Anda di halaman 1dari 23

EVIDENCE BASED PRACTICE

“MANAJEMEN KECEMASAN WANITA HAMIL PADA


KELUARGA DENGAN TAHAPAN NEWLYWED”

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Stase Keperawatan Keluarga

Disusun oleh:
KELOMPOK 1

Annisa Noor Ramdhani 220112170515


Fahmi M Fatoni Dahjana 220112170536
Firmansyah Putra Fajar 220112170566
Hannifah Fitriani 220112170520
Rani Ayu Darmawan 220112170547
Siti Solihah 220112170538

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXV


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2018
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita yang
ada di Dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus
mendapatkan penatalaksanaan yang benar, karena hal ini bias mempengaruhi
morbiditas dan mortalitas ibu, hal tersebut terbukti dari angka kematian ibu
masih tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup dengan keadaan tersebut
memacu kita untuk memberikan penatalaksanaan yang benar pada saat
kehamilan. Kehamilan pertama merupakan kehamilan yang pertama kalinya
dirasakan oleh seorang ibu mulai dari ovulasi sampai partus (280 hari/40
minggu) (Saifudin, 2009., Syafrudin & Hamidah, 2009).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya
hamil normal adalah 280 hari 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari hari
pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan
pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari 4
bulan sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan 7 sampai 9 bulan.2,3
Penjelasan pada ibu kehamilan pertama, mengenai perubahan alat kandungan
sangatlah penting dan perlu karena masih banyak ibu Kehamilan pertama
belum mengetahui tentang perubahan pada diri mereka, baik alat kandungan
yang berada di dalam ataupun yang ada di luar. Maka dari itu peran dari bidan
sangatlah penting untuk menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada
tubuh ibu yang sedang hamil dan juga memberikan pelayanan kesehatan
Biopsikologis, sosial dan spiritual pada ibu hamil (Depkes, 2005., Saifudin,
2009., Sarwono, 2007).
Perubahan kondisi fisik dan emosional yang kompleks pada wanita hamil
memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses
kehamilan yang terjadi. Pada trimester pertama sering terjadi fluktuasi lebar
aspek emosional sehingga periode ini mempunyai resiko tinggi untuk terjadi
gangguan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Salah satu gangguan
psikologis adalah reaksi cemas yang ditandai dengan munculnya rasa cemas
dan ketakutan yang berlebihan, terutama sekali terhadap hal- hal yang masih
tergolong wajar (Depkes, 2005., Saifudin., 2009).
Kebijakan Departemen Kesehatan tahun 2002 dalam upaya penurunan
Angka Kematian Ibu (AKI) pada dasarnya mengacu kepada intervensi
strategis yang disebut dengan Empat Pilar Motherhood yaitu KB, ANC,
persalinan bersih dan aman, pelayanan pelayanan obstetri, dimana pilar kedua
adalah asuhan antenatal yang bertujuan untuk memantau perkembangan
kehamilan dan mendeteksi kelainan atau komplikasi yang menyertai
kehamilan secara dini dan ditangani secara benar. Kecemasan merupakan
reaksi normal terhadap perubahan lingkungan yang membawa perasaan yang
tidak senang atau tidak nyaman yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya
atau frustasi yang mengancam, membahayakan rasa aman, keseimbangan
atau kehidupan seorang individu atau kelompok biososialnya (Depkes, 2005.,
Notoatmojo., 2006).

1.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan Evidence Based Practice (EBP) manajemen ansietas


ibu pada masa kehamilan ini diantaranya adalah untuk:
1. Menambah referensi intervensi dalam menangani masalah pada ibu
hamil di masyarakat.
2. Mencari intervensi lain yang efektif untuk diaplikasikan pada kasus
pada ibu selama kehamilan di berbagai setting lingkungan (rumah sakit
dan komunitas).
3. Membantu masyarakat dalam mencegah dan mengatasi masalah pada
ibu dalam masa kehamilan.
BAB II
METODE REVIEW

Pencarian literature ini dilakukan dengan menggunakan mesin pencari


PubMed. Adapun keyword yang digunakan yaitu “pregnancy, anxiety,
management”. Pada pencarian literature, penyusun merancang kriteria inklusi dan
eksklusi. Kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini harus memenuhi
kriteria :

Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi


Publikasi artikel antara tahun 2013 – Artikel hanya tersedia dalam bentuk
2018 abstrak
Menggunakan Bahasa Inggris Metode penelitian dibawah level
randomize controlled trial
Metode penelitian minimal berbentuk Berbahasa Indonesia
randomize controlled trial
Penelitian dengan sample minimal 30 Sample penelitian dibawah 30 orang
orang
Publikasi artikel sebelum tahun 2013

Berdasarkan hasil pencarian literature terkait managemen kecemasan pada


wanita hamil, diperoleh hasil 125 hasil yang muncuul kemudian berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh enam artikel yang memenuhi
kriteria.

Hasil pencarian database 125

12 judul artikel yang diambil


6 judul artikel tidak sesuai
6 artikel yang sesuai kriteria
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Jurnal 1

(State-Trait Anxiety Levels During Pregnancy And Foetal Parameters


Following Intervention With Music Therapy)

Ketika wanita hamil mengalami stress dan kecemasan, kelenjar adrenal


pada tubuhnya dapat meningkatkan glukokortikoid, salah satunya adalah cortisol
sebagai respon dari kondisi tersebut (Sarkar et al., 2008), Talge et al., 2007).
Hormon ini dapat melewati placenta dan ditransmisikan pada janin. Respon
psikologis yang berlebihan ini dapat mengganggu perkembangan janin. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa janin dari ibu yang mengalami kecemasan yang
memanjang menunjukkan adanya penurunan sirkulasi serebral pada janin, serta
penurunan pola dan frekuensi jantung (Sjostrom et al., 1997, 2002). Selain itu,
banyak penelitian yang menujukkan tentang efektifitas dari terapi musik terhadap
kesehatan psikologis, manfaat untuk menurunkan stress dan kecemasan serta
depresi, serta dapat meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil.
Jurnal dengan judul “State-Trait Anxiety Levels During Pregnancy And
Foetal Parameters Following Intervention With Music Therapy” ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana efektifitas dari terapi music terhadap tingkat
kecemasan pada ibu hamil pada trimester 3. Populasi pada penelitian ini adalah
ibu hamil dengan usia kehamilan yang memasuki trimester 3 di Spanish Southeast
Hospital. Sample pada penelitian ini berjumlah 409 ibu hamil yang terbagi dalam
2 kelompok, yaitu kelompok intervensi (204 orang) dan kelompok non –
intervensi (205 orang). Seluruh sample ini didapatkan dengan cara random
sampling. Kecemasan diukur dengan menggunakan intrument Spielberger State-
Trait Inventory (STAI).
Dalam penelitian ini disebutkan bahwa kriteria music yang dapat
digunakan sebagai terapi untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil adalah
sebagai berikut :
1. Musik dengan beat < 80 beat per menit
2. Tidak memiliki nada yang dinamis atau ekstrim
3. Memiliki suara melodi yang lembut dan mengalir

Adapun prosedur yang dilakukan saat melakukan terapi music ini adalah sebagai
berikut :
1. Musik diperdengarkan dengan volume 60- 70 dB tanpa menggunakan
headphone
2. Musik diperdengarkan di ruangan yang tenang dan minimal gangguan
3. Memposisikan ibu hamil semi fowler
4. Musik diperdengarkan selama 40 menit setiap sesi. Mendengarkan music
dilakukan dalam 14 sesi, 3 kali dalam satu minggu dan pada hari yang
sama
(Musik dapat diakses melalui aplikasi Spotify pada link
https://open.spotify.com/album/6sjlOuaVeBsCgL3qUWn7mJ)

Setelah dilakukan intervensi, didapatkan data bahwa tingkat kecemasan pada


kelompok yang dilakukan intervensi secara signifikan lebih rendah daripada
kelompok yang tidak dilakukan intervensi. Dengan demikian, terapi music ini
dapat diaplikasikan sebagai salah satu terapi untuk menurunkan tingkat
kecemasan pada ibu hamil trimester 3, terutama pada keluarga dengan tahapan
newlywed dimana wanita pertama kali mengalami proses kehamilan dan rentan
mengalami kecemasan saat proses kehamilan atau menjelang kelahiran bayi.

Jurnal 2

(Group-based multicomponent treatment to reduce depressive symptoms in


women with co morbid psychiatric and psychosocial problems during
pregnancy: a randomized controlled trial)

Stres pada ibu hamil berdampak buruk pada janin yang dapat
mengakibatkan merusak perkembangan janin, yang mengarah ke BBLR, kelahiran
prematur dan perkembangan saraf jangka panjang pada bayi. Meningkatnya
kesadaran dampak negatif dari depresi pada ibu hamil maka menyebabkan
pengmebangan berbagai terapi psikososial dan psikologis untuk mengobati nya
dikarenakan risiko yang tidak diketahui apabila seorang ibu hamil mengkonsumsi
obat psikotropika (Rahman et al, 2013 ;. Stein et al, 2014.).

Peneliti menyusun sebuah treatment multikomponen berbasis kelompok


(GMT) dengan tujuan untuk mengurangi stres, kecamsan dan gejala depresi pada
wanita dengan komorbid kejiwaan dan psikososial. Perlakuan terdiri dari lima
komponen berikut: 1) evaluasi atau perawatan mingguan tujuan oleh seorang
perawat sosial kejiwaan, 2) psiko-pendidikan dengan seorang psikiater perinatal,
3) terapi perilaku kognitif (CBT) oleh seorang psikolog klinis, 4) terapi tubuh-
berorientasi oleh Bayi Kesehatan Mental Spesialis dan 5) terapi relaksasi oleh
terapis seni kreatif. Uintuk perawatan seperti biasa (TAU) terdiri dari frekuensi
rendah, sesi konseling individu disediakan oleh perawat psikiatri sosial atau
seorang dokter medis. Kedua perawatan disediakan di klinik rawat jalan dan
jumlah sesi didasarkan pada penilaian kebutuhan pasien.

Pada sampel yang telah diberikan intervensi terlihat sekitas 155 peserta
tidak ada perbedaan yang signifikan antara intervensi yang diberikan tratment
multikomponen berbasis kelompok (GMT) ataupun yang diberikan perawatan
biasa (TAU).akan tetapi GMT layak untuk klinis dengan sampel ibu hamil dengan
masalah komorbid kejiwaan dan psikososial.

Jurnal 3

(Effect of Integrated Yoga on Axiety, Depression & Well Being in Normal


Pregnancy)

Kehamilan adalah kondisi stres fisiologis yang unik, yang mengharuskan


adaptasi fisik, mental dan sosial. Eksperimen hewan dan penelitian pada manusia
menunjukkan bahwa kehamilan prenatal stres dikaitkan dengan peningkatan risiko
aborsi spontan, persalinan prematur, malformasi janin, dan retardasi pertumbuhan
asimetris. Kecemasan dan depresi adalah dua tanggapan umum untuk situasi yang
menuntut stres yang mungkin mempengaruhi perkembangan kehamilan yang
sehat seperti yang diamati oleh banyak peneliti. Bennett dkk melaporkan tingkat
prevalensi klinis depresi pada 7,4%, 12,8%, dan 12,0% untuk yang pertama,
kedua, dan ketiga trimester.

Intervensi yang sangat sederhana seperti pendidikan kesehatan,


memberikan informasi tentang manfaat dan risiko fisik prenatal, memotivasi
mereka untuk mempraktekkan perilaku kesehatan yang lebih baik. Salah satu
perilaku kesehatan selama kehamilan yaitu yoga. Yoga, dengan pendekatan
holistiknya, telah digunakan untuk mempromosikan kesehatan positif selama
berabad-abad di India. Beberapa uji klinis menyebutkan bahwa yoga dapat
meningkatkan Kualitas hidup dan mengurangi stres yang dibuktikan oleh
penurunan tingkat kecemasan, kadar kortisol serum dengan tingkat metabolisme
yang lebih rendah dalam yoga.

Penelitian ini dilakukan di India dengan tujuan untuk mempelajari pegaruh


yoga terintegrasi pada pengalaman kehamilan, kecemasan dan depresi di
kehamilan normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Prospective
Randomized Control Study dimana Sembilan puluh enam wanita hamil
primigravida di trimester kedua kehamilan mereka yang memenuhi kriteria
diseleksi secara acak untuk masuk ke kelompok yoga sebanya 51 orang dan
masuk kekelompok control sebanyak 45 orang. Penilaian pra dan pasca dilakukan
pada saat perekrutan (antara 18 dan 20 minggu kehamilan) dan pada minggu ke-
36. Kelompok yoga berlatih set khusus yoga yang terintegrasi. Kelompok kontrol
berlatih latihan antenatal standar. Kedua kelompok mempelajari praktik tersebut
dari instruktur terlatih dalam sesi 2 jam / hari (3 hari / minggu) selama satu bulan.
Selanjutnya, mereka melanjutkan praktik di rumah menggunakan kaset instruksi
pra-rekaman untuk satu jam setiap hari.

Setelah dilakukan penelitian terdapat perubahan signifikan pada kedua


kelompok terkait PEQ, kecemasan, dan depresi selama masa kehamilan. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa latihan rutin yoga terpadu pada trimester kedua dan
ketiga lebih efektif daripada latihan antenatal dalam mengurangi kecemasan,
depresi dan meningkatkan pengalaman kehamilan.
Jurnal 4
(A randomized controlled trial of the effectsof a stress management programme
during pregnancy)

Pada jurnal ini, enam puluh wanita primigravida di trimester kedua mereka
ditugaskan secara acak untuk menerima program manajemen stres 6 minggu ( N =
31) dengan intervensi pernapasan relaksasi dan otot progresif relaksasi, sedangkan
29 wanita dengan aktifitas seperti biasa. Kelompok intervensi diberi musik audio
dengan waktu 20 menit dan melakukan relaksasi nafas dalam mengambil nafas
panjang dan mengeluarkan napas dengan lambat yang dilakukan 1-2 kali
seminggu selama 6 minggu. Dievaluasi setiap satu minggu dengan media
telephone. Intervensi ini terbukti berhasil daripada managemen tanpa relaksasi.

Jurnal 5

(Effect of supervised exercise in groups on psychological well-being among


pregnant women at risk of depression (the EWE Study): study protocol for a
randomized controlled trial

Broberg, L., et al. (2017) melakukan protokol penelitian terkait pengaruh


latihan kelompok wanita hamil dengan riwayat depresi dan atau kecemasan saat
ini atau sebelumnya. Penelitian ini melibatkan sebanyak 300 respoden yang sesuai
kriteria inklusi. Kemudian, dibagi menjadi kelompok intervensi 150 responden
dan kelompok control 150 responden.
Latihan ini dilakukan selama 60 menit setiap 1 kali pertemuan, dalam 12
minggu. Latihan yang dilakukan berupa :
1. Pemanasan 10 menit : Berjalan dalam lingkaran: maju, mundur, dan ke
samping
2. Latihan ketahanan 20 menit : Latihan sepeda, treadmill
3. Latihan kekuatan dasar panggul 25 menit
4. Peregangan dan relaksasi 15 menit
Hasil yang ditemukan bahwa, latihan atau olahraga rutin terbukti efektif untuk
menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kualitas tidur.
Jurnal 6
BAB IV
MASALAH DALAM PENCARIAN LITERATURE DAN CARA
MENGATASI
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Hasil talaah dari beberapa artikel penelitian menunjukan bahwa intervensi-
intervensi yang diberikan untuk mengurangi kecemasan selama masa kehamilan
seperti terapi musik, treatmen multikomponen berbasis kelompok (GMT), yoga,
dan manajemen stres terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu
primigravida selama masa kehamilan. Terapi music dapat diaplikasikan sebagai
salah satu terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester 3,
terutama pada keluarga dengan tahapan newlywed dimana wanita pertama kali
mengalami proses kehamilan dan rentan mengalami kecemasan saat proses
kehamilan atau menjelang kelahiran bayi. Selain itu latihan rutin yoga terpadu
pada trimester kedua dan ketiga juga lebih efektif daripada latihan antenatal dalam
mengurangi kecemasan, depresi dan meningkatkan pengalaman kehamilan
terutama pada keluarga dengan tahapan newlywed dimana wanita pertama kali
mengalami proses kehamilan dan rentan mengalami kecemasan.

5.1 Rekomendasi
Bagi para perawat disarankan untuk dapat mengaplikasikan dan mennyampaikan
intervensi-intervensi yang telah terbukti secara empiris kepada klien dengan
tahapan newlywed dimana wanita pertama kali mengalami proses kehamilan dan
rentan mengalami kecemasan saat proses kehamilan atau menjelang kelahiran
bayi. Selain itu, proses pendidikan kesehatan juga diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan ibu dengan primigravida. Berikan saran juga kepada keluarga untuk
selalu memberi dukungan kepada klien selama maha kehamilannya.
BAB VI
LESSON LEARNED
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
No Judul Artikel Tujuan Populasi, Sampel Jenis Teori/ Konsep Variabel & Hasil Kekuatan Dan
& Penulis Penelitian & Teknik Penelitian Yang Menjadi Instrumen Kelemahan
Sampling Kerangka Penelitian
Pemikiran
1. State-Trait Untuk Populasi pada Randomize Ketika wainta Variabel : Setelah dilakukan Terapi music yang
Anxiety Levels mengetahui penelitian ini controlled hamil mengalami 1. Terapi intervensi, digunakan oleh
During efektivitas dari adalah ibu hamil trial stress dan music didapatkan data peneliti dapat
Pregnancy And terapi music dengan usia kecemasan, 2. Tingkat bahwa ibu hamil diaplikasikan
Foetal terhadap status kehamilan yang kelenjar adrenal kecemasan pada kelompok sebagai intervensi
Parameters kecemasan pada memasuki pada tubuhnya yang diberikan untuk
Following ibu yang sedang trimester 3 di dapat meningkatkan Intrument yang terapi music menurunkan
Intervention dalam masa Spanish Southeast glukokortikoid, digunakan secara signifikan tingkat kecemasan
With Music kehamilan Hospital. Sample salah satunya untuk memiliki skor pad ibu hamil
Therapy pada penelitian ini adalah cortisol mengukur kecemasan yang pada trimester 3.
berjumlah 409 ibu sebagai respon dari tingkat lebih rendah
Penulis : hamil yang terbagi kondisi tersebut kecemasan ibu dibandingkan Kelemahan dari
J. Garcıa dalam 2 kelompok, (Sarkar et al., hamil dengan kelompok penelitian ini
Gonzalez, M.I. yaitu kelompok 2008), Talge et al., menggunakan yang tidak adalah penelitian
Ventura intervensi (204 2007). Hormon ini Spielberger doberikan ini dilakukan
Miranda, M. orang) dan dapat melewati State-Trait intervensi dengan metode
Requena kelompok non – placenta dan Inventory (kelompok single blind, yang
Mullor, T. T. intervensi (205 ditransmisikan pada (STAI) control). diharapakan dapat
Parron Carreño, orang). Seluruh janin. Respon menggunakan
R. Alarcon sample ini psikologis yang Kelompok metode
Rodriguez didapatkan dengan berlebihan ini dapat intervensi : penyamaran
cara random mengganggu (OR=0.87; double blind atau
sampling. perkembangan p<0.001) triple blind untuk
janin. Beberapa meningkatkan
penelitian Kelompok control kualitas dari
menunjukkan : randomisasi.
bahwa janin dari (OR=3.5 and
ibu yang OR=0.81,
mengalami respectively;
kecemasan yang p<0.05).
memanjang
menunjukkan
adanya penurunan
sirkulasi serebral
pada janin, serta
penurunan pola dan
frekuensi jantung
(Sjostrom et al.,
1997, 2002). Selain
itu, banyak
penelitian yang
menujukkan
tentang efektifitas
dari terapi musik
terhadap kesehatan
psikologis, manfaat
untuk menurunkan
stress dan
kecemasan serta
depresi, serta dapat
meningkatkan
kualitas tidur pada
ibu hamil.

Group-based Untuk Populasi dalam Randomize Berdasarkan Variabel (GMT 155 peserta GMT bisa
multicomponent membandingkan penelitian ini controlled pengalaman klinis dan TAU) termasuk analisis- menjadi
treatment to efektivitas berjumlah 158 trial yang lama dan intertion-to-treat pengobatan yang
reduce treatment wanita hamil, mengandalkan Intrument (ITT). GMT tidak layak dengan
depressive multikomponen dengan jumlah komponen berbasis menggunakan unggul atas TAU sampel ibu hamil
symptoms in berbasis sampel 99 yang bukti dan Edinburgh berdasarkan terutama
women with co kelompok termasuk kedalam perawatan selama Depression keakuratan heterogen dengan
morbid dengan kriteria inklusi kehamilan, peneliti Scale (EDS) diperkirakan EDS depresi. Namun
psychiatric and perawatan biasa menggunakan menyusun sebuah dan Hamilton (β = 00:13, CI = - intervensi GMT
psychosocial teknik purposive treatment multi Depression 0,46 - 0,71, p = tidak unggul atau
problems during sampling komponen berbasis Rating Scale 0,67) dan skor sama saja dengan
pregnancy: a kelompok dengan (HDRs) HDRs (β = -0,39, TAU
randomized tujuan untuk C = -0,82 - 0,05, p
controlled trial mengurangi stress, = 0,08) pada 6
kecemasan dan minggu setelah
(Leontien M gejala depresi pada melahirkan. Tidak
Van Ravesteyn, wanita dengan ada perbedaan
Astrid M koemobid kejiwaan hasil sekunder
Kamperman, dan masalah antara UTC dan
Tom AJ psikososial dengan TAU, atau antara
Schneider, fokus khusus pada kondisi acak dan
Monique E persiapan kondisi pasien-
Raats, Eric AP emosional dan preferensi.
Steegers, praktis untuk ibu
Henning
Tiemeier, Witte
JG Hoogendijk,
Mijke P
Lambregtse-van
den Berg)
3. Effect of
Tujuan dari Sembilan puluh Randomize Intervensi yang Variabel : Ada perubahan
Integrated Yogapenelitian ini enam wanita controlled sangat sederhana 1. Terapi yoga signifikan pada
on Axiety,
adalah untuk hamil primigravida trial seperti pendidikan 2. Kecemasan kedua kelompok.
Depression & mempelajari di trimester kedua pada ibu Terkait dengan
kesehatan,
Well Being in pegaruh yoga kehamilan mereka hamil Pregnancy
Normal terintegrasi pada yang memenuhi memberikan Related
Pregnancy pengalaman kriteria diseleksi informasi tentang Intrument yang Experience (PEQ)
kehamilan, secara acak untuk manfaat dan risiko digunakan berkurang dalam
M. Satyapriya, kecemasan dan masuk ke fisik prenatal, untuk yoga sebesar
R. Nagarathna, depresi di kelompok yoga memotivasi mereka mengukur 26,86%,
V. Padmalatha, kehamilan sebanya 51 orang untuk tingkat kecemasan State
H.R. Nagendra normal. dan masuk kecemasan ibu (STAI I)
mempraktekkan
kekelompok hamil (menurun 15,65%
control sebanyak perilaku kesehatan menggunakan dalam yoga,
45 orang. yang lebih baik. Spielberger meningkat
Penilaian pra dan Salah satu perilaku State-Trait 13,76% dalam
pasca dilakukan kesehatan selama Inventory kendali),
pada saat kehamilan yaitu (STAI) Kecemasan Trait
perekrutan (antara yoga. Yoga, dengan (STAI II) (turun
18 dan 20 minggu 8,97% pada yoga,
pendekatan
kehamilan) dan holistiknya, telah meningkat 5,02%
pada minggu ke- digunakan untuk dalam kontrol)
36. Kelompok mempromosikan dan
yoga berlatih set Depresi (HADS)
kesehatan positif
khusus yoga yang (penurunan
terintegrasi. selama berabad- 30,67% dalam
Kelompok kontrol abad di India. yoga, meningkat
berlatih latihan Beberapa uji klinis 3,57% dalam
antenatal standar. menyebutkan kendali).
Kedua kelompok bahwa yoga dapat
mempelajari meningkatkan
praktik tersebut
Kualitas hidup dan
dari instruktur
terlatih dalam sesi mengurangi stres
2 jam / hari (3 hari yang dibuktikan
/ minggu) selama oleh penurunan
satu bulan. tingkat kecemasan,
Selanjutnya, kadar kortisol
mereka serum dengan
melanjutkan
tingkat
praktik di rumah
menggunakan metabolisme yang
kaset instruksi pra- lebih rendah dalam
rekaman untuk yoga.
satu jam setiap
hari.
4.
5. Effect of Penelitian ini Penelitian ini Randomized Penyakit mental Variabel : Penelitian ini Kekuatan :
supervised bertujuan untuk melibatkan wanita Controlled mempengaruhi 3. Latihan telah menguraikan Uraian atau
exercise in melihat apakah hamil yang Trial (RCT) fungsi individu, kelompok protokol RCT pemaparan
groups on latihan mengikuti menyebabkan 4. Tingkat yang ditujukan intervensi
psychological kelompok dapat perawatan Penderitaan kecemasan untuk penelitian jelas.
well-being meningkatkan antenatal di emosional dan mengevaluasi Latar belakang
among pregnant kesejahteraan Departemen mengurangi Intrument yang apakah olahraga dan data dalam
women at risk of psikologis pada Obstet- kualitas hidup digunakan pada penelitian jelas.
depression (the wanita hamil rics, untuk orang yang untuk kelompok wanita
EWE dengan riwayat Rigshospitalet, terkena dampak mengukur hamil dengan Kelemahan :
Study): study depresi dan atau Copenhagen serta konsekuensi tingkat riwayat depresi Penelitian ini akan
protocol for a kecemasan saat University sosial dan ekonomi kecemasan ibu dan / atau dilakukan dimasa
randomized ini atau Hospital, untuk masyarakat. hamil kecemasan dapat yang akan datang.
controlled trial sebelumnya. Kopenhagen, Menurunkan menggunakan : meningkatkan Peserta saat ini
Denmark. penyakit mental  Outcome psikopatologi sedang direkrut ke
Kriteria inklusi : adalah hal yang psychologic kesejahteraan dalam
 Wanita hamil sangat penting al well- logis selama penelitian. Periode
≥18 tahun untuk kesehatan being diukur kehamilan. rekrutmen
 Dengan depresi masyarakat, dan dengan Kemudian, diperkirakan
dan / atau World Health indeks hasilnya akan berjalan dari Juli
kecemasan yang Organization kesejahteraa memberikan bukti 2016 hingga
membutuhkan (WHO) telah n WHO yang berguna Desember 2018,
pengobatan-oleh menekankan hal ini (Lima) untuk organisasi dengan tindak
seorang oleh memberi (WHO-5). perawatan lanjut hingga
psikiater atau perhatian lebih  Gejala wanita hamil dan Maret 2019.
psikolog dalam besar pada depresi keluarga mereka.
10 tahun pencegahan (Edinburgh
terakhir dan penyakit mental Postnatal
atau dan promosi Depression
mendapatkan kesehatan mental Scale)
asupan dalam sistem  Kemampuan
antidepresan perawatan fungsional
dalam 3 bulan kesehatan. (General
sebelum Depresi dan Health
konsepsi dan kecemasan ibu Questionnai
atau selama adalah hal yang re)
kehamilan. paling sering terjadi  Gejala klinis
 Berada pada 17- selama kehamilan kecemasan
22 minggu dan di (State-Trait
 Kecemasan periode Anxiety
dalam penelitian postpartum. Inventory)
ini mencakup Tinjauan sistematis  Kualitas
DSM-5 : kriteria berdasarkan 28 tidur dan
gangguan penelitian gangguan
kecemasan dilakukan di tidur
perpisahan, berbagai negara (Pittsburgh
fobia spesifik, maju. Prevalensi Sleep
gangguan depresi antenatal Quality
kecemasan pada rentang Index)
sosial, gangguan dari 6,5% menjadi
panik, 12,9% dan
agoraphobia, prevalensi depresi
gener- selama 3 bulan
gangguan pertama
kecemasan pascapartum hingga
alised, dan 19%. Kecemasan
obsesif antenatal
kompulsif dan dilaporkan pada 4%
gangguan hingga 39% dari
terkait semuanya
Kriteria Eksklusi : wanita hamil dan
 Usia <18 tahun, hingga 16% dari
kelipatan ganda semua wanita di
 Masalah periode postpartum.
penyalahgunaan Studi acak telah
zat menunjukkan
 Gangguan bahwa latihan pada
makan pasien yang depresi
 Sindrom secara klinis
panggul korset memiliki efek
(didiagnosis positif pada tanda-
oleh fisioterapis tanda
atau dokter) depresi dan
dalam kecemasan. Namun,
kehamilan saat hingga kini,
ini atau sangat sedikit studi
sebelumnya yang telah meneliti
 Malformasi efek dari
janin berolahraga dalam
(didiagnosis pencegahan atau
dengan perawatan untuk
ultrasound) gejala
 Kromo janin depresi dan
gangguan kecemasan di
somal, atau kalangan wanita
komplikasi hamil.
obstetrik atau Menurut meta-
medis yang analisis oleh Daley
berat et al., didapatkan
bahwa olahraga
Kemudian dibagi mungkin efektif
menjadi 2 dalam mengobati
kelompok yaitu : depresi pada masa
kelompok antenatal.
intervensi dan
kelompok kontrol.
6.