Anda di halaman 1dari 13

MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA SYARIAH

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Bisnis Syariah

Oleh :

FATIMAH MANURUNG

ASTRI PRATIWI

FITRI NURJANNAH

FAUZI ABDILLAH LUBIS

Prodi Akuntansi

Kelas 3 b sore

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH

MEDAN

2016 / 2017
DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................... 1

A.Latar Belakang Masalah................................................................... 1

B. Rumusan Masalah............................................................................ 1

C. Tujuan Penelitian.............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 2

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia............................... 4

B. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia...................................... 6

C. Cara Untuk Mengembangkan Sumber Daya Manusia..................... 7

D. Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia....................... 8

E. Tantangan Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia.................... 9

BAB III PENUTUP......................................................................................... 10

A.Kesimpulan....................................................................................... 12

B. Saran................................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata
ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan
oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan
dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.
Perbedaan kualitas sumber daya manusia pada dekade 60-an dengan kualitas
sumber daya manusia pada dekade 80-an di Jepang adalah satu hal yang dapat
menjelaskan kemakmuran dan kemajuan Jepang pada dekade 90-an atau sekarang.
Kelanjutan pembangunan yang dilakukan di negara kita sekarang hanya dapat
dipertahankan bila kualitas sumber daya manusia yang ada, mendapat perhatian
yang serius baik dari pemerintah maupun kalangan swasta.
Oleh karena itu, perlu pengembangan sumber daya manusia di negara kita
mengingat jumlah penduduk indonesia yang besar, yang merupakan sumber
produktif potensial dapat diubah menjadi sumber produktif yang nyata. Demikian
pula perhatian yang semakin besar di Indonesia terhadap manajemen oleh
lembaga-lembaga swasta diharapkan akan mampu membawa dampak positif
terhadap perkembangan ekonomi dan perusahaan pada masa yang akan datang.
Salah satu cabang manajemen yang khusus menaruh perhatian terhadap
sumber daya manusia adalah manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu,
makalah ini akan membahas tentang manajemen sumber daya manusia dalam
perusahaan perspektif syariah.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia?
b. Bagaimana proses Manajemen Sumber Daya Manusia?
c. Bagaimana cara untuk Mengembangkan Sumber Daya Manusia?
d. Bagaimana ruang lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia?
e. Bagaimana tantangan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia?

C. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengertian dari Manajemen Sumber Daya Manusia.
b. Untuk mengetahui proses Manajemen Sumber Daya Manusia.
c. Untuk mengetahui cara untuk Mengembangkan Sumber Daya Manusia.
d. Untuk mengetahui lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia.
e. Untuk mengetahui tantangan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Syariah

Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola; menata;


mengurus; mengatur; melaksanakan dan mengendalikan. Secara luas Manajemen
berarti ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

Sumber daya manusia adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang
memberikan sumbangan pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan
dalam mencapai tujuan organisasi.1

Sumber daya manusia menurutYusuf Suit-Almasdi adalah kekuatan daya


fikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam dirinya yang perlu digali,
dibina serta dikembangkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan
hidup manusia.

Jadi, SDM adalah semua potensi yang dimiliki oleh manusia yang dapat
disumbangkan atau diberikan kepada masyarakat untuk menghasilkan barang atau
jasa.2

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah suatu proses


pemanfaatan SDM secara efektif dan efisien melalui kegiatan perencanaan,
penggerakan dan pengendalian semua nilai yang menjadi kekuatan manusia untuk
mencapai tujuan.

Manajemen Sumber daya manusia menurut beberapa pendapat:

1. Menurut Simamora (1997), manajemen sumber daya manusia adalah


pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan
pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja.
2. Menurut Dessler (1997), manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan
sebagai suatu kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang yang
menjalankan aspek “orang” atau sumber daya manusia dari posisi seorang
manajemen, meliputi perekrutan, pengimbalan dan penilaian.3

1 Sadono Sukirno, Pengantar Bisnis, Hal: 172 - 173

2 2I Komang Ardana, Ni Wayan Murjiati dan I Wayan Mudiartha Utama,Manajemen


Sumber Daya Manusia, Hal: 5
3. Menurut Barry Cashway MSDM didefinisikan sebagai rangkaian strategi,
proses dan aktifitas yang didesain untuk menunjang tujuan persahabatan
dengan cara mengintegrasikan kebutuhan perusahaan dan individu.3

Manajemen Sumber daya manusia juga merupakan suatu pedoman kegiatan


dan perhatian pimpinan perusahaan yang harus dilakukan sebagai bahan informasi
untuk pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dalam bidang manajemen.4

Pengayaan kualitas SDM merupakan suatu keharusan dalam islam,


sebagaimana yang telah disampailan oleh rasulullah SAW bahwa menuntut ilmu
adalah wajib dari mulai lahir hingga wafat. Oleh karena itu mempelajari semua
ilmu, baik umum maupun keagamaan merupakan suatu keharusan. Yang harus
digaris bawahi ialah kemana ilmu itu akan digunakan.
Kalau kita menilik akar masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari,
maka jelaslah kebanyakan manusia tidak mengetahi eksistensi ia ada dimuka bumi
ini atau dengan kata lain manusia hanya hidup hanya untk sekedar hidup tanpa
memikirkan tentang hari kesudahan. Dengan demikian maka tatanan yang ada
dalam masyarakat hanyalah berkutat pada masalah yang sifatnya pragmatis.
MSDM yang ada dalam islam adalah semua sumber daya yang
dimanfaatkan untuk ibadah kepada Allah, bukan untuk yang lainnya. Dengan
adanya rasa menerima amanah dari Allah maka kemampuan yang dimiliki akan
ditingkatkan dan dilakukan dalam rangka menjalankan amanah yang diemban.
Sifat yang akan tercermin dari sumber daya manusia islami yang baik ialah siddiq,
amanah, fatonah dan tablig. Keempat sifat ini adalah tolak ukur yang riil untuk
mengukur keunggulan sumber daya manusia islami.5
Semua sifat dan keadaan yang ideal tersebut tentunya tidak akan ada dengan
sendirinya melainkan harus dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kesabaran
yang luar biasa, sebagaimana firmanNya dalam surah Ar-Raad ayat 11 yang
artinya:
“ Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Kerja keras dan kerja cerdas adalah yang utama, untuk itu tidaklah heran
juka dalam etos kerja tidaklah jauh beda antara etos kerja orang islam dengan etos
kerja nonislam, yang membedakannya hanyalah pada ontology dan aksologinya.
Bahkan semangat kerja orang nonmuslim ada yang melebihi orang islam, oleh
karena itulah iman seorang muslim penting untuk dijadikan acuannya.

3
3 Komang Ardana, Ni Wayan Murjiati dan I Wayan Mudiartha Utama,Manajemen
Sumber Daya Manusia, Hal: 5

4 4Achmad Sani Supriyanto dan Masyhuri Machfudz, Metodologi riset Manajemen


Sumberdaya Manusia, Hal: 3

55http://adieenilmu.blogspot.com/2011/05/manajemen-sumber-daya-manusia-msdm.html
Pada intinya MSDM islam tetap mengacu pada pencapaian kesejahteraan
yang diridhoi oleh Allah, tuhan semesta alam, bagaimanapun caranya.

B. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia


Untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan sumber daya
manusia yang potensial, perusahaan harus melakukan serangkaian proses
manajemen sumber daya manusia. Secara garis besar, proses SDM dalam
organisasi terbagi atas tiga tahap, yaitu:
1) Proses masuk kedalam organisasi
Proses ini terdiri dari:
a. Analisis pekerjaan
Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi
suatu pekerjaan sehingga dapat dijelaskan kepada orang lain.
b. Perencanaan SDM/Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja merupakan suatu cara untuk menetapkan
keperluan mengenai tenaga kerja suatu periode tertentu, baik secara
kualitas maupun kuantitas dengan cara-cara tertentu.
c. Rekrutmen, Seleksi, dan Orientasi
Rekrutmen (Recruitment) adalah pencarian tenaga kerja secara aktif
untuk menempati lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Sumber-sumber
rekrutmen dapat dilakukan melalui proses internal maupun eksternal.
Seleksi (Selection) adalah suatu proses mengevaluasi dan melakukan
pemilihan kandidat tenaga kerja yang paling memenuhi syarat dari
sekumpulan pelamar untuk suatu jabatan tertentu.
Proses orientasi (Orientation) dimaksudkan untuk memperkenalkan
pegawai baru kepada situasi kerja dan kelompok kerjanya yang baru.

2) Proses didalam organisasi


a. Produktivitas
Produktivitas menurut Dewan Produktivitas Nasional mengandung
pengertian sebagai sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa
mutu kehidupan hari ini harus lebih baik daripada kemarin dan hari esok
lebih baik daripada hari ini.
b. Pelatihan dan Pengembangan
Program pelatihan (training) bertujuan untuk memperbaiki
penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu.
Sementara pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap
memangku jabatan tertentu dimasa yang akan datang.
c. Prestasi Kerja hasil penilaian prestasi kerja (performance appraisal)
karyawan dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan
memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerja
mereka
d. Kompensasi
Kempensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima
karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
e. Perencanaan Karier
Karier merupakan semua pekerjaan atau jabatan seseorang yang telah
maupun yang sedang dijalaninya.
f. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja perlu terus dibina agar dapat
meningkatkan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.

3) Proses keluar organisasi


Proses keluar dari organisasi yaitu proses pemberhentian atau pemutusan
hubungan kerja (PHK).
Beberapa hal yang menyebabkan pemberhentian karyawan atau PHK yaitu:
a. Karyawan berhenti dari perusahaan karena karyawan tersebut
memperoleh pekerjaan di tempat lain yang lebih baik.
b. Karyawan diberhentikan karena tidak dapat mencapai kinerja yang
dipersyaratkan.
c. Karyawan diberhentikan karena perusahaan mengalami perubahan
status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan
perusahaan.
d. Karyawan diberhentikan karena perusahaan tutup yang disebabkan
perusahaan mengalami kerugian secara terus-menerus selama 2 tahun
atau akibat keadaan yang memaksa.
e. Karyawan melakukan kesalahan berat.
f. Karyawan berhenti dari perusahaan karena memasuki masa pensiun.
g. Karyawan meninggal dunia.
h. Karyawan mengundurkan diri dari perusahaan
i. Karyawan dapat diberhentikan dari perusahaan apabila karyawan
tersebut mengalami cacat permanen yang menghalanginya untuk
mengerjakan pekerjaan dengan baik.

C. Pengembangan Sumber Daya Manusia


Untuk mengembangkan sumber daya manusia, Harvard bussines Essentils
(2006:4) menganjurkan langkah mulai dengan memahami pekerja, baru kemudian
mengembangkan rencana, dan akhirnya menyusun taktik dalam mengembangkan
pekerja.
1. Mulai dengan Pekerja
Pengembangan dimulai dengan memahami aspirasi pekerja dan tingkat
kecakapan ditempat pekerjaan sekarang. Semakin banyak kita tahu tentang
orang yang bekerja untuk kita, semakin banyak kita dapat memotivasi, meng-
choach, dan membantu mereka untuk tumbuh.
2. Mengembangkan rencana
Rencana harus menyangkut menambahkan satu atau dua penugasan
menantang dan kemudian menggunakan coaching atau pelatihan
keterampilan formal untuk membantu pekerja mencapainya.
Tiga elemen yang diperlukan untuk mendukung pengembangan pekerja
adalah pekerja yang termotivasi, sumber daya organisasional, dan dukungan
manajer
3. Taktik mengembangkan pekerja
Terdapat empat taktik yang dapat digunakan untuk mengembangkan
bawahan, yaitu:
a. Jobredesign (mendesain ulang pekerjaan)
b. Delegation (delegasi), yaitu pemberian tugas spesifik atau proyek dari satu
orang ke orang lainnya
c. Skill Training (pelatihan keterampilan)
d. Career Development (pengembangan karier)

D. Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen SDM adalah bagian dari manajemen umum yang memfokuskan
perhatiannya pada unsur kegiatan manusia yang dimiliki suatu perusahaan.
Dalam mempelajari Manajemen SDM yang memfokuskan pembahasannya
pada unsur SDM, dapat dilihat dari 3 aspek:
1. Fungsi Manajerial Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi manajerial adalah fungsi yang mempunyai wewenang
kepemimpinan terhadap SDM lain.
2. Fungsi Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi operasional Manajemen Sumber Daya Manusia meliputi
pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.
3. Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pencapaian Tujuan
Perusahaan
Aspek penting ketiga dari manajemen sumber daya manusia adalah
peranannya dalam mencapai tujuan perusahaan secara terpadu. Perannya
yaitu, perusahaan berkepentingan memperoleh SDM yang terampil dan dapat
bekerja efektif dan efisien sehingga manajer SDM harus dapat menyediakan
dan mempertahankan karyawan yang kualified untuk mencapai tujuan
tersebut.

E. Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia


1) Faktor Eksternal organisasi
Faktor lingkungan atau keadaan yang bersumber dari luar organisasi yang
dapat menghambat usaha peningkatan fungsi sumber daya manusia yang
mendukung tercapainya tujuan organisasi. Faktor tersebut adalah:
a. Angkatan Kerja
Angkatan kerja merupakan kelompok individu dari luar yang menjadi
pekerja dalam organisasi. Kemampuan dari tenaga kerja organisasi
menentuka seberapa besar organisasi dapat meraih misinya. Sejak tenaga
kerja baru dipekerjakan dari luar organisasi, angkatan kerja dipertimbangkan
sebagai faktor lingkungan eksternal. Angkatan kerja selalu berubah dan
pergantian ini menimbulkan perubahan angkatan kerja dalam organisasi.
Perubahan ini meliputi ras, jenis kelamin/gender, usia, nilai dan norma
budaya.6
b. Legal consideration
Masalah signifikan lain yang memengaruhi sumber daya manusia
berhubungan dengan undang-undang lokal dan negara bagian adalah tentang
peluang kerja yang sama (equal employment opportunity). Untuk
menghindari masalah ras, warna kulit, agama, jenis kelamin atau negeri asal
maka dibentuk suatu badan/komisi untuk menangani masalah tersebut. Equal
Employment Opportunity Comission merupakan komisi yang diberi kuasa
untuk menyelidiki keluhan-keluhan diskriminasi pekerjaan dan menggugat
atas nama pihak yang mengeluh. Masalah hukum , keputusan pengadilan dan
tindakan afirmatif (executive order) berakibat pada aktivitas sumber daya
manusia.7
c. Persaingan
Suatu organisasi harus mendapatkan lebih banyak pelanggan dan harus
mengalahkan pesaingnya dalam memasuki dan memenangkan pasaryang
sedang berkembang. Cara manapun yang digunakan organisasi harus
menganalisis pesaing dalam menetapkan strategi pemasaran yang terarah
dalam rangka memberikan kepuasan yang lebih besar kepada pelanggan.
d. Konsumen
Konsumen menukarkan sumber daya yang pada umumnya berbentuk
uang dengan produk dan jasa organisasi. Konsumen bisa terdiri dari lembaga
seperti sekolah, rumah sakit atau kantor pemerintah, atau organisasi lain
seperti kontraktor, distributor, pabrik atau individual.
e. Teknologi
Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan
untuk mengubah bentuk masukan (bahan baku, informasi, dan sebagainya)
menjadi keluaran (produk dan jasa). Perubahan teknologi dapat membantu
organisasi untuk menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan
produk secara lebih efisien.
f. Politik
Variabel unsur politik termasuk undang-undang, peraturan, dan
keputusan pemerintah yang memimpin dan mengatur perilaku usaha. Banyak
peraturan dan perundang-undangan yang memengaruhi organisasi dihasilkan
melalui proses politik.
g. Ekonomi
Kondisi ekonomi secara umum amat menentukan keberhasilan
organisasi. Upah, harga yang ditetapkan oleh pemasok dan pesaing, serta
6Ike Kusydah Rachmawati,Manajemen Sumber daya Manusia, Hal: 18

7Ike Kusydah Rachmawati,Manajemen Sumber daya Manusia, Hal: 19


kebijakan fiskal pemerintah akan memengaruhi biaya produksi barang dan
penawaran jasa serta kondisi pasar tempat kita menjual.

2) Faktor internal organisasi


Faktor lingkungan atau keadaan yang bersumber dari dalam organisasi
sendiri yang dapat menghambat usaha peningkatan fungsi sumber daya manusia
untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi. Faktor tersebut antara lain:
a. Misi
Jika suatu organisasi atau perusahaan tidak mempunyai misi atau maksud
keberadaan maka mereka tidak akan mempunyai eksistensi. Misi entitas
bisnis biasanya memproduksi dan atau mendistribusikan barang/jasa
ekonomis. Misi keberadaan departemen sumber daya manusia minimal harus
mencerminkan tujuan adanya kebutuhan sumber daya manusia akan individu
yang memiliki nilai potensial dan kompetitif.
b. Kebijakan
Kebijakan juga merupakan rencana karena merupakan pernyataan atau
pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan.
Seringkali kebijakan merupakan pernyataan yang tidak tertulis.
c. Budaya Perusahaan
Budaya perusahaan merupakan sistem dari nilai-nilai dan kepercayaan
yang disepakati bersama yang memberi arti pada anggota dari organisasi
tersebut dan aturan-aturan yang berlaku.
Budaya organisasi dapat dipandang sebagai norma dari perilaku, nilai-nilai,
filosofi, ritual, adat dan simbol. Budaya akan mengalami pergeseran dari
waktu ke waktu
d. Pemegang Saham dan Dewan Direksi
Pemilik saham disebut pemegang saham. Struktur organisasi publik yang
besar memungkinkan pemegang saham untuk memengaruhi organisasi
dengan menggunakan hak suara.
e. Serikat Pekerja
Tingkat upah, keuntungan dan kondisi kerja dari jutaan pekerja merupakan
cerminan keputusan yang dibuat oleh manajemen dan serikat pekerja secara
bersama-sama. Serikat pekerja adalah kelompok karyawan yang bersama-
sama mewujudkan kesepakatan secara kolektif.
f. Sistem Informasi
Kualitas informasi akan memengaruhi kualitas kontribusi departemen
sumber daya manusia yang digunakan dalam pengambilan keputusan
personalia.
g. Perbedaan Individu Karyawan
Masing-masing individu memiliki perbedaan satu sama lain, seperti
berbeda karakter, sifat, fisik, intelejensi, bakat, kemampuan, nalar,
kepribadian dan ego. Perbedaan ini hendaknya diperhatikan oleh manajemen
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan perencanaan sumber daya manusia,
penilaian prestasi kerja, perencanaan karier, dan administrasi sumber daya
manusia pada umumnya.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

pertama adalah dalam manajemen sumber daya manusia syariah adalah


sistem. Sistem syariah yang disusun harus menjadikan perilakunya berjalan
dengan baik. Yaitu dengan pelaksanan sistem kehidupan secara konsisten dalam
semua kegiatan yang akhirnya akan melahirkan sebuah tatanan organisasi yang
baik.

kedua ialah struktur organisasi, didalam manajemen sumber daya manusia


syariah struktur organisasi sagatlah diperlukan unuk membuat perencanaan
sehingga mampu mempermudah dan mengkomodasi lebih banyak kontribusi
positif bagi organisasi ketimbang hanya untuk mengendalikan performansi yang
menyimpang. Serta lebih menjamin fleksibilitas baik di dalam maupun antar
posisi-posisi yang saling berinteraksi.

Ketiga Manajemen sumber daya manusia syariah yang baik adalah


manajemen yang mengetahui tentang SDMnya, dan selalu melakukan sesuatu
perencanaan itu berdasarkan dengan syariat islam. Serta menjadikan SDMnya itu
sebagai SDM yang memiliki wawasan yang luas dan yang selalu tunduk terhadap
aturan-aturan yang berlaku baik hukum pemerintah maupun hukum agama.

Dengan demikian segala sesutu yang yang dilakukan dengan baik, benar,
terencana, dan terorganisasi dengan rapi, maka kita akan terhindar dari keragu-
raguan dalam memutuskan sesuatu atau dalam mengerjakan sesuatu. Sesuatu yang
dikerjakan pada keragu-raguan biasanya akan melahirkan hasil yang tidak optimal
dan mungkin akhirnya tidak bermanfaat.

B. Saran

Dalam makalah ini penulis menyarankan agar manajemen sumber daya manusia
hendaknya dijalankan dengan sebaik mungkin, mengingat begitu pentingnya peran dan
fungsi sumber daya manusia dalam rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan organisasi.
Perkembangan psikologi manusia perlu menjadi perhatian utama bagi manajer sumber
daya manusia, dalam rangka melakukan manajemen terhadap sumber daya manusia
dalam organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Aksara. Description: Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia Rating: 5


Reviewer:

Dessler, Gary. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks.

http://adieenilmu.blogspot.com/2011/05/manajemen-sumber-daya-manusia-
msdm.html diakses pada jumat, 2 Desember 2016.

http://economoy.blogspot.com/2012/06/etika-dalam-manajemen-sumber-daya.html,
diakses pada jumat, 2 Desember 2016.

http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/mnajemen-sdm-islam.html, diakses pada


jumat, 2 Desember 2016.

Siagian, Sondang P. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi


Aksara.