Anda di halaman 1dari 3

talitha

Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia masih memprihatinkan. Sejumlah upaya
Pemerintah untuk menggenjot kinerja birokrasi sudah dilakukan, di antaranya mengubah jumlah dan
jam kerja, dari enam hari menjadi lima hari kerja. Namun kenyataannya, "korupsi waktu" di kalangan
PNS masih berlanjut. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambarawa, Sila H Pulungan menilai korupsi
tidak hanya berwujud merugikan materi harta benda. Korupsi juga bisa berwujud mengurangi
produktivitas secara sengaja, sehingga target atau kewajiban seseorang tidak terlaksana dengan
baik. "Kita bekerja itu kan dibatasi oleh waktu.

Dia berharap dengan momentum Hari Antikorupsi Sedunia, para PNS sebagai abdi masyarakat
mulai berbenah, dengan dimulai dari diri sendiri. "Untuk itu gerakan moral kita yang perlu kita
galakkan, harus ada integritas. Integrity itu orang melakukan, tapi tidak diketahui oleh orang lain,"
kata dia. Saat ditanyakan, apakah korupsi waktu di kalangan PNS bisa digugat? Menurut Sila, jika
masyarakat menghendakinya, maka hal itu bisa dibawa ke ranah hukum. Namun dari sisi efektivitas,
Sila lebih memilih agar pemberantasan "korupsi waktu" di kalangan PNS lebih mengedepankan
moralitas dan integritas.