Anda di halaman 1dari 8

Nama : Nina Riana Harahap

Nim : 4173351015
Prodi : Pendidikan Ipa
Matkul : Teknologi Informasi dan komunikasi

LKM 1

Menentukan Gravitasi Spesifik Benda Padat

A.Tujuan

Menentukan Gravitasi Spesifik (Specific Gravity SG) benda padat yang tidak larut di air, tidak
porous, dan massa jenisnya lebih besar dari air dengan prinsip kesetimbangan hidrostatik.

B. Alat dan Bahan

1. Benda padat (kaca, logam, batuan) 5. Penopang kayu

2. Sepotong benang 6. Gelas Beker

3. Neraca analitik satu lengan 7. Termometer

4. Kotak pemberat / anak timbangan

C. Landasan Teori

Gravitasi Spesifik (SG) suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan antara berat suatu
bahan dengan volume tertentu terhadap berat air dengan dengan volume yang sama pada suhu
4 oC. Misalkan berat suatu benda padat di udara adalah W1, dan berat benda tersebut ketika
seluruhnya tercelup di dalam air adalah W2. Maka berat semu yang berkurang dari benda
tersebut adalah : W1 – W2.

Sesuai dengan prinsip Archimedes, berat air yang dipindahkan yang memiliki volume yang
sama dengan benda padat tersebut adalah : (W1 – W2)

Dengan demikian gravitasi spesifik benda padat tersebut adalah :

W1
S1 
W1  W2
Dengan :

S1 = gravitasi spesifik benda pada suhu air 4 oC

W1 = berat benda di udara (N)

W2 = berat benda di air (N)

Koreksi suhu : Selama melakukan eksperimen, suhu air yang digunakan tidak dapat dijaga
atau diatur agar tetap pada suhu 4oC karena suhu air akan berubah sesuai dengan suhu ruangan
maupun suhu benda yang dicelupkan, oleh karenanya perlu dilakukan koreksi suhu terhadap
gravitasi spesifik. Jika suhu air selama melakukan eksperimen adalah t oC, maka koreksi suhu
terhadap gravitasi spesifik perlu dilakukan sebagai berikut :

berat benda padat


S
berat air dengan vol ume yang sama pada 4 o C

berat benda padat berat air pada t o C


S 
berat air pada t o C berat air pada 4o C
W1
  Sw
W1  W2
S  S1  SW

Dengan S = gravitasi spesifik benda pada suhu air t oC

S1 = gravitasi spesifik benda pada suhu air 4 oC

SW = gravitasi spesifik air pada suhu t oC

D. Tugas Pendahuluan

1. Defenisikanlah gravitasi spesifik dari suatu benda berkaitan dengan berat benda dan rapat
massa (densitas) benda.

Jawab : Gravitasi Spesifik (SG) suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan antara berat
suatu bahan dengan volume tertentu terhadap berat air dengan dengan volume yang sama pada
suhu 4 oC.

2. Jelaskanlah perbedaan antara gravitasi spesifik dengan massa jenis.


Jawab : Specific grativy (gravitasi spesifik) adalah perbandingan kerapatan fluida tersebut
dengan kerapatan air pada temperatur tertentu ( biasanya kerapatan air pada suhu 4 oC).
Ssedangkan massa jenis (rapat massa) didefinisikan sebagai nilai kerapatan massa suatu benda
dimana dapat dihitung dengan jalan massa zat persatuan volume dari benda itu sendiri.

3. Mengapa diperlukan koreksi suhu terhadap gravitasi spesifik.

Jawab : Diperlukannya koreksi suhu terhadap gravitasi spesifik karena selama melakukan

eksperimen, suhu air yang digunakan tidak dapat dijaga atau diatur agar tetap pada suhu

4oC karena suhu air akan berubah sesuai dengan suhu ruangan maupun suhu benda yang

dicelupkan.

4. Berapakah massa jenis air pada suhu 4 oC.

Jawab : massa jenis air pada suhu 4 oC adalah 1000 kg/𝑚3

5. Jelaskan prinsip dasar dari percobaan ini.

Jawab : Prinsip dari percobaan ini adalah :

Gravitasi Spesifik (SG) suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan antara berat suatu
bahan dengan volume tertentu terhadap berat air dengan dengan volume yang sama pada suhu
4 oC. Misalkan berat suatu benda padat di udara adalah W1, dan berat benda tersebut ketika
seluruhnya tercelup di dalam air adalah W2. Maka berat semu yang berkurang dari benda
tersebut adalah : W1 – W2.

Sesuai dengan prinsip Archimedes, berat air yang dipindahkan yang memiliki volume yang
sama dengan benda padat tersebut adalah : (W1 – W2)

Dengan demikian gravitasi spesifik benda padat tersebut adalah :

W1
S1 
W1  W2

E. Prosedur Percobaan
1. Periksalah neraca, apakah sudah setimbang atau belum, jika belum setimbang, lakukanlah
kalibrasi nol terhadap neraca tersebut dan apabila tidak dapat dikalibrasi lakukanlah
koreksi nol.
2. Letakkanlah benda padatan pada piring timbangan, timbanglah massa benda tersebut.
Setelah selesai ditimbang, keluarkan benda tersebut dari piringan timbangan.
3. Letakkanlah papan tumpuan di atas piringan timbangan, atur sedemikian rupa sehingga
tidak bersentuhan dengan piringan timbangan.
4. Isilah gelas beaker dengan air kira-kira melebihi setengah volume beaker, kemudian
letakkan gelas beaker tersebut di atas papan tumpuan dan atur juga sedemikian rupa agar
tidak meyentuh piringan ataupun tangkai piringan.
5. Ukurlah suhu air di dalam gelas beaker.
6. Ikatlah benda padat yang ditimbang tadi dengan benang dan gantungkan pada cantelan,
aturlah agar seluruh benda tercelup semuanya ke dalam air yang terdapat di gelas beaker
dan atur juga agar benda tidak menyentuh dinding atau dasar gelas beaker (gambar
1).
7. Timbanglah benda padat ketika dicelupkan ke dalam air tersebut. Setelah selesai
ditimbang, keluarkan benda tersebut dari gelas beaker dan segera dikeringkan dengan kain
lap atau kertas tissu.
8. Ukurlah kembali suhu air dengan termometer.

H : Gantungan/cantelan

T : Tali

B : Gelas beaker

W : Papan tumpuan

S : Benda padat

P : Piringan timbangan

Gambar 1. Susunan Peralatan dan Bahan


F. Data Pengamatan

Tabel 1. Data Pengukuran Suhu Air

Suhu Sebelum Percobaan Suhu Sesudah Percobaan Suhu Rata-rata

(oC) (oC) (oC)

21 27 24

Tabel 2. Data Pengukuran Berat

Benda yang diamati : batu

Berat Benda di Udara (W1) Berat Benda di Air (W2) Berat Vol Spesifik
Air Gravitasi
Gr mg grf gr Mg Grf Benda
No
S1
Yg (cc)
dipindah

1 28 280 7840 20 200 4000 6 ml 6 3.5


G. ugas Akhir

1. Rancanglah percobaan semacam ini bila dilakukan di satelit buatan atau ketika jatuh
bebas.

2. Jelaskanlah jenis-jenis neraca yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dan kuantitas
apa yang diukurnya.

Jawab:

 Neraca sama lengan, merupakan neraca yang mempunyai dua piringan dan anak
timbangan. Piringan digunakan sebagi tempat untuk meletakkan benda yang akan diukur
massanya, anak timbangan digunakan sebagai satuan besaran perbandingan.

 Neraca analog adalah jenis neraca yang digunakan untuk mengukur massa tepung
sebelum memasak roti atau juga bisa untuk mengukur massa di toko buah.

 Neraca lengan gantung, jenis neraca yang beguna untuk mengukur massa benda dam
niasanya digunakan oleh pedagang untuk menimbang barang.

3. Melalui metode ini, dapatkah diukur volume benda yang dicobakan ?

Jawab: volume benda dapat diukur dari dengan menggunakan rumus massa jenis, dimana

massa jenis adalah perbandingan antara massa benda dengan volume benda.

𝒎
ρ=
𝒗

4. Jika kita menimbang suatu benda dengan neraca biasa pada tempat-tempat yang berbeda
di permukaan bumi, dapatkah hasilnya berbeda ? Bagaimana jika neraca yang digunakan
adalah neraca pegas.

Jawab: Hasilnya akan sama, karena jika tempat benda ditimbang masih tetap sama sama
dibumi, hanya tempatnya yang berbeda maka hasilnya penimbangan akan sama. Hasil
penimbangan tidak dipengaruhi oleh tempat dilakukannya penimbangan tetapi
dipengaruhi benda apa yang kita timbang. Hasil penimbangan berbeda bisa saja
dikarenakan kesalahan orang yang menimbang. Neraca pegas adalah alat untuk mengukur
berat benda, jika neraca yang digunakan adalah neraca pegas maka benda yang ditimbang
ditempat- tempat yang berbeda dipermukaan bumi maka hasilnya juga akan sama.
5. Jelaskan mengapa :

a. Papan tumpuan tidak boleh menyentuh piringan timbangan.

Jawab: Papan tumpuan tidak boleh menyentuh piringan timbangan karena akan
mempengaruhi hasil penimbangan, jika papan tumpuan menyentuh benda lain, maka hasil
penimbangannya tidak akan tepat, penimbangannya bisa saja akan bertambah ataupun
berkurang.

b. Benda padat yang ditimbang tidak boleh menyentuh dinding atau dasar gelas beaker

Jawab: Benda padat yang ditimbang tidak boleh menyentuh dinding atau dasar gelas

beaker karena mempengaruhi hasil penimbangan yaitu hasil penimbangannya tidak

tepat, hasil penimbangan bisa saja akan bertambah atau berkurang.