Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK

TEORI RELATIVITAS KHUSUS

FISIKA MODERN

DI SUSUN OLEH :

MUHAMMAD RIZKI AFIF BATUBARA


( 4161121016 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelaesaikan tugas mata kuliah Fisika
Modern ini yang berjudul “Critical Book”. Penulis berterima kasih kepada Bapak dosen
yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan
kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 18 September 2018

Muhammad Rizki Afif batubara

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………........................................ ii

DAFTAR ISI……………...………………………………………………………... iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………..………….. 3

Rasionalisasi.....…………………...……..…………………………….….. 3

Tujuan…............................………...……..…………………………….….. 4

Manfaat ……………………………………………………………….…..….. 4

Identitas Buku..………...…..………….....……………....……….......... 4

BAB II RINGKASAN BUKU…..……….……....…………………………….... 5

Ringkasan Isi Buku..………...…..………….....……………....………..... 5

BAB III KEUNGGULAN BUKU…..…………………………………………… 13

Ketertaitan Antar Bab…………...……………………………………... 13

Kemutakhiran Isi Buku…………………..…...………………………... 13

BAB IV KELEMAHAN BUKU………..……………........……………………… 13

Keterkaitan Antar Bab…...........................................…...……………... 13

Kemutakhiran Isi Buku…...................………...………………………... 13

BAB V IMPLIKASI………………………..……………........……………………… 14

BAB IV PENUTUP……………….………..……………........……………………… 15

Kesimpulan…………………............................................…...……………... 15

Saran……………………………...........................................…...……………... 15

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………. 16

iii
BAB I

Pendahuluan

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR

Mengkritik buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk


memberikan tanggapan dan penilaian terhadap isi sebuah buku. Adapun
tujuan dari kritikal buku ini adalah memberikan informasi atau
pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap
dalam sebuah buku. Selain itu juga memberikan pertimbangan kepada
pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat
atau tidak. Kritikal buku bermanfaat untuk dapat menambah pengetahuan
intisari dari buku yang dikritik. Pembaca yang ingin mengetahui lebih
lanjut tentang keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan mencari di
toko-toko atau situs yang menjual buku-buku itu,Karena buku adalah
sebuah alat seperti transformasi yang isa mengantarkan kita menuju masa
depan yang sangat cerah.

Dalam “Book report” ini, penulis melaporkan dan menganalisa buku


yang berjudul “Konep Dasar Fisika Modern”. Buku ini ditulis oleh beberapa
peneliti dalam dunia pendidikan, yaitu Dadan Rosana ,buku ini sebagai
nuku utama dan buku“Fisika Dasar II” Buku ini ditulis oleh beberapa
peneliti dalam dunia pendidikan, yaitu DRA. DWI PURWANTI, MS

B. Tujuan Penulisan CBR

Critical Book Review ini bertujuan :

a. Mengulas isi sebuah buku.

b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.

c. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
oleh setiap bab dari buku pertama dan kedua.

d. Membandingkan isi buku pertama dan buku kedua

4
C. Manfaat CBR

a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komputer.

b. Untuk menambah pengetahuan tentang Microsoft office 2007 dan 2013.

d. IDENTITAS BUKU

Buku I

Judul Buku : Konsep Dasar Fisika Modern

Penulis : Dadan Rosana,Dkk

Penerbit : Universitas Negri Yogyakarta

Tahun Terbit : 2000

Kota Terbit : Yogyakarta

Buku II

Judul Buku : Fisika Dasar II

Penulis : DRA. DWI PURWANTI, MS

Penerbit : Universitas Negri Semarang

Tahun Terbit : 2010

Kota Terbit : Semarang

5
BAB II
Ringkasan Isi Buku

BUKU I :
TEORI RELATIVITAS KHUSUS

Sebuah benda dikatakan bergerak relatif terhadap benda lain jika dalam selang
waktu tertentu kedudukan relatif benda yang bersangkuian berubah terhadap benda
yang lain tersebut. Sebaliknya, jika kedudukan relatif tersebut tidak berubah, benda
yang bersangkutan dikatakan berada dalam keadaan aiam. Keadaan diam atau
bergeraknya suatu benda merupakan konsep relatif, artinya bergantung pada
keadaan relatif benda yang satu terhadap benda yang lain yang digunakan sebagai
acuan. Untuk memerikan gerak suatu benda, seorang pengamat harus menentukan
kerangka acuan menganalisis gerakan benda tersebut inersial yang digunakan
sebagai acuan untuk Dalam bab ini, pembahasan masalah relativitas dibatasi pada
masalah relativitas khusus yang membahas hubungan antara hasil pengamatan oleh
dua pengamat yang saling bergerak relatif dengan kecepatan konstan v. Kerangka
acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan merupakan kerangka acuan
inersial. Kerangka acuaq inersial yang bergeyak dgngan kecepatan konstan (dan
tidak berotasi) terhadap kerangka acuan inersial yang lain merupakan kerangka
acuan inersial juga. Kerangkalacuan yang dipercepat terhadap suatu keran'gka
acuan inersial bukan merupakan kerangka acuan inersial. Di dalam kerangka acuan
inersial berlaku hukum pertama Newton yang merupakan hukum inersia; dimana
benda dalam'keadaan diam akan tetap diam dan benda yang beigerak akan tetap
bergerak dengatr'kecepatan koiistan dalam lintasan lurus jika'tidak ada gaya luar
yang bekerja padabenda-benda tersebut'

A. TRANSFORMASI GALITEO

Jika kita metrakukan pengukuran dalam suatu keraugka acuan inersial


yang,satu dan selanjutnya ingin membandingkan'dengan hasil pengukuran
nrcnurut seorang;pergamat yang berada pada kerangka acuan inersial yang
lain pada saat yang sama rnaka diperlukan transflrmasi .Galileo,.yang
mengatakan.bahwa kecepatan (relatif terhadap setiap. kerangka acuan
inersial) rnematuhi aturan jumlah yang paling sederhana. selanjutnya, akan
ditinjau kerangka .acuan inersial s' yang bergerak dengan kecepatan konstan
u terhadap kerangka acuan inersial S.

6
Untuk menyederhanakan pembahasan tentang transformasi kecepatan ini
dilakukan dengan memilih sistem koordinat kartesian dalam kedua
kerangka acuan inersial sedemikian rupa sehingga gerak relatif z . selalu
pada arah sumbu x. Menurut pengamat dalam kerangka inersial S, kerangka
inersial S' bergerak dengan laju u dalam arah sumbu x positif, atau dapat
juga dikatakan bahwa kerangka inersial S bergerak dengan laju u dalam arah
sumbu x ne€atif menurut pengamat dalam kerangka inersial S'. Pada saat t
= 0 dan t' = 0, titik asal O dan titik asal O'berimpit. Seandainya peristiwa
terjadi di titik P yang mempunyai'koordinat mang dru1 waktu (x, y,'2, t)
menurut peflgamat yang berada dalam kerangka acuan inersial S dan (x' ,,y'
, z , t) menurut pengamat yang berada dalam kerangka acuan inersial S

B. KEGAGALAN HIPOTESIS ETER

Sampai dengan akhir abad sernbilan belas, para ilmuwan masih percaya
adanya eter yang merupakan zat perantara bagi cahaya dan gelombang
elektromagnetik.lainnya. Oleh karena keberadaan eter belum pernah
teramati, maka dipostulatkan bahwa eter merupakan zat yang tidak
bermassa dan tidak tampak, tetapi mengisi seluruh ruangan dan berfungsi
hanya untuk merambatkan gelombang elektromagnetik. Laju cahaya dan
gelombang elektromagnetik lainnya diukur terhadap eter tsb. Dengan
demikian, seorang pengamat yang bergerak dengan kecepatan u melalui
etelakan.mgngukur kecepatan cahaya c' dan menurut transformasi Galileo
c = c - u Hubungan inilah yang akan diuji.secara eksperimen oleh, Pada
tahun 1887, Albert A. Michelson (1852 - 1931) dan Edward W. Morlqy
(tS3g1932) mencoba mengukur kecepatan aliran eter dengan meggunakan
interferometer optis yang sangat peka yang dikenal dengan interferometer
Michelson, bila memang eter tersebut benar-benar ada. Seberkas cahaya
yang dipancarkan sumber cahaya S dipisahkan menjadi dua berkas di titik
A. Berkas yang satu dipantulkan oleh cermin B, sedangkan berkas yang
lainnya dipantulkan di cermin C. Kedua berkas tersebut kemudian
dipgrp4dukan kernbali untuk diamati interferensinya di D

7
C. POSTULAT EINSTEIN
Menurut transformasi Galileo yang menyatakan bahwa kecepatan
(termasuk kecepatan cahaya) yang t6ramati oleh pengamat yang berada
pada dua kerangka acuan yang berbeda yang saling bergerak relatif satu
sama lain tergantung pada kecepatan relatif kerangka acuan tersebut.
Sedangkan percobaan Michelson-Morley yang dilakukan pada tahun 1887
telah membuktikan bahwa kecepatan cahaya tidak dipengaruhi oleh
kecepatan kerangka acuan. Untuk mengatasi permasalahan yang muncul
dalam percobaan Michelson-Morley, Einstein pada tahun 1905 mengajukan
dua postulat sebagai berikut : l. Asas relativitas : hukum-hukum fisika
mempunyai bentuk yang sama di dalam setiap kerangka acuan inersial. . 2.
Ketidakubahan laju cahaya: laju cahaya mempunyai nilai yang sama di
semua kerangka inersial, tidak bergantung dari gerak sumber maupun
pengamatny a Postulat tersebut yang kemudian dikenal dengan Teori
Relativitas Khusus. Teori relativitas khusus ini cocok dengan eksperimen
dan belum pernah ditemukan keberatan secara eksperimen terhadap teori
ini.

D.DILATASIWAKTU:

Postulat.pertama dari Einstein pada prinsipnya menegaskan,bahwa'tidak


ada'.satupun percobaan yang .mampu mengukur kecepatan secara mutlak;,
tetapi yamg {apat diukur , :. Sedangkan'postulat kedua merregaskan
kebenaran dari pereobaan Michelsoo-Morley yang me[yatakan, bahwa
laju,cahaya adalah sama bagi semua:pengamat, meskipun mereka,
dalam,keadaan saling .bergerak relatif.,,tlal,ini.bertentangan dengan
perkiraan menurut transformasi Galileo. : .. Selanjutnya, kita akan
membahas,beberaBa akibat dari postulat yang diusulkan oleh EinStein di
ataq dan membahas transfoJmasi matemUika yang taal asas dengan
ketidakubahan laju cahaya

8
BUKU II :

A. TEORI RELATIVITAS KHUSUS

Kejadian-kejadian yang terjadi sehari-hari di sekitar kita pada umumnya


berhubungan dengan kecepatan yang jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya. Karena
itu sampai awal abad ke-20 ide awal tentang ruang dan waktu dijelaskan
berdasarkan kecepatan ini dan hukum-hukum mekanika mengacu pada hukum
Newton yang saat itu sangat diakui kebenarannya. Tetapi ternyata pada percobaan
gerak partikel yang menggunakan kecepatan mendekati kecepatan cahaya (
disebut kecepatan relativistik) hukum Newton gagal diterapkan. Contoh
kegagalan hukum Newton ini adalah pada saat dilakukan percobaan pemercepat
partikel, yaitu elektron dalam suatu akselerator yang diberi potensial sangat tinggi
( sampai jutaan Volt ) sehingga mempunyai kecepatan sampai kira-kira 0,99 c.
Menurut hukum energi Newton berlaku rumus Ek = ½ mv2, untuk massa ( m )
elektron yang tetap jika energi akselerator ditingkatkan menjadi 4 kali dengan cara
diberi beda potensial listrik yang lebih tinggi maka seharusnya kecepatan elektron
akan menjadi 1,98 c ( 2 kali kecepatan semula ). Tapi hasil percobaan menunjukkan
bahwa kecepatan elektron hampir tetap yaitu sebesar 0,99 c. Dari hasil percobaan
ini terbukti bahwa Hukum Newton tidak berlaku karena ternyata kecepatan
partikel mempunyai batasan tertentu.

Pada tahun 1905, Albert Einstein ( 1879 – 1955 ) seorang pegawai jawatan
paten Swiss mengemukakan teori relativitas khusus untuk menjelaskan batas
kecepatan suatu partikel. Teori ini memberi penjelasan untuk benda – benda yang
bergerak dalam kecepatan tetap . Kedua postulat yang dikemukakan oleh Einstein
adalah sebagai berikut :

1. Hukum fisika adalah sama untuk semua kerangka acuan inersial, yaitu suatu
kerangka acuan yang berada dalam keadaan diam atau bergerak terhadap
acuan lainnya dengan kecepatan konstan pada suatu garis lurus. Semua
gerak adalah relatif. Kecepatan obyek hanya dapat dinyatakan secara relatif
terhadap obyek lainnya dan tidak mungkin dinyatakan secara mutlak.

9
2. Kelajuan cahaya dalam vakum memiliki nilai yang sama dalam semua
kerangka acuan inersial yaitu sebesar c = 3 x 108 m/s
Karya besar Einstein inilah yang merupakan tonggak dari fisika modern, dan
disebut teori relativitas khusus karena teori relativitas ini hanya berlaku bagi
kerangka acuan inersial. Selanjutnya baru pada tahun 1916 Einstein mengusulkan
teori relativitas umum yang berlaku bagi semua kerangka acuan baik inersial
maupun non inersial. Dalam hal ini hanya akan dibahas mengenai teori relativitas
khusus yang akan menghasilkan ramalan-ramalan mengenai kecepatan relativistik,
penyusutan panjang , pemuluran waktu serta rumus spektakuler yang dikemukakan
Einstein tentang energi relativistik.

10
BAB III
KEUNGGULAN BUKU
1.1 Keterkaitan Antar Bab
Buku ini memiliki keterkaitan antara satu bab dengan bab yang lainnya. Yaitu pada
bab 1dan bab 2. Pada buku 1 berisi tentang : “Sebuah benda dikatakan bergerak
relatif terhadap benda lain jika dalam selang waktu tertentu kedudukan relatif benda
yang bersangkuian berubah terhadap benda yang lain tersebut. Sebaliknya, jika
kedudukan relatif tersebut tidak berubah, benda yang bersangkutan dikatakan
berada dalam keadaan aiam. Keadaan diam atau bergeraknya suatu benda
merupakan konsep relatif, artinya bergantung pada keadaan relatif benda yang satu
terhadap benda yang lain yang digunakan sebagai acuan. Untuk memerikan gerak
suatu benda, seorang pengamat harus menentukan kerangka acuan menganalisis
gerakan benda tersebut inersial yang digunakan sebagai acuan untuk Dalam bab ini,
pembahasan masalah relativitas dibatasi pada masalah relativitas khusus yang
membahas hubungan antara hasil pengamatan oleh dua pengamat yang saling
bergerak relatif dengan kecepatan konstan v. "

. Dan pada buku ke 2 berisi “Kejadian-kejadian yang terjadi sehari-hari di sekitar


kita pada umumnya berhubungan dengan kecepatan yang jauh lebih kecil dari
kecepatan cahaya. Karena itu sampai awal abad ke-20 ide awal tentang ruang dan
waktu dijelaskan berdasarkan kecepatan ini dan hukum-hukum mekanika mengacu
pada hukum Newton yang saat itu sangat diakui kebenarannya. Tetapi ternyata pada
percobaan gerak partikel yang menggunakan kecepatan mendekati kecepatan
cahaya ( disebut kecepatan relativistik) hukum Newton gagal diterapkan”
Kemutakhiran Isi Buku
a. Teori
Pada buku I ini teori di jabarkan secara jelas dan lugas. Terlihat dari salah satu
paragraf pada penjabaran tentang teori relativitas khusus “relativitas dibatasi pada
masalah relativitas khusus yang membahas hubungan antara hasil pengamatan oleh
dua pengamat yang saling bergerak relatif dengan kecepatan konstan v. Kerangka
acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan merupakan kerangka acuan
inersial. Kerangka acuaq inersial yang bergeyak dgngan kecepatan konstan (dan
tidak berotasi) terhadap kerangka acuan inersial yang lain merupakan kerangka
acuan inersial juga. Kerangka acuan yang dipercepat terhadap suatu keran'gka
acuan inersial bukan merupakan kerangka acuan inersial. Di dalam kerangka acuan
inersial berlaku hukum pertama Newton yang merupakan hukum inersia; dimana

11
benda dalam'keadaan diam akan tetap diam dan benda yang beigerak akan tetap
bergerak dengatr'kecepatan koiistan dalam lintasan lurus jika'tidak ada gaya luar
yang bekerja padabenda-benda tersebut' relativitas dibatasi pada masalah relativitas
khusus yang membahas hubungan antara hasil pengamatan oleh dua pengamat yang
saling bergerak relatif dengan kecepatan konstan v. Kerangka acuan yang bergerak
dengan kecepatan konstan merupakan kerangka acuan inersial. Kerangka acuaq
inersial yang bergeyak dgngan kecepatan konstan (dan tidak berotasi) terhadap
kerangka acuan inersial yang lain merupakan kerangka acuan inersial juga.
Kerangkalacuan yang dipercepat terhadap suatu keran'gka acuan inersial bukan
merupakan kerangka acuan inersial. Di dalam kerangka acuan inersial berlaku
hukum pertama Newton yang merupakan hukum inersia; dimana benda
dalam'keadaan diam akan tetap diam dan benda yang beigerak akan tetap bergerak
dengatr'kecepatan koiistan dalam lintasan lurus jika'tidak ada gaya luar yang
bekerja padabenda-benda tersebut' dan buku II singkat dan jelas yang berisi
“kegagalan hukum Newton ini adalah pada saat dilakukan percobaan pemercepat
partikel, yaitu elektron dalam suatu akselerator yang diberi potensial sangat tinggi
( sampai jutaan Volt ) sehingga mempunyai kecepatan sampai kira-kira 0,99 c.
Menurut hukum energi Newton berlaku rumus Ek = ½ mv2, untuk massa ( m )
elektron yang tetap jika energi akselerator ditingkatkan menjadi 4 kali dengan cara
diberi beda potensial listrik yang lebih tinggi maka seharusnya kecepatan elektron
akan menjadi 1,98 c ( 2 kali kecepatan semula ). Tapi hasil percobaan menunjukkan
bahwa kecepatan elektron hampir tetap yaitu sebesar 0,99 c. Dari hasil percobaan
ini terbukti bahwa Hukum Newton tidak berlaku karena ternyata kecepatan
partikel mempunyai batasan tertentu.”

12
BAB IV
KELEMAHAN BUKU
4.1 Keterkaitan Antar Bab
Tidak adanya kelemahan pada Buku I terhadap keterkaitan antar bab
tersebut karena setiap bab saling memiliki keterkaitan antar satu sama lain nya .dan
disini saya menarik kesimpulan bahwa setiap bab memiliki keterkaitan seperti
contoh nya Yaitu pada bab 1dan bab 2. Yaitu bab 1 berisi tentang : “Kerangka acuan
yang bergerak dengan kecepatan konstan merupakan kerangka acuan inersial.
Kerangka acuaq inersial yang bergeyak dgngan kecepatan konstan (dan tidak
berotasi) terhadap kerangka acuan inersial yang lain merupakan kerangka acuan
inersial juga. Kerangkalacuan yang dipercepat terhadap suatu keran'gka acuan
inersial bukan merupakan kerangka acuan inersial. Di dalam kerangka acuan
inersial berlaku hukum pertama Newton yang merupakan hukum inersia; dimana
benda dalam'keadaan diam akan tetap diam dan benda yang beigerak akan tetap
bergerak dengatr'kecepatan koiistan dalam lintasan lurus jika'tidak ada gaya luar
yang bekerja padabenda-benda tersebut'

Tidak adanya kelemahan pada Buku I terhadap keterkaitan antar bab


tersebut karena setiap bab saling memiliki keterkaitan antar satu sama lain nya .dan
disini saya menarik kesimpulan bahwa setiap bab memiliki keterkaitan seperti
contoh nya Yaitu pada bab 1dan bab 2. Yaitu bab 1 berisi tentang :” Kejadian-
kejadian yang terjadi sehari-hari di sekitar kita pada umumnya berhubungan dengan
kecepatan yang jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya. Karena itu sampai awal abad
ke-20 ide awal tentang ruang dan waktu dijelaskan berdasarkan kecepatan ini dan
hukum-hukum mekanika mengacu pada hukum Newton yang saat itu sangat diakui
kebenarannya. Tetapi ternyata pada percobaan gerak partikel yang menggunakan
kecepatan mendekati kecepatan cahaya ( disebut kecepatan relativistik)
hukum Newton gagal diterapkan.”

4.2 Kemutakhiran Isi Buku


Didalam buku I tidak memiliki kelemahan kemutakhiran pada teorinya
karena pengertiannya dijabar kan dengan jelas pada teori relativitas khusus
Didalam buku II memiliki beberapa kelemahan kemutakhiran pada
teorinya karena defenisi ada beberapa yang tidak kompleks pada teori relativitas
khusus

13
BAB V
IMPLIKASI
Teori Relativitas dirumuskan Einstein pada tahun 1905, dengan asumsi bahwa
hukum-hukum fisika berlaku sama dimanapun berada. Teori ini menjelaskan
perilaku objek dalam ruang dan waktu, dan dapat digunakan untuk
memprediksi banyak hal, mulai dari keberadaan lubang hitam, cahaya lentur
karena gravitasi, serta perilaku planet Merkurius terhadap orbitnya.

Teorinya tampak sederhana, namun sangat rumit. Teori pertama


menyebutkan bahwa tidak ada kerangka acuan “mutlak”. Saat mengukur
kecepatan objek, momentum atau bagaimana kita mengalami waktu selalu ada
kaitannya dengan yang lain. Kedua, Einstein mengatakan bahwa kecapatan
selalu sama, tidak peduli siapa yang mengukur dan seberapa cepat ia
mengukurnya. Ketiga tidak ada yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, bukti
besarnya terjadi saat cahaya matahari menerangi bumi.

Implikasi teori Einstein yang paling terkenal adalah mengenai dilatasi waktu.
Yang berarti bahwa jika kecepatan cahaya selalu sama, maka pesawat ruang
angkasa astronot harus bergerak sangat cepat relatif terhadap bumi. Hal ini
menurut pengamat di bumi waktu astronot melambat. Sehingga disebut
fenomena dilatasi waktu, dimana waktu untuk astronot diruang angkasa lebih
awet muda dibandingkan dengan waktu pengamat di bumi. Selain itu pesawat
astronot akan lebih terlihat memanjang, yang disebut kontraksi panjang.

14
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dari hasil buku I Konsep Dasar Fisika Modern yang di tulislah Dadan
Rosana.DKK dan buku II Fisika Dasar II dapat di simpulkan bahwa , Penjelasan
lebih detail terletak pada buku I karena disana banyak dibagi teori – teori relativiyas
khusus seperti : Transformasi Galileo,Postulat Einste,Kegagalan Hipotesi
eter,Dilatasi waktu.dan lain - lain
Sedangkan pada Buku II hanya defenisi pengantar yang mengacu kepada
defenisi saja tidak kepada penjelasan detailnya

4.2 Saran
Adapun Saya yang menulis laporan ini serta mendiskusikannya
membutuhkan banyak saran dari teman-teman serta Bapak, dimana masih
banyaknya kesalahan disana-sini. Dimana saran dari teman-teman sangat kami
butuhkan untuk kedepannya nanti.
Adapun pendapat atau saran kami tentang buku I ini adalah hanya
sistematika serta penjabaran dalam penulisn yang dapat di buat dengan lebih singkat
padat. Dan kompleks pada buku II hanya sebagai pengantar

15
DAFTAR PUSTAKA
Rosana DKK,2000, Konsep Dasar Fisika Modern, Universitas Negri
Yogyakarta, Yogyakarta
Purwanti.2010.Fisika Dasar II.Universitas Negri Semarang.Semarang

16