Anda di halaman 1dari 8

PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA

PENGUMPULAN DATA

Data statistik yang diharapkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pengumpulan datanya harus baik dan mencakup
seluruh unit yang menjadi objek penelitian. Informasi yang dikumpulkan itu harus sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya dan dengan metode serta cara yang ditetapkan.

Sebelum pengumpulan data dilakukan, terlebih dahulu harus diketahui untuk apa data
itu dikumpulkan. Apakah untuk sekadar mendapatkan gambaran mengenai suatu keadaan
atau memecahkan suatu persoalan. Apapun tujuan pengumpulan data, terlebih dahulu harus
diketahui jenis elemen atau objek yang akan diteliti. Elemen adalah unit terkecil dari objek
penelitian, disebut juga “unit analysis” atau ”unit sampling”. Elemen dapat berupa orang
(PNS, mahasiswa, pedagang, konsumen, karyawan, dan sebagainya), organisasi atau badan
usaha (perusahaan, sekolah/universitas, departemen, propinsi, kabupaten, kecamatan, desa,
rumah tangga, pasar, dan sebagainya), atau barang (kendaraan, mesin, gedung, dan
sebagainya).

Tujuan pengumpulan data, selain untuk mengetahui jumlah elemen, juga untuk
mengetahui karakteristik dari elemen-elemen tersebut. Karakteristik adalah sifat-sifat, ciri-
ciri atau hal-hal yang dimiliki oleh elemen, yaitu semua keterangan mengenai elemen.
Misalnya, jika elemennya berasal dari pegawai pemerintah/swasta maka karakteristik yang
perlu diketahui antara lain jenis kelamin, pendidikan, agama, umur, masa kerja, golongan dan
gaji; sedangkan jika berupa perusahaan, maka karakteristiknya antara lain jumlah karyawan,
jumlah kekayaan, hasil produksi, dan hasil penjualan; jika universitas, karakteristiknya antara
lain jumlah mahasiswa, jumlah dosen, dan banyaknya fakultas.

Variabel atau Peubah ialah suatu yang nilainya dapat berubah atau berbeda. Nilai
karakteristik suatu elemen merupakan nilai variabel, misalnya harga (karakteristik harga
suatu barang akan berubah-ubah menurut waktu itu berbeda-beda menurut tempat), produksi,
hasil penjualan, ekspor, pendapatan nasional, umur, tinggi badan, berat badan, tekanan darah,
temperature/suhu, modal perusahaan, dan lain sebagainya. Biasanya untuk menunjukkan
suatu variabel digunakan huruf latin (X, Y, Z).
Contoh: Diketahui 3 perusahaan dengan X = modal perusahaan dalam jutaan rupiah, dimana
X1 = 5, X2 = 7, X3 = 4, berarti perusahaan pertama mempunyai modal Rp5 juta, perusahaan
kedua Rp7 juta, dan perusahaan ketiga Rp4 juta.

Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen sejenis tetapi dapat dibedakan satu
sama lain karena karakteristiknya. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan karena adanya nilai
karakteristik yang berlainan. Misalnya, seluruh karyawan perusahaan merupakan suatu
populasi. Di sini, elemennya berupa orang, yaitu karyawan perusahaan. Walaupun jenisnya
sama, namun karakteristiknya secara keseluruhan berlainan, misalnya umur, pendidikan,
masa kerja, jumlah anak, gaji pokok, dan lain sebagainya.

Populasi dan Sampel sering disebut sebagai berikut:

Populasi : 𝑋1 , 𝑋2 , … 𝑋𝑖 , … 𝑋𝑁

Sampel : 𝑋1 , 𝑋2 , … 𝑋𝑖 , … 𝑋𝑛

Sampel adalah sebagian dari populasi. Jika n adalah jumlah elemen sampel dan N
adalah jumlah elemen populasi, maka n < N.

Metode Pengumpulan Data

1. Sensus
Adalah cara pengumpulan data apabila seluruh elemen populasi diteliti satu per satu.
Data yang diperoleh sebagai hasil pengolahan sensus disebut data yang sebenarnya
(true value), atau yang sering disebut parameter. Misalnya, hasil sensus penduduk
tahun 1980 memberikan data sebenarnya mengenai penduduk Indonesia (jumlahnya
menurut umur, jenis kelamin, lapangan kerja, agama, dan pendidikan).
Perlu diperhatikan bahwa cara sensus biayanya mahal serta memerlukan
banyak tenaga dan waktu. Sebetulnya cara ini tidak efisien. Oleh karena itu, menurut
rekomendasi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) kepada para Negara anggota, sensus
penduduk cukup dilakukan 10 tahun sekali.
2. Sampling
Adalah cara pengumpulan data apabila yang diteliti adalah elemen sampel dari suatu
populasi. Data yang diperoleh dari hasil sampling merupakan data perkiraan
(estimated value). Jadi, jika dari 1.000 perusahaan hanya akan diteliti 100 saja, maka
hasil penelitiannya merupakan suatu perkiraan. Misalnya, perkiraan jumlah karyawan,
jumlah produksi, jumlah modal, perkiraan rata-rata modal, dan sebagainya. Jika nilai
yang dihitung berdasarkan seluruh elemen populasi disebut parameter, maka data
yang dihitung berdasarkan sampel disebut statistik.
Dibandingkan dengan sensus, pengumpulan data dengan cara sampling
membutuhkan biaya yang jauh lebih sedikit, memerlukan waktu yang lebih cepat,
tenaga yang tidak terlalu banyak, dan dapat menghasilkan cakupan data yang lebih
luas serta terperinci. Dalam banyak hal, metode pengumpulan data dengan cara
sampling lebih disukai dengan pertimbangan keterbatasan biaya dan waktu serta
penelitian yang bersifat merugikan.

Cara Pengambilan Sampel


Pada dasarnya ada dua cara pengambilan sampel, yaitu cara acak (random), dan bukan
acak (nonrandom).
Cara acak adalah suatu cara pemilihan sejumlah elemen dari populasi untuk menjadi
anggota sampel, di mana pemilihannya dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap elemen
populasi mendapat kesempatan yang sama (equal chance) untuk dipilih menjadi anggota
sampel. Pemilihan juga dapat dilakukan dengan cara lotre/undian atau jika jumlah elemennya
ribuan perlu kita gunakan tabel angka acak, yaitu suatu daftar angka yang sudah dibuat
sedemikian rupa sehingga jika digunakan akan menjamin pemilihan secara acak. Cara ini
dianggap objektif karena netral. Samplingnya disebut probability sampling, yaitu setiap
elemen populasi mempunyai probabilitas (kemungkinan) yang sama untuk dipilih.
Cara bukan acak adalah suatu cara pemelihan elemen-elemen dari poppulasi untuk
menjadi anggota sampel dimana setiap elemen tidak mendapat kesempatan yang sama untuk
dipilih. Cara bukan acak lebih bersifat subjektif dan samplingnya disebut nonprobability
sampling, yaitu setiap elemen tidak mempunyai probabilitas yang sama untuk dipilih.
Cara mana yang akan digunakan sepenuhnya tergantung kepada orang yang akan
mengumpulkan data. Hal yang perlu ditetankan disini adalah bahwa hanya dengan probability
sampling yang sifatnya acak, kita dapat menggunakan metode analisis statistik, menguji
hipotesis, membuat perkiraan interval, serta dapat memperkirakan besarnya kesalahan
perkiraan. Dengan demikian, yang terakhir ini memungkinkan kita untuk memeperhitungkan
besarnya risiko ketidakpastian (uncertainl) dalam proses pengambilan keputusan.
Beberapa Jenis Sampling
Sampling acak (random or probability sampling), ialah sampling yang pemilihan
elemen-elemen populasinya dilakukan secara acak (random). Pemilihan dilakukan dengan
menggunakan lotre, undian, atau tabel bilangan acak.
1. Simple random sampling ialah sampling dimana pemilihan elemen populasi dilakukan
sedemikian rupa sehingga setiap elemen tersebut mempunyai kesempatan yang sama
untuk terpilih. Metode ini tepat digunakan apabila populasi homogeny atau relatif
homogen. Misalnya, populasi N = 1000 perusahaan dipilih sampel acak sebanyak n =
100 perusahaan.
2. Stratified random sampling ialah sampling dimana pemilihan elemen anggota sampel
dilakukan sebagai berikut:
Pertama, populasi dipecah/dibagi menjadi populasiyang lebih kecil disebut
stratum. Pembuatan stratum harus homogeny atau relatif homogen. Misalnya menjadi
k Stratum (k = 2, 3, atau lebih).
Kedua, setiap stratum diambil sampel secara acak, kemudian dibuat perkiraan
untuk mewakili stratum yang bersangkutan.
𝑋̅i= Ʃ Xi/n merupakan perkiraan µi yaitu rata-rata sebenarnya untuk stratum ke-i.
Ketiga, perkiraan untuk seluruh populasi digunakan rumus gabungan. Apabila
ada k stratum 𝑋̅ = Ʃ 𝑋̅i/k, Misalnya k = 3, 𝑋̅ = (𝑋̅1 + 𝑋̅2 + 𝑋̅3) / 3.
3. Multistage random sampling ialah sampling dimana pemilihan elemen anggota
sampel dilakukan secara bertahap.
Contoh:
Penelitian untuk mengetahui rata-rata upah karyawan restoran padang di seluruh ibu
kota propinsi.
Tahap 1. Memilih sampel kota
Tahap 2. Memilih sampel restoran, dari kota yang terpilih
Tahap 3. Memilih sampel karyawan dari restoran yang terpilih
Xijk = upah karyawan ke-k, restoran ke-j dan kota ke-i
4. Cluster random sampling ialah sampling dimana elemen terdiri dari elemen-elemen
yang lebih kecil disebut klaster (cluster). Klaster yang terpilih sebagai sampel, seluruh
elemennya harus diteliti satu per satu. Berbeda dengan stratified random sampling di
mana setiap stratum diambil sampelnya untuk membuat perkiraan guna mewakili
parameter dari stratum yang bersangkutan.
Contoh :
Suatu penelitian untuk mengetahui rata-rata kebutuhan modal pemilik toko di Jakarta.
Pusat perbelanjaan (mall) seperti Pasar Baru, Glodok, PIM, Plaza, Senayan, Mangga
Dua, dianggap sebagai klaster. Apabila Pasar Baru terpilih sebagai sampel, maka
semua toko diteliti, pemiliknya ditanya jumlah modal yang dibutuhkan.
5. Systematic random sampling, ialah sampling dimana pemilihan elemen pertama
dipilih secara acak, sedangkan elemen berikutnya dipilih secara sistematis berjarak k,
dimana k = N/n. caranya sebagai berikut: pilih salah sattu angka secara acak dari 1
sampai dengan k.
Misalnya N = 1000 perusahaan nasional. diambil sampel sebanyak n = 100. K =
1000/100=10. Misalnya terpilih angka 5, maka sampelnya : X5, X15, X25, X35… sampai
n = 100.

Alat Pengumpulan Data


Apabila metode pengumpulan datanya sudah ditentukan, kemudian ditentukan alat
untuk memperoleh data dari objek yang akan diteliti. Alat atau device untuk memperoleh
keterangan dari objek atau elemen antara lain:
1. Daftar pertanyaan (questionnaire)
2. Wawancara
3. Observasi atau pengamatan langsung
4. Melalui pos, telepon, atau alat komunikasi lainnya
5. Alat ukur seperti meteran, timbangan, thermometer, dan lain-lain

Bagian yang sangat penting dalam pengumpulan data adalah merancang kuesioner.
Kuesioner atau daftar isian adalah satu set pertanyaan yang tersusun secara sistematis dan
standar sehingga pertanyaan yang sama dapat diajukan kepada setiap responden. Sistematis
yang dimaksud disini adalah bahwa item-item pertanyaan disusun menurut logika sesuai
dengan maksud dan tujuan pengumpulan data. Sedangkan yang dimaksud standar adalah
setiap item pertanyaan mempunyai pengertian, konsep, dan definisi yang sama.

Usaha untuk membuat kuesioner menjadi suatu survei yang baik harus diarahkan pada
dua tujuan utama, yaitu:

a. Memperoleh informasi/data yang berhubungan dengan maksud dan tujuan survei.


b. Mengumpulkan informasi dengan kecermatan dan ketelitian yang dapat
dipertanggungjawabkan.

Untuk memenuhi tujuan yang pertama, rancangan kuesioner harus benar-benar sesuai
dengan situasi dimana lingkup topik yang diselidiki dapat diabatasi. Informasi yang
dikumpulkan harus berupa fakta dan bersifat objektif sesuai dengan tujuan survei. Selain itu,
pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya ditujukan kepada responden yang diketahui berhak dan
mampu menjawabnya.

Sedangkan untuk memenuhi tujuan, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam
pembuatan kuesioner. Tingkat ketelitian informasi yang dikumpulkan dapat diperoleh apabila
kuesioner disusun secara sederhana. Selain itu, kuesioner harus mudah dimengerti serta
adanya keseragaman peristiwa dan petunjuk pengisiannya.

PENGOLAHAN DATA

Apabila data yang telah dikumpulkan (daftar pertanyaan yang sudah diisi, pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan dalam wawancara sudah memperoleh jawaban,
pengamatan/observasi sudah dilakukan), maka diperoleh data mentah (raw data). Data
mentah adalah hasil pencatatan peristiwa atau karakteristik elemen yang dilakukan pada
tahap pengumpulan data.

Agar data mentah yang telah dikumpulkan tersebut lebih berguna, maka perlu diolah.
Pengolahan data pada dasarnya merupakan suatu proses untuk memperoleh data/angka
ringkasan berdasarkan kelompok data mentah. Data/angka ringkasan dapat berupa jumlah
(total), proporsi, persentase, rata-rata, dan sebagainya.

Data statistik pada dasarnya merupakan angka-angka ringkasan dari hasil pengolahan
berdasarkan data mentah, seperti total, rata-rata, persentase, angka indeks, simpangan baku
(deviasi standar), koefisien korelasi, dan koefisien regresi.

Jadi, pada dasarnya tujuan pengolahan data adalah mendapatkan data statistik yang
dapat digunakan untuk melihat atau menjawab persoalan secara agregat atau kelompok,
bukan satu per satu secara individu.

Metode Pengumpulan Data


Untuk menentukan metode pengolahan data yang lebih baik, jawabannya tergantung
pada seberapa besar ukuran datanya. Jika hasil observasi yang dikumpulkan jumlahnya
sedikit, maka dapat dilakukan pengolahan secara manual. Akan tetapi, jika jumlah observasi
sangat besar, maka pengolahan data secara elektronik (dengan komputer) merupakan cara
yang efektif.

1. Pengolahan data secara manual


Umumnya dilakukan untuk jumlah observasi yang tidak terlalu banyak. Pengolahan
secara manual biasanya memerlukan waktu yang sangat lama, karena harus meneliti
satu per satu dari setiap observasi.
Metode pengolahan ini dapat kita jumpai pada pemilihan umum yang telah
dilaksanakan. Dalalm rangka mengetahui jumlah pemilih menurut jenis partai di
masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), maka setiap suara yang masuk harus
dihitung. Dalam hal ini objek yang diteliti adalah masing-masing individu pemilih
yang mencoblos tanda gambar tertentu. Untuk mendapatkan informasi berapa jumlah
pemilih partai tertentu, panitia pemungutan suara biasanya menghitung dan membuat
“tally mark” pada masing-masing tanda gambar partai sesuai tanda gambar yang
dipilih pemungutan suara.

Contoh soal:
Suatu survei dilakukan terhadap 10 perusahaan di daerah A yang diambil secara acak,
untuk mengetahui jumlah dan rata-rata modal serta persentase perusahaan dengan
modal kurang dari suatu nilai tertentu. Dari hasil penelitian, diperoleh data mentah 10
perusahaan sebagai berikut (nilai dalam jutaan rupiah):
50 40 70 60 30 100 120 80 110 90
Tentukan jumlah dan rata-rata modal serta persentase perusahaan dengan modal
kurang dari 100 juta rupiah.
Penyelesain:
Data tersebut dapat langsung diolah secara manual yaitu:
Jumlah modal = 50+40+70+60+…+90
= 750 (Rp750 juta)
750
Rata-rata modal perusahaan =
10
= 75 (Rp75 juta)
7
Persentase perusahaan dengan modal kurang dari Rp100 juta = 10 x 100%

= 70%

2. Pengolahan data secara elektronik


Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang komputer sangat membantu kegiatan
statistik, khususnya pengolahan data. Bisa dibayangkan, jika tidak ada komputer,
berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengolah data dari suatu penelitian dalam
jumlah yang sangat besar dimana masing-masing objek diamati dengan beberapa
karakteristik.
Dengan bantuan komputer, pengolahan data dimana masing-masing individu
dirinci menurut beberapa karakteristik dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Jika
pada pengolahan secara manual kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar,
maka pengolahan secara elektronik (komputer) dapat terminimalisasi.
Meskipun demikian, bukan berarti pengolahan dengan komputer tidak ada
masalah. Masalah pertama adalah bahwa kita harus membuat program entri data
sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner. Selain itu, sering terjadi
hasil isian kuesioner tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam komputer (data entry),
sehingga perlu dilakukan pengeditan.
Setelah data hasil penelitian dimasukkan ke komputer dalam bentuk file data,
maka kita dapat melakukan pengolahan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah,
persentasi, serta ukuran statistic lainnya sesuai dengan fasilitas yang ada pada
komputer. Dengan berkembangnya paket program statistik, maka akan diperoleh
kemudahan dalam mengolah data sesuai dengan tujuan penelitian.