di dalamnya
sehingga orang dapat menikmati ruang untuk waktu yang lama

2. Kenyamanan ruang publik

Ini adalah kemampuan bagi orang untuk menjadi diri mereka sendiri di ruang publik. agar
orang dapat mengekspresikan diri sepenuhnya. Ini mungkin melibatkan bertemu orang baru,
berpartisipasi dan berinteraksi dalam kegiatan di ruang publik. Ini semua adalah cara agar
orang merasa nyaman di ruang publik. Contoh ruang publik yang baik yaitu Bean Sculpture di
Chicago, di mana orang merasa nyaman untuk mengekspresikan diri.

3. Menciptakan kemampuan bersosialisasi

Interaksi yang dimiliki orang di ruang publik dan koneksi yang terbentuk antara orang dan
ruang. Ini mungkin termasuk jaringan sosial yang dibentuk orang di ruang publik. Menciptakan
kesempatan bagi orang-orang untuk bertemu orang baru di ruang publik adalah hal yang
penting karena ini menambah ruang publik yang mudah untuk bersosialisasi. Memiliki acara
sosial di ruang publik seperti konser musik atau film hosting juga merupakan cara yang bagus
untuk membuat orang terlibat satu sama lain. Hal ini menciptakan hubungan yang rumit
antara ruang dan orang-orang di dalamnya yang membentuk rasa 'kebersamaan' di ruang yang
dinyatakan oleh Doreen Massey.
4. Dapat mengubah ruang yang terbuang

Sebagai contoh tentang perairan yang terdegradasi di lingkungan Greenpoint dan


Williamsburg di Brooklyn. Tepian pantai ditinggalkan dan hampir tidak mungkin untuk
diakses. Akibatnya ada sedikit atau tidak ada lalu lintas atau kegiatan ekonomi. Itu pada
dasarnya membuang-buang ruang di kota yang indah. Sekelompok arsitek mengambil proyek
dan mengubah tepi laut menjadi ruang publik yang dipenuhi dengan taman-taman hijau dan
jalan-jalan yang dibatasi pepohonan. Jika anda membuat ruang yang mengundang, orang-
orang akan datang

5. Memberikan karakter sebuah kota

Instalasi seni adalah contoh lain tentang bagaimana ruang publik dapat menghidupkan kota.
Misalnya, pameran seni interaktif Luminothérapie tahunan di Places Des Arts di Montreal,
Instalasi ini tidak hanya melengkapi lanskap kota tetapi juga mendorong orang untuk
berinteraksi dengan karya seni dan menjadi subjek percakapan.

6. Memiliki kemampuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

Ambil contoh Place des Arts Esplanade di Montreal. Setiap tahunnya ratusan ribu orang
datang dari seluruh dunia untuk mengunjungi banyak festival yang berlangsung di esplanade.
Pasar adalah pengingat lain bahwa ruang terbuka dan bersama mendorong lebih banyak lalu
lintas dan saling menguntungkan bagi pemilik bisnis dan ekonomi lokal melalui penjualan,
pajak, dan peningkatan pekerjaan. Pada tahun 2002, PPS (Project for Public Spaces)
mensurvei 800 pelanggan dari berbagai pasar dalam dan luar ruangan di seluruh negeri. PPS
menemukan bahwa 60% pembeli pasar juga mengunjungi toko terdekat pada hari yang sama
dari mereka, 60% mengatakan bahwa mereka mengunjungi toko-toko tambahan hanya pada
hari-hari ketika mereka mengunjungi pasar.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 STUDI KASUS TAMAN LEMBAH LELI

Ruang terbuka hijau merupakan suatu kawasan terbuka yang dapat diakses publik dengan
didominasi area hijau sebagai elemen ruangnya. Ketersediaannya dewasa ini sudah semakin
berkurang di berbagai perkotaan di Indonesia. Ruang-ruang perkotaan yang seharusnya diperuntukkan
untuk fungsi ini kian lama kian terkikis oleh peruntukan lahan permukiman dan kebutuhan kota
lainnya. Entah siapa dan pihak mana yang seharusnya disalahkan atas keadaan ini. Keberadaannya
sangat dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan, disamping sebagai penyeimbang kegiatan serta
pelengkap berkehidupan di perkotaan. Taman Lembah Leli kini keadaannya terbengkalai dan tidak
diurus. Dan Pemerintah kota Depok tidak mengontrol lokasi Taman Leli. Sehingga perlu adanya
redesain untuk mengoptimalkan kembali Taman ini. Disamping itu, perwujudan ruang terbuka hijau
ini dapat diwujudkan melalui sistem yang lebih sederhana seperti misalnya ruang terbuka hijau yang
ada di perumahan atau dalam suatu rumah. Perwujudan ruang hijau ini dapat membantu
keseimbangan iklim yang ada di perkotaan itu sendiri. Dalam merancang suatu ruang terbuka hijau
khususya sebuah taman yang baik, perlu diketahui terlebih dahulu fungsi dasar dari ruang terbuka
hijau itu sendiri yaitu, Fungsi Ekologis, sebagai penjaga kualitas lingkungan. Menghasilkan O2,
menyaring debu dan asap kendaraan bermotor, menyimpan air tanah dan pelestarian lingkungan.
Fungsi Sosial, sebagai tempat berinteraksi, komunikasi sosial, rekreasi, olah raga, bermain dan
menjadi landmark sebuah kota. Dan terakhir adalah fungsi Estetika. Di samping itu terdapat pula
syarat – syarat untuk sebuah taman ideal seperti, aspek kenyamanan, aspek keamanan, aspek
ketenangan, aspek elemen taman seperti softmaterial dan hardmaterial, dan aspek landmark. Dapat
kita jumpai untuk beberapa taman yang ada dewasa ini, belumlah memenuhi persyaratan ideal
sebuah taman, sehingga taman tersebut tidak berfungsi dan difungsikan sebagaimana mestinya.
2.2 DIMANA LOKASI TAMAN LEMBAH LELI

Taman Lembah Leli berlokasi di Leli Raya, Depok Jaya, Pancoran MAS, Kota Depok, Jawa
Barat 16432

2.3 KAPAN KASUS TAMAN LEMBAH LELI

Proyek Taman Lembah Leli yang dikerjakan Pada Tahun 2015 lalu, kini keadaannya terbengkalai alias
tidak diurus. Anggaran Ratusan Juta yang berasal dari APBD dibuang begitu saja, untuk Pekerjaan
Taman ini. Terlihat, lampu taman yang tidak ada bohlamnya, pagar yang sudah berkarat,kotor dan
tanaman merambat yang menutup pagar taman tersebut. Sama dengan halnya dengan Terminal Jati
Jajar yang terletak dijalan Raya Bogor, Terminal tersebut terbengkalai kondisinya sampai saat ini,
terlebih lagi sudah banyak yang rusak. Sangat disayangkan, dana Ratusan Juta hingga Milyaran yang
berasal dari APBD Kota Depok, bangunan tersebut kondisinya tidak terurus dan terbengkalai sampai
saat ini.(Ndi)

2.4 MENGAPA TAMAN LEMBAH LELI PERLU DI REDESIGN

Taman Lembah Leli sangat kurang dalam aspek kenyamanan, keamanan dan ketenangan,
Taman Lembah Leli belum bisa dikatakan sebagai taman yang nyaman dan aman karena kondisi
eksistingnya yang masih dipenuhi dengan vegetasi yang rimbun sehingga memungkinkan terjadinya
hal negative atau rawan terjadi hal yang tidak seharusnya di tempat tersebut.
Dalam aspek elemen taman, dibutuhkan adanya elemen softmaterial seperti vegetasi dan
hardmaterial seperti bangku taman, gazebo, area bermain anak dan lainnya yang dirancang
sedemikian rupa agar menjadi desain yang unik untuk mendukung aktivitas di taman. Tapi pada
Taman Lembah Leli ini belum memiliki aspek tersebut secara lengkap. Hanya ada vegetasi pohon
rimbuh yang mengisi keseluruhan taman tersebut dengan kondisi yang tidak tertata dengan baik pula.

BAB III KESIMPULAN

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian kategori Taman untuk Taman Lembah
Leli belumlah memenuhi standar taman yang seharusnya, sehingga diperlukan perhatian khusus dari
pihak pengelola yang berwenang pad ataman tersebut untuk meningkatkan kualitas taman sesuai
dengan yang seharusnya agar dapat terwujud suatu taman kota yang baik dan ideal.