Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN MINI PROJECT

PENINGKATAN PENGETAHUAN PELAKSANAAN


KELAS IBU BALITA
PADA STAFF PUSKESMAS TALANG
KABUPATEN SOLOK 2018

Disusun Sebagai Bagian dari


Program Internship Dokter Indonesia

Disusun Oleh:
dr. Azzara Dwi Putri
dr. Debi Lailatul Rahmi

Pembimbing:
dr. Eka Putri Pertiwi
NIP : 198508172010012031

PROGRAM INTERNSHIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS TALANG
KABUPATEN SOLOK
2018

1
LEMBAR PENGESAHAN

‘’PENINGKATAN PENGETAHUAN STAFF/TENAGA KESEHATAN TENTANG KELAS


IBU BALITA DI PUSKESMAS TALANG JULI 2018’’

DISUSUN OLEH :
Dr. Azzara Dwi Putri
Dr. Debi Lailatul Rahmi

Diketahui oleh
Dokter Pendamping :

Dr. Eka Putri Pertiwi

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Anak balita merupakan populasi paling berisiko untuk terkena berbagai macam
gangguan kesehatan dan kematian. Menurut Survei Kesehatan Dasar Indonesia (SKDI)
periode 2013-2017 tercatat kematian neonatorum (0-28 hari) mencapai 1 anak per seribu
kelahiran yang setara 1,5%, kematian bayi (29 hari- 11 bulan) tercatat 0,8%, dan
kematian balita yakni kematian sebelum mencapai usia 5 tahun tercatat angka tertinggi
yaitu sebesar 3,6%.
Ada banyak program kesehatan yang telah diimplementasikan Departemen
Kesehatan, salah satu program kesehatan yang turut berperan aktif dalam menurunkan
angka kesakitan dan kematian pada anak balita adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Menteri Kesehatan RI melalui SK No. 284/MenKes/SK/III/2004 Tentang Buku
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), memutuskan Buku KIA sebagai buku pedoman resmi
yang berisi informasi dan catatan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan
selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia lima tahun.
Informasi pada buku KIA diharapkan dapat meningkatnya pengetahuan,
keterampilan, sikap dan perilaku ibu terhadap kesehatan anak balita. Namun, tidak semua
ibu mau atau dapat membaca buku KIA karena berbagai alasan, misalnya malas
membaca, tidak memiliki banyak waktu, atau sulit mengerti dan memahami, atau
memang buta aksara. Disisi lain, sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan
kesehatan balita yang masih sangat rendah termasuk mitos dan budaya yang keliru
tentang perawatan anak balita. Hal ini tentu akan menjadi persoalan penting karena anak
balita merupakan yang paling bergantung pada keluarganya.
Untuk meningkatkan pemanfaatan buku KIA tersebut perlu diadakan kegiatan
yang disebut Kelas Ibu Balita. Kelas ibu balita adalah suatu aktivitas belajar kelompok
ibu-ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama
berdiskusi, bertukar pendapat, bertukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan
kesehatan, gizi, stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, yang dibimbing oleh
fasilitator, dan mengacu pada buku KIA, diharapkan kegiatan ini mampu
mengoptimalisasi peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku ibu balita
mengenai perawatan balita yang baik dan benar secara medis.
3
Pada puskesmas talang kabupaten solok, kelas ibu balita baru dilakukan pada
bulan maret, april, mei dan juni 2018. Dimana kelas ibu balita yang jalan pada puskesmas
talang kabupaten solok dilakukan di posyandu dan teori yang terlaksana hanya pada bayi
usia 0-1 tahun yaitu tertera pada modul A yakni dan Pada modul B dan Modul C belum
terlaksana.
Laporan yang di dapat penulis, pada bulan Maret ada 2 posyandu yaitu pada
posyandu bukit gompong ada 6 peserta,pada posyandu pakan jum’at ada 7 peserta dan
posyandu pasar baru ada 9 peserta. Pada bulan April ada 9 posyandu. Posyandu koto
gaek ada 12 peserta, posyandu kampung baru 10 peserta, posyandu talago dadok 12
peserta, posyandu pakan jum’at 11 peserta, posyandu balai oli 11 peserta, posyandu
talago 11 peserta, posyandu bukit gompong 10 peserta, posyandu sukarami 11 peserta,
posyandu tabek gadang 10 peserta.
Pada bulan Mei ada 13 posyandu, posyandu parak gadang 11 peserta, posyandu
sawah hilir 8 peserta, posyandu tangah lapang 11 peserta, posyandu tabek pala 7 peserta,
posyandu anau kadok 9 peserta, koto gadamg 7 peserta, posyandu penarian 7 peserta,
posyandu bunga tanjung 7 peserta, posyandu tangah padang 11 peserta, posyandu pinang
sinawa 9 peserta, posyandu balai dama 9 peserta, posyandu pasar baru 11 peserta,
posyandu simpang 8 peserta. Pada bulan Juni ada 5 posyandu, posyandu bolai 5 peserta,
posyandu talago dadok 7 peserta, posyandu balai oli 6 peserta, posyandu pasa usang 7
peserta, posyandu likoti 4 peserta.
Dari pengamatan penulis dapat disimpulkan pelaksanaan kelas ibu balita pada
puskesmas talang dari bulan maret hingga juni cukup baik, diamana terlihat pada
kunjungan ibu dan balita pada bulan maret hingga juni 2018 berjumlah 264 peserta. Dari
target proyeksi kabupaten 457 dalam satu tahun dan 364 dari data real yang ada di
lapangan. Keberhasilan kelas ibu balita usia 0 – 1 tahun disebabkan karna saat kelas ibu
balita staff puskesmas talang juga melakukan imunisasi, sehingga ibu membawa bayi dan
balita untuk imunisasi dan ibu menyadari minimnya ilmu pengetahuan tentang balita
sehingga modul A pada kelas ibu balita dapat terlaksana dengan tepat.
Tetapi hanya saja target untuk pelaksanaan pada modul B dan modul C sangat
minimal sekali. Kenyataan di lapanagan kelas ibu balita usia 2- 5 tahun tidak dapat
terlaksana karna kurangnya minat ibu membawa balita mereka. Ibu berfikir balita mereka
sudah cukup mendapatkan imunisasi, balita mereka tampak sehat, kesibukan ibu dan ke
tidak nyamanan ibu saat melakukan kelas ibu balita karna anak yang rewel.

4
Berdasarkan paparan di atas maka penulis tertarik melakukan upaya peningkatan
pengetahuan staff / tenaga kesehatan Puskesmas Talang agar dapat mengoptimalisasikan
pelaksanaan kelas ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Talang.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum


Meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan kelas ibu balita pada tenaga
kesehatan di Puskesmas Talang.

1.2.2 Tujuan Khusus


a. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Talang tentang
tujuan kelas ibu balita
b. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Talang tentang
persiapan kelas ibu balita.
c. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Talang tentang
penyelenggaraan kelas ibu balita.
d. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Talang tentang
monitoring dan evaluasi kelas ibu balita.
e. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Talang tentang
indikator pencapaian kelas ibu balita.

1.3 Manfaat
a. Bagi Petugas Kesehatan
Dapat dijadikan masukan bagi petugas kesehatan agar lebih meningkatkan
pelaksanaan kegiatan kelas ibu balita.
b. Bagi Pendidikan
Dapat dijadikan sebagai tambahan literatur tentang pedoman pelaksanaan pelayanan
kelas ibu balita.
c. Bagi Profesi
Dapat memberikan informasi mengenai pelaksanaan kelas ibu balita sesuai pedoman
dinas kesehatan sehingga bisa memberikan motivasi kepada para tenaga kesehatan
pelaksana untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan kelas ibu balita.
d. Bagi Puskesmas
Kegiatan penyegaran kelas ibu balita ini diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan tenaga kesehatan pelaksana kelas ibu balita di Puskesmas Talang.
Kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan guna mencanangkan

5
dan mengevaluasi program-program yang ada yang berhubungan dengan kelas ibu
balita.
1.4 Ruang Lingkup
Kegiatan penyegaran ditujukan kepada tenaga kesehatan pelaksana kelas ibu
balita di Puskesmas Talang.

6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1. PENGERTIAN KELAS IBU BALITA

Kelas ibu balita adalah kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia antara 0-5
tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan
pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan dibimbing oleh
fasilitator, dalam hal ini digunakan buku KIA.
Kelas ibu balita dengan pendekatan metode belajar orang dewasa yaitu partisipatif
interaktif, ceramah, tany jawab, praktik, curah pendapat , penugasan dan simulasi. Partisipatif,
artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi secara pasif yang tidak akan efektif
dalam perubahan perilaku. Dalam prakteknya para ibu didorong untuk belajar dari pengalaman
sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar,
mengacu pada buku KIA.

II.2. TUJUAN KELAS IBU BALITA

II.2.1 Tujuan Umum

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA
dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal.

II.2.2 Tujuan Khusus


a. Meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara eksklusif
b. Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi
c. Meningkatkan keterampilan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang
kepada balita
d. Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan
stimulasi perkembangan balita
e. Meningkat kan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi balita dan
mencuci tangan yang benar
f. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan
dan perawatan balita.

II.3 PELAKSANAAN KELAS IBU BALITA


II.3.1 PERSIAPAN
7
a. Pertemuan persiapan
- Masyarakat termasuk tokoh agama dan masyarakat berperan dalam
pelaksanaan kelas ibu balita.
- Peserta Kelas Ibu Balita adalah ibu-ibu yang mempunyai anak berusia antara
0 sampai 5 tahun dengan pengelompokan 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-5 tahun.
Jumlah peserta kelompok belajar yang ideal adalah 15 orang.
- Proses belajar dibantu oleh fasilitator yang memahami bagaimana teknis
pelaksanaan Kelas Ibu Balita, yaitu bidan/perawat/tenaga kesehatan lainnya
yang telah mendapat pelatihan fasilitator kelas ibu balita. Dalam pelaksanaan
kelas ibu balita fasilitator bisa minta bantuan narasumber untuk
menyampaikan materi bidang tertentu.
- Narasumber adalah tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian bidang
tertentu, misalnya dibidang gizi, gigi, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),
penyakit menular, dsb.

b. Pengkajian Kebutuhan/Data Dasar


Sebaiknya sebelum kelompok kelas ibu balita terlebih dahulu
dilaksanakan musyawarah mengetahui masalah kesehatan balita dan materi
prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan kelas ibu balita, kewenangan ini
diberikan kepada fasilitator dengan catatan materi tersebut merupakan bagian dari
Buku KIA.
Tujuannya untuk memetakan kebutuhan warga belajar serta berbagai
kebutuhan penyelenggaraan kelas, mengingat kebutuhan warga belajar
diasumsikan tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga
pengenalan dan pembuatan peta/data dasar kebutuhan merupakan kegiatan
persiapan yang sangat penting untuk menetapkan materi, supervisi, monitoring
dan evaluasi.

c. Merancang penyelenggaraan
- Mengadakan pelatihan bagi fasilitator untuk menghasilkan fasilitator-fasilitator
kelas ibu balita di tingkat Puskesmas.
- Pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan menginformasikan
tujuan dan manfaat kelas ibu balita. Diharapkan dengan memahami pentingnya
kelas ibu balita, para tokoh tersebut dapat berperan serta dalam
mengoptimaklisasi kegiatan kelas seperti ikut memotivasi ibu balita untuk
mengikuti secara seksama.

8
- Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan kesiapan ibu-ibu, dengan lama kegiatan
berlangsung selama 30-60 menit atau disesuaikan kondisi setempat. Frekuensi
pertemuan sesuai hasil kesepaatan antara fasilitator dan peserta.

II.3.2 PELAKSANAAN KELAS IBU BALITA


a. Persiapan

Persiapan pelaksanaan kelas ibu balita meliputi :


1) Identifikasi sasaran
Penyelenggara perlu mempunyai data sasaran jumlah ibu yang mempunyai
balita antara 0 sampai 5 tahun dan kemudian mengelompokannya jadi
kelompok usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-5 tahun. Data dapat diperoleh
dari Sistem informasi Posyandu, Puskesmas atau dikumpulkan atas
kerjasama dengan Dasawisma.

2) Mempersiapkan tempat dan sarana belajar


Tempat kegiatan adalah tempat yang disediakan oleh pemerintahan setempat
(camat/desa/lurah). Tempat belajar sebaiknya tidak terlalu jauh dari rumah
warga belajar. Sarana belajar mencakup kursi, tikar, karpet, alat peraga dan
alat-alat praktek/demo.

Ibu-ibu membutuhkan konsentrasi untuk mengikuti setiap materi, gangguan


yang ditimbulkan bayi perlu diatasi dengan menyediakan ruangan untuk
bayi bermain. Sebaiknya ibu-ibu peserta dianjurkan datang dengan suami
atau kerabat yang dapat mengasuh bayi/anak saat ibu mengikuti kelas. Di
ruang bermain bayi perlu disediakan mainan sesuai usia.

9
3) Mempersiapkan materi
Materi yang diberikan dalam kelas ibu balita terbagi menjadi 3 modul,
yaitu :
 MODUL A ( usia 0-12 bulan)
a. ASI
b. Imunisasi
c. Makanan Pendamping ASI
d. Tumbuh kembang Bayi
e. Penyakit terbanyak pada bayi (diare, ISPA)

 MODUL B ( Usia 1-2 tahun )


a. Merawat gigi anak
b. Makanan pendamping ASI
c. Tumbuh kemang anak
d. Penyakit pada anak ( cacingan, gizi buruk )
e. Permainan anak
 MODUL C (Usia 2-5 tahun)
a. Tumbuh Kembang anak
b. Pencegahan kecelakaan
c. Gizi Seimbang
d. Penyakit terbanyak pada anak ( TBC,DBD)
e. Obat Pertolongan Pertama
f. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

4) Mengundang ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 – 5 tahun


Undangan disampaikan secara lisan maupun tertulis. Pastikan apakah
undangan sudah sampai kepada sasaran.
5) Mempersiapkan tim fasilitator dan narasumber
Menyusun pembagian kerja diantara fasilitator dan narasumber.
6) Menyusun rencana anggaran
Anggaran perlu ditata dengan baik, termasuk rancangan pelaporannya. Perlu
juga dipastikan apakah ada bantuan keuangan dari pihak ketiga.

b. Penyelenggaraan Kelas Ibu Balita

1) Pertemuan Persiapan
pertemuan untuk membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan teknis
pengelolaan kelas. Misalnya, siapa yang akan bertugas sebagai fasilitator,
fasilitator pembantu, perekam proses (pencatat proses pelaksanaan kelas),
pengasuh anak sementara ibu-ibu mengikuti kelas, dan sebagainya.
2) Pelaksanaan Kelas Ibu-balita
 Membuat kesan yang menyenangkan

10
Fasilitator dituntut untuk mampu membuat suasana kelas
menyenangkan bagi seluruh warga belajar. Untuk itu diperlukan sikap
ramah, tabah, dan kemampuan membuat permainanpermainan yang
memecah kebekuan (ice breaking) dan mengasyikan.
Memilih topik berdasarkan kebutuhan
Topik-topik yang dibahas dalam setiap pertemuan disesuaikan dengan
kebutuhan warga belajar. Oleh sebab itu fasilitator perlu
mengidentifikasi, baik melalui data maupun diskusi dengan warga
belajar, materi apa yang dianggap tepat.

 Menerapkan metode yang sudah ditentukan


Metode yang ditentukan adalah metode belajar orang dewasa
(andragogy) yang menekankan pada partisipasi warga belajar dan
penggunaan pengalaman sebagai sumber belajar. Ceramah dibolehkan
dalam batas waktu tertentu (tidak lebih 25% dari total waktu). Untuk
sesi yang memerlukan praktek, fasilitator menyiapkan materi-materi
kebutuhan praktek seperti alat-alat praktek memasak makanan,
memberikan pertolongan pertama, dan sebagainya. Fasilitator harus
memahami sebaik mungkin prosedur, metode dan teknik memfasilitasi
orang-orang dewasa dalam belajar.

 Disiplin waktu
Waktu penyelenggaraan Kelas Ibu Balita harus diatur sedemikian rupa
dan ditepati. Dari uji coba di lapangan waktu yang ideal untuk setiap
sesi adalah antara 45 sampai 60 menit. Ibu-ibu kehilangan konsentrasi
apabila satu sesi menghabiskan waktu lebih dari satu jam. Jika sesi
memakan waktu panjang fasilitator diharapkan dapat membuat
modifikasi sesuai dengan ketersediaan waktu warga belajar.

II.3.3 MONITORING DAN EVALUASI KELAS IBU BALITA

Pelaksanaan Kelas Ibu Balita diiringi oleh kegiatan monitoring dan evaluasi
berkala dan berkesinambungan. Monitoring dilakukan oleh Tim Kecamatan, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota beserta sektor dan Dinas Kesehatan Provinsi beserta sektor dengan

11
menggunakan instrumen. Data-data hasil monitoring secara bersama-sama dengan data hasil
evaluasi digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan Kelas Ibu Balita
pada tahap berikutnya.
a. Evaluasi dampak kegiatan
Evaluasi oleh pelaksana (Bidan/Bidan kordinator/Dokter) dilakukan pada setiap
pertemuan Kelas Ibu Balita.
b. Pencatatan/Pelaporan
Menggunakan registrasi yang sudah ada seperti kohort ibu, kohort bayi dan kohort
balita dan pelaporan menjadi kegiatan stimulan tumbuh kembang balita (LB3
KIA).

II.3.4 INDIKATOR KEBERHASILAN


a. Indikator Input
1) Jumlah tenaga kesehatan (fasilitator)
2) Jumlah kader yang aktif pada kegiatan Kelas Ibu Balita
3) Perbandingan antara tenaga kesehatan (fasilitator) dengan jumlah ibu balita
(ideal 1:15)
4) Kelengkapan sarana penyelenggaran
5) Kelengkapan prasarana penyelenggaraan

b. Indikator Proses
1) Penyelenggaraan kelas Ibu Balita yang sesuai dengan pedoman
2) % ibu Balita yang hadir pada kelas Ibu Balita

3) % ibu Balita yang aktif pada saat penyelenggaraan


4) % ibu Balita yang nilai post-test lebih tinggi dari pre-test

c. Indikator Output
1) % bayi yang memiliki Buku KIA
2) % bayi yang mendapat ASI eksklusif (6 bulan)
3) % bayi yang mendapat Imunisasi lengkap
4) % bayi ( 6-11 bulan) yang mendapat Vit A 100.000 IU
5) % bayi yang ditimbang 8 kali pertahun
6) % bayi yang mendapat pelayanan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang minimal 4 kali pertahun
7) % Balita 6-24 bulan yang mendapat MP ASI
8) % Balita (12-59 bulan) yang memiliki Buku KIA
9) % Balita (12-59 bulan) yang mendapat Vitamin A 2 kali pertahun
10) %Balita(12–59bulan) yang mendapatkan pelayanan Stimulasi Deteksi Dini
Tumbuh Kembang minimal 2 kali pertahun.

12
II.4 TUJUAN MATERI KELAS IBU BALITA
II.4.1 Modul A ( Usia 0-12 Bulan)
1) Modul A.1. Pemberian ASI
a) Ibu dapat menyebutkan manfaat menyusui dan ASI
b) Cara menyusui yang baik
c) Sisi baik-buruk ASI dan susu formula
d) Mempraktekkan cara-cara perawatan payudara dan meningkatkan produksi
ASI
e) Dapat mempraktekan cara-cara memperhatikan bayi.

2) Modul A.2. Pemberian Imunisasi


a) Ibu dapat menyebutkan jenis dan manfaatimunisasi bagi anak
b) Contoh penyakit yang diderita anak karena tidak diberi imunisasi
c) Tatacara pemberian imunisasi.

3) Modul A.3. Pemberian MP ASI Usia 6 -12 bulan


a) Ibu balita meningkat pengetahuannya tentang pemberian MP-ASI pada
umur 6bulan
b) Jenis MP-ASI
c) Fungsi mencuci tangan dalam menyediakan makanan bayi
d) Jenis dan cara mengolah Makanan Pendamping ASI

4) Modul A.4. Tumbuh Kembang Bayi


a) Ibu tahu status pertumbuhan berat badan, perkembangan berat badan
sesuai umur
b) Cara mendeteksi pertambahan berat badan anak
c) Perlakuan pada bayi umur 0-1 tahun
d) Mampu mendeteksi keterampilan bayi pada umur 0-1 tahun

5) Modul A.5 Penyakit Terbanyak pada Bayi


a) Ibu peserta dapat menyebutkan penyakit terbanyak pada anak balita
b) Langkah-langkah praktis bila anak balita terserang penyakit

II.4.2 Modul B (Usia 1-2 Tahun)

13
1) Modul B.1. Merawat Gigi Anak
a) Ibu dapat mengenali cara-cara merawat gigi anak
b) Mengenali kelainan pada gigi anak

2) Modul B.2. MP-ASI


a) Ibu dapat menyebutkan jenis MP-ASI
b) Fungsi mencuci tangan dalam menyediakan makanan bayi
c) Jenis dan cara mengolah makanan pendamping ASI untuk anak umur 1-2
tahun

3) Modul B.3. Tumbuh Kembang Anak


a) Ibu tahu status pertumbuhan berat badan, perkembangan berat badan umur
1-2 tahun
b) Cara mendeteksi pertambahan berat badan anak
c) Perlakuan pada bayi umur 1-2 tahun
d) Mampu mendeteksi keterampilan bayi umur 1-2 tahun

4) Modul B.4. Penyakit pada Anak


a) Ibu dapat menyebutkan gejala kecacingan.
b) Dapat menyebutkan langkah-langkah praktis pencegahan kecacingan.

5) Modul B.5. Permainan Anak


a) Ibu mengetahui manfaat permainan bagi anak
b) Mengenali jenis alat untuk bermain

II.4.3 Modul C (Usia 2-5 Tahun)


1) Modul C.1. Tumbuh Kembang Anak
a) Ibu tahu status pertumbuhan berat badan perkembangan berat badan sesuai
umur
b) Cara mendeteksi pertambahan berat badan Anak
c) Tahu perlakuan pada bayi umur 2-5 Tahun
d) Mampu mendeteksi keterapilan bayi pada umur 2-5 tahun

2) Modul C.2. Pencegahan Kecelakaan


14
a) Ibu dapat mengenali benda-benda berbahaya bagi anak
b) Dapat mengenali tempat-tempat berbahaya untuk bermain anak
c) Dapat mencegah anak bermain dengan benda atau di tempat berbahaya.

3) Modul C.3. Gizi Seimbang


a) Ibu dapat memperkenalkan nasi tim kepada bayi
b) Dapat membuat bubur dan buah saring
c) Mengetahui bumbu sederhana alami
d) Memperhatikan kebersihan.

4) Modul C.4. Penyakit pada Anak


a) Ibu peserta dapat menyebutkan penyakit terbanyak pada anak
b) Dapat menyebutkan langkah-langkah praktis bila anak balita terserang
penyakit

5) Modul C.5. Obat Pertolongan Pertama


a) Ibu mengenali nama, ciri-ciri dan kegunaan obat
b) Dapat membuat sendiri obat pertolongan pertama sebelum anak dibawa ke
dokter.

6) Modul C.6. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


a) Ibu peserta dapat menjelaskan akibat buruk bagi kesehatan jika tidak
punya jamban
b) Dapat menyebutkan akibat mengkonsumsi air yang tidak bersih
c) Dapat menyebutkan akibat buruk jika tidak mencuci tangan
d) Dapat menyebutkan cara-cara mendapatkan jaminan kesehatan
e) Dapat menyebutkan fungsi asuransi kesehatan
f) Dapat menggambarkan cara-cara menggunakan jasa asuransi kesehatan
untuk perawatan dan pengobatan
g) Dapat menyebutkan langkah-langkah pemberantasan jentik nyamuk Aedes
Aegypti

15
BAB III
METODE DAN PELAKSANAAN

III. A. METODE

Upaya peningkatan pengetahuan pada staff / tenaga kesehatan Puskesmas Talang ini
dilakukan dengan metode presentasi dan diskusi tentang Pelaksanaan Kelas Ibu Balita.
Dalam hal ini terlebih dahulu diberikan pretest, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan
para staff / tenaga kesehatan mengenai pelaksanaan kelas ibu balita, dilanjutkan dengan
penyampaian materi dan diskusi, serta diakhiri dengan postest.

III. B. PELAKSANAAN
 Topik Presentasi penyegaran
Pelaksanaan Kelas Ibu Balita.

 Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Kamis, 5 Juli 2018
Jam : 10.00-11.00 WIB
Tempat : Aula pertemuan Puskesmas Talang

 Sasaran
Sasaran dalam upaya peningkatan pengetahuan pelaksanaan kelas ibu balita ialah
para staff / tenaga kesehatan kelas ibu balita Puskesmas Talang.

 Tujuan Instruksional Umum


Diharapkan upaya peningkatan pengetahuan tentang Pelaksanaan Kelas Ibu Balita ini
dapat meningkatkan pengetahuan para staff / tenaga kesehatan Puskesmas Talang
untuk mengoptimalkan pelaksanaan kelas ibu balita di wilayah kerja Puskesmas
Talang.

 Tujuan Instruksional Khusus


1. Staff / tenaga kesehatan Puskesmas talang dapat memahami pengertian, maksud
dan tujuan pelaksanaan kegiatan kelas ibu balita di wilayah kerja Puskesmas
Talang.
2. Staff / tenaga kesehatan Puskesmas talang dapat memahami dapat melaksanakan
dan mengoptimalisasikan pelaksanaan kelas ibu balita di wilayah kerja Puskesmas
Talang.

 Metode
1. Presentasi dan diskusi.
2. Pretest dan postest
16
 Media
1. Slide presentasi.

17
 Uraian Kegiatan Presentasi

No. Waktu Kegiatan Presentasi Kegiatan Peserta


1. 3 menit Pembukaan :
 Memberi salam  Menjawab salam
 Menjelaskan tujuan presentasi  Mendengarkan dan
memperhatikan
2. 10 menit Pretest
 Mengisi lembar jawaban
 Membagikan lembaran soal pretest dan
pretest
menjelaskan cara pengisian

3. 30 menit Pelaksanaan presentasi :


 Menjelaskan materi presentasi secara Menyimak dan
berurutan dan teratur. Isi materi : mendengarkan
1. Pengertian kelas ibu balita
2. Tujuan kelas ibu balita
3. Materi kelas ibu balita
4. Persiapan kelas ibu balita dan pengkajian
5. Penyelenggaraan kelas ibu balita
6. Monitoring dan evaluasi kelas ibu balita
7. Pencapaian keberhasilan

 Mempersilahkan peserta mengajukan


pertanyaan jika ada hal-hal yang kurang
dipahami
 Mengajukan pertanyaan

6. 10 menit Post-test
 Mengisi lembar jawaban
 Membagikan lembaran soal post-test dan
post-test
menjelaskan cara pengisian

7. 2 menit Penutup :
 Menyimpulkan isi materi  Menjawab salam
 Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam

BAB IV
HASIL

18
Hasil pre-test
Nilai < 6 Nilai ≥ 6 Total peserta
n % n %
2 10% 20 90% 22 orang

Rincian hasil pre-test


Nomor soal Jawaban benar Jawaban salah
n % n %
1 21 95.4 1 4.5
2 20 83.3 2 9
3 22 100 0 0
4 22 100 0 0
5 1 4.5 21 95.4
6 11 50 11 50
7 17 77.2 5 22.7
8 17 77.2 5 22.7
9 3 13.6 19 86
10 18 81.8 4 18
Jumlah peserta =
22 orang

19
Hasil post-test
Nilai < 6 Nilai ≥ 6 Total peserta
n % n %
1 5.5 17 94.4 18 orang

Rincian hasil post-test


Nomor soal Jawaban benar Jawaban salah
n % n %
1 5 27.7 13 72.2
2 18 100 0 0
3 18 100 0 0
4 7 38.8 11 61.1
5 10 55.5 8 44.4
6 18 100 0 0
7 15 83.3 3 16.6
8 18 100 0 0
9 17 94.4 1 5.5
10 3 16.6 15 83.3
Total peserta =
18 orang

20
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
Telah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan tentang Pelaksanaan Kelas Ibu Balita
melalui kegiatan presentasi dan diskusi pada staff / tenaga kesehatan Puskesmas Talang
pada sabtu, 7 Juli 2018 yang dihadiri oleh 22 orang staff dan bidan desa pelaksana kelas
ibu balita. Diketahui jumlah staff yang mengikuti kegiatan ini sekitar 1/3 dari jumlah total
staff puskesmas Talang. Pada pre-test diikuti oleh 22 orang staff dengan nilai diatas 6
sebanyak 20 orang (90%), sedangkan post-test hanya diikuti oleh 18 orang dengan nilai
diatas 6 sebanyak 17 orang (94.4%).
Dari hasil tersebut diketahui bahwa pengetahuan staff/tenaga kesehatan Puskesmas Talang
yang mengikuti kegiatan ini mengenai kelas ibu balita sudah sangat baik, namun dengan
adanya upaya peningkatan pengetahuan ini diketahui semakin meningkatkan pengetahuan
staff / tenaga kesehatan Puskesmas Talang sebanyak 4,4%. Dengan pengetahuan yang baik
ini diharapkan para staff/tenaga kesehatan puskesmas talang dapat melaksanakan dan
mengoptimalisasikan pelaksanaan kelas ibu balita di wilayah kerja puskesmas talang.

V.2 Saran

Bagi Puskesmas
Dengan dilakukannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan
perihal perkembangan kelas ibu balita di wilayah kerja puskesmas talang khususnya.

Bagi Penulis
Masukan yang didapat selama proses pembuatan Mini Project ini menjadi pembelajaran yang
berharga bagi peneliti dan dengan banyaknya kekurangan dalam penelitian ini, pendapat, kritik,
saran dan evaluasi atas penelitian ini diharapkan dapat menjadi perbaikan atas penelitian ini
sendiri dan menjadi pembelajaran untuk penelitian-penelitian yang akan di lakukan di masa
depan.

21
Lampiran 1.
PRE-TEST DAN POST-TEST
1. Pernyataan berikut ini yang benar mengenai kegiatan kelas ibu balita adalah...
a. Merupakan program yang berdiri sendiri terpisah dari posyandu
b. Program yang tidak membutuhkan kerja sama lintas sektor
c. Merupakan kegiatan lanjutan untuk membahas buku KIA
d. Kegiatan yang tidak membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat

2. Kelompok belajar kelas ibu balita terdiri atas ...


a. Sekelompok ibu yang memiliki anak berusia antara 0-5 tahun
b. Kelompok ibu bayi, anak batita, dan anak balita
c. Kelompok ibu balita laki laki dan perempuan
d. Kelompok ibu yang memiliki anak berusia 0-1 tahun, 1-2 tahun dan 3-5 tahun

3. Kelas ibu balita yang baik membutuhkan..


a. Fasilitator, yaitu bidan /perawat/tenaga kesehatan yang telah mendapat pelatihan
b. Fasilitator, yaitu narasumber yang ahli di bidang tertentu
c. Perbandingan fasilitator danwarga belajar idealnya 1 : 50 orang
d. Sarana dan prasarana yang keseluruhannya disediakan hanya oleh puskesmas.

4. Berikut ini persiapan pelaksanaan kegiatan kelas ibu balita yang paling penting dan paling
mendukung dalam perubahan perilaku ibu ialah....
a. Data jumlah sasaran ibu yang memiliki anak usia antara 0-5 tahun
b. Sarana dan prasarana pembelajaran yang nyaman dan lengkap
c. Fasilitator dan narasumber yang ahli
d. Melakukan pengkajian data dan kebutuhan dasar ibu sesuai daerah masing-masing

5. Berikut ini merupakan indikator keberhasilan output kelas ibu balita, kecuali.....
a. % balita yang memiliki buku KIA
b. % balita yang hadir dari seluruh balita didaerah tersebut
c. % balita yang mendapat imunisasi lengkap dan vitamin A 2x/tahun
d. % balita yang mendapat deteksi dini tumbuh kembang 4x/tahun

22
6. Durasi / waktu penyelenggraan kelas ibu balita yang ideal adalah...

a. 45-60 Menit
b. 15-30 Menit
c. 10-15 Menit
d. 5- 10 Menit

7. Berikut ini yang termasuk dalam indikator keberhasilan, kecuali..


a. Input kelas ibu balita
b. Output kelas ibu balita
c. Evaluasi kelas ibu balita
d. Proses kelas ibu balita

8. Yang dimaksud dengan monitoring kelas ibu dan anak adalah...


a. Kegiatan pemantauan pelaksanaan kelas ibu balita
b. Acuan untuk memperbaiki kelas ibu anak
c. Pertemuan kelas ibu balita
d. Registrasi kelas ibu anak

9. Berikut ini kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam persiapan kelas ibu balita, kecuali...
a. Pertemuan untuk persiapan
b. Pengkajian kebutuhan dasar daerah
c. Merancang Penyelenggaraan
d. Indikator Input, proses, dan output

10. Maksud dan tujuan merancang penyelenggaraan kelas ibu balita adalah....
a. Membuat buku KIA
b. Keterlibatan kader dan bidan
c. Memotivasi para ibu
d. Menetapkan kebijakkan teknis pelaksanaan,seperti waktu dan lokasi

23
Lampiran 2. Ubah lagi SOP!!

SOP KELAS IBU BALITA

No.Dokumen : Ditetapkan Oleh


No. Revisi : Kepala Puskesmas Talang
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :1 halaman
PUSKESMAS ROSMADELI,SKM.M.Biomed
TALANG NIP. 19701104199303 2 002

1. Pengertian Kelas Ibu Balita merupakan suatu aktivitas belajar kelompok


dalam kelas dengan anggota beberapa ibu yang mempunyai anak
balita (usia 0-5 tahun) dibawah bimbingan satu atau beberapa
fasilitator (petugas) dengan menggunakan Buku KIA sebagai alat
pembelajaran.
Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, merubah sikap dan
perilaku ibu balita tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi
pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Kebijakan SK tentang pelaksanaan Kelas Ibu Balita.
4. Referensi Buku KIA
5. Prosedur / Langkah- TAHAP PERSIAPAN.
1. Petugas melakukan identifikasi atau mendata semua ibu balita
langkah
yang ada di wilayah kerja, yang akan mengikuti kelas ibu
balita.
2. Petugas mempersiapkan tempat dan sarana.
3. Petugas mempersiapkan materi, alat bantu, penyuluhan, dan
jadwal pelaksanaan.
4. Petugas mengundang ibu balita yang telah ditentukan sebagai
peserta.
5. Petugas mempersiapkan tim pelaksana kelas ibu balita.
TAHAP PELAKSANAAN.
1. Penjelasan umum ibu balita dan pengenalan peserta, pada
pertemuan berikutnya dilakukan review materi pertemuan
sebelumnya.
2. Curah pendapat tentang materi yang akan disampaikan
3. Menyampaikan materi.
4. Evaluasi pelaksanaan pertemuan.
5. Kesimpulan pelaksanaan pertemuan.
6. Unit terkait KIA, Posyandu.
24
25
DAFTAR PUSTAKA

Kesehatan,RI,Departemen.Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Balita.Jakarta.Depkes.2009

Kesehatan,RI,Departemen.Pedoman Umum Menejemen Kelas Ibu Balita.Jakarta.Depkes.2009

Kesehatan,RI,Departemen.Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Balita.Jakarta.Depkes.2009

Kesehatan,RI,Departemen.Pedoman Umum pengelolaan Posyandu.jakarta.Depkes.2006

26