Anda di halaman 1dari 8

Strategi Pembelajaran Kimia

Metode-metode Pembelajaran
Dosen Pengampu : Fitriah Khoirunnisa, S.Pd. M,Ed

Disusun Oleh :

Nama : Sintia Hardila Ananda Putri

NIM : 160384204039

Program Studi Pendidika Kimia


Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Tanjungpinang
2018
1. Pengertian metode Pembelajaran

Metode berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh.
Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami
objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai
tujuan.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana


yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Yaitu suatu cara yang dipilih oleh pendidik untuk mengoptimalkan proses belajar
mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang
ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran
dapat dicapai. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam
penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa.

2. Jenis-jenis metode pembelajaran

2.1 Metode Ceramah(Preaching Method)

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan
pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang
paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan
literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

A. Alasan Penggunaan :
 Agar perhatian siswa tetap terarah selama penyajian berlangsung
 Penyajian materi pelajaran sistematis (tidah berbelit-belit)
 Untuk merangsang siswa aktif belajar
 Untuk memberikan feed back
 Untuk memberikan motivasi belajar
B. Tujuan :
 Menyampaikan informasi atau materi pelajaran
 Membangkitkan hasrat, minat danmotivasi siswa untuk belajar
 Memperjelas mata pelakaran
C. Manfaat metode ceramah digunakan dalam jumlah siswa cukup besar
 Sebagai pengantar atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari
 Waktu yang tersedia terbatas, sedang materi yang disampaikan cukup banyak
D. Metode Ceramah sesuai digunakan bila :
 Tujuan dasar pengajaran adalah menyampaikan informasi baru
 Isi pengajaran langka, misalnya penemuan baru
 Isi pengajaran harus diorganisasikan dan dsajikan dalam sebuah cara khusus untuk kelompok
tertentu
 Membangkitkan minat terhadap mata pelajaran
 Isi pelajaran tidak diperlukan untuk diingat dalam waktu yang lama.
 Untuk mengantar penggunaan metode mengajar yang lain dan pengarahan penyeslesaian
tugas-tugas belajar.
E. Metode ceramah tidak sesuai digunakan bila :
 Tujuan pengajaran bukan tujuan perolehan informasi
 Isi pelajaran perlu diingat dalam jangka waktu yang lama
 Isi pelajaran kompleks ,rinci, atau abstrak.
F. Kelemahan
 Siswa pasif, kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru, sehingga mengurangi daya
kreativitas dan aktivitas siswa.
 Mudah menimbulkan salah tafsir, salah paham tentang istilah tertentu tanpa mengatahui
artinya.
 Melemahkan perhatian dan membosankan siswa apabila ceramah diberikan dalam waktu
yang cukup lama.
 Guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan.
G. Kelebihan
 Dalam waktu relative singkat dapat disampaikan bahan sebanyak-banyaknya
 Organisasi kelas lebih sederhana, tidak perlu mengadakan pengelompokkan murid-murid
seperti pada metode yang lain.
 Guru dapat menguasai kelas dengan mudah, walaupun jumlah murid cukup besar.
 Apabila penceramah berhasil baik, dapat menimbulkan semangat, kreasi yang konstruktif,
yang merangsang murid-murid untuk melaksanakan suatu tugas/ perkerjaan.

2.2 Metode diskusi ( Discussion method )

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode


mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving).
Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi
bersama ( socialized recitation ).
a) Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
 Mendorong siswa berpikir kritis.
 Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
 Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah
bersama.
 Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk
memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

b) Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :


 Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
 Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan
pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
 Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun
berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri
Djamarah, 2000)

c) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :


 Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
 Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
 Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
 Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri
Djamarah, 2000)
2.3 Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang,


kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui
penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang
disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu


proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri
Djamarah, ( 2000).

a) Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :


 Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
 Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
 Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa
(Daradjat, 1985)

b) Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :


 Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu
benda.
 Memudahkan berbagai jenis penjelasan .

c) Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui


pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya
(Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

d) Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :


 Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
 Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
 Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang
didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
2.4 Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu
metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan
menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a) Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab
dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :


 Penyampaian materi oleh guru.
 Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
 Pemberian tugas kepada siswa.

b) Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)


Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu
pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan
akhirnya memberi tugas.

c) Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)


Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran
dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

2.5 Metode Permainan dan Kerja Lapangan


Permainan (games), popular dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice breaing/
penyegaran). Arti dari pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran
atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis,
penuh semangat dan antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar
yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan
suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak , dari jenuh menjadi riang (segar).
Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana
gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat. Sebaiknya permainan digunakan
sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar
permainan

.
Metode praktik lapangan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. Kegiatan ini dilakukan di “lapangan”,
yang bisa berarti ditempat kerja, maupun di masyarakat. Keunggulan dari metode ini adalah pengalaman
nyata yang diperoleh bisa langsung dirasakan oleh peserta, sehingga dapat memicu kemampuan peserta
dalam mengembangkan kemampuan. Sifat metode praktek adalah pengembangan keterampilan.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/16805364/metode_pembelajaran_siswa
ahmad Sabri. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching, Jakarta : Quantum Teacheng, 2005
http://research.unissula.ac.id/file/publikasi/211313015/9230susun_ISI_DAN_DAFTAR_PUSTAKA_BU
KU_MODEL_edit_.pdf
http://eprints.walisongo.ac.id/355/4/UmiHanik_Tesis_Bab2.pdf