Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 4 : ANODIZING

PENGERTIAN

A. Pengertian Umum Tentang Anodizing

Anodizing adalah proses pelapisan secara elektrokimia yang bertujuan untuk mempertebal atau
memperkuat lapisan protektif alami pada logam. Melalui proses elektrokimia ini akan terbentuk lapisan
oksida berpori yang memungkinkan untuk dilakukan proses sekunder yaitu pewarnaan. Proses anodizing
ini dapat meningkatkan keandalan dari permukaan material serta dapat meningkatkan ketahanan
terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sering di anodizing.

B. Pengertian Anodizing alumunium

Anodizing alumunium adalah proses pelapisan Aluminium dengan zat warna.


Pengertian secara kimia adalah proses elektrolisa menggunakan larutan elektrolit
sebagai penghubung antara katoda dan anoda. Alumunium dipasang pada kutub positif
(anoda) sehingga permukaannya mengalami reaksi oksidasi dan terbentuk suatu
lapisan oksida aluminium pada permukaan benda tersebut, sehingga akan menjadi
lapisan pelindung yang sekaligus berfungsi sebagai dekoratif. Proses penganodaan ini
tidak hanya dapat dilakukan pada logam Aluminium, tetapi juga pada logam non fero
lain seperti Magnesium, Tembaga, Cadmium, Perak, Titanium dan sebagainya.

Secara alami, anodizing akan mengubah permukaan aluminium menjadi aluminium


oksida yang akan menjadi sebuah selaput tipis yang disebut pori-pori. Anodizing dapat
dilakukan berulang-ulang. Hal ini menyebabkan aluminium menjadi lapisan oksida
kokoh dan dapat meningkatkan daya tahan abrasi. Proses Anodizing juga dapat
mengubah dan memperbaiki tampilan aluminium. Dengan menggunakan bahan
pewarna dan prosedur khusus, Anodizing akan meningkatkan daya tahan korosi.

Proses Anodizing alumunium berbeda dengan proses pelapisan logam (electro plating).
Pada proses Anodizing benda kerja dipasang pada kutub positif (anoda) dan tembaga
sebagai kutub negatif (katoda) , sedangkan pada proses electroplating benda dipasang
pada kutub negatif (katoda). Sehingga proses yang terjadi pun akan berbeda. Pada
anodizing terjadi proses oksidasi, benda dioksidasikan dengan aliran listrik sehingga
benda akan terkikis dan terbentuk oksida logam yang dimasuki oleh zat warna.

Pada anodizing komponen yang terpenting adalah elektroda dan larutan elektrolit.
Definisi elektroda secara umumnya adalah sebuah konduktor yang digunakan untuk
bersentuhan dengan sebuah bagian non-logam dari sebuah sirkuit (misal semikonduktor,
sebuah elektrolit atau sebuah vakum). Untuk proses anodizing tentunya adalah logam
yang melapisi dan logam yang akan dilapisi.

Komponen yang tidak kalah pentingnya adalah larutan elektrolit. Elektrolit adalah suatu
senyawa yang bila dilarutkan dalam pelarut akan menghasilkan larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit contohnya adalah HCl, HBr, HI,
H2SO4 dan HNO3. Suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena jika
dia dilarutkan dalam air akan terionisasi. Contohnya elektrolit H2SO4 yang larut dalam
air akan terionisasi sebagai berikut :

H2SO4  2 H+ + SO42

Maka di dalam larutannya akan terbentuk ion positif yaitu (H+) dan ion negatif (SO42-)
karena terbentuk ion itulah di dalam larutan timbul beda potensial (tegangan listrik) yang
terjadi pada larutan H2SO4 sehingga arus listrik dapat mengalir, oleh karena itu larutan
tersebut dapat menghantarkan listrik. Zat-zat yang dalam larutannya dapat terionisasi
adalah asam, basa dan garam. Selain dua komponen yang terpenting tadi masih ada
komponen lain yang berpengaruh yaitu arus dan tegangan listrik yang dipakai juga harus
sesuai.

TUJUAN

Pada praktikum Anodizing ini bertujuan untuk mempelajari salah satu cara
proteksi korosi dengan proses Anodizing.

MANFAAT/KEGUNAAN

1. Produk aluminium ekstrusi yang digunakan untuk etalase maupun


konstruksi bangunan/ arsitektur (misalnya: jendela dan pintu)
2. Kartu nama
3. Assessoris otomotif
4. Komponen sepeda
5. Komponen pesawat
6. Komponen elektronik
7. Cassing

PROSES

- Alat
1. Tisu
Untuk membersihkan alumunium dari cairan.
2. Sarung Tangan
Melindungi tangan dari cairan kimia .
3. Termometer
Melihat suhu/temperature dari cairan yang dipanaskan
4. Pipet
Untuk mengambil cairan dari tempat asal ke gelas pencampuran.
5. Avometer

6. Gelas Ukur
Meletakkan/wadah pencampuran cairan elektrolit dan juga proses anodize
7. Kompor Listrik/Pemanas
Untuk memanaskan larutan elektrolit yang telah dicampur
8. Pengaduk
Alat ini juga dilengkapi dengan pemanas. Sehingga selain proses pengadukan, terdapat juga
pemanasan larutan.
9. Temabaga
Sebagai peletakkan kutub negatif(berperan sbg katoda). Selain itu sebagai penyannga benda
kerja saat dicelupkan pada cairan.
10. Alat untuk mengatur Volt dan Ampere

11. Kabel

Sebagai penghubung dari alat pengatur ampere & volt menuju benda kerja/tembaga
12. Sabun
Untuk mencuci tangan yang terkena cairan kimia
13. Botol bekas
Sebagai wadah pembersihan saat proses anodizing
14. Stopwatch
Untuk penunjuk waktu saat proses anodizing
- Bahan
1. Aquades
Aquades disini berperan sebagai larutan untuk campuran dan pembersih pada proses
anodizing
2. HCL
Untuk menghilangkan karat kotoran pada alumunium
3. NaOH
Sebagai sabun pembersih untuk menghilangkan minyak.
4. Larutan Pewarna
5. H2SO4 / Asam Sulfat
6. H20 / Air

- Langkah Kerja
1. Siapkan segala peralatan dan bahan yang diperlukan
2. Siapkan larutan HCL dan NaOH pada gelas yang berbeda
3. Campurkan H2SO4 sebesar 20% dan H20 sebesar 80%
4. Masukkan larutan pewarna pada gelas lalu panaskan hingga suhu 53◦C
5. Masukkan aquades kedalam gelas lalu panaskan hingga suhu 70◦C dan aduk menggunakan
alat pengaduk
6. Ikat alumunium dengan tembaga, namun di bagian atas agar tidak ikut tereaksi dengan
larutan kimia saat dicelupkan.
7. Lalu cuci alumunium dengan aquades
8. Masukkan alumunium pada NaOH selama 30 detik
9. Cuci alumunium dengan aquades
10. Masukkan alumunium pada HCL selama 10 detik
11. Cuci alumunium dengan aquades
12. Masukkan alumunium pada campuran H2SO4 dan H2O lalu hubungkan dengan kabel dari
alat penghantar listrik. Alumunium sebagai anoda dan tembaga sebagai katoda selama 30
menit dengan ketentuan : Current 0,20 Ampere dan Voltage 0,41 Volt
13. Cuci dengan aquades
14. Masukkan kedalam tinta pewarna selama 10 menit
15. Cuci dengan aquades
16. Masukkan kedalam aquades yang telah dipanaskan dan diaduk sebagai proses menahan
(sealing) warna.
17. Cuci dengan aquades dan lap dengan tisu
18. Setelah itu cek dengan Ohm meter.

KELEBIHAN

>Kelebihan Proses Anodizing

1. Keandalan

Pada umumnya produk yang mengalami anodisasi memiliki umur pakai yang lebih lama dan memiliki
keandalan yang baik. Hal ini merupakan implikasi positif dari sifat lapisan yang terikat dengan kuat
dengan substrat logam dasarnya.

2. Stabilitas Warna

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodazing tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak
mudah pudar.

3. Estetika
Anodizing dapat menghasilkan warna kilap yang sangat baik dan warna yang menarik. Tidak seperti
proses surface treatment lainnya, anodizing tetap mengizinkan mempertahankan tampilan logam
dasarnya.

4. Biaya

Untuk jangka panjang, anodizing merupakan pilihan surface treatment yang dapat memberikan nilai
awal dan perawatan yang lebih rendah dibanding surface treatment yang lain.

5. Kesehatan dan Keselamatan


Proses anodizing menghasilkan permukaan berupa lapisan oksida yang efeknya tidak berbahaya
terhadap lingkungan.

KEKURANGAN

VIDEO PROSES PEMBUATAN ANODIZE

KESIMPULAN