Anda di halaman 1dari 18

5

LAPORAN KEGIATAN

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENGARUH BREATHING


EXERAISE BAGI PASIEN GAGAL GINJAL DI RUANG
HEMODIALISIS RSUD dr. DORIS SYLVANUS
PALANGKA RAYA

Di Susun Oleh:

MAHASISWA S1 KEPERAWATAN
KELOMPOK I

1. Afrianto ( 2015.C.07a.0634 )
2. Evie ( 2015.C.07a.0648 )
3. Krisnoveliana ( 2015.C.07a.0655 )
4. Purnasali ( 2015.C.07a.0669 )
5. Prayogae Pribady Putra ( 2015.C.07a.0677 )

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2018
5

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS

Kami yang bertandatangan di bawah ini.


Nama : 1. Afrianto 4. Prayogae Pribady Putra
2. Evie 5. Purnasali
3. Krisnoveliana
Program : S1 Keperawatan
Tingkat : III A
Judul : Laporan Kegiatan Pendidikan Kesehatan KMB tentang Pengaruh
Breathing Exeraise Bagi Pasien Gagal Ginjal di Ruang HD RSUD
dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan pendidikan kesehatan ini


secara keseluruhan adalah murni karya penyusun sendiri, bukan di buat oleh orang
lain, baik sebagian maupun keseluruhan, bukan plagiasi sebagian atau keseluruhan
dari karya tulis orang lain kecuali pada bagian-bagian yang di rujuk sebagai sumber
pustaka sesuai dengan aturan penulisan yang berlaku. Apabila di kemudian hari di
dapatkan bukti bahwa karya tulis ini merupakan hasil karya orang lain, di buat oleh
orang lain baik sebagian atau keseluruhan dan plagiasi karya tulis orang lain, maka
kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Demikian surat ini kami buat dengan bersungguh-sungguh dan tanpa paksaan
dari pihak manapun. Atas perhatiannya di sampaikan terimakasih.

Dibuat di : Palangka Raya


Pada tanggal : 13 Oktober 2018
Yang Menyatakan,

Ketua Kelompok I (Penyusun)


5

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pendidikan kesehatan ini disusun oleh penyusun yang bertanda tangan di
bawah ini:
Nama : 1. Afrianto 4. Prayogae Pribady Putra
2. Evie 5. Purnasali
3. Krisnoveliana

Program : S1 Keperawatan
Tingkat : III A
Judul : Laporan Kegiatan Pendidikan Kesehatan KMB tentang Pengaruh
Breathing Exeraise Bagi Pasien Gagal Ginjal di Ruang HD RSUD
dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Telah melaksanakan Pendidikan Kesehatan sebagai persyaratan untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah PPK III pada Program Studi S1 Keperawatan Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya.

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

Takesi Ari Sandi, Ners.,M.Kep. Mulyadi, Amd.,Kep.

Mengetahui

Ketua Program Studi Ners

Meilitha Carolina., Ners, M.Kep.


5

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya sehingga Laporan Kegiatan yang berjudul “Pengaruh Breathing Exeraise
Bagi Pasien Gagal Ginjal” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak yang
telah membantu.
Harapan kami, semoga laporan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman serta wawasan bagi para pembaca untuk kedepannya sehingga dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi laporan kegiatan agar menjadi lebih baik
lagi. Kami menyadari bahwa laporan kegiatan ini jauh dari kata sempurna, baik dari
segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca,
khususnya dari dosen pembimbing.
Akhir kata kami sampaikan, semoga laporan kegiatan ini dapat berguna dan
membantu proses pembelajaran bagi para pembaca, terutama bagi kami sebagai
penyusun.

Palangka Raya, 13 Oktober 2018

Penyusun
5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB 1 SATUAN ACARA PENYULUHAN


1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2 Tujuan Instruksional Umum ............................................................... 3
1.3 Tujuan Instruksional Khusus .............................................................. 3
1.4 Metode ................................................................................................ 3
1.5 Media .................................................................................................. 3
1.6 Pelaksanaan Tugas .............................................................................. 4
1.7 Tugas Pengorganisasian ..................................................................... 4
1.8 Kegiatan Penyuluhan .......................................................................... 6
1.9 Evaluasi ............................................................................................... 7

BAB 2 MATERI PENYULUHAN


2.1 Definisi Hipertensi .............................................................................. 8
2.2 Mengapa Breathing Exercise harus dilakukan? .................................. 8
2.3 Manfaat Breathing Exercise .................................................................. 8
2.2 Cara Melakukan Breathing Exercise ..................................................... 9
BAB 3 LAPORAN HASIL KEGIATAN
3.1 Tahap Persiapan .................................................................................. 10
3.2 Tahap Pelaksanaan ............................................................................. 10
3.3 Tahap Evaluasi ................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
15

BAB 1
SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.1 Latar Belakang


Penyakit gagal ginjal kronik merupakan proses selama rentang waktu lebih dari
tiga bulan. Gagal ginjal kronik dapat menimbulkan simtoma, yaitu laju filtrasi
glomerular berada di bawah 60ml/mnt/1,73m2, atau diatas nilai tersebut yang disertai
kelainan sedimen urine. Selain itu, adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi
gagal ginjal kronis pada penderita kelainan bawaan, seperti sistuniria (Muhammad,
2012). Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada penderita penyakit ginjal
kronis terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan - lahan. Dengan demikian,
gagal ginjal merupakan stadium terberat dari ginjal kronis. Oleh karena itu, penderita
harus menjalani terapi pengganti ginjal, yaitu cuci darah (hemodialisis) (Muhammad,
2012).
Terapi penyakit yang paling banyak dilakukan di Indonesia adalah hemodialisa
(Kresnawan, 2005). Menurut data statistik yang dihimpun oleh Perhimpunan
Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan cuci
darah atau hemodialisis sekitar 13.000 pasien (Roesli, 2005 ; Simatupang, 2006 ;
Suharjono, 2010 ; Santoso, 2010).
Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan 2 -3 kali
seminggu dengan lama waktu 4 - 5 jam, yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa -
sisa metabolisme protein dan mengkoreksi gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit. Proses terapi hemodialisis yang membutuhkan waktu selama 5 jam,
umumnya akan menimbulkan stres fisik pada pasien setelah hemodialisis. Pasien
akan merasakan kelelahan, sakit kepala dan keluar keringat dingin akibat tekanan
darah yang menurun, sehubungan dengan efek hemodialisis. Adanya status nutrisi
yang buruk juga dapat menyebabkan penderita mengeluh malaise dan fatigue. Selain
itu kadar oksigen rendah karena anemia akan menyebabkan tubuh mengalami
25

kelelahan ekstrem (fatigue) dan akan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk
mensuplai oksigen yang dibutuhkan (Black, 2005).
Ketergantungan pada mesin dialisis seumur hidup, kondisi malnutrisi dan
anemia yang terjadi pada pasien dialisis mengakibatkan terjadinya fatigue yang
mempengaruhi fungsi kehidupan sehari - hari. Oleh karena itu, penatalaksanaan
fatigue yang tepat dapat mencegah penurunan kualitas hidup pasien, diantaranya
dengan pemberian breathing exercise yang dapat membantu menurunkan level fatigue
pada pasien hemodialisis (Black, 2005).
Fatigue adalah perasaan subyektif yang tidak menyenangkan berupa kelelahan,
kelemahan, dan penurunan energi dan merupakan keluhan utama pasien dengan
dialisis (prevalensinya mencapai 60-97%). Kondisi fatigue pada pasien hemodialisis
dapat menyebabkan konsentrasi menurun, malaise, gangguan tidur, gangguan
emosional, dan menurunkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-
harinya, sehingga pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup pasien
hemodialisis (Jhamb, 2008).
Breathing exercise adalah teknik penyembuhan yang alami dan merupakan
bagian strategi holistic self-care untuk mengatasi berbagai keluhan seperti fatigue,
nyeri, gangguan tidur, stres dan kecemasan. Secara fisiologi, breathing exercise akan
menstimulasi sistem saraf parasimpatik sehingga meningkatkan produksi endoprin,
menurunkan heart rate, ekspansi paru sehingga dapat berkembang maksimal dan otot
- otot menjadi rileks. Breathing exercise membuat tubuh kita mendapatkan input
oksigen yang adekuat. Dimana oksigen memegang penting dalam sistem respirasi dan
sirkulasi tubuh. Saat kita melakukan breathing exercise, oksigen mengalir ke dalam
pembuluh darah dan seluruh jaringan tubuh, membuang racun dan sisa metabolisme
yang tidak terpakai, meningkatkan metabolisme dan memproduksi energi. Breathing
exercise akan memaksimalkan jumlah oksigen yang masuk dan disuplai ke seluruh
jaringan sehingga tubuh dapat memproduksi energi dan menurunkan level fatigue.
Breathing exercise merupakan teknik yang mudah dilakukan, mudah dipelajari, tidak
membahayakan, dan tidak memerlukan biaya besar. Perawat dapat mengajarkan
breathing exercise untuk menurunkan level fatigue dan keluhan lain yang dialami
35

oleh pasien hemodialisis. Latihan ini dilakukan dengan waktu yang tidak lama dan
dapat dilakukan sebelum, selama, sesudah proses hemodialisis, dan selama pasien
dirumah (Tsay, 1995 ; Kim, 2005 ; Zakerimoghadam, 2006 ; Stanley, 2011).

1.2 Tujuan instruksional umum


Setelah diberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga diharapkan
dapat memahami dan mengerti tentang pengaruh breathing exercise terhadap
level fatigue pasien.

1.3 Tujuan instruksional khusus


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai pengaruh breathing
exercise terhadap level fatigue selama 15menit diharapkan pasien dan keluarga
dapat mengerti tentang:
1) Definisi breathing exercise
2) Hubungan breathing exercise dengan level fatigue
3) Manfaat breathing exercise
4) Cara melakukan breathing exercise

1.4 Metode
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pendidikan kesehatan mahasiswa
Stikes Eka Harap Palangka Raya meliputi:
1. Ceramah
2. Diskusi/Tanya Jawab
3.
1.5 Media
1. Leaflet
2. Poster
45

1.6 Pelaksanaan Tugas


Adapun rangkaian kegiatan penkes yang dilakukan oleh Mahasiswa STIKES
Eka Harap Palangka Raya.
1) Topik : Pengaruh Breathing Exeraise Bagi Pasien Gagal Ginjal
2) Media dan Alat : poster dan leaflet
3) Tempat : Pengaruh Breathing Exeraise Bagi Pasien Gagal Ginjal di
Ruang HD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
4) Hari dan Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2018
5) Jam : 09.00 WIB s/d selesai
6) Seting Tempat :
Ket :
: Fasilitator dan
Dokumentator

: Peserta

: Moderator, Penyaji
dan Simulator

1.7 Tugas Pengorganisasian


Adapun tugas yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kegiatan pendidikan
kesehatan kepada pasien dan keluarga STIKES Eka Harap Palangka Raya
meliputi :
1) Protokol/Pembawa Acara : Krisnoveliana
Uraian tugas :
 Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
peserta.
5

 Mengatur proses dan lama penyuluhan.


 Menutup acara penyuluhan.
2) Penyuluh/Pengajar : Prayogae Pribady Putra
Uraian tugas :
 Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang
mudah dipahami oleh peserta.
 Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
 Memotivasi peserta untuk bertanya.
3) Fasilitator : Purnasali dan Evie
Uraian tugas :
 Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
 Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
 Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
 Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas
bagi peserta.
 Membagikan dan leaflet kepada peserta
4) Dokumentator : Afrianto
Uraian tugas :
 Mengambil gambar saat kegiatan penyuluhan.
56

1.8 Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta

a. Pembukaan : a. Menjawab salam


a. Membuka kegiatan dengan b. Mendengarkan dan
mengucap salam. memperhatikan
1
2 menit b. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan.
c. Menyebutkan materi yang akan
diberikan.
P
Pelaksanaan : a. Memperhatikan dan
Menjelaskan tentang : menjawab pertanyaan yang
1. Definisi breathing exercise di ajukan.
2 10 menit 2. Hubungan breathing exercise b. Bertanya dan menjawab
dengan level fatigue pertanyaan yang di ajukan.
3. Manfaat breathing exercise
4. Cara melakukan breathing
exercise

1. Evaluasi : 1.
2. Menanyakan kepada peserta tentang
3 materi yang telah diberikan, meminta2. Menjawab pertanyaan
6 menit
peserta untuk mengulang kembali.

3.
Terminasi : a. Mendengarkan
a. Mengucapkan terima kasih atas b. Menjawab salam
4 2 menit
perhatian peserta
b. Mengucapkan salam penutup.
57

1.9 Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
- Tempat dan alat sesuai rencana.
- Peran dan tugas sesuai rencana.
- Setting tempat sesuai dengan rencana.
2) Evaluasi Proses
- Selama kegiatan semua peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan.
- Selama kegiatan semua peserta aktif.
3) Evaluasi Hasil
- Peserta dapat mengerti tentang Pengertian breathing exercise
- Peserta dapat mengerti tentang Hubungan breathing exercise dengan
level fatigue
- Peserta dapat mengerti tentang Manfaat breathing exercise
- Peserta dapat mengerti tentang Cara melakukan breathing exercise
85

BAB 2
MATERI PENYULUHAN

2.1 Definisi Breathing Exercise


Breathing exercise adalah teknik penyembuhan yang alami dan merupakan
bagian dari strategi holistic self-care untuk mengatasi berbagai keluhan seperti
fatigue, nyeri, gangguan tidur, stress dan cemas. Secara fisiologis Breathing exercise
akan menstimulasi system saraf parasimpatik sehingga meningkatkan produksi
endorphin, meningkatkan heart rate, meningkatkan ekspansi paru hingga maksimal,
dan otot menjadi rileks.

2.2 Mengapa Breathing Exercise harus dilakukan?


Ketergantungan pasien terhadap mesin hemodialysis sepanjang hidup,
perubahan peran, kehilanganpekerjaan dan pendapatan merupakan stressor yang
dapat menimbulkan depresi pada pasien. Depresi dapat mempengaruhi fisik sehingga
dapat menyebabkan fatigue, gangguan tidur, hingga rasa cemas.
Melakukan breathing exercise, akan mengalirkan oksigen kedalam pembuluh
darah dan seluruh jaringan tubuh, membuang racun serta sisa metabolisme yang tidak
terpakai, serta menurunkan level fatigue

2.3 Manfaat Breathing Exercise


Ada berbagai macam manfaat dari breathing exercise diantaranya adalah
sebagai berikut:
1) Membantu paru-paru berekspansi dengan maksimal
2) Memaksimalkan jumlah oksigen yang masuk dan disuplay ke seluruh
jaringan tubuh.
3) Membuang racun dan sisa metabolisme yang tidak terpakai.
4) Meningkatkan relaksasi
5) Mudah dipelajari, mudah dilakukan, tidak membahayakan dan tidak
memerlukan biaya.
59

2.4 Cara Melakukan Breathing Exercise


Berikut adalah cara melakukan breathing exercise
1) Duduk di kursi dengan posisi tubuh yang tegak dan sandaran kursi yang
stabil. Letakkan tangan anda di atas perut.
2) Bernapaslah melalui hidung, rasakan perut anda mengembang dan
mengempis dengan perlahan. Rilekskan dada, bahu dan lengan anda.
3) Ulangi pola pernapasan tersebut untuk mendapatkan pola pernapasan yang
tenangdan nyaman.
105

BAB 3
LAPORAN HASIL KEGIATAN

3.1 Tahap Persiapan


Adapun tugas yang dilakukan oleh mahasiswa dalam tahap persiapan kegiatan,
meliputi:
1. Menentukan sasaran atau tempat dilaksanakannya pendidikan kesehatan dan
memohon persetujuan dilaksanakan kegiatan tersebut.
2. Membuat proposal kegiatan pendidikan kesehatan serta mengkonsultasikan
proposal tersebut dengan pembimbing.
3. Melakukan kontrak waktu dengan pembimbing
4. Menyiapkan alat (media) serta hal-hal yang akan digunakan dalam waktu empat
hari.

3.2 Tahap Pelaksanaan


Adapun tugas yang dilakukan oleh mahasiswa dalam tahap pelaksanaan
kegiatan, meliputi:
1. Mahasiswa datang pada pukul 07.00 WIB untuk melakukan persiapan alat,
tempat yang akan digunakan.
2. Penyuluhan dilakukan pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 09.20 WIB
didalam ruangan.
3. Peserta yang hadir sejumlah 10 orang keluarga dan pasien ruang Hemodialisis
4. Setting tempat belum sesuai dengan rencana yang dilakukan di ruang
Hemodialisis
5. Peran mahasiswa sesuai dengan uraian tugas yang ditetapkan sebagai fasilitator
kegiatan penyuluhan Promosi Kesehatan.
6. Penggunaan bahasa sudah komunikatif dan dapat dimengerti oleh keluarga dan
pasien
511

7. Pelaksanaan pedidikan tentang hipertensi telah berjalan dengan baik sesuai


dengan perencanaan.

3.3 Tahap Evaluasi


1. Evaluasi Struktur
1). Setting tempat dan alat belum sesuai dengan perencanaan
2). Surat menyurat kegiatan sesuai dengan perencanaan
3). Peran dan fungsi sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dalam
perencanaan
2. Evaluasi Proses
1). Penyuluhan dilakukan pada pukul 09.00 WIB sesuai dengan waktu yang
direncanakan.
2). Selama penyuluhan peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif
serta tidak ada yang meninggalkan tempat.
3). Peserta berperan aktif selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
3. Evaluasi Hasil
Semua peserta yang mengikuti penyuluhan sudah mampu memahami
penyuluhan tentang breathing exercise dan cara melakukannya.
5

LAMPIRAN
5