Anda di halaman 1dari 3

A.A.

AYU DIKA PRABA PRADNYANI


1607531096/13

1. TUJUAN AUDIT PADA SIKLUS TRANSAKSI PENERIMAAN


Tujuan audit siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan bukti kompeten yang
mencukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo
dan transaksi siklus pendapatan. Asersi tersebut menunjukkan derajat asersi manajemen
terhadap informasi keuangan yang secara eksplisit dinyatakan dalam laporan keuangan.
Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik seperti yang diuraikan di Tabel auditor
dapat menggunakan bebagai bagian dari perencanaan audit dan metodologi pengujian
audit.

Tabel Tujuan Audit Spesifikasi Untuk Siklus Pendapatan


Tujuan Audit Siklus Pendapatan
Occurrence  Memverifikasi bahwa saldo akun piutang usaha mewakili
(Keterjadian) jumlah yang benar-benar dipinjam perusahaan pada tanggal
laporan posisi keuangan terkait.
 Memastikan bahwa pendapatan dari berbagai transaksi
penjualan mewakili barang yang dikirim dan jasa yang
diberikan selama periode yang termasuk dalam laporan
keuangan.
Completeness  Menentukan bahwa semua jumlah yang dipinjam perusahaan
(Kelengkapan) pada tanggal laporan posisi keuangan telah tercermin dalam
piutang usaha.
 Memverifikasi bahwa semua penjualan barang yang dikirim,
semua jasa yang diberikan, dan semua retur dan kompensasi
untuk periode terkait, telah tercermin dalam laporan
keuangan.
Accuracy  Memverifikasi bahwa transaksi pendapatan dihitung secara
(Akurasi) akurat dan didasarkan pada harga terkini dengan jumlah yang
benar.
 Memastikan bahwa buku pembantu piutang usaha, file Faktur
Penjualan, dan filePemberitahuan Pengiriman Uang secara
matematis benar dan sesuai dengan akun terkait pada buku
besar.
Rights and  Menentukan bahwa perusahaan memiliki hak legal untuk
Obligations mencatat piutang usaha yang dicatatnya. Akun pelanggan
yang telah dijual atau telah dipindahtangankan memang telah
(Hak dan dikeluarkan dari saldo piutang usaha.
Kewajiban)
Valuation and  Menentukan bahwa saldo piutang usaha menyatakan nilai
Allocation bersih yang dapat direalisasikan.
 Memastikan bahwa alokasi atas akun piutang tak tertagih
(Penilaian dan telah tepat.
alokasi)
Presentation and  Memverifikasi piutang usaha dan pendapatan yang
Disclosure dilaporkan untuk periode terkait, telah dijelaskan dengan
benar dan dimasukkan dalam laporan keuangan.
(Penyajian dan
Pengungkapan)

2. TUJUAN AUDIT PADA SIKLUS TRANSAKSI PENGELUARAN


Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo
siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini
mendefinisikan tujuan audit spesifik dari program audit siklus pengeluaran.
Kebanyakan audit atas siklus pengeluaran mencakup tujuan-tujuan utama tersebut,
tetapi tidak dimaksudkan untuk membahas semua situasi yang dihadapi klien. Untuk
mencapai tujuan audit spesifik tersebut, auditor menggunakan bagian dari metode
perencanaan dan pengujian audit.

Tabel Tujuan Audit Spesifik Untuk Siklus Pengeluaran

Kelompok
Kategori Transaksi Tujuan Audit Spesifik
Asersi Atau Saldo
Eksistensi Transaksi Mencatat pembelian barang, jasa, dan aktiva produktif
atau Kejadian yang diterima selama periode berjalan.

Saldo Mencatat transaksi pengeluaran kas yang dilakukan selama


periode berjalan kepada pemasok dan kreditor.
Mencatat hutang usaha yang mencerminkan jumlah hutang
perusahaan per tanggal neraca.

Kelengkapan Transaksi Semua pembelian dan pengeluaran kas yang dilakukan


selama periode beijalan telah dicatat.

Saldo Hutang usaha meliputi semua jumlah yang temtang kepada


pemasok barang dan jasa per tanggal neraca.

Hak dan Transaksi Perusahaan bertanggung jawab atas hutang yang berasal
Kewajiban dan pencatatan transaksi pembelian.

Hutang usaha merupakan kewajiban perusahaan per


Saldo tanggal neraca.
Penilaian atau Transaksi Semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas telah
Alokasi dinilai dengan menggunakan GAAP dan
dijurnal, diikhtisarkan, serta diposting dengan benar.

Saldo Hutang usaha dinyatakan dalam jumlah yang benar. Saldo


beban yang berkaitan telah sesuai dengan GAAP.

Penyajian dan Transaksi Rincian pembelian dan pengeluaran kas mendukung


Pengungkapan penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk kiasifikasi
dan pengungkapannya yang berkaitan.

Saldo Hutang usaha dan beban terkait telah diidentifikasi dan


dikiasifikasikan dengan benar dalam laporan keuangan.
Pengungkapan yang memadai yang telah dibuat berkaitan
dengan komitmen, kewajiban kontinjen, dan penjaminan
serta hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa.