Anda di halaman 1dari 5

Artikel 1

Strategi Sharp Mengejar Ketertinggalan

Dalam dunia pemasaran, produk, menurut Wikipedia, adalah apapun yang bisa
ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, produk juga diartikan sebagai barang atau jasa yang dibuat dan
ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses
produksi itu sendiri. Dalam sebuah industri, agar perusahaan memperoleh keuntungan untuk
berkembang maka perlu adanya produk yang diciptakan dan mampu dijual sehingga
mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi.

Suatu perusahaan harus bisa terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan agar
bisa terus berkompetisi dan bisa menguasai pasar yang menjadi core bisnisnya. Lalu bagaimana
suatu produk itu bisa merajai atau menguasai pasar mereka? Untuk menjawab pertanyaan ini
maka perusahaan harus bisa mencipatakan suatu produk yang mempunyai karakteristik dan
klasifikasi yang lain dari produk lain. Fokus membangun dan melakukan riset menjadi hal yang
sangat krusial untuk mengeluarkan ciri khas sehingga pelanggan dapat menangkap secara
langsung keunggulan produk tersebut.

Begitu banyak produk yang ditawarkan dalam pasar untuk merebut minat dari konsumen
yang berjumlah kurang lebih 6 milliar yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Suatu perusahaan
harus bisa membedakan produk yang dimilikinya dengan produk-produk yang lain agar bisa
merebut pasar yang tersebar luas. Menggabungkan beberapa produk menjadi satu produk yang
lebih sederhana dan tepat guna merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan oleh suatu
perusahaan agar bisa terus berkembang seiring dengan berubahnya era. Saat ini konsumen telah
semakin pandai dan kritis dalam memilih produk yang dibutuhkan, bukan hanya melihat fungsi
produk saja melainkan juga melihat dari kemasan (packaging), label, garansi, bahan komposisi
penyusun suatu produk.

Jaman teknologi atau era digital saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa lepas
dari pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu produk yang begitu pesat
perkembangannya adalah industri elektronik. Industri elektronik menjadi industri yang paling
cepat berkembang, termasuk di Asia. Vietnam, India, dan Indonesia menjadi magnet bagi
pembentukan industri elektronik karena upah buruh yang murah selain berlimpahnya bahan baku
bagi industri elektronik itu sendiri.

Perusahaan Jepang adalah yang mendominasi pasar industri elektronik di Indonesia


dalam 2 dekade terakhir. Dahulu, perusahaan Jepang sangatlah superior dan mampu menggeser
barang-barang elektronik dari Eropa dan Amerika. Terdapat 38 perusahaan elektronik Jepang
bercokol di Indonesia yang terus berkompetisi sehingga mampu menggeser produk Eropa dan
menarik minat banyak konsumen.

Namun sayangnya dalam era digital seperti saat ini, banyak perusahaan Jepang yang
mengalami gagap revolusi digital. Jepang terkenal dengan pembuat mesin elektronik yang
kompleks, fokus akan hal –hal mekanis dan mereka melupakan akan software. Dua perusahaan
besar asal Jepang, yaitu Toshiba dan Sharp akhirnya mengalami kerugian besar. Sony tidak
mampu lagi mengejar ketertinggalan di industri televisi dan ponsel pintar (smartphone). Kerugian
tersebut membuktikan bahwa ada kesalahan dalam investasi inovasi dan teknologi di
perusahaan-perusahaan tersebut. Contohnya adalah kasus Sharp. Perusahaan tersebut
berusaha fokus dari TV dan panel surya menjadi monitor layar datar dengan ukuran kecil untuk
ponsel pintar dan komputer tablet. Namun, usaha tersebut termasuk ketinggalan dibandingkan
rivalnya. “Masalah Sharp lebih dari pembiayaan secara kontemporer dan keberlanjutan
bisnisnya,” ujar analisis kridit dari Nomura, Toshihiro Uomoto kepada CNN.

Kegagalan Sharp ini bisa dianalisa dari hal “Product Level”. Tingkatan pertama dari
Product Level adalah core benefit. Level paling fundamental di dalam produk, bagian ini
menjelaskan mengenai produk dikonsumsi secara umum untuk apa. Secara fundamental ponsel
pintar ini digunakan untuk memudahkan dalam hal komunikasi dan memiliki fungsi yang sama
dengan komputer. Tingkatan kedua adalah basic product. Level fundamental atau core benefit
harus dilengkapi dengan suatu standard dasar spesifikasi suatu produk. Ponsel pintar dilengkapi
dengan beberapa software yang memudahkan penggunanya. Jika dirangkum dari kedua level
tersebut maka ponsel pintar adalah sebagai alat komunikasi yang memiliki beberapa software
yang mendukung sehingga hal ini memunculkan ekspektasi dari pengguna yaitu pengguna bisa
melakukan aktivitas yang membutuhkan komputer hanya dengan menggunakan ponsel mereka
untuk bisa dibawa kemana saja dan kapan saja.

Tingkatan selanjutnya dalam level produk adalah augmented product. Pada level ini
secara pemahaman bahwa setiap penawaran produk, konsumen sudah memiliki tingkatan
ekspektasi , namun pada level ini produk yang ditawarkan melebihi ekspektasi konsumen. Artinya

2
bagian ini merupakan tingkatan persaingan dan sangat strategis. Pada level ini, Sharp dapat
menghasilkan layar datar untuk ponsel pintar yang sudah memenuhi kebutuhan konsumen dan
dapat bersaing dengan produk yang lain.

Level terakhir adalah potential product. Bagian ini berisi perencanaan bahwa suatu produk
mau diarahkan kemana di masa depan. Secara mudah, potential product merupakan level
dimana perusahaan sedang melakukan penelitian dalam berbagai aspek untuk menciptakan
augmented product baru menggantikan augmented product yang lama. Layar datar untuk ponsel
pintar dari Sharp bisa mengganti layar datar yang lama karena sudah menyesuaikan banyaknya
warna dan kecanggihan yang lainnya. Namun ternyata seiring berjalannya waktu teknologi
berkembang sangat cepat sehingga teknologi layar datar Sharp ketinggalan dibandingkan
dengan rivalnya dan tidak bisa menangkap keinginan konsumen pada saat itu.

Mengawali tahun 2017, Sharp tengah menggarap segmen pasar baru untuk melebarkan
pasarnya, yakni Small Home Appliances (SHA). Pasar ini dinilai memiliki potensi yang cukup
menjanjikan dengan sedikitnya pemain yang bermain disana. Menurut Andry Adi Utomo, National
Sales Senior General Manager SEID, perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin melek
akan kesehatan adalah salah satu pemicu pasar ini tumbuh. Hal ini juga mempengaruhi
perubahan strategi dari Sharp. Saat ini, posisi pangsa pasar Sharp di pasar SHA adalah 4%-5%.
Angkanya kecil lantaran Sharp belum masuk ke pasar kompor gas yang merupakan pasar
terbesar di segmen SHA ini. Di segmen ini Sharp berharap dapat berkontribusi 7% - 8% dari
target pertumbuhan bisnis.

Pasar small home appliances (SHA) secara keseluruhan nilainya belum terlalu besar,
namun memungkinkan para pemainnya meraup marjin keuntungan yang besar, sehingga
menarik minat Sharp untuk menggarap lebih lanjut. Dalam pangsa pasar SHA ini, Sharp akan
membawa empat produk unggulan antara lain Apple Rice Cooker dengan desain interioir
minimalis berbentuk buah apel. Produk kedua adalah Microwave Oven R-12Do(S)-IN yang
dilengkapi dengan fitur glass and push door. Produk yang ketiga adalah Sharp Personal Blender,
dimana produk ini dimunculkan untuk menjawab pertanyaan masyarakat perkotaan yang tidak
sempat menyiapkan minuman kaya serat. Terakhir, Sharp membawa Slow Juicer dengan
teknologi screw pressing dan grinding. Juicer ini akan memeras sari dari buah dengan secara
perlahan tujuannya untuk menjaga vitamin dan nutrisi pada buah tidak rusak karena pisau yang
berputar cepat.

3
Diversifikasi ekonomi adalah usaha penganekaragaman produk (bidang usaha) atau
lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan
sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil. Strategi ini ini dilakukan perusahaan untuk
mengatasi krisis ekonomi, sehingga apabila suatu perusahaan mengalami kemerosotan
pendapatan di salah satu produk atau negara/daerah, produk lain atau negara/daerah lain yang
mendapatkan kelebihan pendapatan dapat menutupi kekurangan pendapatan. Biasanya hal ini
dilakukan oleh perusahan Multi Nasional Coorporation (MNC) karena dengan demikian
perusahaan dapat menjamin pendapatan / arus kas yang lebih stabil sehingga meningkatkan
kepercayaan para pemegang saham.

Dengan kondisi Sharp yang pernah mengalami kerugian besar di tahun 2011 – 2012 maka
diperlukan diversifikasi dan diferensiasi produk untuk meningkatkan atau memperbaiki kondisi
kas Sharp agar bisa terus tetap eksis dalam dunia usaha. Diversifikasi/diferensiasi yang dilakukan
oleh Sharp dalam pasar SHA ini meliputi diferensiasi design (bentuk), feature (fitur), performance
(hasil). Dari diferensiasi ini Sharp menunjukkan pembeda antara produk yang dimiliki dengan
produk merek lain, sehingga membuka peluang untuk menarik minat konsumen dan sesuai
dengan ekspektasi dari team management dimana ada target pasar 7% - 8% di pasar SHA.
Namun juga perlu diperhatikan juga bahwa Sharp tergolong pemain baru di pasar SHA, dimana
Sharp harus bisa memilih dan menentukan teknologi riset yang tepat guna sehingga kesalahan
di tahun-tahun sebelumnya tidak terulang dengan besarnya modal yang dikeluarkan dan
kesalahan pemilihan teknologi riset. Sharp harus bisa melihat apa yang sudah dilakukan oleh
kompetitor yang sudah main di pasar SHA ini. Tidak ada jaminan juga dengan sedikitnya pemain
di pasar SHA akan memudahkan Sharp meraup banyak keuntungan, karena dengan sedikitnya
pemain maka ini artinya adalah kompetitor merupakan pemain yang sudah mempunyai
spesialisasi dan teknologi yang lebih efisien.

Keunggulan Sharp dari diferensiasi produk ini adalah memberikan nilai tambah kepada
konsumen dengan memberikan kemudahan konsumen dalam mendapatkan kebutuhannya.
Design produk dalam SHA ini menawarkan keunggulan dibandingkan dengan kompetitor dimana
design interior yang minimalis membuat konsumen merasakan kenyamanan untuk memiliki
produk tersebut di rumah. Keunikan juga ditawarkan dalam produk Slow Juicer sehingga
konsumen merasakan kepuasan tersendiri. Namun, agar dapat terus bertahan dalam bisnis ini
Sharp harus bisa melakukan segmentasi dan positioning mereka saat ini dan di masa mendatang.
Menganalisa sumber-sumber diferensiasi agar produk yang dihasilkan dapat bertahan dan

4
mampu diterima oleh pasar sehingga tetap mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Fokus
dan terus berinovasi terhadap hal-hal yang mungkin mencipatakan peluang lain yang lebih besar.

Referensi

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/12/23/112941126/China.dan.Korea.Geser.Domin
asi.Elektronik.Jepang

https://id.wikipedia.org/wiki/Diversifikasi_(ekonomi)

https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Perusahaan_elektronik_Jepang

https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_elektronik

https://id.wikipedia.org/wiki/Produk

https://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_penduduk_dunia

http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/11/pengertian-diferensiasi-produk-contoh-dan-cara-
melakukannya.html

https://inet.detik.com/business/d-3138615/mengapa-vendor-elektronik-jepang-tak-sejaya-dulu

http://marketeers.com/diversifikasi-produk-jadi-strategi-utama-sharp-tahun-2017/

http://marketeers.com/sharp-luncurkan-empat-produk-sha-baru/

https://www.merdeka.com/uang/kenapa-banyak-perusahaan-elektronik-jepang-bangkrut.html

http://kbbi.web.id/produk