Anda di halaman 1dari 9

Paper

Business Ethic
“Reducing Debts at Credit Solution of America”

Disusun Oleh

Nama : Andrean Dharma Lukita

Armedia Lintang Adityanto

Raja Agus Lukasta

Dosen Pengampu : Eko Suwardi, Ph.D

Program Studi Magister Manajemen


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
2015
A. Latar Belakang
Doug Van Arsale yang memulai bisnis Solusi Kredit Amerika (CSA) untuk
membantu mengurangi utang untuk klien. Bisnis baru ini adalah bagian dari
penyelesaian utang atau manajemen utang. Bisnis ini membantu mereka yang telah
mengumpulkan sejumlah besar utang dan yang sekarang tidak dapat melanjutkan
melakukan pembayaran bulanan pada utang mereka dan yang juga tidak bisa
membayar utang mereka hingga lunas. Namun, beberapa klien yang tidak puas
dengan bisnis karena CSA berjanji untuk mengurangi utang tapi akhirnya tidak
memuaskan layanan.
Keluhan mengenai ketidakpuasan dengan layanan perusahaan dan kekeliruan
dalam hasil program negosiasi utang. Secara khusus, pelanggan mengeluh bahwa
membayar biaya perusahaan dan mengikuti program negosiasi utang tidak
mengurangi utang, seperti yang dinyatakan oleh perwakilan perusahaan CSA. Sebagai
hasil dari program ini, pelanggan mengeluh, mereka memiliki peningkatan utang,
karena biaya atau bunga tambahan dan pelaporan kredit negatif. Perusahaan
menyelesaikan keluhan dengan menawarkan pengembalian dana atau mengacu pada
Perjanjian Layanan Klien. Meskipun perusahaan menyelesaikan sebagian besar
keluhan telah gagal untuk memperbaiki alasan yang mendasari keluhan.
Perusahaan penyelesaian utang bernegosiasi dengan kreditur untuk menerima
pembayaran berkurang. CSA mengatakan bahwa mereka telah menetapkan lebih dari
$ 900 juta utang sejak awal tahun 2003, dan mengatakan bahwa penyelesaian rata-rata
adalah 50 sen dolar.
Pada bulan Mei 2007, Departemen Keuangan Idaho sebagai regulator
keuangan negara, menemukan bahwa CSA menyediakan jasa penyelesaian utang
untuk warga negara tanpa lisensi yang diperlukan untuk konseling kredit. CSA
diminta untuk mengembalikan $ 588.000 kepada warga Idaho, dan membayar $ 3000
untuk biaya pengacara dan biaya investigasi.
Pada bulan Maret 2009, Jaksa Agung Texas, Greg Abbott telah mengajukan
gugatan terhadap perusahaan CSA yang melakukan skema ilegal yang di Texas.
Gugatan mengatakan bahwa perusahaan CSA tidak hanya dikenakan biaya pelanggan
untuk layanan yang tidak disampaikan, tetapi sejak pelanggan program penyelesaian
utang untuk berhenti membuat pembayaran kepada kreditor mereka, banyak
pelanggan bisa menghadapi hal yang tak terduga berupa : biaya keterlambatan, bunga,
upaya koleksi yang lebih, dan bahkan tuntutan hukum oleh kreditur mereka.
Kejaksaan Agung telah menerima lebih dari 140 keluhan terhadap perusahaan dalam
dua tahun terakhir.
Pada bulan Mei 2009, Jaksa Agung New York, Andrew Cuomo mengajukan
gugatan terhadap CSA untuk praktek bisnis penipuan dan iklan palsu. Gugatan
tersebut menuduh bahwa 18.000 warga New York mendaftar sebagai pelanggan
perusahaan antara Januari 2003 dan September 2008. Perusahaan menjanjikan
pengurangan hutang hingga 60% kepada konsumen, tetapi rata-rata 1% diterima
adalah tabungan.
Pada bulan Juni 2009, Jaksa Agung Missouri menggugat CSA. Jaksa
mengatakan bahwa CSA tidak sedikit atau tidak untuk memecahkan masalah utang
pelanggan. Pada bulan September 2009, Jaksa Agung Illinois, Lisa Madigan
mengajukan gugatan terhadap CSA menyatakan bahwa perusahaan palsu yang
mengklaim bahwa layanan mereka dapat membantu untuk mengurangi hutang kartu
kredit konsumen sebesar 50 persen.
Pada bulan Oktober 2009, Jaksa Agung Florida mengajukan gugatan terhadap
CSA dan menyatakannya sah membebankan biaya kemajuan yang signifikan sebelum
menyelesaikan atau, dalam banyak kasus, mulai kinerja pelayanan penyelesaian
utang. Kejaksaan Agung telah menerima lebih dari 140 keluhan tentang perusahaan,
tetapi memperkirakan bahwa ia memiliki ribuan korban Florida.
Pada November 2009, Kejaksaan Agung Maine mengajukan gugatan terhadap
perusahaan dan presiden CSA Douglas Van Arsdale. Gugatan menuduh bahwa
perusahaan CSA melanggar hukum dengan menggunakan praktik penipuan dan tidak
adil dalam jasa penyelesaian utang pemasaran, dan karena gagal untuk mendaftar
sebagai layanan manajemen utang. Gugatan berusaha untuk memulihkan biaya yang
dibayarkan oleh konsumen Maine kepada perusahaan, ditambah denda dan biaya sipil.
Pada Mei 2010, Jaksa Agung Oregon memutuskan bahwa melarang
perusahaan CSA melakukan bisnis di negara itu selama tiga tahun. Sebagai bagian
dari keputusan, CSA diminta untuk memberikan $ 2.600 di restitusi kepada empat
warga Oregon, dan 800 pelanggan perusahaan lain.
Better Business Bureau melaporkan bahwa CSA memiliki rating "F" (nilai
terendah) dan pada 19 Juni 2010 telah menerima 1.477 keluhan terhadap perusahaan
dalam 36 bulan sebelumnya.
B. Profil Credit Solution of America
Solusi Kredit Amerika adalah sebuah perusahaan penyelesaian utang swasta
yang berbasis di Dallas, Texas. Perusahaan memiliki lebih dari 750 karyawan dan
telah melayani lebih dari 250.000 nasabah. Didirikan pada tahun 2003 oleh Doug Van
Arsdale, perusahaan ini merupakan perusahaan solusi kredit yang terbesar. Pimpinan
manajemen meliputi : Doug Van Arsdale sebagai CEO, Jon Sisson sebagai Presiden,
Mona Cayard sebagai CFO dan Heather Carmichael sebagai Direktur Operasional
Solusi Kredit.

Gambar. Iklan Credit Solutions of America

C. Rumusan Masalah
1. Apakah bisnis yang dilakukan oleh Credit Solutions of America (CSA) etis dalam
menurut prisip etika utilitarianism, justice, rights ?
2. Bagiamana keterkaitan kasus ini disangkutan dengan teori perlindungan
konsumen yaitu duty to comply, duty to dislosure dan duty not to misrepresent,
caveat vendor, firm’s duties to social costs ?

D. Landasan Teori
1. Utilitarianism, Justice, Rights
Utilitarianisme (utilitarianism) merupakan semua pandangan yang
menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan semestinya dievaluasi berdasarkan
keuntungan dan biaya yang mereka akan tentukan bagi masyarakat.
Hak (rights) terdiri dari hak positif dan hak negatif. Hak positif tidak
hanya memberikan kewajiban negatif namun juga mengimplikasikan bahwa
pihak lain memiliki kewajiban positif pada si pemilik hak untuk memberikan apa
yang dia perlukan untuk dengan bebas mencari kepentingannya.
Keadilan (justice) terdiri dari keadilan distributif, keadilan retributif, dan
keadilan kompensasi. Keadilan distributif adalah keadilan yang mendistribusikan
keuntungan dan kerugian kepada masyarakat secara wajar. Keadilan retributif
adalah keadilan yang menyalahkan dan menghukum seseorang yang melakukan
kesalahan.
2. Teori Kontrak Kewajiban Perusahaan terhadap Konsumen
a. Duty of Comply
Kewajiban moral utama para pelaku bisnis menurut teori kontrak adalah
kewajiban menyediakan produk/jasa yang sesuai dengan klaim perusahaan
secara jelas mengenai produk produk tersebut, yang memungkinkan konsumen
memamsuki kontrak secara bebas dan membentuk pemahaman konsumen
mengenai apa yang dia setujui untuk dibeli.
b. Duty of Dislosure
Kesepakatan tidak dapat mengikat kecuali kedua belah pihak yang
terlibat dalam kesepakatan itu mengetahui apa yang mereka lakukan dan
secara bebas memilih untuk melakukannya. Ini berarti bahwa penjual yang
bermaksud untuk memasuki kontrak dengan konsumen memiliki kewajiban
untuk mengungkapkan produk dan syarat pembelian produk yang akan dibeli
pelanggan secara jelas.
c. Duty Not to Misrepresent
Salah dalam menggambarkan sebuah produk, bahkan lebih dari
kegagalan untuk mengungkapkan informasi. Kesalahan ini akan
mengakibatkan kebebasan untuk memilih menjadi mustahil. Konsumen tidak
akan memilih berdasarkan pengetahuan yang benar mengenai sebuah produk.
Dan dalam hal ini tidak akan ada kebebasan untuk memilih. Kebebasan
memilih merupakan sesuatu yang esensial untuk mengadakan sebuah kontrak.
Sebuah tindakan yang dengan sengaja memberi gambaran yang tidak tepat
mengenai sebuah produk atau komoditi tidak pernah dibenarkan secara etis.
3. Teori Kepedulian Perusahaan terhadap Konsumen
Perusahaan berkewajiban memberikan kepedulian untuk meyakinkan
bahwa konsumen tidak akan dirugikan oleh produk/jasa yang disediakan.
Terdapat dua doktrin dalam teori kepedulian, yaitu caveat emptor dan caveat
vendor. Caveat emptor adalah memberikan kesempatan kepada pembeli untuk
peduli. Caveat vendor adalah memberikan kesempatan kepada penjual/penyedia
produk/jasa untuk peduli.
4. Teori Biaya Sosial Perusahaan
Perusahaan berkewajiban untuk membayar biaya kerugian atas
produk/layanan jasa yang diderita oleh masyarakat. Dasar dari doktrin hukum
strict liability adalah dokrin hukum yang menyatakan bahwa perusahaan harus
menerima beban biaya kerugian yang diderita oleh masyarakat.
5. Teori Periklanan Perusahaan
Iklan komersil (commercial advertising) adalah bentuk informasi, dan
pengiklan adalah orang yang memberikan informasi. Karakteristik dari informasi
komersil adalah dialamatkan kepada publik (mass audience) dan bertujuan untuk
mempengaruhi audien untuk membeli produk penjual.
Salah satu efek sosial dari iklan adalah efek psikologi. Selain memiliki
efek sosial, iklan dapat menciptakan hasrat konsumen. Menurut John K.
Gailbraith iklan adalah dapat memanipulasi penciptaan hasrat konsumen untuk
menyerap output industri. Gailbraith membedakan dua hasrat konsumen : fisik
dan psikologi.

E. Pembahasan
1. Prinsip Etis Perusahaan Credit Solution of America
A. Utilitrianism
Berdasarkan prinsip utilitarianism :
a. Sudut pandang CSA
CSA ingin mendapatkan keuntungan berupa komisi sebagai perantara untuk
mengurangi hutang pelanggan kepada kreditor. Tetapi, karena CSA tidak
memenuhi janji kepada pelanggan, maka CSA dituntut oleh konsumen dan jaksa
negara bagian di AS untuk membayar biaya ganti rugi kepada konsumen.
b. Sudut pandang konsumen
Konsumen berharap mendapat kemudahan membayar kredit dengan biaya
yang lebih murah. Tetapi, konsumen malah menderita kerugian karena CSA tidak
sesuai yang diinginkan konsumen.
B. Justice
a. Sudut pandang CSA
Menurut keadilan retributif, CSA wajib mendapatkan hukuman dan wajib
memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang telah dirugikan.
b. Sudut pandang konsumen
Menurut keadilan distributif, konsumen berhak untuk mendapatkan keadilan
berupa kemudahan dan keringan membayar hutang sama seperti beberapa
pelanggan lainnya.
C. Rights
a. Sudut pandang CSA
CSA telah mengambil hak yang semestinya didapatkan oleh pelanggannya
yaitu kemudahan dan keringan membayar hutang.
b. Sudut pandang konsumen
Pelanggan semestinya mendapatkan hak seperti beberapa pelanggan lainnya,
namun CSA tidak memberikan hak mereka.
2. Kewajiban Perusahaan CSA kepada Konsumen
A. Duty to comply
Pelanggan berhak mengajukan tuntutan kepada CSA atas kerugian yang
dideritanya karena CSA tidak memberikan apa yang telah mereka janjikan. CSA
wajib bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi atas kerugian tersebut.
B. Duty to Disclosure
CSA wajib transparan menyampaikan sitem kinerja perusahaan dalam
memberikan solusi pengurangan hutang kepada pelanggan.
C. Duty not to Misrepresent
CSA tidak diperkenankan melakukan hal-hal yang dapat mengelabuhi para
pelanggannya misal dengan iklan yang menipu.
3. Kepedulian Perusahaan CSA terhadap Konsumen
Perusahaan CSA berkewajiban untuk memberikan kepedulian untuk
meyakinkan pelanggan tidak dirugikan oleh jasa yang disediakan. Dalam hal ini,
doktin caveat vendor mewajibkan CSA sebagai penyedia jasa untuk peduli kepada
pelanggannya. Doktrik caveat emptor menghimbau kepada pelanggan CSA yang telah
dirugikan untuk memberikan kepedulian kepada calon pelanggan CSA agar tidak
menjadi korban selanjutnya, dan berusaha melaporkan kasus ini kepada pihak yang
berwajib.
4. Biaya Sosial Yang Harus Ditanggung oleh Perusahaan CSA
Perusahaan CSA berkewajiban untuk membayar biaya kerugian atas penipuan
layanan jasa kepada para pelanggannya. Dalam hal ini, doktrin hukum strict liability
menyatakan bahwa perusahaan CSA harus menerima beban biaya kerugian dan
mengganti kerugian yang diderita oleh para pelanggannya.
5. Etika Periklanan Yang Dilakukan CSA
CSA melakukan iklan komersil (commercial advertising) adalah berupa iklan di
televisi dan internet yang dialamatkan kepada para konsumen (yang memiliki hutang)
dan bertujuan untuk mempengaruhinya untuk membeli jasa pengurangan beban
hutang.
Salah satu efek sosial dari iklan CSA tersebut adalah adalah efek psikologi
konsumen yang merasa tertarik dan terbantu dengan iklan jasa pengurangan beban
hutang yang menjanjikan sehingga menciptakan hasrat konsumen untuk
menggunakan jasa yang ditawarkan oleh CSA. Konsumen mudah terbujuk karena
tawaran yang menggiurkan dari CSA.

F. Kesimpulan
1. Berdasarkan prinsip utilitarianism, CSA hanya ingin mendapatkan keuntungan
tetapi tidak memenuhi janji kepada pelanggan. Berdasarkan prinsip justice
(keadilan retributif), CSA wajib mendapatkan hukuman dan wajib memberikan
ganti rugi kepada pelanggan yang telah dirugikan. Berdasarkan prinsip rights,
CSA telah mengambil hak yang semestinya didapatkan oleh pelanggannya yaitu
kemudahan dan keringan membayar hutang.
2. Perusahaan CSA wajib memberikan hak kepada pelangaan untuk mengajukan
tuntutan atas kerugian yang dideritanya dan wajib bertanggung jawab dengan
memberikan ganti rugi atas kerugian tersebut. Perusahaan CSA wajib transparan
menyampaikan sitem kinerja perusahaan dalam memberikan solusi pengurangan
hutang kepada pelanggan. Perusahaan CSA tidak diperkenankan melakukan hal-
hal yang dapat mengelabuhi para pelanggannya.
3. Perusahaan CSA berkewajiban untuk memberikan kepedulian untuk meyakinkan
pelanggan tidak dirugikan oleh jasa yang disediakan.
4. Perusahaan CSA berkewajiban untuk membayar biaya kerugian atas penipuan
layanan jasa kepada para pelanggannya.
5. Perusahaan CSA semestinya tidak melakukan iklan komersil (commercial
advertising) yang menjanjikan hal-hal yang menngiurkan konsumen yang pada
kenyataannnya adalah palsu.

G. Dafta Pustaka

Anonim. http://en.wikipedia.org/wiki/Credit_Solutions_of_America.

Velasquez, M. 2014. Business Ethics Concepts and Cases. USA : Pearson.