Anda di halaman 1dari 4

Farmakokinetik atau kinetika obat adalah nasib obat dalam tubuh atau efek tubuh

terhadap obat. Farmakokinetik mencakup 4 proses, yakni proses absorpsi, distribusi,


metabolisme dan ekskresi. Metabolisme atau biotransformasi, dan ekskresi bentuk
utuh atau bentuk aktif, merupakan proses eliminasi obat (Setiadi,2007). Proses eksresi
obat lewat ginjal meliputi filtrasi glomerulus, sekresi tubular aktif, reabsorpsi tubular
(Shargel, 2005). Filtrasi glomerulus adalah proses dimana sekitar 20% plasma yang
masuk ke kapiler glomerulus menembus kapiler untuk masuk ke ruang interstisium
selanjutnya ke kapsula bowman (Corwin,2000). Plasma darah yang mengalir dalam
filtrasi glomerulus akan ditekan pada glomerulus sehingga menjadi urin primer ,suatu
ultrafiltrat yang hampir bebas protein (Mutschler,1991).
Filtrasi glomerulus menghasilkan ultrafiltrat yang minus protein jadi semua obat
bebas akan keluar dalam ultrafiltrat sedangkan yang terikat protein tetap tinggal
dalam darah (Ganiswarna,2007). Di glomerulus gaya utama yang mendorong filtrasi
adalah tekanan kapiler. Di sebagian besar kapiler lainnya tekanan ini rata-rata
berukuran 18 mmHg, di glomerulus tekanan rerata hampir mencapai 60 mmHg
(Corwin,2000).
Sekresi aktif dari dalam darah ke lumen tubulus proksimal terjadi melalui transporter
membran P-glikoprotein (P-gp) dan MRP (multidrug-resistance protein) yang terdapat
di membran sel epitel dengan selektivitas berbeda yakni MRP untuk anion organik
dan konyugat (mis penisilin, probenesid) dan P-gp untuk kation organik dan zat netral
(mis. Kuinidin, digoksin). Dengan demikian terjadi kompetisi antara asam-asam
organik maupun antara basa-basa organik untuk disekresi (Ganiswarna,2007).
Obat-obat yang umum digunakan untuk mengukur tubular aktif meliputi asam
p-aminohipurat (PAH) dan iodopiraset (diodras).sekresi aktif untuk obat-obat ini
sangat cepat dan praktis semua obat yang dibawa ke ginjal dieliminasi dalam satu
jalur , sehingga klirens untuk obat-obat ini mencerminkan aliran plasma ginjal efektif
yang bervariasi dari 425-650 ml/menit (Shargel, 2005).
Reabsorpsi tubular terjadi setelah obat difiltrasi melalui glomerulus dan dapat
aktif atau pasif. Jika suatu obat direabsorpsi sempurna (misal glukosa) maka harga
klirens obat mendekati nol. Untuk obat-obat yang direabsorpsi sebagian harga klirens
akan menjadi lebih kecil daripada GFR 125-130 ml/menit. Reabsorpsi obat-obat asam
atau basa lemah dipengaruhi oleh pH urin dan pKa obat (Shargel, 2005).
.
Eliminasi sebagian besar obat dari tubuh terdiri dari dua proses
yaitumetabolisme (biotransformasi)dan ekskresi (Shargel, dkk, 2005). Seperti halnya
biotransformasi, ekskresi suatu obat danmetabolitnya menyebabkan
penurunankonsentrasi bahan berkhasiat dalam tubuh. Ekskresi dapatterjadi
bergantungkepada sifat fisikokimia (bobot molekul, harga pKa, kelarutan, tekanan
uap. Obat yang dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organekskresi dalambentuk
metabolit hasil biotransformasi atau masih dalam bentuk asalnya. Obat atau metabolit
polardiekskresi lebih cepat daripada obat larutlemak, kecuali pada ekskresi melalui
paru (Setiawati,1995). Organ utama yang bertanggung jawab dalam biotransformasi
obat adalahhati. Akan tetapi, jaringan intestinal, paru dan ginjal juga mengandung
sejumlahenzim biotransformasi. Untukbeberapa obat rute pemakaian
mempengaruhikecepatan metabolismenya. Obat-obat yangdiberikan secara oral
diabsorbsisecara normal dalam duodenal dari usus halus dan ditranportmelalui
pembuluhmesenterika menuju vena perta hepatik dan kemudian kehati sebelum
kesirkulasisistemik (Shargel, dkk, 2005).
Perubahan-perubahan biokimia yangterjadi dalam lingkup biotransformasidapat
digolongkan menjadi 2: yaitu reakse fase I dan reaksifase II (Schunack,1990). Fase II
atau reaksi asintetik meliputi oksidasi, reduksi, danhidrolisissedangkan fas II atau
reaksi sintetik meliputi konjugasi. Beberapa obat yangmempunyaimolekul biokimia
alami dapat menggunakan jalur metabolisme untuk senyawa normal dalam
tubuh.Umumnya reaksi biotransformasi fase I terjadi danmenghasilkan suatu gugus
fungsi pada molekulobat (Shargel, dkk 2005).Faktor yang mempengaruhi laju dan
jalur metabolisme obat, dan pengaruh-pengaruh utamanya dibagi menjadi: faktor
internal (fisiologis dan patologis) dan faktor eksternal(eksogen). Pada eliminasi
parasetamol dalam dosisterapetik normal umumnya dianggap sebagaisalah satu minor
analgesik yang paling aman, walaupun harus diperhatikan bahwa kelebihan
dosisparasetamoldapat mengakibatkan nekrosis hati pada manusia maupun hewan
(setiadi, 2007).
Metabolisme parasetamol terjadi di hati. Metabolit utamanya meliputi senyawa
sulfat yang tidakaktif dankonjugat glukoronida yang dikeluarkan lewat ginjal. Hanya
sedikit jumlah parasetamolyang bertanggungjawab terhadap efek toksik (racun) yang
diakibatkan oleh metabolit NAPQI (N-asetil-p- benzo-kuinon imina).Bila pasien
mengkonsumsi parasetamol pada dosis normal, metabolittoksik NAPQI ini
segeradidetoksifikasi menjadi konjugat yang tidak toksik dan segera
dikeluarkanmelalui ginjal. Namun apabila pasien mengkonsumsi parasetamol pada
dosis tinggi, konsentrasimetabolit beracun ini menjadi jenuh sehingga menyebabkan
kerusakan hati (setiadi, 2007)

DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto. 2013. Proses Pembentukan Urin Pada Ginjal. penerbit buku
kedokteran .EGC. Jakarta.

Corwin, J.E. 2000. Buku Saku Patofisiologi . penerbit buku kedokteran .EGC. Jakarta.

POM, 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI . Jakarta.

Ganiswarna, 2007. “ farmakologi dan terapi edisi 5”. FK.Universitas indonesia.


Jakarta. hal 11,787,788.

Jan Koolman, Klaus-Heinrich Rohm, 2001, Atlas Berwarna & Teks Biokimia, Alih
bahasa ; dr. Septilia Inawati Wanandi, Hipokrates, Jakarta.

Mutschler ,ernest. 1991. “ Dinamika Obat “ edisi kelima. penerbit ITB. Bandung .hal
553,554,557.

Setiadi, 2007. Anatomi dan Fisiologi Manusia Edisi Pertama. Penerbit : Graha ilmu.
Yogyakarta.

Shargel,L B,C.YU,.2012. Biofarmasetika dan farmakokinetika terapan edisi kelima.


Airlangga University Press. Surabaya.

Shargel,L B,C.YU,.2005. “ Biofarmasetika dan farmakokinetika terapan “ edisi kedua.


Airlangga University Press. Surabaya. Hal
53,57,177-184,201-205,207,209.

Tjay, T.H., dan Rahardja, K.. 2002. Obat-obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan
Efek-efek Sampingnya. Edisi Kelima.