Anda di halaman 1dari 18

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN


KECAMATAN TUNGKAL ULU

Secara umum upaya kesehatan terdiri dari dua unsur utama, yaitu
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya
kesehatan masyarakat mencakup upaya- upaya promosi kesehatan,
pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, pengendalian
penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi
dasar, perbaikan gizi masyarakat, kesehatan jiwa, pengamanan sediaan
farmasi dan alat kesehatan, pengamanan penggunaan zat adiktif dan
bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan
kemanusiaan.
Berikut ini diuraikan upaya kesehatan yang dilakukan selama
beberapa tahun terakhir khususnya untuk tahun 2016.

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR


Dengan pelayanan kesehatan Dasar secara tepat dantepat,
diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat
diatasi, berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan adalah
sebagai berikut.
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Anak meliputi bayi, balita, dan anak remaja, angka
kematian merupakan salah satu indikator status kesehatan
masyarakat. Dalam upaya mencapai MDG’s dan tujuan
pembangunan kesehatan ,peningkatan pelayanan kesehatan ibu
diprioritaskan yaitu dengan menurunkan angka kematian ibu
menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup.
a. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K1 dan K4 )
Pelayanan Antenatal yang sesuai standar meliputi timbangan
berat badan, tekanan darah, nilai status gizi (ukuran lingkar
lengan atas), tinggi fubdus uteri, menentukan persentasi janin dan
denyut jantung janin (DJJ), skrining status imunisasi tetanus dan
memberikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan,
pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes
laboratorium (rutin dan khusus), tata laksana kasus, serta temu
wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K), serta KB pasca persalinan.

Hasil pencapaian program pelayanan kesehatan ibu hamil dapat


dinilai dengan menggunakan indikator cakupan K1 dan K4 yang
dihitung dengan membagi jumlah ibu hamil yang melakukan
pemeriksaan antenatal pertamakali oleh tenaga kesehatan (untuk
penghitungan indikator K1) atau jumlah ibu hamil yang
melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali sesuai standar
oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah pada kurun waktu
tertentu ( untuk penghitungan indikator K4) dengan jumlah
sasaran ibu hamil yang ada di wilayah kerja dalam 1 tahun.
Grafik 4.1
Cakupan Pelayanan Ibu Hamil K1 dan K4 Per desa
diPuskesmasTahun2016

Jumlah K1 Jumlah K4
300

256
248
250
200
150
100

54
43
39

32
50
31

28
26

26
25
24
24

24
23

22
19

19
17
11

9
8
0
P. Pauh

K. Dasal

P. Tembesu
PKM
T. Raja
Badang

Brasau
B. Sepakat
Gemuruh
P. Dagang

T. Tayas

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

b. Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Dengan


Kompetensi Kebidanan (Pn)
Periode persalinan merupakan salah satu periode yang
berkontribusi besar terhadap Angka Kematian Ibu di Kecamatan
Tungkal Ulu. Di dalam MDG’s, salah satu upaya yang harus
dilakukan untuk meningkatkan kesakitan kesakitan Ibu adalah
menurunkan angka kematian ibu, berikut data cakupan
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kecamatan Tungkal
Ulu;
Grafik 4.2
Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan dan
Non Kesehatan di Puskesmas Pelabuhan Dagang Tahun 2016
45
42
40
35
30
27 27
25 25
22 23 22
20 19
15
13
10
8
5
0

Nakes Non Nakes

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

c. Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas (KF3)


Cakupan pelayanan Ibsu Nifas pada Tahun 2016 adalah 72,6 %,
berdasarkan desa Cakupan Pelayanan Ibu Nifas rata- rata dibawah
target yaitu 90 % berikut grafik nya.
Grafik 4.3
Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas (KF3)
Per Desa Tahun 2016

50
40 42
30 27 27
22 23 25
20 20 18
10 8 9
0
Dagang

Gemuruh
P. Pauh

K. Dasal

Tembesu
T. Tayas

Brasau

Badang
T. Raja

Sepakat
B.
P.

P.

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016


d. Penanganan Komplikasi obsterti dan Neonatal
Komplikasi bidan adalah keadaan penyimpangan dari normal,
yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu
maupun bayi. Cakupan penanganan komplikasi kebidanan
menurut puskesmas pada tahun 2016 adalah sebesar 84,38 %
berikut grafik penanganan komplikasi perdesa sebagai berikut :
Grafik 4.4
Jumlah Penanganan Komplikasi obstetri dan Neonatal
di Puskesms Pelabuhan Dagang Tahun 2016

OBSTETRI NEONATAL

19
20
18

16
16
14
12
10
8
6

6
4

4
3

2
2

2
1
1

1
0

0
0

0
P. Pauh

K. Dasal

P. Tembesu
PKM
T. Raja

Brasau
Badang

B. Sepakat
P. Dagang

Gemuruh
T. Tayas

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

Menurut Grafik diatas untuk penanganan Komplikasi kebidanan


terendah berada di Desa Badang, Desa Badang Sepakat, dan
Brasaui sedangkan Penanganan Komplikasi bidan yang tertinggi
berada di Desa Pematang Pauh dan Desa Badang Sepakat.
e. Pelayanan Kesehatan Pada Bayi
Pelayanan Kesehatan Bayi adalah pelayanan Kesehatan sesuai
standar oleh tenaga kesehatan. Pada tahun 2016 cakupan untuk
pelayanan kesehatan bayi berumur 6 bulan s.d 11 bulan berupa
pemberian vitamin A sebanyak 93,4 % dari jumlah Bayi di
Wilayah Kerja Puskesmas Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung
Jabung Barat, berikut Grafik Cakupan Pelayanan bayi berumur 6-
11 bulan yang diberi Vitamin A.
Grafik 4.5
Pelayanan Kesehatan Pada Bayi Perdesa
Di Puskesmas Pelabuhan Dagang Tahun 2016

250

200
150

100

50

0
Gemuruh

Tembesu
P. Pauh

Sepakat
T. Raja

K. Dasal
P. Dagang

Badang

PKM
Brasau
T. Tayas

B.

P.

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2015

Untuk Desa Yang hampir 100 % melaksanakan pelayanan


kesehatan pada bayi adalah Desa Taman Raja.

f. Pelayanan Kesehatan Pada Anak Balita


Pelayanan Kesehatan Pada Anak Balita adalah Pelayanan
Kesehatan pada Anak berumur 12-59 bulan, pemantauan
pertumbuhan dilakukan melalui penimbangan Berat Badan,
Pengukuran Tinggi Badan di Posyandu, Puskesmas Pustu, Bidan
Praktek dan Fasilitas Kesehatan lainnya. Pada Tahun 2016
cakupan pelayanan kesehatan anak balita (1-4 Tahun) sebesar
53%. Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Balita per Puskesmas
dapat dilihat pada Grafik berikut.
Grafik 4.6
Pelayanan Kesehatan Pada Balita Perdesa
di Puskesmas Pelabuhan Dagang Tahun 2016

250 235

200
150 117
106 104
100 75 79
47 69 64
39
50
0
B. Sepakat
P. Dagang

Badang

P. Tembesu
T. Raja

Brasau
K. Dasal
P. Pauh

Gemuruh
T. Tayas

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2015

2. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


Keberhasilan program Keluarga Berencana dapat diketahui dari
beberapa indikator yaitu pencapaian target KB Baru, cakupan
peserta KB Aktif terhadap PUS dan persentase peserta KB aktif
metode kontrasepsi efektif terpilih (MKET) atau saat ini disebut juga
MJP (Metode Jangka Panjang).
Peserta KB aktif wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan
DagangKabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2016 mengalami
penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun
2016 sebanyak 2323. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada grafik
tentang persentase, Peserta KB di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Grafik 4.8
Jumlah Pelayanan Keluarga Berencana Per desa
di Puskesmas Pelabuhan DagangTahun 2016

345 344
350
300
250 225 201
200 161
140 134 139
150
100 []
55
50
0

B. Sepakat
P. Pauh

K. Dasal

P. Tembesu
T. Raja
Badang

Brasau

Gemuruh
P. Dagang

T. Tayas

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

3. Pelayanan Imunisasi
Bayi dan Anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit
menular yang dapat mematikan, seperti: diferti, Tetanus, Hepatitis B,
Radang selaput otak, radang paru- paru, dan masih banyak penyakit
lainnya.
a. Imunisasi Dasar Pada Bayi
Penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi antara
lain adalah campak, campak merupakan penyebab utama
kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan campak
merupakan factor penting dalam mengurangi angka kematian
balita, pada tahun 2016 cakupan imunisasi campak mencapai 7,3%
dari Jumlah bayi di Wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Dagang
Kabupaten Tanjung Jabung Barat dibandingkan dengan tahun
2015 Imunisasi campak mengalami. Berikut grafik cakupan
imunisasi di KabupatenTanjungJabung Barat.
Grafik 4.9
Pelayanan Imunisasi Dasar Pada Bayi
di Puskesmas Pelabuhan Dagang Tahun 2016

7.30%
HBO
90.69%
BCG
106.00%
Polio 4

DPTHB 3
8.10% Campak
94.14%

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

Dari Grafik diatas tampak cakupan semua imunisasi telah


melampuai target.
Untuk pencapaian Universal Children Immunization (UCI) pada
dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisasi
dasar lengkap pada bayi (0-11 bulan). Desa UCI merupakan
gambaran Desa dengan 80% lebih jumlah bayi yang ada di desa
tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu
satu tahun. Pada tahun 2016, desa di wilayah kerja Puskesmas
Pelabuhan Dagang Kecamatan Tungkal Ulu telah UCI.

b. Imunisasi Pada Ibu Hamil


Masih Banyak Calon Ibu di Masyarakat terutama yang tinggal di
Daerah- daerah terpencil berada dalam kondisi yang biasa disebut
masih jauh dari kondisi steril saat persalinan hal ini yang biasa
menimbulkan resiko ibu maupun bayinya terkena tetanus.
Untuk tahun 2016 ini cakupan ibu yang mendapatkan Imunisasi
TT2+ pada ibu hamil di Kec Tungkal Ulu Kabupaten Tanjung
Jabung Barat mengalami penurunan, dimana pada tahun 2015
sebesar 100,3 % menjadi 0% pada tahun 2016.

B. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN


Kegiatan pokok upaya kesehatan perorangan yang diuraikan pada bab
ini adalah peningkatan pelayanan kesehatan rujukan.
1. Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat
Tujuan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat yaitu
untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan
terhadap seluruh masyarakat miskin dan hamper miskin agar
tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif
dan efisien.
Untuk wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Dagang Kabupaten
Tanjung Jabung Barat Jumlah Keluarga Miskin dan Hampir miskin
yang dicakup jamkesmasda sebanyak 890 Jiwa berikut grafiknya.
Grafik 4.12
Masyarakat yang di Cakupan Jamkesda
diPuskesmasTahun2016

359
400

151
200
79 51 67 67 67
27 3 19
0

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016


Sesuai grafik di atas, masyarakat miskin yang di cakup
jamkesmasda terbesar adalah Desa Pelabuhan Dagang sedangkan
Desa Badangmenduduki peringkat terendah.
Untuk tahun 2016,masyarakat yang menjadi kepesertaan Bantuan
Iuran (PBI) Jamkesmassebanyak 1.486 jiwadan Non PBI sebanyak
1.921 jiwa. Sementara yangdatang berobat ke sarana kesehatan
untuk mendapat pelayanan sebanyak 843 jiwa.

C. PERILAKU HIDUP SEHAT


Komponen perilaku sehat merupakan tugas utama dari Promosi
kesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk memampukan atau
memberdayakan masyarakat agar dapat memelihara, meningkatkan
dan melindungi kesehatannya. (WHO).

Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan bukan merupakan pekerjaan


yang mudah, hal ini disebabkan menyangkut aspek perilaku yang erat
kaitannya dengan sikap, kebiasaan, kemampuan, potensi dan faktor
budaya pada umunya. Disamping itu perilaku kesehatan adalah hal-
hal yang dilakukan oleh manusia yang didasari oleh pengetahuan,
sikap dan kemampuan yang dapat berdampak positif atau negatif
terhadap kesehatan.

1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga,


karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal
pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan
dilindungi kesehatannya. Beberapa anggota rumah tangga
mempunyai masa rawan terkena penyakit infeksi dan non infeksi,
oleh karena itu untuk mencegahnya anggota rumah tangga perlu
diberdayakan untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS).

Indikator PHBS di rumah tangga terdiri dari :


1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan.
2. Bayi usia 0 s/d 6 bulan diberi ASI Ekslusif.
3. Menimbang Bayi dan Balita.
4. Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih.
5. Mencuci tangan pakai sabun.
6. Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat.
7. Memberantas jentik nyamuk.
8. Makan buah dan sayur setiap hari.
9. Seluruh anggota keluarga tidak merokok di dalam rumah.
10. Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari
minimal 30 menit seperti : mencuci pakaian, menyapu halaman,
mengepel lantai, dll.

Grafik 4.14
Perbandingan Rumah Yang dipantau dan berPHBS
di Wilayah Kerja Puskesmas Kab Tanjab Barat Tahun 2016

rumah yang
dipantau
3655
3870 rumah yang
berPHBS

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

Peran serta masyarakat berbentuk upaya kesehatan bersumber


masyarakat dikembangkan & disesuaikan dengan pelaksanaan
program Peningkatan & Pemberdayaan Masyarakat antara lain :
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin Desa),
POD (Pondok Obat Desa), TOGA (Tanaman Obat Keluarga), Pos UKK
(Pos Upaya Kesehatan Kerja), Dana sehat, SBH (Saka Bhakti Husada).

2. Kesehatan Lingkungan
Keadaan lingkungan Fisik dan Biologik suatu daerah menjadi salah
satu faktor yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan daerah itu
sendiri, khususnya terhadap angka kesakitan yaitu penyakit infeksi
yang disebabkan oleh parasit, bakteri dan lainnya. Kondisi lingkungan
yang buruk dapat meningkatkan angka kesakitan, karena itu untuk
menekan lonjakan kasus penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi
lingkungan yang buruk adalah dengan meningkatkan cakupan
program.
Tujuan program Hygienie Sanitasi Tempat-Tempat Umum yaitu
meningkatkan kualitas lingkungan yang optimal pada tempat-tempat
umum sehingga dapat melindungi masyarakat dari penularan
penyakit, keracunan, kecelakaan dan gangguan pencernaan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 Pengawasan Hygiene


dan Sanitasi Tempat Umum (TTU) dan Pengelolaan Makanan Sehat
(TPM) yang diperiksa, sekitar 33,3 % TTU yang
memenuhisyaratkesehatandanbaru 38,5 % TPM yang memenuhi
syarat higiene sanitasi. Berikut grafik TTU& TPM yang ada dan di
periksa di wialyah kerja Puskesmas Pelabuhan DagangKabupaten
Tanjung Jabung Barat per Desa.
Grafik 4.15
TTU Yang Ada Dan Di Periksa di Wilayah Kerja Puskesmas
Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Per Desa
Tahun 2016

Hotel/losmen salon/p.rambut Pasar tempat ibadah Sarana Kes. Lain


40

30

20

10

0
T. Tayas

T. Raja
P.Pauh

Brasau

Jumlah
P.Dagang

Badang

Gemuruh

K. Dasal
P. Tembesu

Grafik 4.16 B.Sepakat

TPM Yang Ada Dan Di Periksa di Wilayah Kerja Puskesmas


Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Per Desa
Tahun 2016
25
Kantin sekolah
20
15 Pedagang mknn

10 Warung Kopi

5 Warung Mkn

0 Rmh Makan

Jenis toga

industri pengrajin makanan

Grafik 4.17
Perbandingan Rumah Yang Ada dan Yang Dan diperiksadi Wilayah
Kerja Puskesmas Pelabuhan Dagang Kab Tanjab Barat Tahun 2016

2808 Rumah yang ada

3870 Rumah yang memenuhi syarat

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016


D. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
1. Pemberian Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil (Fe)
Anemia Gizi adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam
darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang
diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Wanita hamil
merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama
anemia gizi besi. Cakupan Ibu Hamil yang mendapatkan tablet
tambahan (Fe3) selama Tahun 2016 menurut Desa se Kecamatan
Tungkal Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat di lihat pada
grafik berikut ini.

Grafik 4.16
Pemberian Tablet Tambahan Darah Pada Ibu Hamil (Fe3)
Puskesmas Pelabuhan Dagang Kab Tanjab Barat Tahun 2016

Pemberian Tablet Fe
80 80

6056
40
29
20 20 18
7 12 12 8
0 6
P. Pauh

Gemuruh

Brasau
T. Tayas

T. Raja

K. Dasal

P. Tembesu
Badang

B. Sepakat
P. Dagang

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

2. Pemberian Kapsul Vitamin A


Tujuan Pemberian kapsul vitamin A pada balita adalah untuk
menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan Vitamin A
pada balita, sasaran pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi
adalah bayai (6-11 bulan) diberikan kapsul vitamin A100.000 SI,
anak balita ( 1-4 Tahun) diberikan Kapsul vitamin A 200.000 SI dan
Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A 200.000 SI.
Berikut adalah grafik pemberian Kapsul Vitamin A pada Bayi,
Balita dan Ibu nifas.

Grafik 4.17
Cakupan Pemberian Kapsul Vitamin A pada Bayi dan Balita
Bulan Februari Puskesmas Pelabuhan Dagang Kab Tanjab Barat
Tahun 2016

180
Balita Bayi
160 105 108 111
140 120 120 118 110 118
120 110 104
100
80
60 55 50
40 47
20 15 19 19 10 19 19 20
0
P. Pauh

Gemuruh

Brasau
Badang
P. Dagang

K. Dasal
B. Sepakat
T. Tayas

T. Raja

P. Tembesu

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2016

Menurut grafik diatas cakupan pemberian kapsul vitamin A untuk


bayi rata-rata sudah mencapai target dan mengalami peunurunan
pada tahun 2016,dimana capaian tahun 2015 sebesar 95,05 %
meningkat menjadi 27,3%. Untuk cakupan pemberian kapsul
vitamin A pada Balita juga mengalami peningkatan, dimana tahun
2015 sebesar 98,15% menjadi 112,4%, Sementara cakupan
pemberian kapsul vitamin A pada Ibu nifas mengalami penurunan,
dimana tahun 2015 sebesar 82,68 % turun menjadi 72,6%.

3. Cakupan Pemberian ASI Eksklusif


Cakupan Pemberian Asi Eksklusif dipengaruhi beberapa hal,
terutama masih sangat terbatasnya tenaga konselor ASI, belum
adanya peraturan perundangundangan tentang pemberian ASI
serta belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi, advokasi,
dan kampanye terkait pemberian ASI maupun MP-ASI.
Berikut adalah Grafik cakupan AnakUsia 0-6bulan yang
mendapatkan Asi Eksklusif data tahun2016 per Desa

Grafik 4.18
CakupanPemberian ASI Eksklusif
PuskesmasPelabuhan DagangKabTanjab Barat Tahun2016

Cakupan ASI Eksklusif


100%
80%
60% 94%
89%88%95%95%85%92%90%87%96%
75.9%
40%
20%
0%
B.…

Gemur…
P.…

P.…

Brasau
P. Pauh

K. Dasal

PKM
T. Raja
Badang
T. Tayas

Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2015

Dari grafik diatas tampak jelas untuk Tahun 2016 ini Puskesmas
Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengalami
penurunan cakupan pemberian ASI Eksklusif, dimana tahun 2015
capaian sebesar 75,9% naik menjadi 81,0%. Namun yang
mengalami kenaikan pemberian ASI Eksklusif yaitu diDesa
Gemuruh.

Pemberian MP-ASI pada Keluarga Miskin di Wilayah Kerja


Puskesmas Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung Jabung Barat
pada Tahun 2016 ini lebih tinggi dibandingkan Tahun 2015
lalu,berikut grafik Pemberian MP-ASI pada keluarga miskin di
Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2014s.d2015.

Grafik 4.19
CakupanPemberian MP- ASI
diPuskesmasPelabuhan DagangKabTanjab Barat
Tahun2014 s.d2015

250%
200% 98% 97% 95% 100% 95% 96% 94% 97% 93% 94%
150% 2016
100% 97% 100% 91% 100% 100% 90% 100% 96% 97% 2015
85%
50%
0%

Brasau
P. Pauh

Gemuruh

Badang
P. Dagang

K Dasal
B. Sepakat
T. Tayas

T. Raja

P. Tembesu
Sumber: Seksi KIA Puskesmas 2015

Dari Grafik di atas dapat di gambarkan untuk tahun 2016


pemberian MP-ASI meningkat hingga 10 % dari Tahun 2015.

4. Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu


Secara umum cakupan penimbangan balita diwilayah kerja
Puskesmas Pelabuhan Dagang Kecamatan Tungkal Ulu menurun
hingga 4 % dari data Tahun 2015.

Grafik 4.20
Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu di Puskesmas
Pelabuhan Dagang Kab Tanjab Barat Tahun 2015 s.d 2016
100
100

98
95.5
96

94

92
2016 2015