Anda di halaman 1dari 9

Nama : Rischa Andriani P.

P - 16315051
Kelas : 2TA01

TUGAS HIDROLOGI
Perhitungan Curah Hujan dan Debit

1. Menghitung hujan maksimum rata-rata


Langkah perhitungannya :

Kejadian Pos no. Pos no.


Hujan Hujan
25 Pos no. 99
harian maksimum
Kedung 44 Mijen Banyu
Tahun Bulan Tanggal rata- harian
Pucung : : 0,30 Meneng
rata rata-rata
0,45 : 0,25
2 2 75 23 35 49,40
1960 1 19 42 86 37 53,95 53,95
12 1 16 42 65 36,05

Hujan harian rata-rata didapat dari 2 Februari 1960

= (𝐾𝑜𝑒𝑓𝑆𝑇𝐴1 × ℎ𝑢𝑗𝑎𝑛 𝑡𝑔𝑙, 𝑏𝑙𝑛, 𝑡ℎ𝑛𝑆𝑇𝐴1) + (𝐾𝑜𝑒𝑓𝑆𝑇𝐴2 × ℎ𝑢𝑗𝑎𝑛 𝑡𝑔𝑙, 𝑏𝑙𝑛, 𝑡ℎ𝑛𝑆𝑇𝐴2) +
(𝐾𝑜𝑒𝑓𝑆𝑇𝐴3 × ℎ𝑢𝑗𝑎𝑛 𝑡𝑔𝑙, 𝑏𝑙𝑛, 𝑡ℎ𝑛𝑆𝑇𝐴3)
= (0,45 × 75) + (0,3 × 23) + (0,25 × 35)
= 49,4

Setelah itu, dari ketiga data perhitungan hujan pada tanggal dan bulan di
tahun 1960, dicari nilai yang terbesar. Dalam data percobaan saya diperoleh hujan
maksimum harian rata-rata terbesar pada tanggal 19 Januari 1960 sebesar 53,95.
Hasil perhitungan hujan harian dan maksimum rata-rata tahun 1960-1988 dapat
dilihat pada tabel 1 berikut ini :

Kejadian Pos no. Pos no.


Hujan Hujan
25 Pos no. 99
harian maksimum
Kedung 44 Mijen Banyu
Tahun Bulan Tanggal rata- harian
Pucung : : 0,30 Meneng
rata rata-rata
0,45 : 0,25
2 2 75 23 35 49,4
1960 1 19 42 86 37 53,95 53,95
12 1 16 42 65 36,05
1 19 190 56 103 128,05
1961 128,05
1 18 25 169 36 70,95
1 19 190 56 103 128,05
2 8 107 3 75 67,8
1962 2 6 20 150 8 56 67,8
4 9 145
12 9 40 0
1963
1 10 129
1 21 175 9
1964
5 2 45 102
1 13 180 183 83 156,65
1965 1 13 180 183 83 156,65 156,65
4 9 0 137 145 77,35
3 28 111 0 0 49,95
1966 1 16 89 115 98 99,05 99,05
1 16 89 115 98 99,05
2 8 277 257 69 219
1967 2 8 277 257 69 219 219
2 8 277 257 69 219
7 28 150 115 86 123,5
1968 4 3 21 120 38 54,95 123,5
2 5 2 7 126 34,5
11 7 100 50
1969
4 4 207
1 22 98 115 20 83,6
1970 11 27 3 171 7 54,4 83,6
5 15 10 0 75 23,25
2 10 125 62 35 83,6
1971 6 7 0 125 0 37,5 83,6
1 25 4 0 97 26,05
1 14 235 64 97 149,2
1972 1 28 9 105 0 35,55 149,2
1 11 45 35 122 61,25
7 13 185 0 45 94,5
1973 7 14 0 110 5 34,25 94,5
12 14 9 20 67 26,8
1 13 150 192 102 150,6
1974 1 13 150 192 102 150,6 150,6
1 13 150 192 102 150,6
11 27 80 7 12 41,1
1975 11 14 31 83 100 63,85 63,85
5 6 83 145
1 22 365 225 245 293
1976 293
1 22 365 225 245 293
1 22 365 225 245 293
1 7 110 2 0 50,1
1977 1 19 23 117 0 45,45 51,8
5 13 46 12 110 51,8
1 26 105 114 26 87,95
1978 8 18 11 135 0 45,45 90,5
9 4 59 109 125 90,5
1 10 72 30 40 51,4
1979 4 9 65 89 0 55,95 55,95
3 11 11 0 190 52,45
1 22 140 250 130 170,5
1980 1 22 140 250 130 170,5 170,5
2 9 0 0 152 38
12 26 160 215 180 181,5
1981 12 26 160 215 180 181,5 181,5
12 26 160 215 180 181,5
1 17 180 113 110 142,4
1982 1 18 180 231 0 150,3 150,3
1 17 180 113 110 142,4
11 29 139 50 17 81,8
1983 10 25 75 137 31 82,6 82,6
11 30 23 37 82 41,95
12 31 105 23 0 54,15
1984 3 23 0 100 0 30 54,15
11 29 0 14 102 29,7
2 22 314 272 152 260,9
1985 2 22 314 272 152 260,9 260,9
2 22 314 272 152 260,9
8 11 400 0 0 180
1986 6 15 0 76 8 24,8 180
9 12 0 48 105 40,65
1 27 145 103 57 110,4
1987 1 27 145 103 57 110,4 110,4
12 16 21 25 144 52,95
12 17 161 23 56 93,35
1988 1 24 136 0 93,35
5 7 0 69
2. Mengurutkan hujan maksimum harian rata-rata
Setelah dihitung dan dicari hujan harian rata-rata, selanjutnya data hujan
maksimum harian tiap tahun dimasukan kedalam tabel 2 :

Kejadian Hujan maksimum


Tahun Bulan Tanggal harian rata-rata
1960 2 2 53,95
1961 1 19 128,05
1962 2 8 67,8
1963 12 9
1964 1 21
1965 1 13 156,65
1966 3 28 99,05
1967 2 8 219
1968 7 28 123,5
1969 11 7
1970 1 22 83,6
1971 2 10 83,6
1972 1 14 149,2
1973 7 13 94,5
1974 1 13 150,6
1975 11 27 63,85
1976 1 22 293
1977 1 7 51,8
1978 1 26 90,5
1979 1 10 55,95
1980 1 22 170,5
1981 12 26 181,5
1982 1 17 150,3
1983 11 29 82,6
1984 12 31 54,15
1985 2 22 260,9
1986 8 11 180
1987 1 27 110,4
1988 12 17 93,35
3. Perhitungan hujan maksimum harian rata-rata
Data curah hujan maksimum dari tahun 1960 hingga 1988 diurutkan dari nilai
hujan maksimum tertinggi ke terendah berikut disertai tahun pada hujan
tersebut. Perhatikan tabel 3 berikut ini :

No. Tahun Xi n+1/m Xi - X (Xi - X)2 Xi2


1 1976 293,000 27,000 168,065 28245,974 85849,000
2 1985 260,900 13,500 135,965 18486,586 68068,810
3 1967 219,000 9,000 94,065 8848,297 47961,000
4 1981 181,500 6,750 56,565 3199,643 32942,250
5 1986 180,000 5,400 55,065 3032,197 32400,000
6 1980 170,500 4,500 45,565 2076,204 29070,250
7 1965 156,650 3,857 31,715 1005,866 24539,223
8 1974 150,600 3,375 25,665 658,712 22680,360
9 1982 150,300 3,000 25,365 643,403 22590,090
10 1972 149,200 2,700 24,265 588,809 22260,640
11 1961 128,050 2,455 3,115 9,706 16396,803
12 1968 123,500 2,250 -1,435 2,058 15252,250
13 1987 110,400 2,077 -14,535 211,255 12188,160
14 1966 99,050 1,929 -25,885 670,013 9810,903
15 1973 94,500 1,800 -30,435 926,266 8930,250
16 1988 93,350 1,688 -31,585 997,588 8714,223
17 1978 90,500 1,588 -34,435 1185,743 8190,250
18 1970 83,600 1,500 -41,335 1708,550 6988,960
19 1971 83,600 1,421 -41,335 1708,550 6988,960
20 1983 82,600 1,350 -42,335 1792,220 6822,760
21 1962 67,800 1,286 -57,135 3264,364 4596,840
22 1975 63,850 1,227 -61,085 3731,330 4076,823
23 1979 55,950 1,174 -68,985 4758,877 3130,403
24 1984 54,150 1,125 -70,785 5010,462 2932,223
25 1960 53,950 1,080 -70,985 5038,816 2910,603
26 1977 51,800 1,038 -73,135 5348,672 2683,240
Jumlah 3248,300 103150,159 508975,270
X rat 124,935

a. Kolom Xi = berisikan nilai hujan maksimum harian rata-rata terbesar.


Kolom Xi diurutkan pula yang paling atas merupakan nilai hujan
maksimum harian rata-rata yang paling besar
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑋𝑖
b. Baris Xrat = Berisikan nilai rata-rata dari kolom Xi ( ). Dalam
26
data ini diperoleh nilai Xrat sebesar 124,935.
(𝑛+1)
c. Kolom = Kolom ini menunjukan probabilitas pada setiap hujan harian
𝑚
maksimum rata-rata pada tahun yang bersangkutan.
d. Kolom Xi-Xrat merupakan pengurangan nilai Xi pada tahun bersangkutan
dikurangi Xrat pada data. Misal perhitungan nilai Xi di tahun 1976.
= 𝑋𝑖1976 − 𝑋𝑟𝑎𝑡
= 293,000 – 124,935
= 168,065
e. Kolom (𝑋𝑖 − 𝑋𝑟𝑎𝑡 )2 = Kolom ini merupakan nilai point ke F yang
dikuadratkan. Untuk data selanjutnya sama saja, data dari Kolom Xi-Xrat
dikuadratkan.
f. Kolom Xi2 merupakan nilai Xi yang dikuadratkan. Lihat point C.
g. Baris Jumlah = merupakan jumlah / total keseluruhan dari data yang
didapat. Dalam tabel 3 hanya dicari jumlah total untuk nilai (𝑋𝑖 − 𝑋𝑟𝑎𝑡 )2
dan Xi2 .

4. Mencari standar deviasi


∑(𝑋𝑖−𝑋𝑟𝑎𝑡)2
Standar Deviasi = √ (𝑛−1)

103150,159
=√ (26−1)

= 64,234

5. Mencari nilai a dan b pada perhitungan curah hujan


Dalam perhitungannya, sebelum mencari nilai a dan b terlebih dahulu telah
ditentukan nilai dari perhitungan Sn = 1,096 dan Yn = 0,532, sehingga;
𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖
- Nilai a =
𝑆𝑛
64,234
=
1,096
= 58,602
𝑋𝑟𝑎𝑡−(𝑌𝑛×𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖)
- Nilai b =
𝑆𝑛
124,935−(0,532 ×64,234)
=
1,096
= 93,758

6. Mencari nilai hujan rencana hujan tiap tahun (P5,P10, dst)


Dalam perhitungan ini, saya hanya menggunakan koefisien pengulangan
(dalam tahun) yaitu 5, 10, 25, 50, dan 100.

T5 = Y5 1,5004
T10 = Y10 2,251
T25 = Y25 3,1993
T50 = Y50 3,9028
P5 = 181,685
P10 = 225,672
P25 = 281,245
P50 = 322,471
P100 = 363,399
T100 = Y100 4,6012

Maka nilai P5 dapat diketahui,


P5 = 𝑏 + (𝑎 × 𝑌5)
= 93,758 + (58,602 × 1,5004)
=181,685
Untuk perhitungan nilai P10, P25, P50 dan P100 nilai perhitungannya sama
seperti diatas dengan mengikuti nilai Y sebesar pengulangan tahunnya.

7. Menghitung kemiringan dan tc dari suatu luasan DAS

L (Panjang DAS) = 16500


T (Tinggi DAS) = 200
S (Kemiringan) = 0,012
L = 16,5
tc = 3,141

- Nilai Panjang DAS didapat dari luasan (kotak) sepanjang hulu hingga hilir
suatu penampang sungai DAS
- Tinggi DAS sudah ditentukan
- Kemiringan DAS diperoleh dari pembagian antara Tinggi DAS dengan
panjang DAS
Tinggi DAS
S =
Panjang DAS
200
=
16500
= 0,012

Nilai tc didapat dari


0,385
 0,87  L2 
tc =  
 1000  S 
0,385
 0,87  16,5 2 
=  
 1000  0,012 
= 3,141
8. Menghitung Intensitas

I5 = 14,958
I10 = 17,284
I25 = 20,016
I50 = 21,927
I100 = 23,745

Intensitas hujan dalam suatu DAS dapat dihitung dengan (misal I5) ,
2
 P5 24  3
I5 =   
 24 tc 
2
 181,685 24  3
=   
 24 3,141 
= 14,958
9. Mencari Koefisien Pengaliran (C)
Nilai setiap koefisien aliran setiap fungsi lahan tersebut akan berbeda satu
dengan yang lain. Perhatikan table berikut ini:

Koefisien Pengaliran (C)


Deskripsi lahan C A (km) C.A
Hutan 0,25 46,8 11,7
Kebun 0,1 33,2 3,32
Sawah 0,15 13,4 2,01
Padang Rumput 0,45 59,4 26,73
Pemukiman 0,5 18,2 9,1
Jumlah 171 52,86
Rata-rata 0,309

- Kolom deskripsi lahan = menjelaskan pemanfaatan lahan yang terdapat


pada DAS.
- Kolom C = Misal Lahan Perkotaan memiliki koefisien pengaliran (C)
sebesar 0,20-0,45. Maka kita bisa mengambil nilai C diantara rentan yang
telah ditetapkan.
- Kolom A (km2) = Luas setiap lahan dalam suatu DAS
- Kolom C.A = Merupakan perkalian antara Koefisien dengan Luas lahan.

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 (𝐶.𝐴)


Crata-rata =
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐷𝐴𝑆 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
52,86
=
171
= 0,309
10. Menghitung Debit (Q)
Debit dapat dihitung dengan rumus :

Q = 0,278 . C . I . A

Dimana:
Q : debit puncak limpasan permukaan (m3/det).
C : angka pengaliran (tanpa dimensi).
A : luas daerah pengaliran / luas das total (Kmt).
I : intensitas curah hujan (mm/jam).

Debit (Q) (m3/s)


Q1 = 219,721
Q2 = 253,888
Q3 = 294,019
Q4 = 322,091
Q5 = 348,796

perhitungan debit Q1

Q1 = 0,278  C  I  A

= 0,278 x 0,309 x 14,958 x 171

= 219,721 m3/s