Anda di halaman 1dari 3

Food and Cosmetics Analysis Lab.

Faculty of Pharmacy UMS 17094.001


QUALITY CONTROL ANALYTICAL METHOD PROCEDURE

Document:GC Method for ….. Code: _______


Manuf. Plant: _______ Location: F&C Lab., FP UMS
Revision: 1st issue Issue Date: DD/MM/YY
Group Approval: _______ QA Approval: _______

Chromatographic System

A. Database: Describe it
- TRBHA = 10,118 (Junca, 2011; hal. 29)
- LODBHA = 0,131 mg/L dan LOQBHA = 0,396 mg/L (Junca, 2011; hal. 26-27)
- Calibration plot
o Y = 2614.443610x + 863.027994
o R2 = 0,999578
(Junca, 2011; hal. 26-27)
B. Detector: FID (Flame Ionization Detector)
C. Instrument: GC-Shimadzu dengan kondisi 270ºC
Column: Describe it
- Dilapisi silica capillary column DB-5,
- Dengan ukuran 30 m x 0,25 mm ID
- Dilapisi dengan lapisan film difenil-95% dimetilpolisiloksan
GC Condition:
- Suhu oven 120 ºC untuk 5 menit terus dinaikkan dengan kecepatan 10 ºC/menit
hingga 300 ºC selama 10 menit.
- Suhu injektor 350 ºC.
- Flow rate untuk nitrogen 20 mL/menit.
- Flow rate Hidrogen 40 mL/menit.
D. Standard Preparation:
1. 75 mg BHA ditimbang dimasukkan labu takar 50 mL (dengan kondisi terhindar dari
sinar langsung dan panas (agen oksidator))
2. Disiapkan fase gerak untuk GC-MS dengan campuran metanol:asetonitril dengan
perbandingan 50:50 v/v dengan cara dibuat pelarut sebanyak 50 mL dari campuran
volume metanol sebanyak 25 mL dan asetonitril 25 mL untuk masing-masing
sampel
3. Disiapkan larutan standar BHA dengan konsentrasi 0,15% b/v atau 1,5 mg/mL.
4. Kemudian dilakukan seri kadar pengenceran untuk menentukan persamaan garis
linear atau calibration plot.
5. konsentrasi masing-masing 0,75; 0,375; 0,1875; 0,09375; 0,046875 mg/mL.
E. Sample Preparation:
1. Konsep : mg sampel/minyak diasumsikan sama dengan mg BHA yang akan
dianalisis.
2. 1,5 mg sampel dan dimasukkan pada labu takar 10 mL.
3. Dilarutkan dalam metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL diaduk ad homogen (dengan
kondisi terjaga dari sinar langsung dan panas (agen oksidator)).

page 1 from 3
Food and Cosmetics Analysis Lab.
Faculty of Pharmacy UMS 17094.001
QUALITY CONTROL ANALYTICAL METHOD PROCEDURE

4. Ditambahkan larutan BHA standar 1,5 mg/mL, 1,2,3,4 dan 5 mL.


5. Diaduk ad homogen dan dilakukan sonikasi selama 3 menit dengan alat sonikator.
F. Calculation:
Perhitungan seri konsentrasi larutan standard BHA. Jika konsentrasi larutan standard
1,5 mg/mL. Maka :
a. Jika diinginkan seri pertama memiliki konsentrasi 0,75 mg/mL.
𝐶1 . 𝑉1 = 𝐶2 . 𝑉2
𝑚𝑔 𝑚𝑔
1,5 . 𝑉2 = 0,75 .10 𝑚𝐿
𝑚𝐿 𝑚𝐿
𝑉2 = 5 𝑚𝑙
Keterangan : diambil 5 mL larutan standard BHA dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).
b. Jika diinginkan seri kedua memiliki konsentrasi 0,375 mg/mL
𝐶1 . 𝑉1 = 𝐶2 . 𝑉2
𝑚𝑔 𝑚𝑔
1,5 . 𝑉2 = 0,375 .10 𝑚𝐿
𝑚𝐿 𝑚𝐿
𝑉2 = 5 𝑚𝑙
Keterangan : diambil 5 mL larutan standard BHA dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).
c. Jika diinginkan seri ketiga memiliki konsentrasi 0,1875 mg/mL
𝐶1 . 𝑉1 = 𝐶2 . 𝑉2
𝑚𝑔 𝑚𝑔
1,5 . 𝑉2 = 0,1875 .10 𝑚𝐿
𝑚𝐿 𝑚𝐿
𝑉2 = 5 𝑚𝑙
Keterangan : diambil 5 mL larutan standard BHA dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).
d. Jika diinginkan seri ke empat memiliki konsentrasi 0,09375 mg/mL
𝐶1 . 𝑉1 = 𝐶2 . 𝑉2
𝑚𝑔 𝑚𝑔
1,5 . 𝑉2 = 0,09375 .10 𝑚𝐿
𝑚𝐿 𝑚𝐿
𝑉2 = 5 𝑚𝑙
Keterangan : diambil 5 mL larutan standard BHA dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).
e. Jika diinginkan seri ke lima memiliki konsentrasi 0,046875 mg/mL
𝐶1 . 𝑉1 = 𝐶2 . 𝑉2
𝑚𝑔 𝑚𝑔
1,5 . 𝑉2 = 0,046875 .10 𝑚𝐿
𝑚𝐿 𝑚𝐿
𝑉2 = 5 𝑚𝑙
Keterangan : diambil 5 mL larutan standard BHA dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).

Didapatkan persamaan kalibrasi / calibration plot dengan


o Y = 2614.443610x + 863.027994
o R2 = 0,999578

Keterangan:
Y = peak area

page 2 from 3
Food and Cosmetics Analysis Lab.
Faculty of Pharmacy UMS 17094.001
QUALITY CONTROL ANALYTICAL METHOD PROCEDURE

X= konsentrasi

Perhitungan seri pembacaan sampel pada GC dengan addition method.


Maka :
a. Pembacaan sampel yang pertama :
Ditimbang sampel sebanyak 1,5 mg atau 1,5 mL dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL). (Tanpa penambahan
larutan stok). Dilakukan replikasi 3 kali.
b. Pembacaan sampel yang kedua :
Ditimbang sampel sebanyak 1,5 mg atau 1,5 mL dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL).
Ditambahkan larutan stok standard BHA dengan konsentrasi 1,5 mg/mL
sebanyak 1 ml. Dilakukan replikasi 3 kali.
c. Pembacaan sampel yang ketiga :
Ditimbang sampel sebanyak 1,5 mg atau 1,5 mL dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL). Ditambahkan larutan
stok standard BHA dengan konsentrasi 1,5 mg/mL sebanyak 2 ml. Dilakukan
replikasi 3 kali.
d. Pembacaan sampel yang keempat:
Ditimbang sampel sebanyak 1,5 mg atau 1,5 mL dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL). Ditambahkan larutan
stok standard BHA dengan konsentrasi 1,5 mg/mL sebanyak 3 ml. Dilakukan
replikasi 3 kali.
e. Pembacaan sampel yang kelima:
Ditimbang sampel sebanyak 1,5 mg atau 1,5 mL dilarutkan dalam 10 mL
solven organik (metanol 5 mL dan asetonitril 5 mL). Ditambahkan larutan
stok standard BHA dengan konsentrasi 1,5 mg/mL sebanyak 3 ml. Dilakukan
replikasi 3 kali.
f. Dihitung kadar BHA dalam sampel menggunakan persamaan linear yang
didapat.

page 3 from 3