Anda di halaman 1dari 6

PROSES CLEANING IN PLACE (CIP)

UNIT UHT INDUSTRI SUSU


Oleh THOMAS ADI CAHYONO NIM 161411093
Tgl pengumpulan : 17 Oktober 2018

1. Deskripsi Proses
Dalam industri susu terdapat proses pasteurisasi dengan cara UHT (Ultra High
Temperature). Alat ini merupakan alat penukar panas PHE (plate heat exchanger). Jika, PHE
sudah dioperasikan selama 10 jam untuk mempasteurisasi susu yang memiliki kandungan
lemak ±1.5 wt% perlu dilakukan pembersihan alat PHE agar susu tak menjadi rusak.

Proses pembersihan alat PHE dilakukan dengan cara CIP (cleaning in place). Proses CIP
ini dilakukan saat PHE tidak dalam kondisi in service (beroperasi). Tahapan CIP adalah
sebagai berikut; pre-rinse dengan air hangat; sirkulasi basa; pembilasan (rinse); sirkulasi
asam; dan pembilasan akhir (final rinse).

Gambar 1. Diagram instrumen proses CIP


Proses CIP menggunakan NaOH 1,4 % dan HNO3 1,2 % (Tetra Pak, t.t.) tetapi jika air
pembilas menggunakn air lunak maka HNO3 tidak diperlukan karena sirkulasi asam
digunakan untuk menghilangkan mineral yang terbawa hard water dan hanya perlu
melakukan pembilasan 2 kali.
Seperti terlihat pada Gambar 1. dimana terdapat 2 tangki yang aliran inletnya masing-
masing dikendalikan oleh V3 dan V4. Sedangkan, aliran outlet kedua tangki tersebut
dikendalikan masing- masing oleh V1 dan V2. Keempat valve tersebut merupakan control
valve yang terhubung dengan kendali waktu (timer) beruntun. Sedangkan, V5 merupakan
control valve (FC) yang membuka menutup tergantung TC 101.
Proses pre-rinse dan rinse akan berlangsung jika katup V3, V1 dan V6 (FO) terbuka.
Kemudian tahap sirkulasi basa akan berlangsung saat V4, V2 dan V6 terbuka. Dalam proses
CIP terdapat 4 paramater kunci agar operasi berjalan dengan benar yaitu; konsentrasi; suhu;
laju alir dan waktu.
Keterangan : Minimum Velocity CIP 1,5 m/s
Asumsi PHE seluas 1 m2
2. Statement List

Langkah-1: Preparasi
 Operator memasukan air pada T1
 Operator memasukan NaOH 1,4 % pada T2

Langkah-2: Menekan tombol START


 Menekan tombol START

Langkah-3: Pemanasan air


 Dimulai setelah tombol START ditekan
 V1 terbuka
 Air mengalir ke heater HE 1
 Pompa P1 menyala
 V5 terbuka (auto)
 V3 terbuka
 Suhu air meningkat hingga 50oC
Langkah-4: Pre- Rinse (10 menit)
 Dimulai setelah suhu air 500C
 Laju alir air = 5400 m3/h

Langkah-5: Pemanasan NaOH


 Dimulai setelah suhu air ±500C selama 10 menit
 V1 menutup
 V3 menutup
 V2 membuka
 V4 membuka
 V5 terbuka (auto)
 NaOH 1,4 % mengalir ke heater HE 1
 Suhu air meningkat hingga 137oC

Langkah-6: Sirkulasi NaOH (50 menit)


 Dimulai setelah suhu NaOH 1370C
 Laju alir NaOH = 5500 m3/h

Langkah-7: Rinsing / pembilasan (10 menit)


 Dimulai setelah NaOH ± 1370C mengalir selama 50 menit
 V2 menutup
 V4 menutup
 V1 membuka
 V3 membuka
 Laju alir air = 5400 m3/h

Langkah-8: Pengurasan (1 menit)


 Dimulai setelah Air mengalir selama 10 menit
 V1 menutup
 V5 menutup penuh

Langkah-9: Shut down


 Dimulai setelah setelah 1 menit V1 menutup
 Pompa P1 mati
 V3 menutup
DAFTAR PUSTAKA

Tetra Pak. (t.t.). Cleaning In Place - A Guide To Cleaning Technology In The Food Processing
Industry. TetraPak.