Anda di halaman 1dari 37

RANCANGAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI


APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI ANALIS OBAT DAN MAKANAN
DI RSUD CILACAP
KABUPATEN CILACAP

( DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III Angkatan III)

Disusun oleh:

Nama Peserta : Andardian Widiniyah, S. Farm


NIP : 199105232015022002
NIS/No. Absen : 076
JABATAN : Analis Obat dan Makanan
SKPD/INSTANSI : RSUD Cilacap

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


PROVINSI JAWA TENGAH BERKERJASAMA DENGAN
BADAN DIKLAT, ARSIP DAN PERPUSDA KABUPATEN
CILACAP
TAHUN 2016
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI


APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI ANALIS OBAT DAN MAKANAN
DI RSUD CILACAP
KABUPATEN CILACAP

( DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III Angkatan III)

Nama Peserta : Andardian Widiniyah, S. Farm


NIP : 19910523 201502 2 002
NIS/No. Absen : 076

Cilacap, Maret 2016


Peserta,

Andardian Widiniyah, S. Farm.


NIP. 19910523 201502 2 002

MENYETUJUI

Coach, Mentor,

Ir. Yatno Isworo, MP Listyorini, SKM, MH


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. NIP.
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat menjadi ASN
menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 adalaha profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintahan. Pegawai ASN diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan
atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa.
Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 menjelaskan tentang
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) salah
satunya adalah Diklat prajabatan. Diklat tersebut bertujuan untuk mewujudkan
PNS sebagai bagian dari ASN yang perofesional dalam rangka membentuk
nilai-nilai dasar profesi PNS. Nilai-nilai dasar tersebut adalah Akuntabilitas,
Nasinalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
diakronimkan menjadi ANEKA. Kompetensi inilah yang kemudian berperan
dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap
dan bertindak profesional dalam masyarakat serta memiliki daya saing.
Dalam Diklat Prajabatan sistem baru seperti yang tertuang dalam
Peraturan Kepala LAN No 15 tahun 2015 tentang penyelenggaraan Diklat
Prajabatan pola baru, dibagi menjadi dua tahapan utama. Tahapan pertama
adalah pemahaman nilai-nilai dasar ANEKA dan tahap kedua adalah
aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA di institusi masing-masing. Dalam
prosesnya, peserta Diklat harus membuat rancangan kegiatan yang akan
dilaksanakan pada saat proses aktualisasi nantinya. Dalam rancangan kegiatan
ini harus memuat nilai-nilai dasar profesi PNS yang dapat diaplikasikan
dilingkungan kerja. Setelah disetujui, maka peserta diklat harus
mengaktualisasikan rancangan tersebut di lingkungan kerja instansi masing-
masing. Pada kesempatan kali ini aktualisasi akan dilaksanakan di RSUD
Cilacap.
RSUD Cilacap merupakan salah satu Instansi dalam lingkup
Pemerintah Kabupaten Cilacap yang dirintis mulai tahun 1946. Akreditasi
RSUD Cilacap saat ini termasuk dalam RS tipe B non Pendidikan. Salah satu
pelayanan instalasi yang terdapat di RSUD Cilacap adalah Instalasi Farmasi
yang masuk pada kelompok Pelayanan Penunjang Medik. Pelayanan di
Instalasi Farmasi dibagi menjadi tiga yaitu satelit rawat inap, satelit IBS
(Instalasi Bedah Sentral) serta satelit rawat jalan dan IGD.
Sumber Daya Manusia yang terdapat di Instalasi Farmasi terdiri dari
Apoteker (5 orang), Tenaga Teknis Kefarmasian (15 orang), Analis Obat dan
Makanan (1 orang), tenaga administrasi (1 orang), dan Cleaning Servis (1
orang). Tenaga kerja tersebut berstatus PNS dan Non PNS yang juga dikelola
dengan sistem BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Keseluruhan SDM
tersebut bertanggung jawab pada pelayanan, pengelolaan serta mutu obat.
Namun pada kenyataannya dengan jumlah SDM tersebut, nilai-nilai dasar
profesi belum diterapkan sebagaimana mestinya.
Harapan masyarakat terhadap pelayanan obat yang ramah, cepat dan
akurat belum dapat dilaksanakan sepenuhnya disamping karena sumber daya
yang kurang mencukupi sehingga beban kerja meningkat namun juga karena
penerapan nilai-nilai dasar yang belum diterapkan sepenuhnya. Ketersediaan
obat di masing-masing instalasi masih menjadi kendala karena sistem defecta
yang belum berjalan sempurna sehingga memperlama waktu tunggu pasien.
Belum adanya informasi mengenai alur pelayanan obat menyebabkan pasien
menuntut untuk dilayani secara cepat tanpa mengetahui dampak atau bahaya
apabila obat tersebut tidak dilakukan sebagaimana mestinya sesuai proses
dalam pelayanan.
Kejadian kesalahan pemberian obat, ketidaksesuaian merk alkes
maupun jenis obat dengan billing masih terjadi karena kurangnya ketatnya
sistem pengecekan sehingga mengakibatkan kurangnya kepercayaan
masyarakat dan kerugian bagi Rumah Sakit. Obat-obat yang rusak karena
penyimpanan ataupun sistem distribusi yang tidak sesuai dengan standar
jaminan kualitas mutu juga masih terjadi. Hal ini menimbulkan kerugian
tentunya bagi Rumah Sakit. Pengawasan dan penandaan terhadap obat-obat
yang memerlukan perhatian khusus (obat high alert) juga belum sepenuhnya
dilakukan. Sehingga perlu ada rencana tindakan untuk mengevaluasi dan
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.
Dari uraian tersebut maka disusunlah rancangan kegiatan aktualisasi
nilai-nilai dasar PNS di RSUD Cilacap khususnya di bagian Instalasi Farmasi
dengan judul “ Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur
Sipil Negara sebagai Analis Obat dan Makanan di RSUD Cilacap
Kabupaten Cilacap” untuk mendukung terwujudnya visi dan misi RS.

B. TUJUAN AKTUALISASI
1. Tujuan Umum
Penulisan rancangan aktualisasi nilai dasar ini adalah sebagai panduan bagi
peserta Diklat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS di
instansi tempat bertugas (RSUD Cilacap) dan membuat analisis dampak
apabila nilai-nilai dasar tidak diaplikasikan.
2. Tujuan Khusus
a. Peserta diklat mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas dalam
menjalankan tugas sebagai PNS.
b. Peserta diklat mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme dalam
menjalankan tugas sebagai PNS.
c. Peserta diklat mampu menerapkan nilai-nilai etika publik dalam
menjalankan tugas sebagai PNS.
d. Peserta diklat mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu dalam
menjalankan tugas sebagai PNS.
e. Peserta diklat mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam
menjalankan tugas sebagai PNS.
C. KOMPETENSI YANG DIBANGUN
Kompetensi yang dibangun dalam kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi PNS adalah saya dapat bekerja secara profesional sebagai analis obat
dan makanan, berkompeten di bidangnya, memiliki daya saing, serta attitude
dan sikap yang baik sesuai dengan nilai-nilai dasar profesi PNS berupa
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.

D. MANFAAT AKTUALISASI
Adapun manfaat dari kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan antara lain :
1. Bagi diri sendiri
Mampu mengaplikasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kehidupan
sehari-hari baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat
2. Bagi rekan kerja
Dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dengan menjaga
kerukunan, komunikasi, kerja sama, saling menghargai dan menghormati
berdasarkan nilai-nilai dasar profesi PNS.
3. Bagi instansi tempat kerja
Mewujudkan visi dan melaksanakan misi dengan budaya kerja yang ada di
tempat kerja berdasarkan nilai-nilai dasar profesi PNS.
4. Bagi masyarakat
Menciptakan pelayanan yang prima dan profesional bagi masyarakat.
BAB 2
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Terdapat 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi PNS yang biasa disebut dengan
ANEKA. Nilai ANEKA tersebut berisi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Kemudian nilai ANEKA tersebut akan
dijabarkan sebagai berikut :

A. AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah adalah kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai. Sedangkan responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung
jawab. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanah untuk
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Aspek-aspek akuntabilitas yaitu :
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
Yaitu hubungan dua pihak antara individu/kelompok/institusi dengan
negara dan masyarakat.
2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is result oriented)
Yaitu perilaku aparat pemerintahan yang bertanggungjawab, adil dan
inovatif.
3. Akuntabilitas memebutuhkan adanya laporan (Accountability requires
reporting)
Laporan yang dimaksud adalah laporan kinerja sebagai perwujudan dari
akuntabilitas dalam artian mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil
yang telah dicapai oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu
memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan.
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability meaningless
without concequences)
Konsekuensi dihasilkan dari tanggung jawab yang ditunjukkan dalam
sebuah kewajiban yang diartikan sebagai akuntabilitas.
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Proses setiap individu / kelompok / institusi akan diminta
pertanggungjawaban secara aktif yang terlibat dalam proses evaluasi dan
berfokus peningkatan kinerja.
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu Akuntabilitas
personal, Akuntabilitas individu, Akuntabilitas kelompok, Akuntabilitas
organisasi, Akuntabilitas stakeholder. Nilai-nilai dasar akuntabilitas dapat
dilihat dari :
1. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
2. Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah :
a. Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerja sama antar
kelompok internal dan eksternal
b. Memberikan perlingudngan terhadap pengaruh yang tidak seharusnya
dan korupsi dalam pengambilan keputusan
c. Meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan
d. Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan secara
keseluruhan.
3. Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk menjunjung
tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, Undang-undang,
kontrak, kebijakan dan peraturan yang berlaku.
4. Tanggungjawab
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan memberikan
kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi
dari setiap tindakan yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk
bertanggungjawab atas keputusan yang telah dibuat.
5. Keadilan
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan
organisasinya.
6. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini
akan melahirkan akuntabilitas.
7. Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan
dan kapasitas.
8. Kejelasan
Kejelasan juga merupakan salah satu elemen untuk menciptakan dan
mempertahankan akuntabilitas. Agar individu atau kelompok dalam
melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya, mereka harus memiliki
gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang
diharapkan.
9. Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten dari
sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki konsekuensi
terhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel, akibat
melemahnya komitmen dan kredibilitas anggota organisasi.

B. NASIONALISME
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Nasionalisme pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila tercantum pada setiap sila-sila
Pancasila, antara lain :
1. Sila 1
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya
pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta
alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan
bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga
memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama,
menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak
berlaku diskriminatif antarumat beragama. Secara umum dapat dilihat
dalam penjelasan berikut ini :
a. Merupakan bentuk keyakinan yang berpangkal dari kesadaran manusia
sebagai makhluk Tuhan.
b. Negara menjamin bagi setiap penduduk untuk beribadah menurut
agama dan kepercayaan masing-masing.
c. Tidak boleh melakukan perbuatan yang anti ketuhanan dan anti
kehidupan beragama.
d. Mengembangkan kehidupan toleransi baik intern maupun antar umat
beragama.
e. Mengatur hubungan negara dan agama, hubungan manusia dengan
Sang Pencipta, serta nilai yang menyangkut hak asasi yang paling asasi.
2. Sila 2
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti
kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup
bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal
sebagaimana mestinya.Secara Umum dapat dilihat dalam penjelasan
berikut ini :
a. Merupakan bentuk kesadaran manusia terhadap potensi budi nurani
manusia dalam hubungan dengan norma-norma kebudayaan pada
umumnya.
b. Adanya konsep nilai kemanusiaan yang lengkap, adil dan bermutu
tinggi karena kemampuannya berbudaya.
c. Manusia Indonesia adalah bagian dari warga dunia, meyakini adanya
prinsip persamaan harkat dan martabat sebagai hamba Tuhan.
Mengandung nilai cinta kasih dan nilai etis yang menghargai
keberanian untuk membela kebenaran, santun, dan menghormati harkat
kemanusiaan.
3. Sila 3
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah
bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus
mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang
dimiliki bangsa indonesia.Secara umum dapat dilihat dalam penjelasan
berikut ini :
a. Persatuan dan kesatuan dalam arti ideologis, ekonomi, politik, sosial
budaya dan keamanan.
b. Manifestasi paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keragaman
budaya atau etnis.
c. Menghargai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan masyarakat.
d. Menjujung tinggi tradisi perjuangan dan kerelaan untuk berkorban dam
membela kehormatan bangsa dan Negara.
e. Adanya nilai patriotik serta penghargaan rasa kebangsaan sebagai
realitas yang dinamis.
4. Sila 4
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari
rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat
melalui lembaga-lembaga perwakilan. Secara umum dapat dilihat dalam
penjelasan berikut ini :
a. Paham kedaulatan rakyat yang bersumber kepada nilai kebersamaan,
kekeluargaan, dan kegotongroyongan.
b. Musyawarah merupakan cermin sikap dan pandangan hidup bahwa
kemauan rakyat adalah kebenaran dan keabsahan yang tinggi.
c. Mendahulukan kepentingan Negara dan masyarakat
d. Menghargai kesukarelaan dan kesadaran daripada memaksakan sesuatu
kepada orang lain.
e. Menghargai sikap etis berupa tanggung jawab yang harus ditunaikan
sebagai amanat seluruh rakyat baik kepada manusia maupun kepada
Tuhannya.
f. Menegakkan nilai kebenaran dan keadilan dalam kehidupan yang
bebas, aman, adil dan sejahtera.
5. Sila 5
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung
makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat
Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah dan batiniah. Secara
umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini :
a. Setiap rakyat Indonesia diperlakukan dengan adil dalam bidang hukum,
ekonomi, kebudayaan, dan sosial.
b. Tidak adanya golongan tirani minoritas dan mayoritas.
c. Adanya keselarasan, keseimbangan, dan keserasian hak dan kewajiban
rakyat Indonesia
d. Kedermawanan terhadap sesama, sikap hidup hemat, sederhana dan
kerja keras.
e. Menghargai hasil karya orang lain.
f. Menolak adanya kesewenang-wenangan serta pemerasan kepada
sesama.
g. Menjujung tinggi harkat dan martabat manusia.

C. ETIKA PUBLIK
Ricocur (1990) mendefinisikan etika sebagai tujuan hidup yang baik
bersama dan untuk orang lain di dalam institusi yang adil. Etika lebih
dipahami sebgaai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan
atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu
pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya
dilakukan.
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal
prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis. Kode etik aparatur sipil
negara berdasarkan Undang-Undang ASN adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan
berintegritas tinggi.
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan perundangan-
undangan dan etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapatkan atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri sendiri atau unutk orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.
Nilai-nilai dasar etika publik yang tercantum dalam Undang-undang
ASN yaitu :
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan program pemerintahan
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja sama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

D. KOMITMEN MUTU
Komitmen mutu menurut Edward Deming, mutu adalah apapun yang
menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam komitmen mutu
terkandung nilai-nilai sebagai berikut :
1. Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi dapat mencapai
tujuan yang ditetapakan.
2. Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk
mencapai tujuan.
3. Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan dan
menawarkan barang dan jasa baik yang sifatnya baru, lebih baik atau
lebih murah dibandingkan sebelumnya.
4. Manajemen mutu adalah manajemen yang mengangkat kualitas sebagai
strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan
melibatkan seluruh anggota organisasi.

E. ANTI KORUPSI
Korupsi berasal dari bahasa Yunani ‘coruptio’ yaitu perbuatan yang
tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari
kesucian, melanggar norma-norma. Anti korupsi merupakan membangun
kepedulian untuk mengajak dan membangun sistem atau lingkungan
berintegritas agar semakin banyak orang yang terhindarkan dari perilaku dan
tindak pidana korupsi. Sebagai ASN wajib untuk mengaktualisasikan nilai
dasar anti korupsi berupa kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan,
tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan.
Bab III
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP

Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN berupa ANEKA (Akuntabilitas,


Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti Korupsi Aparatur Sipil
Negara) akan dilaksanakan oleh peserta di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum
Daerah Cilacap. RSUD Cilacap adalah salah satu rumah sakit umum di kabupaten
Cilacap yang dirintis mulai tahun 1946 yang secara yuridis formal ditetapkan
dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang pembentukan daerah-
daerah kota kecil dalam lingkungan provinsi Jawa Tengah. RSUD Cilacap
merupakan RSUD tipe B non pendidikan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto
No. 28 Cilacap. Berikut ini adalah profil lengkap dari RSUD Cilacap.

A. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN ORGANISASI


Dasar hukum pembentukan RSUD Cilacap adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
5. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
6. Peraturah Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keungan Daerah
7. Keputusan Mentri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pedoman
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Daerah
8. Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor
1807/Menkes- Kessos/SK/XII/2000 tentang Peningkatan RSUD Cilacap
menjadi RSUD Tipe B Non Pendidikan
9. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah
10. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 1 Tahun 2008 tentang
Pembentukan dan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD).
11. Keputusan Bupati Cilacap Nomor : 446/209/44.1 tanggal 27 Februari
2008 (RSUD) Cilacap Tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah
12. Peraturan Bupati Cilacap Nomor 40 tentang Tugas Pokok dan Fungsi
serta Uraian Tugas Lembaga Tekhnis Daerah dan Satuan Polisi Pamong
Praja Kabupaten Cilacap.

B. FALSAFAH, VISI, MISI, TUJUAN DAN BUDAYA KERJA


ORGANISASI
Falsafah rumah sakit adalah Rumah Sakit memberikan pelayanan
kesehatan humanis dan paripurna serta mebina jaringan kemitraan dan
rujukan guan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Visi rumah sakit adalah Rumah Sakit Pilihan Masyarakat.
Misi rumah sakit adalah sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan yang prima dan professional
2. Menggunakan tata kelola manajerial yang professional dan taat hukum
3. Menjadikan pusat rujukan pelayanan kesehatan
4. Meningkatkan sumber daya manusia professional dan berorientasi pada
kepuasan pelanggan serta mengutamakan keselamatan pasien
5. Menggunakan sistem informasi dan teknologi kedokteran mmodern guna
menunjang pelayanan untuk meningkatkan efektivitas kerja
Tujuan Rumah Sakit adalah sebagai berikut :
1. Bagi pemilik (Pemerintah Daerah) adalah :
a. Memberikan citra yang baik kepada Pemerintah Daerah
b. Mendukung pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah dibidang
kesehatan
c. Memberikan iklim kerja yang inovatif.
2. Bagi konsumen adalah :
a. Memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan, cepat dan akurat
b. Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
c. Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar kode etik
kedokteran.
3. Bagi karyawan adalah :
a. Meningkatkan kesejahteraan karyawan secara proporsional
b. Memperlakukan karyawan sebagai aset organisasi
c. Memberikan kesempatan pengembangan bakat, kemampuan dan
keteladanan
d. Memberikan kesempatan berkarir bagi karyawan yang berprestasi
e. Menjadikan sebagai tempat bekerja dan mengabdi yang menjanjikan
dimasa sekarang dan masa yang akan datang.
4. Bagi masyarakat sekitar adalah :
a. Memberikan kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar di lingkungan
rumah sakit
b. Memberikan bantuan sosial bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat dalam arti luas
c. Memberdayakan masyarakat sekitar sebagai kelompok pemasar rumah
sakit
d. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan kepada
masyarakat sekitar
e. Ikut membantu menciptakan suasana lingkungan yang bersih dan
sehat.
Budaya kerja Rumah Sakit adalah sebgaai berikut :
1. Professional
2. Visioner
3. Kerja sama
Motto Rumah Sakit adalah Kepuasan anda tujuan kami. Kebijakan
Mutu RSUD Cilacap adalah RSUD Cilacap bertekad memberikan pelayanan
yang profesional, berkualitas dan aman demi memenuhi tuntutan pelayanan
yang memuaskan pelanggan. Nilai-nilai penguat organisasi antara lain :
Pelayanan prima, profesional, inovatif, visioner, kerja sama.
STRUKTUR ORGANISASI DAN JOBDESK NYA

DIREKTUR

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL

WADIR BIDANG UMUM WADIR BIDANG


DAN KEUANGAN PELAYANAN

BAGIAN PROGRAM DAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM


BIDANG PELAYANAN MEDIS
PENGEMBANGAN

SUBBAGIAN BINA SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PELAYANAN


PROGRAM, PENELITIAN, DAN PERBENDAHARAAN DAN KEPEGAWAIAN KEPERAWATAN
DAN PENGEMBANGAN
RUMAH SAKIT
SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN RUMAH BIDANG PELAYANAN
DAN VERIVIKASI TANGGA DAN LOGISTIK PENUNJANG MEDIS
SUBBAGIAN PENINGKATAN
SDM, HUKUM DAN
HUBUNGAN MASYARAKAT
Struktur organisasi RSUD Cilacap
Direktur : dr. Hj. Pramesti G. Dewi,
Wa.Dir Bid Umum dan Keuangan : Awaludin Muuri, AP, MM
Wa.Dir Bid. Pelayanan : dr. Moch. Chozin Sungaidi
Ka.Bag Program dan Pengembangan : Sri Murniyati, ST
Kasubbag Penelitian dan Pengembangan : Trias Susana, S.Sos
Kasubbag SDM, Hukum dan Humas : Atiah Mariani, SH, MH
Ka. Bag. Keuangan : Supriyatin, B.SC. SH
Kasubbag Anggaran dan Perbendaharaan : Kustiyah Retnowati, SE.MM
Kasubbag Akuntansi dan verifikasi : Sugiarti, SH, MM
Ka. Bag Umum : Icih Suwarsih, S.Sos, M.Si
Kasubbag Umum dan Kepegawaian : Masjun, S.Kep, Ns
Kasubbag Rumah Tangga dan Logistik : Buntoro, SH
Kasubbag Pelayanan Medis : dr. Herry Kusdijanto, M.Kes
Ka. Bidang Keperawatan : Wasto Haryosusanto,S.Kep,Ns, MM
Ka. Bidang Pelayanan Penunjang Medis : Listiyorini, SKM, MH

Job Deskripsi
RSUD Cilacap merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang
pelayanan kesehatan. Tugas pokok RSUD Cilacap adalah melaksanakan
pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit, pemulihan peningkatan
kesejahteraan dan pencegahan penyakit. Dalam melaksanakan tugas pokok
tersebut RSUD Cilacap menyelenggarakan fungsi :
a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai
dengan standar pelayanan
b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan
kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis
c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam
rangka peningkatan kemampuan dalam pelayanan kesehatan
d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi
bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan
memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Bagian Instalasi farmasi terletak di dalam bagian Pelayanan
Penunjang Medik. Instalasi farmasi sendiri bertugas dalam pengelolaan
perbekalan farmasi, pelayanan perbekalan farmasi, pengelolaan farmasi
klinis, dan managemen mutu Rumah Sakit. Terdiri dari 4 bagian didalamnya
yaitu gudang farmasi dan 3 satelit : satelit rawat jalan & IGD, rawat inap dan
IBS. Kepala Instalasi Farmasi adalah Ibu Dra. Endang Sri Suryani, Apt.
Karyawan terdiri dari 5 apoteker, 15 Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), 1
analis obat dan makanan, dan 7 tenaga administrasi. Semua karyawan
tersebut dibagi sesuai bagiannya, bagian gudang farmasi terdapat 1 Apoteker,
1 TTK dan 2 tenaga administrasi. Dibagian satelit farmasi rawat inap dan
rawat jalan, masing-masing terdapat 1 Apoteker penanggung jawab.
Sedangkan yang lainnya dibagi berdasarkan jadwal shift, untuk pelayanan di
rawat inap, IBS, rawat jalan & IGD.

C. DESKRIPSI SDM, SARPRAS DAN SUMBER DAYA LAINNYA


1. Sumber Daya Manusia
Jumlah tenaga yang ada di RSUD Cilacap tahun 2014 sebanyak 615 orang
yang terdiri dari tenaga medis, tenaga paramedis dan tenaga non medis.
a. Tenaga struktural sebanyak 15 orang (2,44%)
b. Tenaga administrasi sebanyak 235 orang (38,21%)
c. Tenaga penunjang medis sebanyak 71 orang (11,54%)
d. Tenaga medis sebanyak 33 orang (5,37%) terdiri dari :
 Dokter spesialis : 14 orang
 Dokter subspesialis : 2 orang
 Dokter umum : 14 orang
 Dokter gigi : 3 orang
e. Tenaga para medis sebanyak 261 orang (42,44%) terdiri dari :
 Perawat : 210 orang
 Perawat gigi : 3 orang
 Bidan : 48 orang
2. Sarana Prasarana
Sarana prasarana yang dimiliki oleh RSUD Cilacap antara lain :
a. Luas tanah : 44.876 m2
b. Luas bangunan : 14.061 m2
c. Fasilitas listrik
 PLN : 530,3 KVA
 Generator : 250 KVA dan 80 KVA
d. Fasilitas air
 Sumur pompa : 80 m3/hari
 PDAM : 171,56 m3/hari
e. Fasilitas gas
 Jumlah pemakaian O2 : 150 m3/tahun
 Jumlah pemakaian N2O : 5 m3/tahun
f. Fasilitas pengolahan : Incenerator 0,7 m2 (1 unit) IPAL 40 m3
g. Komunikasi : 1 (satu) unit PABX 1 67 line, 3 (tiga)
saluran telepon
h. Tata udara
 AC Split 1 PK : 158 unit
 AC Split ¾ PK : 28 unit
 AC Split ½ PK : 4 unit
 AC Split 1 ½ PK : 4 unit
 AC Split 2 PK : 28 unit
i. Peralatan
 Alat medik : 2558 unit
 Alat non medik : 1686 unit
j. Transportasi
 Ambulance rujuk : 2 buah, 1 rusak
 Mobil jenazah : 2 buah
 Kendaraan dinas : 6 buah
k. Lahan parkir : 800 m2
l. Komputer : 115 unit
m. Printer : 90 unit
n. Kotak saran : 7 buah
o. Tempat sampah
 Infeksius : 70 buah
 Non infeksius : 175 buah
p. Pelayanan rawat inap
Terdapat 288 tempat tidur yang terdiri dari :
 VVIP terdapat 25 tempat tidur
 Kelas utama I terdiri dari 18 tempat tidur dengan fasilitas :
Satu kamar untuk 1 (satu) pasien, kamar mandi/ WC dalam, AC,
TV berwarna, sofa tamu, dapat memilih dokter yang merawat,
almari es dan almari pakaian, wastafel
 Kelas utama II terdiri dari 24 tempat tidur dengan fasilitas :
Satu kamar untuk 1 (satu) pasien, kamar mandi/ WC dalam, AC,
TV berwarna, tempat duduk penunggu, dapat memilih dokter yang
merawat, nakas
 Kelas I terdiri dari 28 tempat tidur dengan fasilitas :
Satu kamar untuk 2 (dua) pasien, kamar mandi / WC diluar, Almari
biasa, dan kipas angin
 Kelas II terdiri dari 22 tempat tidur dengan fasilitas :
Satu kamar untuk 4 (empat) pasien, kamar mandi / WC diluar,
Almari kecil
 Kelas III terdiri dari 130 tempat tidur dengan fasilitas :
Satu kamar untuk 6 (enam) pasien, kamar mandi / WC diluar,
Almari kecil, dan Wastafel
 Non kelas terdiri dari 32 tempat tidur
Nama ruang perawatan beserta jenis penyakitnya :
 Ruang rajawali, wijaya kusuma dan flamboyan : Semua penyakit
 Ruang aster, dahlia, dan kenanga : Penyakit dalam dan syaraf
 Ruang bougenvile : Penyakit bedah, mata, THT, kulit
 Ruang anggrek : Penyakit bedah, syaraf, mata, THT
 Ruang mawar : Penyakit kebidanan dan kandungan
 Ruang catelya : Ruang anak
 Ruang teratai : Ruang bersalin
 Ruang melati : Ruang bayi
q. Pelayanan instalasi terdiri dari :
Instalasi gawat darurat, Instalasi care unit, Instalasi bedah sentral,
Instalasi radiologi (penunjang), Instalasi farmasi (penunjang), Instalasi
laboratorium (penunjang), Instalasi gizi (penunjang), Instalasi rekam
medis (penunjang), Instalasi rehabilitasi medik, Instalasi pemeliharaan
sarana rumah sakit, Instalasi kamar jenazah.
r. Pelayanan rawat jalan
Terdiri dari Poliklinik penyakit anak, Poliklinik jiwa. Poliklinik
fertilitas dan endrokologi, Poliklinik penyakit dalam, Poliklinik mata,
Poliklinik syaraf, Poliklinik kebidanan dan kandungan, Poliklinik gigi
dan mulut, Poliklinik bedah umum, Poliklinik rehabilitasi medik, dan
Konsultasi gizi, psikologi dan VCT.
s. Pelayanan 24 jam
Terdiri dari Instalasi gawat darurat / IGD, Instalasi rawat inap, Unit
pelayanan intensif / ICU, Instalasi bedah sentral / IBS, Instalasi
radiologi , Instalasi farmasi , Instalasi laboratorium, Instalasi
pemeliharaan sarana rumah sakit, Pelayanan ambulance, Pemulasaraan
jenazah, dan Informasi / resepsionis.
D. TUGAS JABATAN PESERTA DIKLAT
Peserta diklat bertugas sebagai Analis Obat dan Makanan di bagian
Instalasi Farmasi RSUD Cilacap. Tugas Pokok dan Fungsi Analis obat dan
makanan di bagian Farmasi sendiri masih belum tercantum dalam Undang-
Undang, sehingga disetarakan dengan jabatan Tenaga Teknis Kefarmasian
karena merupakan lulusan sarjana Farmasi. Berikut adalah Sasaran Kerja
Pegawai (SKP) Analis Obat dan Makanan yang disesuaikan dengan jabatan
Tenaga Teknis Kefarmasian dengan beberapa tambahan tugas sebagai analis
obat dan makanan :
1. Memilah-milah, mengelompokkan dan mengompilasi data-data dalam
rangka Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian
2. Merekapitulasi data-data dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi
3. Merekapitulasi data-data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi
4. Mengemas obat dan memberi etiket dalam rangka Produksi Sediaan
Farmasi Non Steril
5. Menimbang dan atau mengukur bahan baku dalam rangka Produksi
Sediaan Farmasi Non Steril
6. Menyiapkan obat dan membuat etiket dalam rangka dispensing resep
individual.
7. Melaksanakan kegiatan pelayanan pernekalan farmasi baik rawat inap
maupun rawat jalan
8. Melaksanakan kegiatan dalam rangka menjaga kualitas dan mutu
perbekalan farmasi
9. Melakukan kegiatan PKMRS (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Rumah Sakit)
10. Melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan SPM (Standar
Pelayanan Minimal) di rumah sakit.
Bab IV
RANCANGAN AKTUALISASI

A. RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI


No. Nama Tahapan Kegiatan Output / Hasil Kegiatan Nilai-Nilai Dasar Kontribusi Penguatan Nilai-
Kegiatan Terhadap Visi Nilai Organisasi
Misi
1 2 3 4 5 6 7

1. Membuat dan - membuat grafik mengenai suhu Saya bertugas menjaga dan 1. Akuntabilitas Mewujudkan visi Dengan
mengisi ruangan dan kelembapan terdiri memastikan kualitas mutu sediaan (tanggung jawab) RSUD Cilacap yaitu melaksanakan ini
lembar dari tanggal (dalam 1 bulan) pada obat yang tersedia (akuntabilitas), 2. Komitmen mutu menjadi rumah sakit mutu dan kualitas
monitoring sumbu x dan suhu di sumbu y. namun dilihat dari segi suhu dan (akurat dan tindak pilihan masyarakat obat akan terjamin,
suhu Dicantumkan nama satelit dan rak kelembapan belum ada jaminan cepat, tertib, disiplin) dengan cara kepercayaan
jenis obatnya serta bulan bahwa penyimpanan sediaan di 3. Nasionalisme memberikan obat- masyarakat
(SKP dan
pencatatannya. instalasi farmasi sudah sesuai (kebersamaan, kerja obat yang stabil bertambah dan
Inovasi)
dengan standarnya. Data dalam sama) dalam penyimpanan mutu pelayanan
- Meminta bantuan rekan kerja
satu lembar tersebut adalah data 4. Etika publik dan bermutu tinggi. semakin baik,
dengan santun dan sopan untuk
suhu dan kelembapan selama satu (sopan dan santun) melatih bekerja
bersama-sama mengisi lembar
bulan yang kemudian akan yang professional,
monitoring secara teratur minimal
direkap. Sehingga terdapat data visioner dan kerja
2x dalam sehari, pagi dan siang) dan
yang akurat dan tindakan yang sama.
direkap dalam satu bulan
lebih cepat dalam menjaga
*)Keterangan : Jika hasil suhu dan kestabilan suhu (komitmen mutu).
kelembapan belum sesuai dengan Saya akan mengisi lembar setiap
ketentuan, maka segera dilakukan hari. Untuk melancarkan kegiatan
tindak lanjut penyesuaian suhu dan tersebut, maka saya
kelembapan. membutuhkan bantuan dan kerja
sama dari rekan kerja dengan
sopan dan santun untuk bersama-
sama tertib dan disiplin mengisi
lembar data tersebut setiap
harinya (nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu).

2. Membuat DVD - Mengumpulkan dan atau Waktu tunggu pasien sering kali 1. Akuntabilitas Mewujudkan misi dengan
terkait cara membuat vidio terkait cara menuai permasalahan, sehingga (tanggung jawab) RSUD cilacap yaitu melaksanakan ini,
penggunaan penggunaan insulin, rotahaler, saya berpikir untuk memberikan 2. Komitmen mutu menjadi RS pilihan pasien akan
obat-obat handy haler, inhaler, tetes hidung, pengetahuan tentang obat-obat (kebenaran dan masyarakat serta semakin merasa
dengan semprot hidung dan suppositoria. dengan penggunaan khusus ketepatan) misi meningkatkan diperhatikan, dan
penanganan Menyimpannya dalam bentuk DVD. (Akuntabilitas) agar pasien yang 3. Etika publik sumber daya percaya akan
khusus mungkin mendapatkan obat (santun, jelas dan manusia keprofesionalan
- Menampilkannya pada ruang mudah dimengerti)
(Insulin, tersebut dapat lebih memahami professional dan pegawai, dan
tunggu pasien di apotik dengan
rotahaler, dan benar cara pemakaiannya, berorientasi pada rumah sakit pada
menggunakan televisi LED.
inhaler, handy tepat dosisnya (komitmen mutu), kepuasan pelanggan umumnya.
haler, tetes tidak asal menggunakan karena itu serta
hidung, berpengaruh pada kondisi pasien. mengutamakan
semprot Video yang ditampilkan keselamatan pasien
hidung dan menggunakan bahasa yang
suppositoria santun, jelas, dan mudah
(Inovasi) dimengerti oleh pasien dengan
gambar-gambar yang menarik
(etika publik). Video tersebut akan
ditampilkan pada LED TV yang
terdapat di ruang tunggu pasien.

3. Melakukan - Membuat rekapan data obat- Obat-obat yang memerlukan 1. Akuntabilitas Mewujudkan misi Meningkatkan
pendataan, obat yang masuk dalam kategori perhatian khusus atau obat high (tanggung jawab) RSUD cilacap serta sumberdaya
membuat dan obat high alert alert belum dibedakan di instalasi 2. Nasionalisme misi meningkatkan professional dan
menempel farmasi maupun pada persediaan (kebersamaan, sumber daya dapat bekerja sama
- Membuat stiker logo high alert
stiker untuk fix floor stock, oleh karena itu saya kerja sama) manusia
(baik untuk ditempel di kemasan
obat-obat mencoba untuk membuat stiker 3. Etika Publik professional dan
obat atau pada obatnya itu sendiri,
yang termasuk high alert sebagai bentuk (sopan dan santun) berorientasi pada
misalnya pada ampul atau flash
dalam tanggung jawab saya terhadap kepuasan pelanggan
kategori high keselamatan pasien serta
alert (SKP dan obat) (Akuntabilitas). Desain stiker high mengutamakan
Inovasi) alert yang sudah dibuat akan saya keselamatan pasien.
- Menempelkan stiker pada
konsultasikan dulu dengan atasan
obat-obat yang membutuhkan
dengan sikap hormat, bahasa yang
perhatian khusus.
sopan dan santun. Setelah itu,
saya merekap data obat yang
masuk dalam kategori high alert.
Data tersebut saya print dan saya
bagikan kepada rekan kerja dan
meminta bantuan untuk bersama-
sama (Nasionalisme)
menempelkannya dengan santun
dan sopan (Etika Publik).

4. Membuat - Membuat desain stempel untuk Dengan adanya stempel ini 1. Komitmen mutu Mewujudkan visi Meningkatkan
stempel pengkoreksian resep terdiri atas diharapkan proses pengecekan (kebenaran, RSUD cilacap serta sumberdaya
pengecekan kolom yang berisi lima benar, yaitu obat lebih ketat lagi, sehingga nilai keakuratan) misi meningkatkan professional dan
obat benar pasien, benar dosis, benar kebenaran obat, kebenaran 2. Akuntabilitas sumber daya dapat bekerja sama,
obat, benar cara aturan pakai, pasien, jumlah, jenis, aturan pakai (tanggung jawab) manusia serta membiasakan
(SKP dan
benar waktu pemberian dan kolom dan waktu minum dapat tercipta 3. Antikorupsi professional dan diri berbudaya
Inovasi)
paraf petugas. seakurat mungkin (Komitmen (tepat jumlah, tepat berorientasi pada antikorupsi,
Mutu). Kejelasan informasi terkait jaminan) kepuasan pelanggan sehingga
- Stempel distempelkan pada
semua hal diatas harus bisa saya serta kepercayaan
bagian belakang kertas billing.
pertanggungjawabkan mengutamakan masyarakat akan
Diberi tandan ceklis pada kolom
(akuntabilitas). Pasien harus keselamatan pasien bertambah.
ceklis jika telah sesuai.
mendapatkan obat yang tepat dan
sesuai jumlahnya tidak lebih
maupun kurang dan jelas waktu
pemberiannya serta sesuai dengan
jaminan kesehatan pasien
(antikorupsi).

5. Melakukan 1. Menerima resep dan memberi Saya bertanggungjawab pada 1. Akuntabilitas Mewujudkan visi Meningkatkan
kegiatan proses pelayanan obat dilakukan (tanggung jawab) RSUD cilacap serta sumberdaya
Pelayanan nomor antrian dari penerimaan resep hingga 2. Etika publik misi professional dan
obat baik penyerahan obat (Akuntabilitas). (senyum,sapa,salam, dapat bekerja sama
2. Melakukan telaah atau screening sopan, santun) - meningkatkan
rawat inap Semua proses pelayanan dilakukan untuk memuaskan
resep 3. Komitmen Mutu sumber daya
maupun rawat dengan 5S (senyum, sapa, salam, pelanggan
(cermat dan teliti) manusia
jalan (SKP dan 3. menghitung dosis untuk obat- sopan dan santun), cermat dan
4. Nasionalisme professional dan
Inovasi) obat racikan dan dientry pada teliti terutama pada saat proses
(persatuan dan berorientasi pada
sistem billing pengecekan obat (etika publik
kesatuan bangsa) kepuasan pelanggan
dan komitmen mutu). Karena
4. menulis etiket obat sesuai jenis serta
proses tersebut merupakan
sediaannya, ditulis tanggal, nama mengutamakan
screening akhir sebelum obat
pasien, aturan pakai disertai jam keselamatan pasien
diserahkan. Kegiatan pelayanan
minum obatnya. obat dari mulai penerimaan hingga -
5. mengambil obat penyerahan obat kepada pasien menyelenggarakan
maupun keluarga pasien tanpa pelayanan yang
6. mengecek obat (mengambil obat membedakan adanya perbadaan prima dan
dan mengecek obat harus dilakukan jaminan kesehatan pasien, suku, professiona
oleh orang yang berbeda) budaya, agama, dan status sosial
7. memanggil pasien dan (Nasionalisme).
Menyerahkan obat kepada pasien
dengan memastikan kebenaran
pasien (menanyakan alamat rumah)
disertai KIE (Komunikasi, Informasi
dan Edukasi).

6. Membuat 1. membuat desain bannernya Banner dibuat dengan bahasa 1. Etika Publik Mewujudkan misi Meningkatkan
banner terlebih dahulu sesuai dengan alur yang jelas, santun dan dengan (santun, jelas, RSUD cilacap serta sumber daya
tentang alur pelayanan obat. Terdapat 2 banner runtutan alur yang singkat tetapi mudah dimengerti) misi meningkatkan professional dan
pelayanan yaitu untuk pelayanan rawat inap mudah dimengerti (etika publik). 2. Akuntabilitas sumber daya memuaskan
obat di dan pelayanan rawat jalan. Pembuatan banner dimaksudkan (tanggungjawab) manusia pelanggan, serta
Instalasi agar pasien mengetahui 3. Antikorupsi professional dan mengutamakan
2. banner ditempatkan di loket
Farmasi RSUD bagaimana proses obat dapat (kejujuran) berorientasi pada kepuasan pasien.
pembagian obat satelit rawat jalan
Cilacap dilayanai dari mulai resep datang kepuasan pelanggan
dan satelit rawat inap.
hingga obat diserahkan kepada serta
(Inovasi) pasien ataupun keluarganya mengutamakan
(akuntabilitas). Dengan adanya keselamatan pasien
banner juga diharapkan tidak
terjadi lagi kebingungan atau
ketidaktahuan pasien yang
seringnya akan melakukan
pembayaran obat secara langsung
di apotek, padahal sebenarnya
seluruh administrasi dikalkulasi
oleh bagian kasir (antikorupsi).

7. membuat 1. membuat lembar evaluasi waktu saya akan membuat form dalam 1. Komitmen mutu Mewujudkan visi Meningkatkan
lembar tunggu pasien untuk obat racikan excel untuk evaluasi waktu tunggu (disiplin, cermat dan RSUD Cilacap dan sumber daya
evaluasi waktu dan non racikan dalam tabel dengan pasien dengan cermat dan teliti teliti) misi untuk professional yang
tunggu pasien mencantumkan nomor resep, nama (Komitmen Mutu). 2. Etika Publik menyelenggarakan memuaskan
untuk pasien, jam resep masuk (sesuai jam (sopan dan santun) pelayanan yang pelanggan
Melaksanakan rencana tersebut
pelayanan pada saat billing) dan jam resep 3. Nasionalisme prima dan
dan meminta rekan kerja dengan
obat rawat telah siap dibagikan (kebersamaan) professional.
sopan dan santun (Etika Publik)
jalan (Inovasi) 4. Akuntabilitas
2. menghitung evaluasi berdasarkan untuk bersama-sama
(konsistensi)
standar waktu tunggu pelayanan (Nasionalisme) mengisi lembar
obat pasien baik obat racikan tersebut secara disiplin dan
maupun non racikan cermat setiap harinya, guna
tercapainya waktu tunggu pasien
yang sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan (konsisten
hasilnya) (Akuntabilitas).

8. menganalisis 1. Mengambil data pemakaian obat saya akan melakukan analisis 1. Komitmen Mutu Mewujudkan visi Menciptakan
penggunaan selama 3-4 hari (senin-rabu, kamis- secara teliti dan cermat dari (teliti dan cermat) RSUD Cilacap dan sumber daya yang
obat-obat minggu) pada sistem pilar hospital. pengeluaran obat-obat dalam satu 2. Akuntabilitas misi untuk professional guna
dalam waktu minggu menggunakan analisis (tanggungjawab) menyelenggarakan mewujudkan
2. Menganalisis pengeluaran obat-
3-4 hari konsumsi (komitmen mutu), pelayanan yang kepuasan
obat yang keluar dalam jangka
dengan sehingga dapat dijadikan bahan prima dan
analisis waktu satu minggu agar permintaan acuan mengenai jumlah obat atau professiona pelanggan
konsumsi obat ke gudang mendekati pun alkes yang akan dimintakan
untuk kebutuhan untuk 3 hari ke gudang setiap akan melakukan
meminimalkan (meminimalkan masuknya defecta defecta (permintaan obat dari
permintaaan ke gudang dalam satu minggu) satelit atau bangsal ke gudang
obat ke farmasi) sebagai wujud tanggung
gudang jawab untuk menjamin
farmasi ketersediaan obat di satelit
pelayanan obat (akuntabilitas).
(SKP)

9. Membuat 1. Membuat desain tulisan Saya akan membuat lembar kertas 1. Akuntabilitas Mewujudkan visi Menciptakan SDM
lembar kertas untuk obat-obat CITO dan untuk obat CITO dan lembar (tanggung jawab) RSUD sebagai RS yang professional
untuk obat obat untuk Pasien Pulang keterangan obat pulang sebagai 2. Etika Publik pilihan Masyarakat yang
CITO dan berisi nama pasien, Nomor media informasi dari perawat (santun, saling dan Misi untuk mengutamakan
Keterangan CM, dan tulisan cito atau kepada tenaga farmasi supaya menghormati) menyelenggarakan keselamatan pasien
Pasien akan obat pulang. pasien tersebut dapat didahulukan pelayanan yang guna memuaskan
2. Membagikan kepada
pulang pelayanannya. Sebagai wujud prima dan pelanggan.
perawat di ruangan-
tanggungjawab untuk professional.
(Inovasi) ruangan untuk distepleskan
pada lembar resep ketika mengutamakan keselamatan
akan diserahkan ke bagian pasien dan pasien mendapatkan
apotek. jumlah obat yang sesuai apabila
akan pulang (tercover untuk 5
hari untuk Jaminan BPJS)
(Akuntabilitas). Lembar tersebut
dibagikan kepada perawat dengan
pemberian informasi maksud dan
tujuannya. Informasi disampaikan
dengan bahasa yang santun, sikap
saling menghormati dan
memohon untuk bisa bekerja
sama (Etika Publik).
B. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisasi di tempat tugas peserta
direncanakan seperti pada tabel berikut ini.
No Uraian Kegiatan Output Pelaksana/yang Waktu
Dilibatkan Pelaksanaan

1 Membuat dan mengisi lembar Foto Kegiatan; Peserta, rekan bagian Maret 2016
monitoring suhu Dan lembar farmasi
monitoring
2 Membuat DVD terkait cara DVD dan video Peserta Maret 2016
penggunaan obat-obat dengan Aktualisasi
penanganan khusus Kegiatan
3 Melakukan pendataan, Stiker logo High Peserta, rekan bagian Maret 2016
membuat dan menempel stiker Alert dan foto farmasi
untuk obat-obat yang termasuk penempelan pada
dalam kategori high alert perbekalan farmasi
4 Membuat Stempel pengecekan Stempel, foto dan Peserta Maret 2016
obat video pelaksanaan
5 Melakukan kegiatan Pelayanan Foto dan video Peserta, rekan bagian Maret
obat baik rawat inap maupun kegiatan farmasi 2016
rawat jalan

6 Membuat banner tentang alur Banner, foto Peserta Maret 2016


pelayanan obat di Instalasi pemasangan
Farmasi RSUD Cilacap banner

7 membuat lembar evaluasi Lembar evaluasi, Peserta, rekan bagian Maret 2016
waktu tunggu pasien untuk vidio dan foto farmasi
pelayanan obat rawat jalan kegiatan
8 menganalisis penggunaan obat- Foto screenshoot Peserta Maret 2016
obat dalam waktu 3-4 hari kegiatan dan hasil
dengan analisis konsumsi untuk analisis
meminimalkan permintaaan
obat ke gudang farmasi

9 Membuat lembar kertas untuk Lembar kertas, Peserta, rekan bagian April 2016
obat CITO dan Keterangan video dan foto farmasi dan perawat
Pasien akan pulang pelaksanaan
C. Timeline Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Setelah pelaksanaan kegiatan penyusunan rancangan aktualisasi nilai-
nilai dasar profesi ASN sebagai akuntan di Rumah Sakit Umum Daerah
Cilacap, kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1. Nilai-nilai dasar yang harus di pahami oleh ASN disetiap kegiatan yang
dilakukan adalah akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu serta anti korupsi atau disingkat menjadi “ANEKA”.
2. Rancangan kegiatan yang dilakukan oleh penulis sebagai analis obat dan
makanan Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap untuk mengaktualisasikan
ANEKA yaitu:
1) Membuat lembar monitoring suhu guna menjamin mutu dan
kualitas perbekalan farmasi
2) Membuat DVD terkait cara penggunaan obat khusus guna
melaksanakan kegiatan PKMRS
3) Melakukan pendataan, membuat dan menempel stiker untuk obat-
obat yang termasuk dalam kategori high alert (SKP
4) Membuat stempel pengecekan obat guna menjamin kebenaran
obat, jenis, jumlah, dosis, aturan dan cara pemakaian, kesesuaian
merk dan jaminan pasien.
5) Melaksanakan kegiatan pelayanan obat baik di rawat inap
maupun rawat jalan.
6) Membuat banner alur pelayanan obat guna menginformasikan
kejelasan akan kegiatan pelayanan obat.
7) Membuat lembar evaluasi waktu tunggu pasien (respon time)
untuk pelayanan obat rawat jalan
8) Membuat analisis pengeluaran obat dalam jangka waktu 3-4 hari
untuk memudahkan defecta dan menjamin ketersediaan
perbekalan farmasi
9) Membuat lembar kertas resep obat CITO dan resep obat untuk
pasien pulang.
Harapan besar agar rancangan ini dapaat terlaksana dan berkesinambungan,
sehingga kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi menjadi lebih baik.

B. Antisipasi Menghadapi Kendala Aktualisasi


1. Kendala waktu, antisipasinya adalah:
a. Jadwal pelaksanaan yang jelas untuk mengaktualisasikan kegiatan yang
telah dirancang
b. Manajemen waktu yang baik mengingat proses pengaktualisasian yang
cukup singkat.
c. Memprioritaskan kegiatan berdasarkan hasil konsultasi dengan mentor dan
tingkat kesulitan.
2. Kendala pembuktian, antisipasinya antara lain:
a. Selalu membawa smartphone dan kamera
b. Disiplin dalam mendokumentasikan segala kegiatan yang dilakukan.
3. Kendala Proses, antisipasinya antara lain:
a. Mengkoordinasikan setiap kegiatan dengan mentor dan coach untuk
mendapatkan arahan dan bimbingan.
b. Komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak terkait.
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas (Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

_______________. 2014. Anti Korupsi (Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

_______________. 2014. Etika Publik (Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

_______________. 2014. Komitmen Mutu (Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

_______________. 2014. Nasionalisme (Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III).
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

Bagian Progbang RSUD Cilacap. 2014. Profil RSUD Cilacap. Cilacap