Anda di halaman 1dari 8

Mengapa Selimut Beton itu Penting?

Januari 19, 2018By admin Beton


Selimut beton bertujuan melindungi tulangan teroksidasi akibat pengaruh cuaca
dan lingkungan sekitarnya seperti bahan kimia maupun api (kebakaran). Selimut
beton
diukur dari permukaan beton ke permukaan terluar baja.
Di lapangan seringkali dijumpai struktur beton yang tulangannya terekspose. Ini
diakibatkan oleh proses pengecoran yang kurang baik sehingga selimut beton tidak
memenuhi syarat minimum ataupun akibat pemotongan tulangan yang tidak sesuai
standart (Seperti Gambar 1 hingga 3 berikut ini):

1. Selimut Beton Tidak Ada

2. Selimut Beton Tidak Ada

3. Bekisting Tidak Rapi & Tidak Ada Selimut Beton


Bila selimut beton terlalu tipis atau kurang rapat, bahan-bahan kimia seperti alkali
dan asam akan cepat masuk ke dalam beton dan menyerang tulangan. Akibatnya
tulangan
menjadi berkarat. Tulangan yang berkarat mempunyai volume yang lebih besar
daripada volume tulangan semula. Sehingga memacu keretakan pada beton
(Seperti Gambar 4
hingga 8 berikut ini):

4. Proses Penyerangan Asam Klorida terhadap Beton

5. Proses Penyerangan Alkali terhadap Beton 3

6. Proses Kegagalan Beton


7. Proses Kegagalan Beton pada Plat Lantai Tahap-1

7. Proses Kegagalan Beton pada Plat Lantai Tahap-2


7. Proses Kegagalan Beton pada Plat Lantai Tahap-3

8. Proses Kegagalan Beton pada Balok Tahap-1


8. Proses Kegagalan Beton pada Balok Tahap-2

8. Proses Kegagalan Beton pada Balok Tahap-3


Untuk beton bertulang, tebal selimut beton minimum yang harus disediakan untuk
tulangan harus memenuhi ketentuan berikut :

 Beton yang dicor langsung di atas tanah dan


selalu berhubungan dengan tanah……………… => tebal selimut
beton min. 75 mm
 Beton yang berhubungan dengan tanah atau
cuaca

Batang D-19 hingga D-56…………………….. => tebal selimut beton


min. 50 mm
Batang D-16, jarring kawat polos P-16 atau
kawat ulir D-16 dan yang lebih kecil…………. => tebal selimut beton min.
40 mm

 Beton yang tidak langsung berhubungan


dengan cuaca atau beton yang tidak langsung
berhubungan dengan tanah

Pelat, dinding, pelat berusuk


– Batang D-44 dan D-56……………………….. => tebal selimut beton
min. 40 mm
– Batang D-36 dan yang lebih kecil………… => tebal selimut beton min.
20 mm

Balok, kolom
– Tulangan utama, pengikat, sengkang, lilitan
spiral………………………………………. => tebal selimut beton
min. 40 mm

Komponen struktur cangkang, pelat lipat


– Batang D-19 dan yang lebih besar………… => tebal selimut beton min.
20 mm
– Batang D-16, jaring kawat polos P-16 atau
ulir D-16 dan yang lebih kecil…………….. => tebal selimut beton min.
15 mm

Sedangkan untuk beton pracetak, tebal selimut beton minimum yang harus
disediakan adalah sebagai berikut :

 Beton yang berhubungan dengan tanah atau cuaca


Panel dinding
– Batang D-44 dan D-56………………………….. => tebal selimut
beton min. 40 mm
– Batang D-36 dan batang yang lebih kecil ……. => tebal selimut beton
min. 20 mm

Komponen struktur lainnya


– Batang D-44 dan batang D-56………………….. => tebal selimut beton min.
50 mm
– Batang D-19 sampai batang D-36………………. => tebal selimut beton min.
40 mm
– Batang D-16, jaring kawat polos P-16 atau ulir
D-16 dan yang lebih kecil………………………….. => tebal selimut beton min.
30 mm

 Beton yang tidak langsung berhubungan dengan


cuaca atau tanah

Pelat, dinding, pelat berusuk


– Batang D-44 dan D-56………………………….. => tebal selimut beton
min. 30 mm
– Batang D-36 dan yang lebih kecil………………. => tebal selimut beton min.
15 mm

Balok, kolom
– Tulangan utama…………………………………. => tebal selimut beton
15<Db>40
– Sengkang pengikat, sengkang, lilitan spiral… => tebal selimut beton min. 10
mm

Komponen struktur cangkang, pelat lipat


– Batang D-19 dan yang lebih besar………………… => tebal selimut beton min.
15 mm
– Batang D-16, jaring kawat polos P-16 atau ulir
D-16 dan yang lebih kecil………………………. => tebal selimut beton min.
10 mm

Agar selimut beton dapat memenuhi persyaratan, maka diperlukan alat bantu yang
disebut penahan jarak. Untuk mendapatkan selimut beton yang tepat dianjurkan
memakai
penahan jarak dari blok kecil beton yang sedikitnya mempunyai kualitas beton dan
kepadatan yang sama.

Persyaratan umum untuk jumlah penahan jarak adalah sebagai berikut:


 Dua buah per m2 bekisting atau lantai kerja
 Satu buah per meter lajur pada setiap bidang balok atau kolom

Jumlah penahan jarak untuk balok berlaku sebagai berikut:


 Bagian bawah balok
– Diameter rata-rata batang bagian bawah ≤ 10mm, 2 per meter lajur balok
– Diameter rata-rata batang bagian bawah > 10mm, 1 per meter lajur balok
 Bagian sisi balok
– Ketinggian ≤ 300mm, 1 per meter lajur bidang sisi
– Ketinggian > 300mm, 2 per meter lajur bidang sisi
Sedangkan untuk bagian lantai, jumlah penahan jarak minimal dua per m2
bekisting atau lantai kerja. Bila diameter tulangan utama ≤ Ø10mm, maka
dianjurkan
memakai penahan jarak yang lebih banyak, misalkan:
 Ø8mm – Ø10mm : 3 per m2 luas lantai
 < Ø8mm : 4 per m2 luas lantai
Untuk bidang-bidang samping, penahan jarak harus dipasang minimal satu per
meter
lajur bekisting. Pemasangan penahan jarak seperti gambar 9 berikut ini:
Gambar 9 : Pemasangan penahan jarak pada bekisting

9. Pemasangan Penahan Jarak pada Bekisting