Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PULOSARI
KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS PULOSARI
NOMOR : 440 / SK / / /2018

TENTANG

BUDAYA MUTU KESELAMATAN PASIEN DALAM PELAYANAN KLINIS DI UPT


PUSKESMAS PULOSARI

KEPALA UPT PUSKESMAS PULOSARI


Menimbang : a. Bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinis tidak
hanya ditentukan oleh system pelayanan yang ada, tetapi juga
perilaku pemberi pelayanan yang mencerminkan budaya mutu
dan keselamatan pasien.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas ditetapkan
budaya mutu keselamatan pasien.

Mengingat : 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1691/MENKES/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit.
2. Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063 .
3. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431);
4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga

Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan


Lembaran Negara 3637);
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008
tentang Rekam Medis;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/Menkes/Per/III/2008
tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144 /MENKES /PER /VIII /
2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan;
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Kesatu : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS PULOSARI TENTANG
BUDAYA MUTU KESELAMATAN PASIEN DALAM PELAYANAN
KLINIS DI UPT PUSKESMAS PULOSARI
Kedua : Budaya mutu keselamatan pasien seperti yang tertera dalam lampiran
surat keputusan ini
Ketiga : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
catatan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
Surat Keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana
mestinya.
Ditetapkan di : Pulosari
Pada tanggal :
Kepala UPT Puskesmas Pulosari

ERDINA DAMAYANTI

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPT


PUSKESMAS PULOSARI
NOMOR :
TANGGAL :

BUDAYA MUTU KESELAMATAN PASIEN

1. Kesadaran ( Awareness)
Seluruh staf Puskesmas harus sadar untuk bekerja dengan berhati-hati.
Seluruh staf Puskesmas mampu mengenali kesalahan dan belajar dari
kesalahan tersebut, serta mengambil tindakan untuk memperbaikinya.
2. Terbuka dan Adil
Bagian yang fundamental dari organisasi dengan budaya keselamatan adalah
menjamin adanya
keterbukaan dan adil, berbagi informasi secara “terbuka dan bebas”,
perlakuan yang adil terhadap staf waktu terjadi insiden.
Adapun konsekuensi menjadi “terbuka dan adil” adalah :
a. Staf harus terbuka tentang insiden yang melibatkan mereka
b. Staf dan Puskesmas harus akuntabel terhadap tindakan mereka
c. Staf merasa mampu berbicara kepada kolega dan atasannya tentang
insiden yang terjadi
d. Puskesmas terbuka dengan pasien,masyarakat dan staf
e. Staf diperlakukan adil dan didukung bila terjadi insiden
3. Pendekatan Sistem
Memiliki budaya keselamatan akan mendorong terciptanya lingkungan yang
mempertimbangkan semua komponen sebagai faktor yang ikut berkontribusi
terhadap insiden yang terjadi. Hal ini menghindari kecenderungan untuk
menyalahkan individu dan lebih melihat kepada sistem dimana individu
tersebut bekerja. Inilah yang disebut pendekatan system (systems approach).

Kepala UPT Puskesmas Pulosari

ERDINA DAMAYANTI