Anda di halaman 1dari 5

Nama : NADI

Kelas : A

Prodi : S1 Keperawatan

Npm : 1614201110036

DATA ETIOLOGI PLOBLEM/MASALAH


Data Subjektif: Fraktur femur tertutup. Nyeri

Pasien mengatakan nyeri


Nyeri saat melakukan aktivitas
Nyeri seperti dipukul-pukul
Femur sebelah kanan
Saat gerak sewaktu-waktu

Data objektif:
Ekspresi wajah tampak
meringis jika melakukan
aktivitas.
Ekspresi wajah tampak tegang
TD : 110/70 mmHg
N : 88 x/menit

1
Data Subjektif: Resiko infeksi Resti infeksi

Pasien mengatakan bekas luka


operasi sudah agak kering

Data objektif:
Luka operasi sepanjang 20 cm
Luka tampak agak kering
tidak ada PUS dan darah.
S : 360C
N : 88 x/menit
Leukosit : 8.000 H/mm3

Data Subjektif: Kemampuan fisik masih


mampu menjaga kebersihan
pasien mengatakan iya selalu Hambatan mobilitas fisik
menjaga kebersihan

Data objektif:
Rambut terlihat bersih, bibir
tampak lembab

Diagnosa keperawatan

1. Nyeri kompresi saraf, kerusakan neuromuskuloskeletal, pergerakan fragmen tulang


2. Resiko infeksi port de entry luka pasca bedah, pemasangan alat fiksasi invasive
3. Hambatan mobilitas fisik kerusakan muskuloskeletal, pergerakan fragmen tulang
intervensi
Nyeri kompresi saraf, kerusakan neuromuskuloskeletal, pergerakan fragmen tulang
Tujuan : dalam waktu 2x24 jam nyeri berkurang atau teradaptasi
1. Kriteria Hasil : Pasien menyatakan nyeri berkurang
2. Skala nyeri 0-1 (0-5)
3. Dapat mengidentifikasikan aktifitas yang dapat menurunkan nyeri
4. Pasien tidak gelisah

PLENING
Dalam waktu 2x24 jam nyeri berkurang atau teradaptasi
1. Kriteria Hasil : Pasien menyatakan nyeri berkurang
2. Skala nyeri 0-1 (0-5)
3. Dapat mengidentifikasikan aktifitas yang dapat menurunkan nyeri
4. Pasien tidak gelisah

Intervensi Rasional
Kaji nyeri dengan skala 0-4 Nyeri merupakan respons subyektif yang
dapat dikaji dengan menggunakan skala
nyeri. Klien melaporkan nyeri biasanya di
atas tingkat cedera
Lakukan manajemen nyeri keperawatan Immobilisasi yang adekuat dapat mengurangi
1. atur posisi immobilisasi pada paha pergerakan fragmen tulang yang menjadi
unsur utama penyebab nyeri pada paha.
2. manajemen lingkungan: lingkungan Lingkungan tenang akan menurunkan
tenang, batasi pengunjung, dan istirahatkan stimulus nyeri eksternal dan pembatasan
klien pengunjung akan membantu meningkatkan
kondisi o2 ruangan
3. Ajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam Meningkatkan asupan O2 sehingga akan
ketika nyeri muncul. menurunkan nyeri sekunder akibat iskemia
4. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri Distraksi (pengalihan perhatian) dapat
menurunkan stimulus internal dengan
mekanisme peningkatan produksi endorfin
dan enkefalin yang dapat memblok reseptor
nyeri agar tidak dikirimkan ke korteks serebri
sehingga menurunkan presepsi nyeri
5. Lakukan manajemen sentuhan Manajemen sentuhan pa. da saat nyeri berupa
sentuhan dukungan psikologis dapat
membantu menurunkan nyeri. Masase ringan
dapat meningkatkan aliran darah dan
membantu suplai darah dan oksigen ke area
nyeri.
6. Berikan kesempatan waktu istirahat jika Istirahat akan merelaksasikan semua jaringan
terasa nyeri dan berikan posisi yang nyaman, sehingga meningkatkan kenyamanan
misalnya waktu tidur, bagian belakangnya
dipasang bantal kecil
Kolaborasi Analgesik memblok lintasan nyeri sehingga
pemberian analgetik nyeri akan berkurang
pemasngan traksi tulang Traksi yang efektif akan memberikan
dampak pada penurunan pergeseran fragmen
tulang dan memberikan posisi yang baik
untuk penyatuan tulang
Operasi untuk pemasangan fiksasi interna Fiksasi interna dapat membantu imobilisasi
fraktur femur sehingga pergerakan fragmen
berkurang.

IMPLEMENTASI

Dalam waktu 2x24 jam, klien dapat menunjukkan perubahan gaya hidup untuk kebutuhan
merawat diri
Kriteria hasil: klien mampu melakukan aktifitas perawatan diri sesuai dengan tingkat
kemampuan, mengidentifikasi personel yang dapat membantu

Intervensi Rasional
Kaji kemampuan dan tingkat penurunan Membantu dalam mengantipasi dan
dalam melakukan ADL merencanakan pertemuan kebutuhan
individual
Hindari apa yang tidak bisa dilakukan klien Klien dalam keadaan cemas dan bergantung,
dan bantu jika perlu hal ini dilakukan untuk mencegah frustasi
dan meningkatkan harga diri klien
Dekatkan alat dan sarana yang dibutuhkan Memudahkan klien dan meningkatkan
klien kemandirian klien
Pertahankan dukungan pola pikir, izinkan Meningkatkan harga diri klien,
klien melakukan tugas , beri umpan balik memandirikan klien, dan menganjurkan klien
positif untuk usahanya terus mencoba
Identifikasi kebiasaan defekasi , anjurkan Meningkatkan latihan dan menolong
minum dan tingkatkan aktifitas mencegah konstipasi