Anda di halaman 1dari 2

MANRISK RISET

1. 3 unsur risiko : Merupakan suatu kejadian/peristiwa


 Kejadian tsb masih berupa kemungkinan, bisa terjadi atau tidak terjadi
 Bila terjadi dapat menimbulkan kerugian organisasi terkait
 Perlu perlakuan risiko : mitigasi, dll.
deteksi ini, ketika kemungkinan udh trjdi terus dampak udh terjadi...
Nah kalo misalnya perusahaan ngejalanin proses bisnis lagi jadi mereka udh bisa
ngedeteksi krna sblmnya udh mengalami hal yg sama...

Notasi rumus :

 Adanya unsur “kemungkinan terjadi” yang dinotasikan dalam rumus, sebagai (K)
atau Pr (probability) atau L (Likehood)
 Adanya unsur “dampak” yang dinotasikan sebagai (D) atau (E) (exposure) atau C
(Consequency)
 Rumus risiko menjadi :
R = K x D (indonesia)
R = Pr x E (USA)
R = L x C ( Australia)
Bila faktor nilai ada tiga maka :
R = L x C x D (tingkat deteksi)
2. Tindakan represif : Tindakan represif; yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak
berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi
dapat dihentikan. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan
tidak tertib di sekolah. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak
berulang lagi.
Tindakan preventif : tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan
sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Pengendalian yang
bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan, pengarahan dan
ajakan. Contohnya BNN melakukan penyuluhan anti narkoba ke sma/smk sederajat untuk
pencegahan pelajar dalam penyalahgunaan narkoba.
Tindakan yang dilakukan dalam problem solving : biasanya didalam perusahaan ada
beberapa cara untuk memcahkan masalah contohnya di perusahaan toyota mempunyai 8
langkah untuk memecahkan masalah yang ada di perusahaannya. 8 langkah tersebut yaitu :
tentukan masalah, uraikan maslaah, tetapkan target, analisis akar masalah, kembangkan
solusi, implementasi solusi, pantau proses dan hasilnya, standarisari dan berbagi proses

3. fungsi manajemen risiko di kantor pusat (risk officier) : bertanggung jawab untuk
mengembangkan dan melakukan tindak lanjut terhadap laporan manajemen risiko,
melakukan pemantauan profil risiko perseroan termasuk rencana penanganannya.
fungsi di tingkat operasional (risk owner) : melaksanakan proses manajemen risiko dengan
tahapan melaksanakan identifikasi, analisis, evaluasi, menentukan penanganan risiko serta
melakukan monitoring terhadap risiko-risiko yang telah teridentifikasi.
Hubungan kerja dan koordinasi risk officier dgn risk owner :

Peran auditor internal : Peran audit internal yang terkait dengan ERM (Enterprise Risk
Management) adalah memberikan layanan yang memastikan perihal efektivitas kegiatan
ERM organisasi kepada Dewan. Layanan pemastian ini membantu meyakinkan bahwa kunci
risiko bisnis telah dikelola dengan baik dan tepat, selain itu juga memastikan bahwa sistem
pengendalian internal telah berjalan secara efektif dan efisien. Ada dua faktor utama yang
digunakan, yang pertama adalah melihat apakah suatu kegiatan menimbulkan ancaman
terhadap independensi dan obyektivitas auditor internal, dan yang kedua adalah apakah ada
kemungkinan untuk meningkatkan proses manajemen resiko dan proses tata kelola.

4. Indikasi risiko : peristiwa yang mengindikasikan terjadinya peristiwa risiko dan juga peluang
hal tertentu yang memberikan indikasi.
Identifikasi risiko : usaha untuk menemukan atau mengetahui risiko2 yang mungkin timbul
dalam kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan/perorangan. Lokasi, waktu sebab dan
proses terjadinya. Metode dan teknik : proses : input, output