Anda di halaman 1dari 2

Modal saham dinilai dengan benar Saldo akhir dalam perkiraan modal diverifikasi pertama

tama dengan menentukan jumlah saham yang beredar pada tanggal neraca. Konfirmasi dari agen
pemindahan saham merupakan cara verifikasi termudah. Jika tidak ada agen, auditor harus
mengandalkan pada pemeriksaan terhadap catatan saham dan menghitung seluruh saham beredar
dalam buku sertifikat saham. Setelah auditor yakin bahwa jumlah saham yang beredar benar,
nilai pari yang dicatat dalam perkiraan modal dapat diverifikasi dengan mengalikan jumlah
saham dengan nilai dari saham. Saldo akhir dalam perkiraan agio saham merupakan nilai sisa.
Suatu pertimbangan penting dalam penilaian modal saham adalah verifikasi terhadap jumlah
saham yang digunakan dalam menghitung laba per lembar saham.

Modal saham diungkapkan dengan layak Sumber terpenting dalam menentukan apakah modal
saham telah diungkapkan dengan layak adalah akte pendirian perusahaan , risalah rapat dewan
direksi , dan analisis auditor terhadap transaksi-transaksi modal. Auditor harus yakin bahwa
terdapat penjelasan yang mencukupi untuk setiap golongan saham, termasuk informasi mengenai
jumlah saham yang dikeluarkan dan yang beredar

Audit terhadap Dividen Lebih dikenakan pada transaksinya dan bukan saldo akhir. Kecuali jika
ada hutang dividen. Ketujuh tujuan pengendalian intern terhadap transaksi tetap relevan untuk
dividen. Berikut ini adlah tujuan-tujuan yang paling penting dari control terhadap dividen,
termasuk yang berkaitan dengan hutang dividen.

 Dividen yang dicatat telah diotorisasi


 Dividen yang ada seluruhnya telah dicatat
 Nilai dividen benar
 Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham adalah sah
 Hutang dividen telah dicatat
 Nilai hutang dividen benar

Otorisasi dapat dicek dengan meniliti risalah rapat dewan direksi mengenai jumlah dividen per
saham dan tanggal pembayaran dividen. Pada waktu meneliti risalah rapat dewan direksi untuk
memverifikasi dividen yang diumumkan, auditor harus waspada terhadap kemungkinan adanya
pengumuman dividen yang tidak dicatat, terutama dekat dengan tanggal neraca. Suatu prosedur
audit yang berhubungan dengan itu adalah mengkaji ulang arsip kertas kerja audit permanen
untuk melihat apakah ada pembatasan terhadap pembayaran dividen

Pengujian terhadap hutang dividen harus dilakukan bersamaan dengan dividen yang
diumumkan. Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang

Audit terhadap laba ditahan Satu-satunya transaksi yang melibatkan laba ditahan(retained
earnings) adalah laba bersih untuk tahun yang bersangkutan dan dividen diumumkan. Tetapi
mungkin pula ada koreksi-koreksi terhadap laba tahunan-tahun sebelumnya . penyesuaian
terhadap transaksi-transaksi tahun sebelumnya yang dikredit atau dibebankan langsung terhadap
laba ditahan dan pembuatan atau penghapusan apropiasi laba ditahan

Titik awal audit terhadap laba ditahan adalah analisis terhadap laba ditahan untuk seluruh
tahun yang bersangkutan. Daftar audit yang menunjukkan analisis itu , yang biasanya merupakan
bagian dari arsip permanen. Meliputi keterangan tentand setiap transaksi yang mempengaruhi
perkiraan laba ditahan

Hal yang penting dalam menentukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar
dalam neraca adalah meneliti apakah ada pembatasan terhadap pembayaran dividen . seringkali
perjanjian dengan banker, pemegang saham, dan kreditor lainya melarang atau membatasi
jumlah dividen yang dapat dibayarkan oleh klien. Pembatasan ini harus diungkapkan dalam
catatan terhadap laporan keuangan