Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN

INTENSITAS NYERI DISMINORE PADA MAHASISWI STIKES


BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

UMMU KALSUM

Dismenore adalah nama medis untuk menstruasi yang disertai dengan kram dan rasa sakit
yang berlebihan. Relaksasi genggam jari adalah sebuah tekhnik relaksasi yang sangat sederhana dan
mudah dilakukan oleh siapapun yang berhubungan dengan jari tangan serta aliran energi di dalam
tubuh kita. Tekhnik genggam jari disebut juga finger hold.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari
Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Disminore Pada Mahasiswi Stikes Bina Generasi
PolewaliMandar.

Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain penelitian adalah quasy
experiment dengan rancangan pre dan post test. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian
adalah Consecutive Sampling dengan subjek penelitian sebanyak 12 responden. Dalam penelitian ini
pengumpulan data menggunakan lembar observasi, Analisis data menggunakan uji Mc.Nemar Test
untuk melihat pengaruh pada satu variabel pengukuran dengan tingkat kemaknaan α=0,05.

Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan analisa data dengan uji
McNemar yang menunjukkan ada pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan
intensitas nyeri disminore pada mahasiswi STIKES BinaGenerasi dengan tingkat signifikan p=0,04.

Kata kunci : Teknik Relaksasi Genggam Jari, Intensitas Nyeri, Disminore.

PENDAHULUAN tepat dalam menghadapi situasi tersebut.


Teknik genggam jari adalah cara Tekhnik ini juga dapat dilakukan sebagai
yang mudah untuk mengelola emosi dan meditasi yang diiringi oleh musik, atau
mengembangkan kecerdasan emosional. dilakukan sebelum tidur untuk
Emosi adalah seperti gelombang energi melepaskan masalah-masalah yang
yang mengalir di dalam tubuh, pikiran, dihadapi dan membantu tubuh, pikiran,
dan jiwa. Saat kita merasakan perasaan dan jiwa untuk mencapai relaksasi (Cane,
yang berlebihan, aliran energi di dalam 2013).
tubuh kita menjadi tersumbat atau Relaksasi genggam jari adalah
tertahan, sehingga akan menghasilkan sebuah tekhnik relaksasi yang sangat
rasa nyeri atau kemampatan. Di sepanjang sederhana dan mudah dilakukan oleh
jari-jari tangan kita terdapat saluran atau siapapun yang berhubungan dengan jari
meridian energi yang terhubungkan tangan serta aliran energi di dalam tubuh
dengan berbagai organ dan emosi, dengan kita. Tekhnik genggam jari disebut
memegang setiap jari sambil bernafas jugafinger hold (Liana,2008).
dalam-dalam, kita dapat memperlancar Setiap individu pernah mengalami
aliran energi emosional dan perasaan kita nyeri dalam tingkat tertentu. Nyeri
untuk membantu pelepasan jasmani dan merupakan alasan yang paling umum
penyembuhan (Cane, 2013). orang mencari perawatan
Teknik genggam jari ini sangat kesehatan.Individu yang merasakan nyeri
berguna untuk kehidupan sehari-hari. Saat merasa tertekan atau menderita dan
kita menangis, merasa marah, atau gelisah mencari upaya untuk menghilangkan
karena situasi yang sulit, teknik ini dapat nyeri. Nyeri bersifat subjektif, tidak ada
membantu kita untuk menjadi lebih dua individu yang mengalami nyeri yang
tenang dan fokus sehingga kita dapat sama dan tidak ada dua kejadian nyeri
mengambil tindakan atau respon yang yang sama menghasilkan respons atau
perasaan yang identik pada seorang tidak sanggup beraktifitas karena
individu. Nyeri merupakan sumber nyerinya (Proverawati, 2009).
penyebab frustasi, baik klien maupun bagi Di Amerika serikat,prevalensi
tenaga kesehatan. dismenore diperkirakan 45-90%.
Dismenore adalah nama medis untuk Tingginya angka ini diasumsikan dari
menstruasi yang disertai dengan kram dan berbagai gejala yang belum dilaporkan.
rasa sakit yang berlebihan. Kejadian Banyak wanita yang membeli obat sendiri
dismenore merata pada 40 - 80 % wanita dan tidak berkunjung ke dokter. Studi
dan 5 – 10% wanita mengalami longitudinal dari swedia melaporkan
dismenore yang berat dan tidak dismenore pada 90% wanita yang berusia
tertahankan (Morgan & Hamilton, 2009). kurang 19 tahun dan 67% wanita yang
French (2005, dalam Ningsih, 2011) berusia 24 tahun. Sedang hasil penelitian
menyatakan di Amerika prevalensi yang dilakukan oleh gunawan 2002 di
dismenore paling tinggi pada usia remaja SLTP Jakarta menunjukkan bahwa pada
dengan estimasi 20-90% dengan nyeri dismenorea primer sebanyak 76,6%.
haid berat sebanyak 15%. Sedangkan di Dismenore yang muncul pada usia 12
Malaysia prevalensi dismenore pada tahun yaitu sebanyak 46,7%.
remaja sebanyak 62,3% ( Liliwati, Verna Hasil penelitian yang dilakukan oleh
& Khairani, 2007, dalam Ningsih, 2011). tantri heriani di SMP Negeri 2 kayen
Dismenore primer terjadi akibat kabupaten Pati didapatkan siswi yang
endometrium mengandung prostaglandin mengalami dismenore sebanyak 67
dalam jumlah yang tinggi selama fase (74,4%) dari jumlah 90 siswi yang sudah
luteal dalam siklus menstruasi. Hal ini menstruasi . Sedangkan di Mts AS-
menyebabkan kontraksi miometrium yang syafi'iyah dari 72 siswi, yang sudah
kuat dan mampu menyempitkan menstruasi sebanyak 57 orang dan yang
pembuluh darah yang mengakibatkan mengalami dismenore sebanyak 45
iskemia, disintegrasi endometrium, (78,9%) (Tantri heriani,2014). negara–
perdarahan dan nyeri. Dismenore primer negara berkembang.
muncul berupa serangan ringan, kram Berdasarkan data di Indonesia angka
pada perut bagian bawah, bersifat kejadian dismenorea sebesar 64,25 %
spasmodik yang dapat menyebar yang terdiri dari 54,89% dismenorea
kepunggung atau paha bagian dalam. primer dan 9,36 % dismenorea sekunder
Menurut World Health Organization (Info sehat, 2008). Angka kejadian
(WHO) Angka kejadian nyeri menstruasi dismenorea tipe primer di Indonesia
di dunia sangat besar. Lebih dari 50% adalah sekitar 54,89%, sedangkan sisanya
perempuan di setiap Negara mengalami adalah penderita dengan tipe sekunder.
nyeri menstruasi. Di Amerika angka Berdasarkan studi pendahuluan yang
persentasenya sekitar 60% dan di Swedia di lakukan pada tanggal 22 Juni 2017 di
sekitar 72%, sementara di Indonesia Kampus STIKES BINA GENERASI di
angkanya diperkirakan 55% perempuan dapatkan mahasiswi yang mengalami
usia produktif yang tersiksa oleh nyeri nyeri disminore dari semester I-VIII
selama menstruasi. Angka kejadian berjumlah 20 orang dengan skala nyeri
(prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45- yang berbeda-beda.
95% di kalangan wanita usia produktif. Dari uraian latar belakang diatas,
Walaupun pada umumnya tidak maka peneliti tertarik untuk melakukan
berbahaya, namun seringkali dirasa penelitian yang berjudul Pengaruh Teknik
mengganggu bagi wanita yang Relaksasi Genggam Jari Terhadap
mengalaminya. Derajat nyeri dan kadar Penurunan Intensitas Nyeri Disminore
gangguan tentu tidak sama untuk setiap Pada Mahasiswi Stikes Bina Generasi
wanita. Ada yang masih bias bekerja Polewali Mandar.
(sesekali sambil meringis), adapula yang

METODE PENELITIAN Desain Penelitian ini yaitu quasy


Jenis dan Metode Penelitian experimet design (eksperimen semu)
dengan pendekatan rancangan penelitian
One Group Pretest-Postest tanpa pada populasi target dan sumber
menggunakan kelompok Control (Agus Riyanto, 2011).
(pembanding). Penelitian ini dilakukan a. Mahasiswi yang bersedia untuk
dengan mengobservasi intensitas nyeri dijadikan sampel penelitian.
disminore sebelum dan sesudah diberi b. Mahasiswi yang mengalami
perlakuan. dismenore denganskala nyeri 3
Lokasi dan Waktu Penelitian sampai 9
2. Kriteria eksklusi
Lokasi dan Waktu Penelitian Sementara kriteria eksklusi merupakan
Penelitian ini dilakukan di Kampus kriteria dari subjek penelitian yang
STIKes Bina Generasi Polewali Mandar tidak boleh ada, dan jika subjek
pada bulan Juni – Agustus Tahun 2017 mempunyai criteria eksklusi maka
subjek harus dikeluarkan dari
Populasi dan Sampel penelitian (Agus Riyanto, 2011).
Populasi dalam penelitian ini adalah a. Mahasiswi yang tidak bersedia
Mahasiswi Stikes Bina Generasi Polewali untuk dijadikan sampel
Mandar. Dalam penelitian ini, sampel penelitian.
yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria : b. Mahasiswi yang skala nyeri
1. Kriteria inklusi disminore 1-2
Kriteria inklusi merupakan
karakteristik umum subjek penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Tabel 4.2.1.1

Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Umur Pada


Mahasiswi STIKes Bina Generasi Polewali Mandar Tahun 2017

No Umur N Persent (%)


1. 22 10 50 %
2. 21 10 50 %
Jumlah 20 100 %
Sumber :Data Primer 2017

Berdasarkan umur kemudian 21 tahun yaitu 10


didapatkan bahwa umur 22 tahun responden (50 %).
yaitu 10 responden (50 %)
Tabel 4.2.1.12

Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Kelas

Pada Mahasiswi di STIKES BINA GENERASI Polewali Mandar

No Kelas N Persent (%)


1. Semester IV 10 50%
2. Semester II 10 50%
Jumlah 20 100 %
Sumber :Data Primer 2017

Berdasarkan kelas dari 20 yaitu 10 responden (50 %) dan


respoden mempunyai jumlah yang kelas Semester II yaitu 10
sebanding yaitu didapatkan bahwa responden (50 %)
adalah kelas Semester IV tahun
Tabel 4.2.2.1
Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Nyeri Pada
Mahasiswi STIKES Bina Generasi Polewali Mandar
NORES INISIAL SKALA NYERI
PRE POST
1 Nn.S 5 3
2 Nn.C 5 3
3 Nn.W 8 6
4 Nn.N 5 3
5 Nn.A 4 4
6 Nn.F 4 2
7 Nn.W 7 5
8 Nn.P 8 8
9 Nn.O 7 5
10 Nn.L 9 8
11 Nn.C 9 8
12 Nn.Z 9 8
13 Nn.R 8 6
14 Nn.G 7 5
15 Nn.A 4 2
16 Nn.F 5 3
17 Nn.W 6 6
18 Nn.P 7 6
19 Nn.O 4 3
20 Nn.L 7 5
Sumber :Data Primer 2017

Berdasarkan data dibawah ini paling banyak adalah nyeri berat


menujukkan bahwa nyeri yaitu nyeri berat sebanyak 11
dismenore dari 20 responden responden (55 %) kemudian nyeri
didapatkan bahwa responden sedang yaitu 9 responden (45 %).

Setelah diberikan relaksasi nyeri ringan 7 responden(35%)


genggam jari respoden yang paling serta paling sedikit nyeri berat
banyak adalah nyeri sedang sebanyak 4 responden (20%).
sebanyak 9 responden (45%) dan

Tabel 4.2.3.1
Analisis Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Dengan Nyeri Disminore Uji
Paired T Test

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-


Mean Std. Std. 95% Confidence tailed)
Deviatio Error Interval of the
n Mean Difference

Lower Upper

Sebelum .700 .470 .105 .480 .920 6.658 19 .000


Diberikan
Relaksasi
Pair
Genggam Jari -
1
Setelah Diberi
Relaksasi
Genggam Jari

Sumber :Data Primer 2017

Pada penelitian ini hasil penurunan intensitas nyeri.


nilai p adalah 0,000 dengan Sehingga dapat dikatakan bahwa
signifikasi 0,000> α = 0,05 yang dengan melakukan relaksasi
berarti ada pengaruh teknik genggam jari dapat menurunkan
relaksasi genggam jari terhadap nyeri dismenore secara berarti.
4.1 Pembahasan 4.2.2 Instensitas dismenore sesudah
4.2.1 Instensitas nyeri sebelum dilakukan tehknik genggam jari
dilakukan tehknik relaksasi
genggam jari Namun setelah diberikan
teknik relaksasi genggam jari
Diketahui bahwa rata-rata intensitas disminore didapatkan
intensitas disminore pada hasil responden yang paling banyak
mahasiswi STIKES Bina Generasi adalah nyeri sedang sebanyak 9
Polewali Mandar sebelum responden (45%) dan nyeri ringan
diberikan perlakuan relaksasi 7 responden (35%) serta paling
genggam jaridari 20 responden sedikit nyeri berat sebanyak 4
didapatkan bahwa responden responden (20%).
paling banyak adalah nyeri berat
yaitu nyeri berat sebanyak 11 Teknik mengenggam jari
responden (55 %) kemudian nyeri merupakan bagian dari teknik Jin
sedang yaitu 9 responden (45 %). Shin Jyutsu. Jin Shin Jyutsu adalah
akupresur Jepang. Bentuk seni
Menstruasi adalah yang menggunakan sentuhan
pengeluaran darah secara sederhana tangan dan pernafasan
periodik,cairan jaringan dan untuk menyeimbangkan energy di
debris sel-sel endometrium dari dalam tubuh. Tangan (jari dan
uterus dalam jumlah bervariasi. telapak tangan) adalah alat bantuan
Jumlah rata-rata hilangnya darah sederhana dan ampuh untuk
selama menstruasi adalah 30 ml menyelaraskan dan membawa
(rentang 10-80 ml). Biasanya tubuh menjadi seimbang. Setiap
menstruasi terjadi dengan selang jari tangan berhubungan dengan
waktu 22-35 hari (dihitung dari hari sikap sehari-hari. Ibu jari
pertama keluarnya darah berhubungan dengan perasaan
menstruasi hingga hari pertama khawatir, jari telunjuk berhubungan
berikutnya) dan pengeluaran darah dengan ketakutan, jaritengah
menstruasi berlangsung 1-8 hari berhubungan dengan kemarahan,
(Jones-Derek Llewellyn edisi 6, jari manis berhubungan dengan
2012). kesedihan, dan jari kelingking
berhubungan dengan rendah diri
Dismenorea adalah nyeri dan kecil hati (Hill, 2011)
haid yang sedemikian hebatnya,
sehingga memaksa penderita untuk 4.2.3PengaruhTeknikRelaksasiGengga
istirahat dan meninggalkan mJari
pekerjaan atau cara hidup sehari-
hari untuk beberapa jam atau Hasil analisis data tentang
beberapa hari (cermin dunia pengaruh Teknik Relaksasi
kedokteran,2015) Genggam Jari sebelum dan sesudah
menunjukkan nilai signifikasi (p)
Dismenorea primer atau 0,00 artinya p < α, dengan nilai<
Sering juga disebut sebagai 0,05 yang berarti ada pengaruh
dismenore sejati, intrinsik, esensial yang bermakna sebelum dan
atau fungsional. Nyeri haid timbul sesudah pemberian relaksasi
sejak menars, biasanya pada bulan- genggam jari.
bulan atau tahun-tahun pertama
haid. Biasannya terjadi pada usia Nyeri dismenore dari 20
15 sampai 25 tahun dan kemudian responden didapatkan bahwa
hilang pada usia akhir 20-an atua responden paling banyak adalah
30-an. Tidak dijumpai kelainan nyeri berat yaitu nyeri berat
alat-alat kendungan. sebanyak 11 responden (55 %)
kemudian nyeri sedang yaitu 9
responden (45 %).
Setelah diberikan relaksasi yang menjadi pengantar nyeri
genggam jari respoden yang paling menjadi terhambat ke pintu
banyak adalah nyeri sedang gerbang thalamus dan kepusat nyeri
sebanyak 9 responden (45%) dan korteks serebri, sehingga dengan
nyeri ringan 7 responden(35%) melakukan teknik relaksasi tersebut
serta paling sedikit nyeri berat secara konsisten maka dapat
sebanyak 4 responden (20%). menurunkan nyeri disminore yang
merupakan masalah gangguan rasa
Sesuai dengan penelitian yang nyaman yang dirasa kaumwanita.
dilakukan oleh Sri Mardina dengan Penanganan yang
judul “Efektifitas Teknik Relaksasi dapatdiberikanuntukmengurangi
Genggam Jari dan Nafas Dalam dismenoreadalah dengan pemberian
Dalam Penurunan Nyeri Disminore terapi farmakologi seperti
“hasil penelitian denang nilai p pemberian obat analgetik, terapi
0,00 dikatakan ada pengaruh hormonal, terapidenganobatnon
terhadap penurunan nyeri steroid anti prostaglandin dan
dismonore, dalam penelitian ini dilatasikan alis servikalis.
dengan menggenggam jari akan Selainituterapinon
menghasilkan impuls yang farmakologisjugadiperlukanuntukm
dikirimmelaluiserabutsarafaferen engurangidismenore.Salah
non nosiseptor. Serabutsaraf non satunyadenganmenggunakanteknikr
nosiseptor mengakibatkan elaksasi.Teknikinididasarkankepad
tertutupnya pintugerbang thalamus akeyakinanbahwatubuhberesponpa
sehingga stimulus yang menuju daansietas yang merangsang
korteks serebri terhambat sehinggai pikiran karena nyeri atau kondisi
ntensitas nyeri dapat berkurang. penyakitnya. Dalam
Menurut Hill (2011) dengan penatalaksanaan dismenore, akan
mengenggamjari lebih efektif jika
dipercayadapatmembukaaliranener mengkombinasikan dua
gi yang terkunci yang disebutsafety ataulebihmetode non-farmakologis
energy locks sehinggaaliran energy yang ada. Salah satu jenis
menjadilancar. kombinasi metode non-
Tindakan relaksasi dapat farmakologis yang dapat kita
dipandang sebagai upaya terapkan yaitu kombinasi relaksasi
pembebasan mental dan fisik dari genggam jari dan napas dalam.
tekanan dan stress.dengan Kedua metode ini merupakan
relaksasi, klien dapat mengubah metode yang sederhana dan dari
persepsi terhadap nyeri. beberapa penelitian mengatakan
kemampuannya dalam melakukan bahwa metode ini efektif dalam
relaksasi fisik dapat menyebabkan mengurangi nyeri.
relaksasi mental. Relaksasi
memberikan efek secara langsung KESIMPULAN DAN SARAN
terhadap fungsi tubuh, seperti Kesimpulan
:Penurunan tekanan darah, nadi ,
dan frekuensi pernafasan, Dari hasil pengolahan data penelitian yang
penurunan komsumsi oksigen oleh telah di lakukan, diperoleh kesimpulan
tubuh Penurunan ketegangan otot, bahwa :
meningkatkan kemampuan 1. Tingkat nyeri dismenore setelah
konsentrasi, menurunkan perhatian diberikan teknik relaksasi genggam
terhadap stimulus lingkungan (Ns. jari intensitas disminore didapatkan
Anas Tamsuri, S.kep 2007). hasil responden yang paling banyak
Dari penelitian ini penulis adalah nyeri sedang sebanyak 9
mengambil benang merah bahwa responden (45%) dan nyeri ringan 7
dengan melakukan teknik relaksasi responden (35%) serta paling sedikit
genggam jari membuat saraf eferen
nyeri berat sebanyak 4 responden Asmadi. (2008). Teknik prosedural
(20%). keperawatan: Konsep dan aplikasi
2. Tingkat nyeri dismenore sebelum kebutuhan dasar klien. Jakarta:
diberikan perlakuan relaksasi SalembaMedika.
genggam jaridari 20 responden
didapatkan bahwa responden paling Bobak, Lowdermilk, Jansen. 2013. Buku Ajar
banyak adalah nyeri berat yaitu Keperawatan Maternitas. Edisi 4.
nyeri berat sebanyak 11 responden
(55 %) kemudian nyeri sedang yaitu Jakarta : EGC.
9 responden (45 %). Chalis karim anton, PharmD, Mph. 2015.
3. Pengaruh relaksasi genggam jari Dysmenorrhea.[cited 2016 feb 4]
terhadap penurunan nyeri avaible from: http://
disminoredidapatkan nilai emedicine.medscape.com/article/2538
signifikasi dengan nilai signifikasi 12-overview, Penelitian,
(p) 0,000; artinya p < α, dengan nilai pengembangan. 2013. Riset kesehatan
< 0,05, yang berartiada pengaruh dasar.h.222
pemberian relaksasi genggam jari
dismenore terhadap penurunan nyeri Dr. Eleanor Bull & Dr. Graham Archard
pada mahasisswi (2007). Simple Guides, Nyeri
Punggung, Jakarta : Erlangga
A. Rekomendasi
1. Tehnik relaksasi genggam jari adalah Dahlan, M. Sopiyudin, 2012. Langkah –
merupakan suatu bentuk tindakan Langkah Membuat Proposal
keperawatan, yang dalam hal ini Penelitian Bidang Kedokteran Dan
perawat mengajarkan kepada klien. Kesehatan, Edisi Kedua, Jakarta :
Maka kita harus berusaha untuk Sagung Seto.
menerapkan tehnik non farmakologik
tersebut kepada pasien khususnya Erlysita Lammarisi, A.Md. Keb., dkk, (2015).
yang mangalami dismenore. HANBOOK Klinik Keperawatan Dan
2. Untuk menambah pengetahuan Kebidanan. Jakarta : Bhafana
khususnya tentang nyeri dismnore publising
untuk pembaca harus lebih mencari
secara spesifik tentang relaksasi Hidayat, A.A, 2007. Metode Penelitian
genggam jari. Keperawatan dan Teknik Analisis Data,
3. Diharapkan lebih banyak menambah Salemba Medika, Jakarta.
besar sampel penelitian dan
Hutasoit, A.S. 2002. Panduan Praktis
menambah daerah penelitian sehingga
Aromatherapy Untuk Pemula. Jakarta: PT
dapat terjangkau sasaran penelitian
untuk mengetahui sejauh mana Gramedia Pustaka Utama.
pengarih relaksasi genggam jari
terhadap penurunan intensitas nyeri Hill, R. Y. (2011). Nursing from the inside-
pada mahasiswi, selain itu juga perlu out:Living and nursing from the highest
penelitian lanjutan dengan cara terapi point of your consciousness. London:
non farmakologis yang lain. Jones and Barlett Publishers

DAFTAR PUSTAKA Musrifatul Uliyah & A. Aziz Alimul Hidayat


(2009), keterampilan dasar praktik klinik.
A. Azis Alimul Hidayat 2007. Riset Jakarta : Salemba Medika
keperawatan dan Tekhnik Penulisan
Ilmiah. Edisi 2, Salemba Medika : Morgan, G., & Hamilton, C. (2009). Obstetri
Jakarta &ginekologi panduan praktik. Jakarta:
EGC.
Agus Riyanto, SKM., M, Kes 2011. Aplikasi
metodologi penelitian kesehatan.
Yogyakarta : Nuba Medika
Norwitz, Errol dkk. (2007). At a Glance
Obstetri & Ginekologi Edisi 2. Jakarta:
Erlangga.

Ns. Anas Tamsuri, S.kep (2007). Seri


kebutuhan dasar manuasia, Konsep dan
penatalaksanaan nyeri. Jakarta :
Kedokteran EGC

Nasir, Abd., Muhith, Abdul., & Idaputri, ME.


(2011). Metodologi Penelitian Kesehatan:
Konsep Pembuatan Karya Tulis dan
Thesis Untuk Mahasiswa Kesehatan
Yogyakarta: Nuha Medika

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2007.


Metodologi Penelitian Kesehatan.
Jakarta: PT Rineka Cipta

Prof. Dr. Ida Bagus Gde


Manuaba,SpOG.,(2015) Memahami
Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta :
Arcan

Sarwono, P. (2014). Ilmu Kandungan. Jakarta :


PT Gramedia

Saryono, SKp. M.Kes 2010 Metodologi


Penelitian Kesehatan. MITRA
CENDEKIA PRESS;Yogyakarta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian


Kuantitatif, Kualitatif dan R & D: CV
Alfabeta

Sopiyudin dahlan, 2010. Langkah-Langkah


membuat proposal penelitian bidang
kedokteran dan kesehatan Edisi 2, Jakarta
: Sagung Seto

Wiknjosastro, Hanifa. (2014). Ilmu Bedah


Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.