Anda di halaman 1dari 2

MELAKSANAKAN VALIDASI DATA MUTU

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


1/2
RSUD KELAS B
KABUPATEN
SUBANG

Tanggal Terbit : Ditetapkan :


Direktur RSUD Kelas B Kabupaten Subang

SPO

Dr. H. NUNUNG SYUHAERI, MARS


Pembina Utama Muda
NIP. 19630212 198903 1 012
PENGERTIAN Penyahihan/ Validasi data merupakan alat penting untuk memahami
mutu dari data mutu dan untuk mencapai tingkat di mana data tersebut
cukup meyakinkan bagi bagi para pembuat keputusan. Validasi data
menjadi salah satu langkah dalam proses penentuan prioritas untuk
pengukuran, pemilihan apa yang harus diukur, pemilihan dan
pengujian ukuran, pengumpulan data, validasi data dan penggunaan
data untuk perbaikan.
TUJUAN 1. Sebagai acuan dalam melaksanakan validasi data mutu,
2. Tersedianya data dan informasi mutu yang valid sebagai dasar
manajemen rumah sakit untuk mengambil keputusan dalam
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan
peningkatan kewaspadaan serta respon terhadap kejadian luar bisa
yang cepat dan tepat.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Kabupaten
Subang Nomor: 445/101/PMKP/VII/2014 tentang Kebijakan Upaya
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum
Daerah Kelas B Kabupaten Subang.
PROSEDUR 1. Tentukan jumlah sampel untuk validasi data mutu. Penggunaan
100% sampel hanya diperlukan apabila jumlah kasus atau data
lainnya sangat kecil. Dimungkinkan untuk memakai 20% jika sampel
besar,
2. Pastikan alat ukur validasi yang sesuai,
3. Lakukan pengumpulan ulang data oleh orang kedua yang tidak
terlibat dalam pengumpulan data orisinil dengan menggunakan
objek data yang sama dan cara ukur yang sama,
4. Hitungan keakuratan dilakukan dengan membandingkan hasil data
orang pertama dengan orang kedua. Hasil data orang kedua harus
≥90% dari hasil orang pertama untuk dikatakan sebagai data valid.
MELAKSANAKAN VALIDASI DATA MUTU

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


2/2
RSUD KELAS B
KABUPATEN
SUBANG
5. Lakukan koreksi apabila unsur datanya tidak sama, alasan-
alasannya (misalnya definisi data yang tidak jelas) harus dicatat dan
tindakan korektif harus didokumentasikan,
6. Identifikasi tindakan korektif, dengan mereview kembali teknis
pengukuran yang telah dilaksanakan.
UNIT TERKAIT 1. Semua Unit Yang Terkait
2. Rekam Medis