Anda di halaman 1dari 9

REVIEW JURNAL

“Strengths-Oriented Therapeutic Conversations for Families of Children With Chronic


Illnesses: Findings From the Landspitali University Hospital Family Nursing
Implementation Project”

OLEH Kelompok 14

Dwiti Hikmah Sari 16.IK.466

Intan Nur Islamiaty 16.IK.473

Syiva Hermawinda 16.IK.499

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS

STIKES SARI MULIA BANJARMASIN

2018
REVIEW JURNAL

Penulis Erla Kolbrun Svavarsdottir, RN, PhD, Anna Olafia


Sigurdardottir, RN, MSc, and Gudny Bergthora
Tryggvadottir, MSc
Tahun Terbit 2014
Judul Strengths-Oriented Therapeutic Conversations for
Families of Children With Chronic Illnesses:
Findings From the Landspitali University Hospital
Family Nursing Implementation Project
Lembaga Penerbit Journal of Family Nursing
Volume, Nomer dan Vol. 20(1) 13 –50
Halaman
Tanggal Terbit 4 Februari 2014
Reviewer (Mahasiswa npm) Dwiti Hikmah Sari, Intan Nur Islamiaty, Syiva
Hermawinda

1. Pendahuluan
a. Latar belakang Secara global, kendala ekonomi saat ini dalam
perawatan kesehatan memiliki potensi untuk
mengancam layanan psikososial pada keluarga
pasien dengan anak penyakit kronis seperti
menawarkan intervensi percakapan terapeutik untuk
keluarga anak-anak dan remaja didiagnosis dengan
penyakit kronis, karena layanan tersebut dapat
dilihat sebagai mahal dan padat karya. Sekarang
keluarga anak-anak dan remaja didiagnosis dengan
penyakit kronis seperti kanker atau diabetes telah
merekomendasikan dukungan psikososial untuk
membantu keluarga ,baik jangka pendek dan
penyesuaian jangka panjang untuk perubahan yang
diaktifkan oleh situasi penyakit. Selain itu, diakui
bahwa kemajuan kanker dan penyakit diabetes
dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, dan sosial.
Jadi permasalahannya tersebut intervensi
disampaikan seperti yang direncanakan masih
kurang dalam dosis penyampaian dukungan
keluarganya.
b. Alasan Alasan dilakukan penelitian ini karena tingkat stress
si pengasuh akan mengalami peningkatan,cemas
dan tidak bisa mengontrol perawatan pada anaknya
saat diagnose ,sehingga memfasilitasi fungsi
keluarga (percakapan therpy keluarga),
kesejahteraan, dan kualitas hidup sangat
berpengaruh pada keluarga maupun pasien (anak)
dengan penyakit kronis untuk kesembuhan dan
dukungan perawatan anaknya.
c. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu
praktisi perawat pada anak-anak dan remaja dengan
diabetes, asma dan pada unit kanker dengan
dukungan perawat keluarga yang lebih baik dan
memfasilitasi fungsi keluarga kesejahteraan dan
kualitas hidup agar mengurangi kecemasan dan
kesetresan pada si pengasuh utama pada anak
sehingga dapat mengatasi situasi penyakit setiap
hari.
d. Teori dan Hasil Svavarsdottir dan Sigurdardottir (2013), dalam
Penelitian sebuah studi dari 19 pengasuh orang tua anak-anak
sebelumnya dalam perawatan medis kanker aktif, menemukan
pengasuh utama untuk merasakan dukungan
keluarga secara signifikan lebih tinggi.Namun
adapula telah dilaporkan dalam literatur tentang
manfaat dari intervensi psikososial untuk keluarga
anak-anak yang baru didiagnosis dengan kanker.
Dalam sebuah studi kontrol acak percobaan (RCT)
(Stehl et al., 2009) dari 46 keluarga dari anak yang
baru didiagnosis dengan kanker. Intervensi ini
ditawarkan kepada keluarga 4 sampai 6 minggu
setelah diagnosis dan terfokus pada (a)
mengidentifikasi keyakinan pengasuh tentang
kesulitan yang berhubungan dengan kanker, (b)
reframing keyakinan ini untuk mengubah
konsekuensi yang tidak diinginkan seperti masalah
distress dan hubungan, dan ( c) pada McBroom dan
Enriquez (2009) melakukan tinjauan literatur
sistematis untuk meneliti intervensi yang berpusat
pada keluarga yang meningkatkan hasil kesehatan
anak-anak dengan diabetes tipe 1. Temuan dari
sembilan studi RCT menunjukkan bahwa intervensi
yang berpusat pada keluarga secara signifikan
meningkatkan, dan penurunan konflik keluarga.
2. Metodeologi
Penelitian
a. Subjek penelitian 37 keluarga dari anak-anak dengan penyakit kronis
dari studi asli 10 keluarga dari anak-anak dengan
kanker. 11 keluarga dari anak-anak dengan asma
dan 16 keluarga anak-anak dengan diabetes
b. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara
Pengumpulan data kepada orang tua pasien dalam 2 kali tahap
percakapan therapy.
c. Alat pengumpulan Pengumpulan data menggunakan tiga kuesioner
data yang digunakan: ICE-EFFQ, ICE-FPSQ
d. Prosedur penelitian Prosedur menggunakan FAM-TCI terdiri dari dua
bagian wawancara di mana fokus utama dari
intervensi didasarkan pada elemen kunci dari
kerangka wawancara keluarga singkat.
Percakapan terapi diperkenalkan kepada orang tua
sebagai kesempatan bagi mereka untuk terlibat
dalam hubungan terapeutik. Setiap keluarga
menerima dua wawancara percakapan terapi.
Percakapan terapi berkisar 45-90 menit, setiap
percakapan rata-rata 60 menit. Setelah orang tua
telah menandatangani formulir persetujuan,
selanjutnya wawancara akan dilakukan dalam 2 sesi
wawancara secara langsung
percakapan terapi pertama, perawat mulai dengan
memperkenalkan dirinya kepada orang tua,
menyatakan tujuan dari penelitian, dan memberikan
perkiraan nya berapa lama dia diharapkan
wawancara untuk mengambil (misalnya, sekitar 60
menit). Kemudian perawat menarik genogram
keluarga dengan bantuan dan masukan dari orang
tua.
Dalam percakapan terapi kedua, perawat mulai
dengan menanyakan apakah keluarga memiliki
pertanyaan dari percakapan terapi terakhir dan
bagaimana anak-anak sendiri dan anggota lain dari
keluarga mereka telah melakukan sejak percakapan
terapi pertama (kedua orang tua diundang untuk
berbicara) .
e. Analisis data Data dari penelitian ini yaitu data yang dirangkum
menggunakan analisis deskriptif, termasuk sarana,
standar deviasi, dan distribusi frekuensi. Jadi Analisa
datanya Sebuah analisis data sekunder dilakukan
pada data intervensi dari 37 keluarga dari anak-anak
dengan penyakit kronis. Ibu dari anak-anak / remaja
yang dirasakan secara dukungan keluarga lebih
tinggi setelah FAM-TCI (therapi therapeutic)
dibandingkan dengan sebelumnya dilakukan
intervensi. ibu melaporkan kolaborasi secara
signifikan lebih tinggi dan kemampuan pemecahan
masalah pada skala fungsi keluarga ekspresif
setelah FAM-TCI. Namun, tidak ada perbedaan
signifikan yang ditemukan pada dirasakan dukungan
keluarga ayah maupun di keluarga ekspresif mereka
berfungsi setelah FAM-TCI dibandingkan dengan
sebelum intervensi
3. Hasil dan
Pembahasan
a. Hasil Tulisan ini menujukkan bahwa pengaruh pada orang
tua fungsi keluarga dalam therapy terapeutik yang
baik merupakan sumber daya penting pada saat
stress dalam menyesuaiakn diri dengan pengalaman
penyakit anak denga penyakit kronis.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengaruh
pada orang tua fungsi keluarga sendiri yaitu (ada 2)
: untuk ibu, keterlibatan dan keramahan mereka
sendiri untuk ayah, keterbukaan dan kesadaran
mereka sendiri. Namun, ayah conscientiousness
ditemukan untuk mempengaruhi ibu fungsi keluarga,
menunjukkan kebutuhan untuk mempelajari orang
tua bersama-sama.
b. Pembahasan psikososial telah direkomendasikan untuk keluarga
anak-anak dengan penyakit kronis untuk membantu
mereka dalam menyesuaikan diri dengan
pengalaman penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi manfaat dari twosession keluarga
intervensi percakapan terapi (FAM-TCIs) untuk
keluarga anak-anak didiagnosis dengan asma,
kanker, atau diabetes. Kendala ekonomi saat ini
dalam perawatan kesehatan memiliki potensi untuk
mengancam layanan psikososial seperti
menawarkan intervensi percakapan terapeutik
(TCIs) untuk keluarga anak-anak dan remaja
didiagnosis dengan penyakit kronis, karena layanan
tersebut dapat dilihat sebagai mahal dan padat
karya. Tujuan dari studi intervensi keluarga-tingkat
kuasi-eksperimental ini adalah untuk membantu
praktisi perawat lanjutan di Rumah Sakit University
yang bekerja di klinik rawat jalan untuk anak-anak
dan remaja dengan diabetes dan asma dan pada unit
kanker anak rawat inap dan unit kanker penitipan
keluarga dukungan yang lebih baik dan memfasilitasi
fungsi keluarga, kesejahteraan, dan kualitas hidup
(QOL). Peran perawat dalam intervensi yaitu peran
praktek perawat canggih yang disampaikan FAM-
TCI adalah, baik percakapan terapi, untuk
merefleksikan pengalaman orang tua dengan
mengajukan pertanyaan terapi dan mendorong,
memberdayakan, dan menunjukkan cara apa
keluarga yang menangani mereka situasi dengan
baik (yaitu, menawarkan pujiaan) dan menyatakan
keyakinan pada kemampuan pemecahan masalah
yang sesuai.
4. Kesimpulan,
keterbatasan, saran,
dan rekomendasi
a. Kesimpulan Merawat anak-anak dan remaja dengan penyakit
kronis perlu membangun hubungan kolaboratif
dengan orang tua atau pengasuh utama lainnya,
untuk dapat menawarkan layanan perawatan
kesehatan berkualitas dan berbasis bukti. Penelitian
ini sangat bermanfaat bagi dokter, yang seringkali
perlu untuk membenarkan diri mereka sendiri
dengan baik kepada administrator mereka,
kebutuhan dan / atau pentingnya menawarkan
keluarga di klinik, pertemuan keluarga terstruktur.
Penelitian ini juga sangat penting bagi keluarga
anak-anak dengan penyakit kronis, terutama kepada
ibu-ibu anak-anak dan remaja dengan kanker dan
asma. Ibu-ibu ini perlu diberikan kesempatan untuk
merefleksikan bagaimana mereka menangani
kegiatan pengasuhan mereka dan mendapat
manfaat dari dukungan dan pendapat profesional
mengenai mengelola dan mengatasi situasi penyakit
setiap hari.
b. Keterbatasan Ukuran sampel dari studi FAM-TCI adalah kecil dan
desain penelitian ini adalah tes pra-pasang satu
kelompok, tanpa kelompok kontrol, yang membatasi
generalisasi penelitian. Temuan-temuan itu mungkin
tidak digeneralisasikan ke negara lain atau situasi
perawatan kesehatan lainnya. Namun, isi FAMTCI
didorong oleh teori (berdasarkan Penilaian Keluarga
dan Model Intervensi Keluarga Calgary) dan karena
itu dapat memberikan kerangka untuk penelitian di
masa depan.
c. Saran Diharapkan intervensi perlu diuji lebih lanjut dengan
sampel yang lebih besar dan dalam pengaturan
perawatan kesehatan yang berbeda.
d. Rekomendasi Rekomendasinya adalah pengembangan cara
therapeutic keluarga therapy yang sesuai dan
penjelasan yang lebih sederhana serta menciptakan
situasi menyenangkan dan menenangkan pada anak
serta keluarga ketika dilakukan therapeutic therapy
keluarga. juga dapat diaplikasikan secara langsung
pada keluarga pada dukungan psikososial dengan
penyakit kronik agar mereka dapat segera
memperbaiki kualitas hidup ke arah yang lebih baik.
5. Kekuatan dan
Kelemahan jurnal oleh
reviewer
a. Kekuatan Kekuatan pada jurnal tersebut orang tua anak-anak
atau remaja dengan asma, ibu ditemukan
melaporkan dukungan keluarga yang dirasakan
secara signifikan lebih tinggi dan secara signifikan
lebih tinggi dukungan kognitif dan emosional setelah
FAM-TCI dibandingkan dengan sebelum intervensi.

Secara penulisan :
Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari
tujuan penelitian
Kesimpulan ringkas,jelas dan padat.
b. Kelemahan Sistem penulisan :
Dalam analisa data menggunakan uji Wilcoxon yaitu
(menganalisis hasil pengamatan yang berpasangan
dari 2 data apakah ada berbeda atau tidak.) ketika
menggunakan uji tersebut data tersebut tidak
memenuhi.
Dalam epidemiologi tidak terlalu jelas sehingga tidak
mengetahui berapa persen angka kejadian pada
penyakit kronis dalam jurnal ini
Peneliti tidak memberikan rekomendasi kepada
isntansi terkait yang berhubungan dengan peneliti