Anda di halaman 1dari 4

Pak Kadir mempunyai dua orang anak laki-laki, Seto dan Iwan, masing-masing berusia 14 dan 8

tahun. Satu bulan yang lalu Iwan dinyatakan dokter mempunyai masalah kelebihan berat badan,
yaitu termasuk kategori obesitas. Bagaimanakah menilai secara langsung status gizi Seto dengan
cara sederhana?
A. Pemeriksaan laboratorium
B. Penilaian konsumsi makanan
C. Penilaian kurva pertumbuhan
D. Pengukuran tebal lipatan kulit
E. Menghitung indeks massa tubuh

Seto berusia 14 tahun. Oleh karena itu pengukuran status gizi Seto dilakukan dengan melakukan
penilaian kurva pertumbuhan. Karena Seto berusia 14 tahun, kurva yang digunakan adalah kurva
CDC 2000 (kurva ini digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas). Penentuan obesitas atau
tidaknya seorang anak memiliki alur tersendiri sebagai berikut,

Ukur IMT dengan


Ukur BB/TB BB/TB > 110%
grafik IMT

Karena BB/TB Seto belum diketahui, maka penilaian awal yang perlu dilakukan adalah penilaian
kurva pertumbuhan. Pada penilaian kurva pertumbuhan mencakup penilaian BB/Usia, TB/Usia,
dan BB/TB yang kita butuhkan untuk menentukan status gizi Seto.

Jawaban :C
Laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD sebuah rumah sakit. Laki-laki tersebut mengalami
kecelakaan lalu lintas yang mencederai tungkai kanannya. Korban masih sadar, terdapat luka
terbuka besar dengan tulang terlihat jelas di daerah kruris. Dokter di IGD telah memasang bidai
dan kemudian merencanakan debridement dan operasi fiksasi interna. Faktor mekanik apa yang
penting dalam terjadinya proses penyembuhan tulang pada kasus di atas?

A. Debridement
B. Fiksasi interna
C. Elevasi tungkai
D. Mobilisasi sendi
E. Pembidaian tungkai

Pembahasan:
Debridement merupakan proses pengangkatan jaringan yang mati sehingga jaringan tersebut tidak
menjadi tempat pertumbuhan pathogen yang justru menjadi sumber infeksi.
Pemasangan bidai bertujuan untuk mengurangi nyeri, dan mencegah cedera jaringan lunak lebih
lanjut sehingga bukan terapi definitif untuk penyembuhan tulang.
Elevasi tungkai dan mobilisasi sendi tidak disebutkan pada kasus ini. Elevasi tungkai pada kasus
fraktur diterapkan setelah fraktur ditatalaksana. Tujuannya adalah mencegah edema jaringan yang
bila tidak diatasi akan menyebabkan kekakuan sendi. Mobilisasi sendi bertujuan mencegah
kekakuan sendi.
Fiksasi interna memiliki fungsi mendekatkan kembali bagian-bagian tulang yang fraktur sehingga
terjadi proses penyembuhan tulang primer.

Jawaban :B
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan kedua kakinya lemas
dalam beberapa hari terakhir dan kelopak mata kanan menutup. Selama ini ia rutin
jogging 3 kali seminggu dan secara umum dalam keadaan sehat. Pada pemeriksaan
lebih lanjut, dokter memeriksa konsistensi kemampuan kontraksi otot tungkai dalam
waktu tertentu. Pasien diminta mengayuh sepeda kencang-kencang selama 10 detik,
kemudian responsnya dibandingkan dengan respons kontraksi akibat perangsangan
listrik langsung ke otot, juga dalam 10 detik. Apabila penurunan kemampuan otot terjadi
hanya pada tes mengayuh sepeda, mekanisme apa yang paling mungkin mendasari hal
tersebut?

A. Ion Ca tidak dapat berikatan dengan troponin C


B. Hambatan penghantaran impuls melalui tubulus T
C. Penurunan power stroke akibat deplesi glikogen otot
D. Miosin ATP-ase tidak dapat mengurai ATP menjad ADP + Pi + E
E. Terhambatnya penghantaran impuls dari neuron motorik ke otot rangka

Pembahasan:

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan ini, mari kita ulas kembali mekanisme kontraksi
pada otot skeletal.

1. Potensial aksi tiba di neuron terminal di neuromuscular junction diikuti dengan pelepasan
asetilkolin yang memicu potensial aksi serat otot
2. Potensial aksi dihantarkan sepanjang permukaan serat otot yang lalu masuk ke interior serat
otot melalui tubulus T
3. Potensial aksi di tubulus T memicu pelepasan ion Ca2+ dari reticulum sarkoplasma ke sitosol
4. Ion Ca2+ berikatan dengan troponin lalu menyebabkan perubahan konformasi tropomyosin.
Tropomiosin yang berubah konformasi menyebabkan bagian actin yang nantinya berikatan
dengan myosin menjadi terekspos
5. Aktin berikatan dengan myosin
6. Ikatan tersebut menyebabkan cross bridge myosin membengkok
7. Ikatan aktin dan myosin terlepas
8. Kalsium ditranspor kembali ke reticulum sarkoplasma

Bila dilihat dari pilihan-pilihan jawaban di atas, opsi A-D merupakan rangkaian mekanisme
kontraksi otot skeletal yang telah dijelaskan di atas. Yang perlu dicatat adalah, mekanisme
tersebut dapat berjalan dengan adanya potensial aksi. Ketika otot diberi impuls berupa listrik,
otot akan menjalankan proses kontraksi tersebut. Karena pada kasus ini pasien mengalami
penurunan kontraksi otot hanya saat mengayuh sepeda, komponen yang berbeda antara
mengayuh sepeda dengan pemberian rangsangan listrik adalah hantaran impuls dari neuron
motorik ke otot rangka.

Jawaban :E