Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PENYELUSURAN MASALAH DESAIN

Kajian masalah

Terdapat beberapa masalah utama yang ada didalam tapak dan lokasi adalah:
1. Berada di daerah genangan rob sehingga jika terjadi hujan maka air akan naik
dan sedikit menggenangi tapak, maka rumah sebaiknya nanti dibuat memiliki
lantai yang lebih tinggi daripada muka tanah. Sehingga air tidak akan masuk
kedalam bangunan.

2. Di dalam tapak terdapat genangan air yang cukup tinggi dengan rata-rata
kedalaman 1.5m bagian yang tertutup oleh genangan ini hingga setengah dari
tapak sehingga sisa lahan yang berupa tanah dan bias dibangun luasnya terbatas.
Dan hal ini akan diatasi dengan membuat massa bangunan menjadi dua lantai
dan membuat massa bangunan memiliki tinggi yang lebih tinggi dari muka tanah
atau bangunan dibuat dengan model panggung.

3. Minimnya vegetasi peneduh sehingga tapak sangat panas. Minimnya peneduh


menjadi masalah utama karena bangunan akan mengambil konsep tropis dimana
terdapat banyak bukaan dan dibutuhkan banyak vegetasi untuk peneduh
bangunan.
Selain itu kondisi tapak yang berada di iklim tropis lembab memerlukan
syarat-syarat khusus dalam perancangan, kondisi yang berpengaruh dalam
perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah, yaitu :

1. Kenyamanan Thermal

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah


mengurangi perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan
membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi
langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.

Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau


material yang mempunyai tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas
yang menembus bahan tersebut akan terhambat.Permukaan yang paling besar
menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai
tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk
mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agak sulit karena akan
memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar
dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul
panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas.

Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu :

1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.

2. Melindungi dinding dengan alat peneduh. Perolehan panas dapat juga dikurangi
dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk
permukaan atap.

2. Aliran Udara Melalui Bangunan

Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :

1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk


pernafasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi
gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.

2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas,


membantu

mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan
temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi
antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat
memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang
diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya
digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang
kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.
3. Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke
dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk
mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device).

Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan


ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi
40C. hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau
permukaan bawah dari atap.

Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :

1. Cahaya matahari langsung.

2. Cahaya matahari difus

Adapun Persyaratan Rumah Tinggal Menurut Kepmenkes No.


829/Menkes/SK/VII/1999 adalah:

1. Bahan bangunan

 Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepapaskan bahan yang dapat
membahayakan kes, antara lain: debu total kurang dari 150 ug/m2, asbestos
kurang dari 0,5 serat/m3 per 24 jam, plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg
 Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan bekembangnya
mikroorganisme patogen

2. Komponen dan Penataan Ruang

 Lantai kedap air dan mudah dibersihkan


 Dinding rumah memiliki ventilasi, dikamar mandi dan kamar cuci kedap air dan
mudah dibersihkan
 Langit2 rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
 Ada penangkal petir
 Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya
 Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap

3. Pencahayaan

 Pencahayaan alam dan/ atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat
menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan 60 lux dan tidak
menyilaukan mata

4. Kualitas udara

 Suhu udara nyamannya 18-30 0 c


 Kelembaban udara 40-70 %
 Gas SO2 kurang dari 0,10 ppm/24 jam
 Pertukaran udara
Orientasi Bangunan Penyinaran langsung dari sebuah dinding bergantung pada
orientasinya terhadap matahari, dimana pada iklim tropis fasad Timur paling
banyak terkena radiasi matahari