Anda di halaman 1dari 3

Operasi ambeien adalah prosedur untuk menghilangkan hemorrhoid (bahasa medis dari ambeien atau

wasir), dimana pembuluh darah membengkak di sekitar anus, dibagian dalam ataupun luarnya.

Pembuluh darah yang membengkak tersebut ternyata juga rapuh sehingga berisiko menimbulkan
pendarahan, gatal, sensasi terbakar, serta iritasi di area dubur. Jadi, operasi ini bertujuan untuk
menghilangkan pembuluh darah yang bermasalah tersebut sehingga dapat mengatasi berbagai keluhan
yang ditimbulkan olehnya.

Beberapa kondisi berikut ini mengindikasikan diperlukannya operasi ambeien:

Ambeien internal yang ukurannya sangat besar, yaitu derajat tiga ke atas.

Ambeien internal yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati sendiri.

Ambeien eksternal yang sangat mengganggu kenyamanan, sampai-sampai Anda sulit membersihkan
area dubur.

Wasir yang muncul baik di sisi luar (eksternal) maupun dalam (internal).

Pernah menjalani operasi ambeien namun tidak berhasil.

PERSIAPAN

Sebelum menjalani operasi, Anda perlu mengatakan pada dokter semua cara pengobatan yang sudah
dicoba untuk menyembuhkan ambeien. Anda mungkin harus berhenti mengonsumsi beberapa jenis
obat seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, anti-koagulan seperti warfarin, apixaban, rivaroxaban, atau
clopidogrel bisulfate beberapa hari sebelum operasi ambeien dilakukan.

Jenis tindakan:

Hemoroidektomi

Hemoroidektomi adalah prosedur operasi hemoroid konvensional yang dilakukan dengan cara
membedah jaringan anus dan membuang pembuluh darah yang mengalami ambeien.

Sebagai permulaan, dokter akan memberikan anestesi (bius) lokal ataupun total. Setelah anestesi
bekerja, dokter kemudian membuat sayatan kecil di sekitar ambeien. Bagian pembuluh darah yang
bengkak di dalam wasir akan diikat agar tak terjadi pendarahan, kemudian baru dokter akan
menghilangkan ambeiennya.
Area yang dibedah tadi bisa saja dijahit atau dibiarkan terbuka oleh dokter. Setelah itu, dokter akan
menutupi lukanya dengan perban tipis. Guna mengangkat wasirnya, dokter akan menggunakan pisau,
gunting, atau alat bedah lain yang diperlukan.

Stapled Hemorrhoidopexy

Disebut juga metode stapling atau jepitan, merupakan pilihan operasi ambeien selain hemoroidektomi.
Terkadang teknik ini juga baik digunakan untuk mengobati wasir yang prolaps atau bergelantung keluar
anus.

Sama seperti haemorrhoidectomy, prosedur ini juga memerlukan pembiusan total, namun prosedur ini
tidak dilakukan sesering dulu karena memiliki risiko komplikasi serius yang sedikit lebih tinggi daripada
teknik operasi lainnya.

Selama operasi, dokter akan menggunakan alat stapler khusus yang dimasukkan ke dalam anus. Alat ini
bertujuan untuk menjepit pembuluh darah dan jaringan wasir. Dengan jepitan ini, maka aliran darah ke
wasir menjadi berkurang sehingga akan menyusut sedikit demi sedikit.

Setelah menjalani prosedur stapling ini, Anda akan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat
daripada hemorrhoidectomy, dan Anda mungkin bisa kembali bekerja sekitar seminggu sesudahnya.
Kelebihan lain dari teknik ini yaitu cenderung kurang menyakitkan.

Kekurangannya lebih banyak yang mengalami prolaps wasir setelahnya jika dibandingkan dengan
hemoroidektomi.

Di samping itu, ada juga sejumlah komplikasi serius, seperti fistula ke vagina pada wanita, yakni
terbentuknya saluran kecil antara anus dan vagina. Komplikasi lainnya berupa perforasi rektum atau
terbentuknya lubang pada rektum.

Ligasi arteri hemoroid


Ligasi arteri hemoroid adalah prosedur untuk mengurangi aliran darah ke hemoroid. Biasanya dilakukan
dengan anestesi umum dan melibatkan penyisipan ultrasound kecil ke anus. Probe ultrasound akan
menghasilkan gelombang suara frekuensi tinggi yang memungkinkan dokter bedah menemukan
pembuluh darah yang memasok darah ke ambeien atau wasir.

Setiap pembuluh darah yang mengarah ke hemoroid diikat hingga tertutup untuk menghalangi alirannya.
Dalam beberapa hari hingga minggu berikutnya, maka wasir akan menyusut. Teknik ligasi ini juga bisa
digunakan untuk mengurangi wasir yang menggantung dari anus (prolaps).