Anda di halaman 1dari 5

NAMA : I MADE WIDIANA

NIM : P07120016028
KELAS : 3.1
STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN
DENGAN ANSIETAS

1. KONDISI PASIEN
Klien Ny. A berusia 35 tahun. Klien mengatakan takut jika berada di rumah
,klien mengatakan dulu pernah di jahati oleh tetangganya,klien juga
mengatakan sulit tidur dan tidak nafsu makan.
Klien tampak seperti orang bingung. Tekanan darah 140/100 mmHg, Nadi :
90x/menit, Rr : 28x / menit
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ansietas
3. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Tahapan tindakan yang dapat dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Bina hubungan saling percaya
b. Bantu pasien mengenal ansietas
c. Latih pasien cara mengatasi ansietas dengan teknik relaksasi
d. Masukkan dalam jadwal kegiatan harian

4. TUJUAN
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien dapat mengenal ansietas
3. Latihan cara mengatasi ansietas dengan teknik relaksasi
4. Masukkan dalam jadwal kegiatan harian
5. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

1. FASE ORIENTASI
SALAM TERAPEUTIK
Perawat : “Selamat pagi Ibu, Nama saya I Made Widiana, boleh panggil saya
Widi . Saya mahasiswa Keperawatan Poltekkes Denpasar Jurusan
Keperawatan, saya sedang praktik di sini dari pukul 08.00 WIB
sampai pukul 13.00 WIB siang, Nama Ibu siapa? Dan senang di
panggil siapa?”
Klien : “panggil saja ibu A.”
EVALUASI DENGAN VALIDASI
Perawat : “Bagaimana perasaan Ibu hari ini?,semalam tidurnya nyenyak?”
Klien : “ Saya sangat bingung, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak saya
selalu merasakan gelisah sehingga saya tidak bisa tidur.”

KONTRAK
a. Topik
Perawat : “Apakah Ibu tidak keberatan untuk ngobrol dengan saya?”
Klien : “ Tidak.”
Perawat : “Menurut Ibu sebaiknya kita ngobrol tentang apa? Bagaiman kalau
kita ngobrol tentang keadaan ibu?”
Klien : “ Baik, boleh saja.”

b. Waktu
Perawat : “Berapa lama kira-kira kita bisa ngobrol Ibu? Ibu maunya berapa
menit?
Klien : “ Jangan terlalu lama ya, saya takut.”
Perawat : “ Bagaiman kalau 15 menit?”
Klien : “ Baik 15 menit ya jangan lebih.”
Perawat : “Baik Ibu.”
c. Tempat
Perawat : “Di mana kita duduk? Di teras? Di kursi panjang itu, atau mau di
mana Bu?”
Klien : “ Disini sajalah.”
d. Tujuan
Perawat : “Saya melakukan ini supaya Ibu bisa lebih tenang menghadapi
keadaan ini”

2. FASE KERJA

Perawat : “Sekarang coba ibu ceritakan apa yang ibu rasakan saat ini”

Klien : “ Saya selalu merasa cemas jika dirumah tidak ada siapa saya takut
tetangga saya melakukan kekerasan lagi.”
Perawat : “Oh ,Jadi ibu merasa takut jika tetangga ibu melakukan tindakan
kejahatan kepada ibu. Jika boleh saya tahu, bagaimana cara Ibu
mengatasinya?”
Klien : “ Biasanya saya hanya terdiam dan berdoa, kalau tidak paling saya
pergi kekamar dan mengunci pintu kamar saya.”
Perawat : “Saya mengerti bagaimana perasaan Ibu. Setiap orang akan
memiliki perasaan yang sama jika diposisi Ibu. Tapi saya sangat
kagum sama Ibu. Karena Ibu mampu menahan semua masalah ini.
Ibu adalah orang yang luar biasa. Untuk itu, Ibu perlu melakukan
terapi disaat ibu merasakan perasaan cemas yang berat. Terapi ini
akan membantu menurunkan tingkat kecemasan Ibu. Bagaimana
kalau sekarang kita coba mengatasi kecemasan ibu dengan latihan
relaksasi dengan cara tarik nafas dalam, ini merupakan salah satu
cara untuk mengurangi kecemasan yang ibu rasakan”
Klien : “Boleh saja.”
Perawat : “Bagaimana kalau kita latihan sekarang, ibu perhatikan saya, lalu
ibu bisa mengikuti cara yang sudah saya ajarkan. Kita mulai ya bu.
Ibu silakan duduk dengan posisi seperti saya. Pertama-tama, ibu
tarik nafas dalam perlahan-lahan, setelah itu tahan nafas dalam
hitungan tiga setelah itu ibu hembuskan udara melalui mulut
dengan meniup udara perlahan-lahan. Sekarang coba ibu
praktikkan”
Klien : “Baik sus”
Perawat : “Bagus sekali, ibu sudah mampu melakukannya. ibu bisa melakukan
latihan ini selama 5 sampai 10 kali sampai ibu merasa relaks atau
santai. Selain cara tersebut untuk mengatasi kecemasan ibu, ibu bisa
melakukan dengan metode pengalihan yaitu dengan ibu melepas
kecemasan dengan tertawa, berolahraga, menulis kecemasan ibu
disebuah kertas,bersantai seperti jalan-jalan atau ibu juga bisa
mengatasinya dengan mendengarkan musik.

3. FASE TERMINASI
a) Evaluasi Subjektif
Perawat : “Bagaimana perasaan Ibu setelah kita ngobrol tentang masalah yang
ibu rasakan dan latihan relaksasi?”
Klien : “Saya merasa lebih baikan daripada sebelumnya.”
b) Evaluasi Objektif
Perawat : “Setelah kita ngobrol dan latiahan tadi,sekarang coba Ibu simpulkan
pembicaraan kita tadi?”
Klien : “Saya bisa melakukan dengan metode pengalihan yaitu dengan
melepas kecemasan dengan tertawa, berolahraga, menulis
kecemasan disebuah kertas,bersantai seperti jalan-jalan atau juga
bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik.
Perawat :” Benar sekali ibu.”

c) Kontrak
 Topik
Perawat : “Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi dan berbincang –
bincang lagi bu ?“Cara yang kita praktikkan tadi baru mengurangi
sedikit kecemasan yang ibu rasakan, bagamana jika kita latihan
kembali besok bu?
Klien : “ Boleh saja.”
 Tempat
Perawat : “Besok kita akan berbincang – bincang dimana ? bagaimana kalau
di taman ?”
Klien : “ Saya mau disini saja.”
 Waktu
Perawat : “Bagaimana kalau kita berbincang – bincang kembali besok jam
08.00 pagi seperti hari ini , kira kira selama 15 menit , apakah Ibu
setuju ?
Klien : “Baik saya setuju.”
d) Rencana tindak lanjut
Perawat : “Mari, kita masukkan dalam jadwal harian ibu. Saya harap mulai
hari ini, setiap ibu merasa cemas, ibu bisa langsung praktikkan cara
ini.”
Klien : “Baik, Trimakasih”