Anda di halaman 1dari 21

MATERI USBN IPS TAHUN 2017-2018

7 FLORA DAN FAUNA

Jenis dari flora / fauna yang ada di Indonesia


A. Flora:
1) Hutan Hujan Tropis, terdapat di Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Papua.
2) Hutan Musim, terdapat di Jawa (Timur Jawa dan daerah hutan jati lainnya).
3) Hutan Bakau/Mangrove, di sepanjang pantai Kalimantan, pantai timur Sumatera, pantai
utara Jawa, dan pantai utara & selatan Papua.
4) Sabana & Stepa, terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
5) Tundra/Padang Lumut, terdapat di Papua (pegunungan Jayawijaya).

B. Fauna:
1) Asiatis, terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Contoh: gajah, harimau, dan badak.
2) Australis, terdapat di Papua dan Kepulauan Maluku;
Contoh: walaby, kasuari, dan cenderawasih.
3) Austral-Asiatis/Asiatis-Australis/Peralihan/Endemik, terdapatdi Sulawesi dan Nusa
Tenggara;
Contoh: komodo, anoa, dan babirusa.

MASA PRA-AKSARA

Kehidupan manusia di masa berburu / bercocok tanam/perundagian


(Politikum , Mesolitikum, Neolitikum, Perundagian) --- perkakas
A. Zaman Paleolitikum / masa berburu
Chopper : kapak genggam
Flakes : pecahan batu kecil dan pipih yang digunakan sebagai pisau
Tulang dan tanduk hewan : digunakan sebagai mata panah, pengorek ubi dan ujung tombak

B. Zaman Mesolitikum / masa berburu dan mengumpulkan makanan


Peable : kapak Sumatera,
Pipisan batu : diunakan untuk menggilin dan menghaluskan
Flakes
Havchecourte ( kapak pendek)

C. Zaman Neolitikum / masa bercocok tanam


Kapak persegi
Kapak lonjong
Gerabah / tembikar

chopper flakes peable Kapak persegi

D. Zaman Megalitikum
Dolmen : meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesajen
Menhir : tugu batu yang dibuat untuk tanda peringatan suatu peristiwa / tempat
Arca : patung sederhana menyerupai manusia atau binatang
Sarkafogus : peti jenazah yang terbuat dari batu bulat
dolmen menhir arca sarkofagus

E. Zaman logam
Kapak corong : bentuknya seperti corong
Nekara : bentuknya seperti alat menanak nasi. Diggunakan untuk upacara tertentu berkaitan dengan
pertanian
Mokko: perkakas seperti nekara, hanya lebih kecil. Digunakan untuk mas kawin

Nekara Mokko Kapak corong


MASA HINDU BUDHA
Perbedaan candi-candi agama Hindu dan Budha

1. Bercorak Hindu
Prambanan
Dieng
Gedong Songo
Sambisari
Gunung Wukir

prambanan dieng Gedong songo wukur


2. Bercorak Budha
Borobudur
Mendut
Pawon
Sewu
Plaosan

Borobudur Mendut Pawon

Sewu Plaosan
MASA ISLAM

Pengaruh masuknya agama Islam pada masyarakat Indonesia dalam bidang


pemerintahan/sosial/kebudayaan
A. Pengaruh Penyebaran Islam di Bidang Politik
 Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
 Sistem pemerintahan masih berbentuk kerajaan tetapi namanya berubah menjadi
Kesultanan.
 Raja berganti gelar Menjadi Sultan
 Para Pemimpinnya di sebut Khalifah
 Agama Islam dalam waktu yang relatif cepat, ternyata agama Islam dapat diterima dengan
baik oleh sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari rakyat jelata hingga raja-
raja.

B. Dalam bidang sosial


 Agama islam menjadi agama mayoritas di Indonesia
 Pernikahan antara pedagang-pedagang Islam dari luar negeri dengan rakyat Indonesia
 Dalam agama islam tidak mengenal system kasta
 Penggunaan kosakata Arab baik dalam kata-kata maupun pemberian nama.

C. Dalam bidang seni budaya :


 Berpengaruh terhadap seni bagunan, seperti bentuk masjid kuno, keraton, dan pintu
gerbang kerajaan Islam.
 Berpengaruh juga dalam seni rupa, seperti adanya nisan dan kaligrafi
 Berpengaruh juga terhadap seni sastra, yaitu adanya suluk, hikayat, babad, dan syair. Ada
juga dalam seni pertunjukan seperti sekaten dan wayang.
 Dalam seni busana , seperti adanya sarung, baju koko, kopiah, dan kerudung
GAGASAN KREATIF

Tindakan manusia yang merupakan gagasan kreatif dalam kegiatan ekonomi


A. Tindakan sebagai produsen
Seorang produsen yang ingin eksis ditengah persaingan yang ketat, ia harus mampu berfikir
kreatif dan bertindak inovatif, baik ketika mendapatkan faktor-faktor produksi maupun dalam
menciptakan produk barang atau jasa yang berkualitas.
B. Tindakan sebagai distributor
Seorang distributorharus kreatif dan inovatif dalam mendistribusikan produk hasil produsen
supaya sampai kepada konsumen sebanyak-banyaknya sehingga meraih keuntungan. Contoh
toko online, system MLM (multi level marketing)

C. Tindakan sebagai konsumen


Seorang konsumen harus kreatif dan inovatif dalam memilih barang dan jasa yang murah dan
berkualitas sehingga selain kebutuhannya terpenuhi, ia pun dapat efisien dalam pengeluarannya.

Contoh gagasan kreatif dalam produksi


1. Pengembangan pengolahan makanan dan minuman
2. Pengolahan barang yang tidak dipakai menjadi berguna
3. Disain kemasan yang menarik

Contoh gagasan kreatif dalam distribusi


1. Promosi / iklan yang menarik
2. Penjualan on line
3. Sistem MLM
SUMBER DAYA ALAM

Jenis SDA berdasarkan bentuk dan pemanfaatannya menurut kelestariannya


(SDA renewable dan unrenewable):
A. Renewable/Dapat Diperbaharui:
 SDA Hayati Nabati, berasal dari tumbuh-tumbuhan; seperti SDA pertanian dan
perkebunan; padi, kelapa sawit, tebu, teh, karet, jati, rotan.
 SDA Hayati Hewani, berasal dari hewan; seperti SDA peternakan dan perikanan;
kuda, sapi, ayam, itik, gurame, bawal, tuna.

B. Unrenewable/Tidak Dapat Diperbaharui:


 SDA Mineral Logam, seperti bijih besi, pasir besi, bauksit, mangan, tembaga, nikel, emas,
dan perak.
 SDA Mineral Nonlogam, seperti intan, gamping, marmer, fosfat, belerang, gips, yodium,
dan pasir kuarsa.
 SDA Mineral Energi, seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi/gas alam.
INTERAKSI SOSIAL

Bentuk Interaksi sosial


 Individu dengan individu → seorang kakak mengajari adiknya belajar matematika
 Individu dengan kelompok → presiden dengan rakyatnya
 Kelompok dengan kelompok → PMR dan Pramuka bekerja sama dalam pemberian bantuan
MAKHLUK EKONOMI SOSIAL

Ciri dari tindakan manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral
Makhluk sosial
 Berusaha melaksanakan pengendalian diri atau inhibisi
 Berusaha melkasnakan serta senang bekerjasama dan saling menolong dengan sesama
anggota masyarakat
Makhluk ekonomi
 Berusaha melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan
 Dalam tindakannya untuk mmenuhi kebutuhan hendaknya mengetahui faktor moral
 Dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan, manusia memerlukan kerjasama dengna
pihak lain
 Taat kepada norma agama dan hukum yg berlaku
 Berlaku jujur dalam setiap kegiatannya
 Selalu menjaga kelestarian alam
FAKTOR PRODUKSI
ASLI
 SDA
 SDM
TURUNAN
 MODAL
 KEWIRAUSAHAAN

8 LETAK INDONESIA

Akibat yang timbul dari letak geografis Indonesia di bidang sosial, poliik dan ekonomi
A. Akibat yang timbul dari letak geografis Indonesia di bidang sosial:
 Terdapat bemacam-macam keragaman seperti suku bangsa dan bahasa.
 Hubungan masyarakat antar pulau dipermudah oleh letak wilayah perairan.
 Dapat berlangsung pertukaran budaya tradisional dengan budaya asing.

B. Akibat yang timbul dari letak geografis Indonesia di bidang politik:


 Mudah menjalin komunikasi dengan negara lain.
 Meningkatkan hubungan internasional dengan negara lain menjadi semakin baik.
 Menjembatani perbedaan paham ideologi politik (khususnya) negara tetangga satu dengan
lainnya.

C. Akibat yang timbul dari letak geografis Indonesia di bidang ekonomi:


 Kaya dengan sumber daya alam agraris seperti padi, kelapa, tebu, dan kopi.
 Jalur perdagangan internasional yang strategis.
 Mendatangkan devisa melalui pajak/cukai dari perdagangan luar negeri.
SUMBER DAYA ALAM

Peranan SDA tertentu terhadap pembangunan nasional


1) Minyak bumi, sebagai motor penggerak kegiatan industri petrokimia dan mobilitas
masyarakat.
2) Gas alam, sebagi salah satu komponen vital untuk suplai bahan bakar dan amonia (gas
untuk produksi pupuk).
3) Batu bara, sebagai bahan bakar pokok dalam berbagai industri baja & semen dan
pembangkit listrik.
4) Bijih besi, sebagai bahan baku berbagai industri perabotan dan peralatan rumah tangga.
5) Emas, sebagai salah satu alat tukar dalam perdagangan internasional dan bahan baku
perhiasan disamping berlian dan perak.
6) Timah putih, sebagai bahan baku industri mesin dan bahan patri.
7) Marmer, sebagai ornamen bangunan dan industri perabotan rumah tangga.
IKLIM INDONESIA

Proses terjadinya angin muson barat/timur laut dan angin muson timur/tenggara:
A. Angin muson barat/timur laut:
 Bulan Oktober-April, matahari berada di wilayah selatan bumi.
 Benua Australia mengalami musim panas dengan tekanan udara rendah sedangkan Benua
Asia mengalami musim dingin dengan tekanan udara tinggi.
 Angin bergerak dari Benua Asia menuju Australia.
 Angin membawa uap air dari laut (Cina Selatan) dan samudera (Pasifik) sehingga terjadi
musim hujan dengan intensitas tinggi di Indonesia.

Angin muson Timur Angin muson Barat

B. Angin muson timur/tenggara:


 Bulan April-Oktober, matahari berada di wilayah utara bumi.
 Benua Asia mengalami musim panas dengan tekanan udara rendah sedangkanBenua
Australia mengalami musim dingin dengan tekanan udara tinggi.
 Angin bergerak dari Benua Australia menuju Asia.
 Angin dengan uap air sedikit melewati gurun di Australia dan turun sebagai hujan di
samudera(Hindia) sehingga uap kering membawa musim kemarau di Indonesia.
KERJASAMA ASEAN
Contoh bentuk kerjasama ASEAN di bidang sosial, politik, budaya, ekonomi

Bentuk kerjasama ASEAN di bidang sosial, politik, budaya, ekonomi, dan contohnya:
A. Bidang Sosial:
 Pencegahan narkoba, psikotropika, dan zat-zat adiktif.
 Mitigasi bencana alam dan penanggulangannya.
 Perlindungan terhadapa dinonaktifkan anak.
 Menyeimbangkan kesejahteraan sosial.

B. Bidang Politik:
 Sengketa dalam ASEAN diselesaikan melalui meja perundingan.
 Kawasan ASEAN bebas dari senjata nuklir.

C. Bidang Budaya:
 Pertukaran pelajar antara negara-negara ASEAN.
 Pemberantasan buta huruf di negara anggota ASEAN.
 Pertukaran acara program televisi ASEAN.
 Kegiatan “Kongres Pemuda Memegang ASEAN”.
 Festival lagu dan kebudayaan negara anggota ASEAN.

D. Bidang Ekonomi:
 Mempromosikan produk bisnis sesama anggota ASEAN.
 Pembangunan perusahaan investasti di beberapa negara ASEAN.
 Pengembangan pariwisita dibangun anggota ASEAN di Tokyo.
 Persediaan makananpokok/terutama beras bagi anggota ASEAN.
 Membangun proyek-proyek industri ASEAN seperti proyek pabrik pupuk urea & amonia
dan proyek industri tembaga di Singapura, pabrik superfosfor di Thailand, Indonesia, dan
Malaysia.

GERAKAN NON BLOK


Sebab timbulnya GNB:
Tahun 1961 timbul ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur untuk membelah kota Berlin
menjadi dua. Ketegangan semakin memuncak ketika timbul krisis keuangan di Kuba
Tujuan didirikan GNB:
1) Tujuan ke dalam
Mengusahakan kemajuan dan pengembangan ekonomi, sosial dan politik yang jauh
tertinggal dari negara-2 maju
2) Tujuan ke luar
Berusaha meredakan ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur menuju perwujudan
dunia yang tertib, aman, dan damai
Prinsip yang mendasar dari GNB yaitu memperhatikan kolonialisme dan negara superpower
Kelima prinsip GNB
1) Tidak berpihak kepada blok siapapun
2) Berpihak kepada perjuangan anti kolonialisme
3) Menolak ikut serta dalam berbagai bentuk aliansi militer
4) Menolak aliansi bilateral dengan negara superpower
5) Menolak pendirian basis militer negara superpower di wilayah masing-2
KEPENDUDUKAN

Kepadatan penduduk yang berbeda antar pulau-2 di Indonesia dan penyebabnya


Penyebab kepadatan penduduk yang berbeda antar pulau-pulau di Indonesia:
1) Tingkat kesuburan tanah yang beragam.
2) Bentuk fisiografis wilayah.
3) Ketersediaan bermacam-macam SDA Hayati maupun Nonhayati.
4) Keamanan dan kenyamanan wilayah.
5) Kebudayaan dan adat istiadat masyarakat setempat.

PERDAGANGAN DAERAH
Komoditas perdagangan daerah-2 di Indonesia
Jenis komoditas yang diperdagangkan antarpulau di Indonesia meliputi hasil hutan, pertanian, dan
industri.
a) Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan
Meliputi: padi, hasil pertanian hortikultur, gula, tebu, karet, minyak sawit, padi, palawija,
seperti kedelai, jagung, dan ubi.
Sebagian besar komoditas hasil pertanian sawah dan hortikultur, seperti sayuran dan buah-
buahan dihasilkan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, produk pertanian dijual ke wilayah Kalimantan,
Sulawesi, Maluku, dan Papua. dan sebagian lagi dijual untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Komoditas kelapa sawit banyak dihasilkan dari kawasan pantai dan dataran rendah
Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Bahan mentah industri agraris tersebut dikirim ke
Pulau Jawa untuk diolah menjadi minyak sawit (palm oil), kemudian didistribusikan
kembali ke seluruh wilayah tanah dan sebagian di ekspor ke luar negeri.

b) Beberapa jenis komoditas perdagangan dalam negeri hasil pertanian lainnya adalah sebagai
berikut :
 Gula tebu dihasilkan dari Pulau Jawa dan disebarkan ke wilayah-wilayah di tanah air.
 Kopra dihasilkan dari Sulawesi dan disalurkan ke beberapa wilayah tanah air, terutama
Pulau Jawa untuk kebutuhan industri minyak goreng dan sabun. Setelah menjadi
produk aneka industri, kemudian dijual ke wilayah lain di Indonesia.
 Komoditas hasil sektor peternakan, seperti sapi, kuda, dan babi terutama berasal dari
Sumatra Utara, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, dan Papua. Sedangkan sapi
perah dan unggas terdapat di Pulau Jawa.
 Pabrik pengolahan karet pada umumnya terdapat di Pulau Jawa sehingga karet mentah
yang dihasilkan di luar Pulau Jawa pada umumnya dikirim ke Pulau Jawa untuk diolah
menjadi produk setengah jadi dan produk jadi, kemudian disalurkan ke seluruh
wilayah tanah air.

c) Komoditas Hasil Hutan


 Komoditas perdagangan hasil hutan meliputi kayu, getah, dan rotan. Pulau yang
menghasilkan banyak kayu adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Jenis kayu yang
menjadi andalan pulau-pulau tersebut antara lain kamper, meranti, kayu ulin, dan
eucaliptus. Pangsa pasar utama produk kehutanan dari pulau-pulau tersebut adalah
Pulau Jawa serta untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

d) Komoditas Hasil Pertambangan dan Industri


 Komoditas perdagangan hasil pertambangan terutama berasal dari luar Pulau Jawa,
seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Komoditastersebut dijual ke Pulau
Jawa sebagai bahan baku dan sumber energi untuk keperluan industri atau langsung di
ekspor ke luar negeri.
AKTIVITAS PENDUDUK

Aktivitas penduduk menurut kondisi geografisnya


A. Geografis pantai:
 umumnya bekerja sebagai nelayan, penjual jasa wisata, sektor perikanan dan perkebunan
kelapa.
 pola pemukiman memanjang/linear.

B. Geografis dataran rendah:


 penduduk biasanya bekerja pada sektor pertanian, ladang dan bentuk pertanian lain, dan
sektor-sektor lain biasanya lebih cepat berkembang seperti transportasi, industri, dan
perdagangan karena seringkali sebagai pusat mobilitas masyarakat umum.
 pola pemukiman campuran antara memanjang, memusat, atau menyebar.

C. Geografis dataran tinggi:


 penduduk di daerah ini umumnya bekerja dalam sektor perkebunan seperti teh, kopi, kina,
dan sayuran.
 pola pemukiman memusat.
KURVA PERMINTAAN / PENAWARAN
Menentukan harga pasar
Harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan
dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil
kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan
yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan
ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan
harga

Kurva keseimbangan

KONDISI GEOGRAFIS

Aktivitas penduduk dalam menggunakan transportasi menurut kondisi geografisnya:


A. Geografis perairan (laut, danau, sungai): transportasi air seperti perahu dan sampan
(perdagangan); kapal ferri (prasarana pariwisata).

B. Geografis dataran rendah: transportasi darat seperti mobil, bus, kereta api (mobilitas umum dan
pariwisata).

C. Geografis dataran tinggi dan pegunungan: transportasi udara seperti helikopter atau pesawat
terbang (pendistribusian barang kebutuhan dan prasarana pariwisata).
PEMERINTAHAN KOLONIALISME

Kebijakan2 yang berlaku selama pemerintahan Kolonialisme


(Kebijakan Rafles, Daendels, Van den Bosch)

A. Van den BoschAturan sistem tanam paksa


 Setiap penduduk wajib menyerahkan seperlima dari lahangarapannya untuk ditanami
tanaman wajib yang berkualitas ekspor.
 Tanah yang disediakan untuk tanah wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
 Hasil panen tanaman wajib harus diserahkan kepada pemerintah kolonial. Setiap kelebihan
hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat
 Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib tidak boleh melebihi
tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menanam padi atau kurang lebih 3 bulan.
 Mereka yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 66 hari atau seperlima tahun di
perkebunan pemerintah.
 Jika terjadi kerusakan atau kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah (jika
bukan akibat kesalahan petani).

B. DaendelsKerja Rodi untuk membangun jalan Anyer-Panarukan. ; Jalan Pos ; jalan kereta api
; dan bangunan lainnya

C. RafflesSewa Tanah , pajak uangg


1) Bidang Pemerintahan
 Pula jawa dibagi menjadi 18 keresidenan (sistem ini berlangsung sampai dengan tahun
1964)
 Sistem pemerintahan dikuasai oleh pemerintahan kolonial yang bercorak barat, padahal
sebelumnya masih dikuasai oleh orang-orang pribumi.
 Bupati bupati atau penguasa pribumi dicopot dari jabatannya
 Sistem juri digunakan dalam pengadilan

2) Bidang Ekonomi dan Keuangan


 Petani diberi kebebasan untuk menana tanaman ekspor, dan pemerintah berkewajiban
untuk membuat pasar untuk memancing petani agar menanam tanaman ekspor yang
mana tanaman ekspor yang ditanam adalah tanaman yang banyak memberi keuntungan.
 Pajak hasil bumi atau contingenten beserta sistem penyerahan wajib dihapus, pajak dan
sistem ini sudah diterapkan sebelumnya mulai pemerintahan VOC.
 Menerapkan sewa tanah (landrent), yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial.
Pajak ditarik secara perorangan.

3) Bidang hukum
 Dibandingkan dengan sistem peradilan yang ada pada jaman Daendelels, sistem
peradilan milik Rafles lebih baik. Alasannya adalah sistem peradilan daedels
beroarientasi kepada ras atau warna kulit, sementara pada Rafles berorientasi pada
besar kecilnya kesalahan (perbuatan).

4) Bidang Sosial
 Kerja rodi atau kerja paksa dihapuskan, perbudakan juga dihapus. Akan tetapi
kenyataannya ia melanggar peraturan yang ia buat sendiri yaitu dengan melakukan
kegiatan yang bisa dibilang sama dengan perbudakan.
PERGERAKAN NASIONAL
Macam2 Pergerakan Nasional berdasarkan organisasi politik, sosial, kedaerahan

Organisasi Pergerakan Nasional bersifat kedaerahan:


1. Jong Java
2. Jong Sumatera
3. Jong Ambon
4. Jong Minahasa
5. Jong Cilebes

Organisasi Pergerakan Nasional bersifat politik


1. Indische Partij
2. Perhimpunan Indonesia / PI
3. Partai Komunis Indonesia / PKI
4. Partai Nasional Indonesia / PNI

Organisasi Pergerakan Nasional bersifat sosial


1. Putera
2. Gerakan 3A
3. Jawa Hokokai
4. Masyumi
SUMBER DAYA ALAM

Dampak positif / negatif manusia dalam memanfaatkan SDA melalui sistem terrasering / tumpang
sari / pembakaran hutan:
A. Terrasering/Sengkedan:
Dampak Positif:
1) Sebagai lahan konservasi dan lahan pertanian.
2) Mencegah longsor dengan menambah daerah resapan air.
3) Mengurangi tingkat kecuraman lereng.
4) Memperlambat kecepatan air.
5) Dapat dijadikan lahan datar.

Dampak Negatif:
1) Mengubah bentuk asli lahan miring.
2) Membutuhkan keterampilan dan alat khusus untuk membuatnya.

B. Tumpang Sari:
Dampak Positif:
1) Regenerasi buatan terhadap hutan dapat dicapai dengan biaya murah.
2) Masalah pengangguran dapat diatasi.
3) Membantu pemanfaatan lahan secara maksimal.
4) Metode pembangunan hutan tanaman dengan biaya rendah.
5) Dalam setiap hal menguntungkan perusahaan/instansi kehutanan.
6) Pertumbuhan gulma dan tumbuhan memanjat bisa dihilangkan.

Dampak Negatif:
1) Kehilangan kesuburan tanah dan terbukanya tumbuhan penutup tanah.
2) Bahaya berjangkit penyakit hutan.
3) Menimbulkan masalah-masalah hukum.
4) Tanah semakin rentan terhadap erosi yang dipercepat (acceleration erosion).
5) Sistem ini merupakan bentuk eksploitasi tenaga manusia.

C. Pembakaran Hutan/Ladang Berpindah:


Dampak Positif:
1) Secara instan/cepat memenuhi kebutuhan ladang kosong untuk ditanami.
2) Membutuhkan waktu untuk pelaksanaan yang tergolong cepat.

D. Dampak Negatif:
1) Terjadi banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
2) Terjadi penurunan drastis kesuburan tanah.
3) Terjadi perubahan iklim menjadi lebih kering.
4) Terjadi gangguan habitat satwa.
5) Terjadi penurunan biodiversitas.
BADAN USAHA

Ciri-2 badan usaha dari BUMN – BUMS – Koperasi


BUMN
1) Melayani kepentingan masyarakat umum
2) Dipimpin oleh seorang direksi/direktur
3) Mempunyai kekayaan sendiri dan bergerak di perusahaan swasta
4) Dikelola dengan modal pemerintah yang terpisah dari kekayaan negara
5) Pekerjanya adalah pegawai perusahaan swasta
6) Memupuk keuntungan untuk mengisi kas negara
BUMS
1) Modal usahanya dimiliki mutlak oleh pihak swasta
2) Pemegang dan pemilik usaha memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan yang
dilakukan secara hierarki dan fungsional
3) Fokus pada pencarian keuntungan yang maksimal
4) Pembagian modal didasarkan atas kepemilikan saham perusahaan
Koperasi
1) Sifat sukarela pada keanggotannya
2) Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi
3) Koperasi bersifat nonkapitalis
4) Kegiatannya berdasarkan pada prinsip swadaya (usaha sendiri), swakerta (buatan sendiri),
swasembada (kemampuan sendiri)
5) Perkumpulan orang
BENTUK-2 PASAR

Ciri dari pasar Monopoli- Monopolistis – Monopsoni – Oligopoli


Monopoli – suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar
1) Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual saja.
2) Barang atau jasa yang dihasilkan hanya dapat dibeli dipasar monopoli dan tidak terdapat
ditempat lain.
3) Barang yang diproduksi atau dijual tidak terdapat barang penggantinya.
4) Terdapat hambatan atau rintangan bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar
monopoli.
5) Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai harga barang keinginannya.
6) Karena sifat monopolinya menyebabkan perusahaan tidak memerlukan promosi atau ikan
untuk menawarkan produknya.
Contoh → produk Microsoft windows, PLN, PT KAI

Monopolistis – bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa
tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek
1) Terdapat banyak produsen/penjual
2) Adanya diferensiasi produk
3) Produsen dapat memengaruhi harga
4) Produsen dapat keluar-masuk pasar
5) Promosi penjualan harus aktif
Contoh → produk makanan ringan, nasi goreng, pensil, buku

Monopsoni – jenis pasar persaingan yang tidak sempurna yang di dalamnya hayna terdapat satu
pembeli tetapi banyak penjualnya
1) Hanya terdapat seorang pembeli
2) Pembeli umumnya bukanlah konsumen
3) Barang yg diperjualbelikan umunya merupakan bahan mentah
4) Tinggi rendahnya harga jual sangat ditentukan oleh keinginan pembeli
Contoh → peternak susu sapi perah yang hanya bisa menjual produknya ke koperasi terdekat,
pasar sayuran di daerah terpencil umumnya akan kesulitan menjual roduknya ke tempat lain

Oligopoli – pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai beberapa perusahaan
1) Terdapat beberapa penjual di pasar (umumnya <10) dengan banyak pembeli di pasar
2) Barang yang diperjualbelikan realtif homogen tapi terdiferensiasi
3) Penjual di pasar oligopoli memiliki kemampuan dalam menentukan harga karena adanya
perbedaan dari masing-masing produk yang ditawarkan
4) Masing-masing penjual bersaing sangat ketat dengan penjual lainnya
5) Produsen baru dapat memasuki pasat oligopoli ini walu sulit
6) Sistem harga kaku
Contoh →industri rokok, industri mobil, industri semen, jasa penerbangan
BENTUK SOSIALIS
Jenis-2 bentuk hubungan Assosiatif dan Dissosiatif

Asosiatif
 Kerja sama→persatuan partai-partai membentuk koalisi untuk pemilu
 Akomodasi→penyelesaian konflik melalui pihak ketiga netral
 Asimilasi→pasangan Jawa dan Batak menghasilkan keturunan baru
 Akulturasi→Masjid Kudus yang arsitekturnya menyerupai candi
Disosiatif
 Persaingan→persaingan dalam OSN
 Kontravensi→permasalahan pembedaan suku, agama, ras, dan budaya
 Pertentangan/ konflik sosial→demonstrasi massa di depan gedung DPR
LEMBAGA SOSIAL

Fungsi dari Lembagai sosial Keluarga, Agama, Politik, Pendidikan, Ekonomi


A. Lembaga Keluarga
 Reproduksi → melahirkan keturunan
 Sosioalisasi →penanaman nilai-nilai agar mampu beradaptasi dgn lingkungan masyarakat
 Proteksi→ memberikan perlindungan untuk anggota keluarga
 Ekonomi→ memenuhi kebutuhan anggota keluarga
 Afeksi→ memberikan kasih sayang yang sama kepada setiap anggota keluarga
 Kontrol→ mengontrol perilaku setiap anggota keluarga agar tetap sesuai dengan nilai-nilai
masyarakat

B. Lembaga Agama
 Bantuan terhadap pencarian identitas moral
 Memberikan penafsiran-penafsiran untuk membantu memperjelas keadaan lingkungan fisik
dan sosial seseorang
 Peningkatan kadar keramahan bergaul, kohesi sosial, dan solidaritas kelompok

C. Lembaga Politik
 Membentuk norma-norma kenegaraan berupa undang-undang yang disusun oleh legislative
 Melaksanakan norma yang telah disepakati bersama
 Memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan,
kesejahteraan, keamanan, dan sebagainya
 Mempertahankan kedaulatan suatu negara dari serangan bangsa lain
 Menumbuhkan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bahaya
 Menjalankan diplomasi untuk berhubungan dengan bangsa lain
 Fungsi laten/tersembunyi → menciptakan stratifikasi politik, parpol sebagai saluran
mobilitas, menimbulkan kesenjangan sosial, terjadinya perebutan kekuasaan di lingkungan
politik, terjadinya bentuk-bentuk penyalahguanan wewenang, menimbulkan pelapisan
sosial dalam masyarakat
 Fungsi manifest/nyata → memelihara ketertiban wilayah, menjaga kemanan, melaksanakan
kesejahteraan umum, melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan
badan legislative, melaksakan undang-undang yang telah disetujui, menyelesaikan konflik
ang terjadi antaranggota

D. Lembaga Pendidikan
 Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
 Memajukan kesejahteraan umum
 Mencerdaskan kehidupan bangsa
 Ikut melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial

E. Lembaga Ekonomi
 Memproduksi barang dan jasa yg dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat
 Mengatur pendistribusian barang atau jasa kepada masyarakat yang membutuhkan
 Mengatur penggunaan atau pemakaian barang atau jasa dalam kehidupan masyarakat
MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

Dampak positif / negatif kebijakan Jepang dalam bidang politik, sosial, ekonomi

A. Dampak Positif Pendudukan Jepang


1. Bidang Politik
 Melarang penggunaan Bahasa Belanda dan memperbolehkan Bahasa Indonesia sebagai
bahasa pengantar.
 Dibentuknya badan persiapan kemerdekaan Indonesia, yaitu BPUPKI dan PPKI. Dengan
kemunculan badan persiapan ini, muncullah ide Pancasila.
 Mendukung semangat Anti-Belanda, sehingga secara tidak langsung Jepang ikut
mendukung semangat jiwa nasionalisme Indonesia.
 Memberi kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk ikut serta dalam pemerintahan politik.

2. Bidang Ekonomi
 Didirikannya koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
 Diperkenalkannya sistem baru bagi pertanian yaitu line system. Sistem ini akan
memberikan pengaturan bercocok tanam yang efisien sehingga akan meningkatkan
produksi pangan.

3.Bidang Sosial
 Mulai berkembangnya tradisi kerja bakti massal melalui kinrohosi.
 Munculnya sikap persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah di Indonesia.
 Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang
menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.
 Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu Tonarigami atau Rukun
Tetangga (RT).

B. Dampak Negatif Pendudukan Jepang


1. Bidang Politik
 Dilarangnya kegiatan politik dan dibubarkannya organisasi politik yang ada.
 Dilarangnya segala jenis rapat dan kegiatan politik.

2. Bidang Ekonomi
 Jepang mengeksploitasi SDA dan SDM untuk kepentingan perang.
 Jepang mengmbil secara paksa makanan, pakaian dan pembekalan lainnya dari rakyat
Indonesia tanpa kompensasi.
 Terjadinya inflasi dan krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan rakyat.
 Terputusnya hubungan antar daerah akibat dari self sufficiency.
 Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang sehingga seluruh potensi SDA dan
bahan mentah lainnya digunakan untuk mendukung industri perang.
 Penerapan sanksi yang berat oleh Jepang dengan menerapkan sistem ekonomi secara ketat.
 Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah
sendiri dan menunjang kegiatan perang).

3. Bidang Sosial
 Adanya praktik perbudakan wanita (yugun ianfu). Banyak wanita muda Indonesia yang
digunakan sebagai wanita penghibur bagi perang Jepang.
 Kegiatan romusha yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat.
 Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independent dan pengawasan berada di
bawah pengawasan Jepang.
 Terjadinya kondisi yang parah dan maraknya tindak kriminal seperti perampokan,
pemerkosaan dan lain-lain.
PERISTIWA RENGAS DENGKLOK
Kronologis peristiwa Rengas Dengklok. Tokoh-2 yang berperan dalam peristiwa itu (gambar)

Diculiknya Soekarno dan Hatta oleh golongan muda ke Rengasdengklok


Latar belakang:
 Adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua tentang
pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia
 Golongan muda ingin secepatnya mendeklarasikan kemerdekaan indonesia sedangkan
golongan tua menunggu pemerintah jepang
Tujuan:
 Menjauhkan Soekarno dari pengaruh Jepang
 Mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia

Tokoh-tokoh golongan muda:

Sukarni Chaerul Saleh Wikana Aidit

Tokoh-tokoh golongan tua

Soekarno Moh. Hatta Achmad Soebarjo


PERISTIWA PROKLAMASI
Nilai-nilai perjuangan proklamasi kemerdekaan dalam pembangunan nasional

 Nilai persatuan dan kesatuan


 Nilai rela berkorban
 Nilai kemanusiaan
 Nilai mufakat musyawarah
 Nilai saling menghargai
 Nilai cinta tanah air
Bentuk bentuk perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan
a. Perjuangan Fisik ( Peristiwa Bandung lautan Api, Pertempuran b.
Surabaya,PalaganAmbarawa, Medan Area, Perang Margarana/ Puputan dll)
b. Perjuangan Diplomasi ( Perundingan linggar jati, Renville, Roem-Royen, KMB )
Tokoh proklamasi
Ir. Soekarno. Membaca teks Proklamasi dan menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia
Drs. Mohammad Hatta. Mendampingi Ir. Soekarno pada waktu pembacaan teks proklamasi dan
ikut menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bersama Ir. Soekarno.
Ibu Fatmawati (Istri Ir. Soekarno). Menjahit Sang Saka Merah Putih.
Ahmad Soebarjo. Merumuskan teks proklamasi.
Latief Hendraningrat. Pengibar Sang Saka Merah Putih.
Sayuti Melik. Mengetik Naskah Proklamasi

ISI PERJANJIAN CIVIL AFFAIRS AGREMENT

Perjanjian rahasia antara Sekutu ( Inggris) dengan Belanda yg berisi Sekutu diam diam akan
membentu NICA untuk menguasai kembali Indonesia sebaliknya Belanda membantu Sekutu
mengadakan operasi militer di Indonesia

Ir. Soekarno Drs. Moh. Hatta Fatmawati Achmad Soebarjo

Sayuti Melik Latif Hendaraningrat


TENAGA KERJA
Usaha pemerintah mengatasi ketenaga kerjaan di Indonesia khususnya pengangguran

 Menciptakan lapangan pekerjaan


 Meningkatkan kualitas tenaga kerja
 Mengadakan proyek magang bagi calon tenaga kerja
 Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja
 Pengembangan sektor informal
 Pengembangan program transmigrasi
 Meningkatkan investasi
KERJASAMA INTERNASIONAL

Kerjasama Regional, Kerjasama Internasional di dalam naungan PBB, di luar naungan PBB
A. Jenis-jenis Kerjasama Regional :
Di bidang ekonomi
 Uni Eropa
 APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
 ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)
 NAFTA (North America Free Trade Area)
 AFTA (Asean Free Trade Area)
B. Kerjasama Internasional di dalam naungan PBB :
 IMF
Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) adalah lembaga keuangan
internasional di bawah naungan PBB yang didirikan untuk menciptakan stabilitas sistem
keuangan internasional.
 World Bank
Bank Dunia (World Bank) atau Bank Pembangunan dan Pengembangan Internasional
didirikan untuk memecahkan masalah moneter dan keuangan lainnya.
 WTO
 Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization-WTO) merupakan organisasi
internasioanal yang bertugas untuk menata dan menfasilitasi lalu lintas perdagangan
antarnegara serta mengatasi perselisihan perdagangan antarnegara.
 FAO
Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization- FAO)untuk
meningkatkan jumlah dan mutu pangan serta menyelenggarakan persediaan bahan makanan
dan produksi agraris internasional.
a) IFC
IFC (International Finance Cooperation) merupakan organisasi kerja sama di bidang
keuangan dan merupakan bagian dari Bank Dunia. IFC memberikan pinjaman kepada
pengusaha-pengusaha swasta serta membantu mengalihkan investasi luar negeri ke negara-
negara yang sedang berkembang.
b) UNDP
UNDP (United Nations Development Program) adalah badan PBB yang memberikan
sumbangan untuk membiayai program-program pembangunan terutama bagi negara-negara
berkembang.
c) UNIDO
UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) merupakan organisasi
pembangunan industri PBB untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara
berkembang, yaitu dengan memberikan bantuan teknis, program-program latihan,
penelitian, dan penyediaan informasi.

C. Kerjasama Internasional diluar naungan PBB


d) OPEC
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization Petrolium Exporting
Countries-OPEC) untuk Memenuhi Kebutuhan Minyak dunia dengan prinsip saling
menguntungkan, mengatur pemasaran minyak sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak
sehat sesama anggota OPEC, menentukan jumlah produksi minyak dunia.
e) OECD
(Organization for Economic Cooperation and Development) merupakan organisasi yang
bergerak di bidang kerja sama ekonomi dan pembangunan. Tujuan OECD pada awalnya
membantu memajukan produksi, kesempatan kerja, dan pendapatan nasional negara
anggotanya. Kemudian, organisasi ini berkembang menjadi suatu organisasi penelitian
ilmiah dan perundingan masalah ekonomi.
f) IGGI dan CGI
IGGI (Inter Government Group on Indonesia) merupakan gabungan negara-negara industri
maju yang dibentuk dengan tujuan memberikan bantuan pinjaman kepada Indonesia dengan
syarat lunak. Indonesia menerima bantuan dari IGGI sejak tahun 1967. Pada tanggal 25
Maret 1992, IGGI dibubarkan karena Belanda sebagai ketua dianggap terlalu mencampuri
urusan dalam negeri Indonesia. Sebagai penggantinya, dibentuklah CGI (Consultative
Group for Indonesia).
LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Upaya melestarikan lingkungan hidup
1) Pengelolaan SDA yang maksimal
a) Berdasarkan pasal 33 ayat 3 dari UUD 1945,”Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung
didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.”Maka pemanfaatan dan pengelolaan SDA haruslah dilakukan secara terencana dengan
hasil maksimal dan meminimalkan kerugian
b) Optimalisasi sumber daya alam dapat berupa pemanfaatan sumber daya alam dengan cara
mengambil kekayaan alam secara menyeluruh dengan memaksimalkan keuntungan dan
meminimalkan resiko kerugian, demi kepentingan negara dan rakyat, tetapi tetap
memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam tersebut dikemudian hari
c) Mengolah sumber daya alam harus berdasar prinsip-prinsip berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan.
d) Berwawasan lingkungan artinya mempertimbangkan kelestarian dan jangan sampai
menimbulkan akibat negatif bagi lingkungan hidup.
e) Berkelanjutan, artinya pengolahan sumber daya alam jangan sampai punah, perlu dipikirkan
kelanjutannya
f) Dalam arahan jangka panjang GBHN tertuang bahwa “Bangsa Indonesia menghendaki
keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia serta
lingkungan alam sekitarnya”, dengan demikian jelas bahwa manusia dalam berinteraksi
dengan alam harus mengarah pada pembangunan jangka panjang
g) Kerusakan Sumber Daya Alam Kerusakan sumber daya alam ditandai dengan terjadinya
degradasi lingkungan sehingga mengakibatkan kerusakan sumber daya alam. Degradasi ialah
penurunan kualitas atau penurunan daya dukung lingkungan akibat dari aktivitas/kegiatan
manusia (antropogenic) ataupun alami.
h) Pembangunan Berwawasan Lingkungan

2) Pengelolaan SDA yang lestari


a) Sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dengan tetap
memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
b) Lestari yang dimaksud disini adalah upaya pengelolaan sumber daya alam beserta
ekosistemnya dengan tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya. Jadi, prinsip lestari adalah
segala daya upaya yang dilakukan untuk menjaga sumber daya alam yang ada, tetap ada, baik
dilihat dari sifatnya maupun dari bentuknya.
PENYIMPANGAN SOSIAL
Bentuk-2 penyimpangan sosial beserta contohnya

Berdasarkan kadar penyimpangan


 Penyimpangan primer – penyimpangan ringan, bersifat temporer. Contoh : seseorang
menerobos lampu merah karena terburu-buru
 Penyimpangan sekunder – penyimpangan berat, biasanya dilakukan oleh seseorang secara
berulang-ulang dan terus menerus meskipun sudah dikenai sanksi. Contoh : pembunuhan,
perampokan, pencurian
Berdasarkan pelaku penyimpangan
 Penyimpangan individu – perorangan, tanpa campur tangan orang lain. Contoh : pejabat
yang korupsi, anak yang durhaka terhadap orang tua
 Penyimpangan kelompok – dilakukan orang secara bersama-sama melakukan tindakan
yang menyimpang. Contoh : pesta narkoba, perkelahian massal antarkelompok
 Penyimpangan campuran – penyimpangan individu yang lama-lama dapat mempengaruhi
orang lain sehingga ikut melakukan tindakan menyimpang. Contoh : sindikat narkoba,
sindikat uang palsu, demonstrasi yang berkembang menjadi amuk massa
Berdasarkan tempatnya
 Penyimpangan social dalam keluarga ( contoh melawan orang tua)
 Penyimpangan social di sekolah ( contoh nyontek, melawan guru dll)
 Penyimpangan social di Masyarakat ( contoh tawuran, kriminalitas)
9 VALAS

Menghitung nilai valas


a) Kurs beli (valas→rupiah)
b) Kurs jual (rupiah →valas)

NEGARA MAJU

Karakteristik negara maju


Karakteristik negara Indonesia untuk menjadi negara maju
Karakteristik negara maju
 Angka Pengangguran Rendah
 Pendapatan Perkapita Tinggi
 Pesatnya Kemajuan di Bidang Iptek
 Jasa dan industri menjadi tumpuan utama perekonomian
 Budaya Disiplin Tinggi
 Pendidikan Yang Baik dan Merata
 Laju Pertumbuhan Rendah

Karakteristik negara Indonesia untuk menjadi negara maju


 Lokasi yang strategis
 Cadangan SDA melimpah
 Jumlah tenaga kerja yang besar
 Sarana transportasi memadai

DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI TERPIMPIN

Perubahan politik di masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin


Demokrasi Liberal (1950 - 1959) :
 Diberlakukan Konstitusi RIS dan Indonesia dibagi dalam beberapa negara bagian.
 Sistem pemerintahan yang dianut adalah Demokrasi Parlementer. Pemerintahan dijalankan
oleh perdana menteri dan presiden hanya sebagai lambang.
 Karena rakyat banyak yang menolak RIS, pada 17 Agustus 1950 Soekarno menyatakan
kembali ke Negara Kesatuan pada UUDS 1950.
 Adanya kabinet-kabinet yang cepat berganti sehingga pembangunan tidal berjalan dengan
lancar dan masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongan.
 Demi menyelamatkan negara maka presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Demokrasi Terpimpin / Orde Lama (1959 - 1965)


 Pembentukan MPRS berdasarkan penetapan Presiden No. 2 Tahun 1959
 Kedudukan Presiden dibawah MPR
 Pembubaran DPR dan pembentukan DPR-GR
 Pembentukan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara)
 Pembentukan front nasional
 Pembentukan kabinet kerja
 Ada ajaran resopim (revolusi, sosialisme Indonesia, dan pimpinan nasional) bertujuan
untuk memperkuat kedudukan Presiden Soekarno
 Penyatuan TNI dan Polri
 Penyederhanaan partai, dari 28 partai menjadi 11 partai berdasarkan keputusan presiden
No. 7 Tahun 1959
 Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom. Ada tuntutan KAMI dan KAPPI yaitu Tritura
(Tiga Tuntutan Rakyat)
 Indonesia keluar dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
 Politik konfrontasi nefo dan oldefo
 Politik konfrontasi Malaysia
 Politik mercusuar

Penyimpangan politik luar negeri yang timbul di jaman Demokrasi Terpimpin


1. Indonesia membagi kekuatan politik dunia menjadi dua. Nefo dan Oldefo
2. Membentuk poros Jakarta-Peking.
3. Indonesia melaksanakan Politik Mercusuar
4. Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa
5. Konfrontasi dengan Malaysia

Penyimpangan pemerintahan di jaman Demokrasi Terpimpin


1. Pembentukan MPRS
2. Kedudukan Presiden seumur hidup
3. Pembubaran DPR dan pembentukan DPR GR
4. Pembentukan DPAS
5. Pembentukan Front Nasional
6. Pembentukan Kabinet Kerja
7. Ada ajaran Resopin
8. Penyatuan TNI Dan Polri

DEMOKRASI LIBERAL

Sebab timbulnya pencetusan Dekrit Presiden 5 Juli 1959


Isi Dekrit Presiden 1959

Gagalnya usaha untuk kembali ke UUD 1945 melalui Dewan Konstituante dan rentetan peristiwa-
peristiwa politik selama masa Demokrasi Liberal mencapai klimaksnya pad bulan Juni 1959
sehingga akhirnya mendorong Presiden Soekarno untuk sampai kepada kesimpulan bahwa telah
muncul suatu keadaan kacau yang membahayakan kehidupan negara. Atas kesimpulannya tersebut,
Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959, dalam suatu acara resmi di Istana Merdeka,
mengumumkan Dekrit Presiden mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD
1945 dalam kerangka sebuah sistem demokrasi yakni Demokrasi Terpimpin.

Isi Dekrit Presiden


1) Pembubaran Dewan Konstituante
2) Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlaku kembalinya UUD 1945
3) Pembentukan MPRS dan DPAS
PASCA KEMERDEKAAN

Faktor-faktor yang mendorong lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959


 Anjuran untuk kembali kepada UUD 1945 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante.
 Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugasnya karena sebagaian besar
anggotanya telah menolak menghadiri sidang.
 Kemelut dalam Konstituante membahayakan persatuan, mengancam keselamatan negara
dan merintangi pembangunan nasional.

Isi Dekrit Presiden


1) Pembubaran Konstituante
2) Berlakunya kembali UUD 1945
3) Pembentukan MPRS dan DPAS

PASCA KEMERDEKAAN

Bentuk2 perjuangan Indonesia dalam memperebutkan Irian Barat


A. Perjuangan Merebut Irian Barat melalui Diplomasi
Sekalipun pada tanggal 17 Agustus 1950 terjadi perubahan ketatanegaraan di Indonesia dari
RIS menjadi NKRI, tetapi masalah Irian Barat belum terselesaikan. Berikut ini beberapa
langkah diplomasi dalam penyelesaian Irian Barat.
 Tanggal 4 Desember 1950 diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda. Dalam
konferensiituIndonesia mengusulkan agar Belanda menyerahkan Irian Barat secara de jure.
Namunditolak oleh Belanda.
 Pada bulan Desember 1951 diadakan perundingan bilateral antara Indonesia dan Belanda.
Perundingan ini membahas pembatalan uni dan masuknya Irian Barat ke wilayah NKRI,
namun gagal.
 Pada bulan September 1952, Indonesia mengirim nota politik tentang
perundinganIndonesia Belanda mengenai Irian Barat, namun gagal.
 Perjuangan Diplomasi Tingkat Internasional
 Dalam Konferensi Colombo bulan April 1954, Indonesia memajukan masalah Irian
Barat. Indonesia berhasil mendapat dukungan.
 Pada tahun 1954 Indonesia mengajukan masalah Irian Barat dalam sidang PBB.
Namun mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan yang kuat.
 Dalam KAA tahun 1955 Indonesia mendapat dukungan dalam masalah Irian Barat.
Hingga tahun 1956, perundingan antara Indonesia dan Belanda mengenai masalah
Irian Barat mengalami kegagalan. Karena mengalami kegagalan dan tidak ada itikad
baik dari Belanda untuk menyelesaikannya, maka pemerintah Indonesia mengambil
jalan konfrontasi.

B. Perjuangan merebut Irian Barat melalui Konfrontasi


Pemerintah Indonesia secara bertahap mulai mengambil langkah yang konkrit dalam
pembebasan Irian Barat. Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui konfrontasi ekonomi,
politik, dan militer.
 Konfrontasi Ekonomi
Sejak tahun 1957 Indonesia melancarkan aksi konfrontasi dalam upaya pembebasan Irian
Barat. dengan tindakan-tindakan berikut.
1) Nasionalisasi de javasche Bank menjadi Bank Indonesia tahun 1951.
2) Pemerintah Indonesia melarang maskapai penerbangan Belanda (KLM) melakukan
penerbangan dan pendaratan di wilayah Indonesia.
3) Pemerintah Indonesia melarang beredarnya terbitan berbahasa Belanda.
4) Pemogokan buruh secara total pada perusahan-perusahaan Belanda di Indonesia yang
memuncak pada tanggal 2 Desember 1957.
5) Semua perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan mulai 5 Desember 1957
Pada saat itu juga dilakukan aksi pengambilalihan atau nasionalisasi secara sepihak
terhadap perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut
antara lain Netherlandsche Handel Maatscappij (NHM) menjadi Bank Dagang Negara,
Bank Escompto, dan percetakan de Unie.
Tindakan Indonesia yang mengambil alih seluruh modal dan perusahaan Belanda menimbulkan
kemarahan Belanda, bahkan negara-negara Barat sangat terkejut atas tindakan Indonesia tersebut.
Akibatnya hubungan Indonesia-Belanda semakin tegang, bahkan PBB tidak lagi mencantumkan
masalah Irian Barat dalam agenda sidangnya sejak tahun 1958.

 Konfrontasi Politik
Di samping melalui konfrontasi ekonomi, pemerintah RI juga melakukan konfrontasi
politik. Pada tahun 1956 secara sepihak Indonesia membatalkan hasil KMB yang
dikukuhkan dalam UU No 13 tahun 1956. Kemudian untuk mengesahkan kekuasaannya
atas Irian Barat, maka pada tanggal 17 Agustus 1956 pemerintah Indonesia membentuk
Provinsi Irian Barat dengan ibukotanya Soa Siu. Wilayahnya meliputi wilayah yang
diduduki Belanda serta daerah Tidore, Oba, Weda, Patani, dan Wasile. Gubernurnya yang
pertama adalah Zainal Abidin Syah. Selanjutnya dibentuk Partai Persatuan Cenderawasih
dengan tujuan untuk dapat segera menggabungkan wilayah Irian Barat ke dalam RI.
Pada tanggal 4 Januari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat
(FNPIB). Tujuannya untuk mengerahkan massa dalam upaya pembebasan Irian Barat. Ketegangan
Indonesia-Belanda makin memuncak ketika Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan
Belanda pada tanggal 17 Agustus 1960.

 Konfrontasi Militer
Untuk meningkatkan perjuangan, Dewan Pertahanan Nasional merumuskan Tri Komando
Rakyat (TRIKORA) yang dibacakan Presiden Soekarno tanggal 19 Desember 1961 di
Yogyakarta.
Berikut ini isi lengkap Trikora.
1) Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan colonial Belanda
2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan
tanah air dan bangsa
Berikut ini tugas Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.
1) Merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi-operasi militer.
2) Menciptakan daerah bebas secara defacto atau mendudukkan unsur kekuasaan RI di Irian Barat.
Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, maka Panglima Mandala menyusun strategi Panglima
Mandala.

Berikut ini tahapan-tahapan dalam strategi Panglima Mandala tersebut.


1) Sampai tahun 1962, fase infiltrasi dengan memasukkan 10 kompi sekitar sasaran tertentu
2) Awal tahun 1963, fase eksploitasi dengan mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer
lawan, dan menduduki semua pos pertahanan musuh.
3) Awal tahun 1964, fase konsolidasi dengan mendudukkan kekuasaan-kekuasaan RI secara mutlak
di seluruh Irian Barat.

Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi peristiwa Laut Aru. Ketiga MTB yaitu MTB RI Macan Tutul,
MTB RI Harimau, dan MTB Macan Kumbang diserang oleh Belanda dari laut dan udara. Dalam
pertempuran tersebut, akhirnya MTB Macan Tutul bersama Kapten Wiratno dan Komodor Yos
Sudarso terbakar dan tenggelam. Dalam rangka konfrontasi, pemerintah mengadakan operasi
militer. Operasi militer yang dilaksanakan antara lain Operasi Serigala (di Sorong dan
Teminabuan), Operasi Naga (di Merauke), Operasi Banteng Ketaton (di Fak-Fak dan Kaimana),
dan Operasi Jaya Wijaya. Operasi yang terakhir dilaksanakan adalah Operasi Wisnumurti. Operasi
ini dilaksanakan saat penyerahan Irian Barat kepada RI tanggal 1 Mei 1963. Pada tanggal yang
sama Komando Mandala juga secara resmi dibubarkan.

 Pelaksanaan Pepera di Irian Barat


 Konfrontasi Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Barat mendapat perhatian dunia.
Badan PBB pun mulai menunjukkan perhatiannya dengan mengutus Ellsworth Bunker
(seorang diplomat Amerika Serikat) untuk menengahi perselisihan antara Indonesia dan
Belanda. Bunker mengajukan rencana penyelesaian Irian Barat yang terkenal dengan nama
Rencana Bunker.
Pemerintah RI menyetujui usul tersebut, namun Belanda menolaknya. Amerika Serikat yang
semula mendukung posisi Belanda, berbalik menekan Belanda agar mau berunding dengan
Indonesia. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1962, Belanda bersedia berunding dengan Indonesia.
Perundingan itu menghasilkan kesepakatan yakni Perjanjian New York.
Sebagai tindak lanjut dari Persetujuan New York, Sekjen PBB menunjuk Rolsz Bennet dari
Guatemala sebagai Gubernur UNTEA merangkap wakil Sekjen PBB di Irian Barat. Berdasar
Persetujuan New York tahun 1962, di Irian Barat diselenggarakan “act of free choice” atau
Penentuan Pendapat Rakyat (pepera). Dewan Musyawarah Pepera dengan suara bulat memutuskan
bahwa Irian Barat tetap merupakan bagian dari Republik Indonesia.

PERUBAHAN SOSIAL
Dampak positif / negatif dari perubahan sosial / modernisasi

Positif
 Munculnya nilai dan norma baru
 Adanya struktur dan hubungan sosial baru
 Adanya upaya mewujudkan kesetaraan gender
 Terjadinya diferensiasi structural
 Meningkatnya penguasaan IPTEK
 Masyarakat semakin menghargai waktu
Negatif
 Adanya disorientasi nilai dan norma
 Perubahan tingkah laku
 Budaya konsumtif yang semakin besar
 Berkembangnya sifat individualism
 Banyak pengangguran
 Adanya kesenjangan sosial

PERUBAHAN SOSIAL
Dampak positi / negatif dari modernisasi

Positif
 Terjadi perubahan sikap dan tata nilai → cara berpikir irasional menjadi rasional
 Berkembangnya IPTEK → memudahkan aktivitas dan mendorong berpikir lebih maju
 Memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik→ menaikan taraf hidup rakyat
 Meningkatnya efektivitas dan efisiensi

Negatif
 Pola hidup menjadi lebih konsumtif
 Sikap individualism
 Terjadi kesenjangan sosial-ekonomi yang tinggi
 Maraknya kriminalitas
 Gaya hidup kebarat-baratan (westernisasi)
 Ketergantungan pada teknologi
 Demoralisasi
 Pencemaran lingkungan
 Kenakalan remaja
Pengertian Gerakan Non Blok dan peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok di berbagai
bidang

Pengertian Gerakan Non Blok


Gerakan Non-Blok merupakan gerakan untuk tidak memihak salah satu blok kekuatan di dunia.
Peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok
- Indonesia merupakan salah satu negara pemprakarsa lahirnya GNB.
- Presiden Soekarno adalah satu dari lima pemimpin dunia yang mendirikan GNB;
- Presiden Indonesia Soekarno menjadi duta untuk menyampaikan keputusan KTT non blok I
kepada Presiden Amerika serikat John F. Kennedi.
- Indonesia menjadi penyelenggara dan ketua Gerakan Non Blok (GNB) dalam KTT GNB di
Jakarta pada bulan September 1992.
- Presiden Indonesia yang kedua Soeharto merintis dibukanya kembali Dialog Untara Selatan yang
telah lama mengalami pemutusan, yakni dalam KTT G-7 di Tokyo Jepang tahun 1993.
- Indonesia selalu mengusulkan dalam KTT GNB tentang kemajuan Ekonomi, penghapusan
penjajahan, dan kemurnian GNB tetap dipertahankan.
- Presiden Indonesia Soeharto menjadi pemimpin atau ketua GNB pada KTT X GNB di Jakarta di
tahun 1991.
- Indonesia mempunyai peran penting dalam meredakan ketegangan atau perpecahan di wilayah
bekas Yugoslavia pada tahun 1991.

Bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi dalam masa Demokrasi Terpimpin di berbagai


bidang
- Pembentukan MPRS
- Kekuasaan presiden tidak terbatas
- Pembubaran DPR dan pembentukan DPR-GR
- Pembentukan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara)
- Pembentukan front nasional
- Pembentukan kabinet kerja
- Ada ajaran resopim (revolusi, sosialisme Indonesia, dan pimpinan nasional) bertujuan untuk
memperkuat kedudukan Presiden Soekarno
- Penyatuan TNI dan Polri
- Penyederhanaan partai, dari 28 partai menjadi 11 partai berdasarkan keputusan presiden No. 7
Tahun 1959
- Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom. Ada tuntutan KAMI dan KAPPI yaitu Tritura (Tiga
Tuntutan Rakyat)
- Indonesia keluar dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
- Politik konfrontasi nefo dan oldefo
- Politik konfrontasi Malaysia
- Politik mercusuar