Anda di halaman 1dari 22

SOUND LEVEL METER: PENGERTIAN DAN CARA

MENGGUNAKANNYA
by: admin Sound Level Meter 0 comment August 18, 2015

Sound Level Meter: Pengertian dan Cara Menggunakannya


1. Pengertian :
Sound Level Meter ialah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kebisingan, suara yang tak
dikehendaki, atau yang dapat menyebabkan rasa sakit ditelinga. Sound level meter biasanya
digunakan di lingkungan kerja seperti, industri penerbangan dan sebagainya.

2. Kegunaan/Fungsi :

Sound Level Meter berfungsi untuk mengukur kebisingan antara 30-130 dB dalam satuan dBA
dari frekuensi antara 20-20.000Hz.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :
a. Pilih selektor pada posisi fast untuk jenis kebisingan continue/berkelanjutan, selektor pada
posisi slow untuk jenis kebisingan impulsif/ terputus-putus.
b. Pilih selektor range intensitas kebisingan.
c. Tentukan area pengukuran.
d. Setiap area pengukuran dilakukan pengamatan selama 1-2 menit dengan kurang lebih 6 kali
pembacaan. Hasil pengukuran yaitu angka yang ditunjukkan pada monitor.
e. Tulis hasil pengukuran dan hitung rata-rata kebisingan (Lek)
{Lek = 10 log 1/n (10 L1/10+10L2/10+10L3/10+….) dBA}.
4. Tingkat Ketelitian :

Pengukuran berkisar dari 26dB (A).

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :


a. Tekan tombol ON untuk mengaktifkannya.
b. Sebelum pengukuran test suara, putar tombol penyetel untuk menentukan tingkat tekanan
suara. Misalnya 70-80 dB, 70 berada pada garis tebal atas sebelah kiri (0) dan 80 pada garis tebal
atas sebelah kanan ( 10 ). Pada sound level meter tipe S2A memiliki 10 skala, dan skala terluar
(0) berupa garis skala berwarna merah.
c. Pada pembacaan meter ini, jika jarum penunjuk skala bergerak ke kanan maka hasilnya
positive (+) dan ke kiri hasilnya negative (-).
d. baca hasil pengukuran pada sound level meter secara langsung.
e. Tulis hasil pengukuran.
f. Setelah pengukuran, matikan tombol ON ke OFF.

6. Bagian-bagian :

 Microphone.
 Display.
 Alarm LED.
 Weighting key.
 Fast/Slow key.
 Up/Save key.
 Down/Read key.
 Function Key.
 Max hold key.
 Power key.
 Delete/Menu.
 Cal adjusting.
 Jack for RS-232C interface.
 Jack for AC.
 Battery.

7. Cara Kalibrasi :
Kalibrasi bisa dilakukan dengan dua cara:

Cara pertama dilakukan secara internal dengan sinyal-sinyal listrik atau dengan cara kedua
secara akustik dengan kalibrator suara atau pistonphon.
 Kalibrasi internal dilakukan dengan memakai referensi tegangan pada rangkaian-
rangkaian listrik dari meteran tingkat kebisingan serta amplitude yang disesuaikan.
Penyesuaian dilakukan dengan membandingkan nilai yang ditampilkan oleh fitur
kalibrasi internal pada nilai tertayang dari meteran tingkat kebisingan.
 Kalibrasi akustik dilakukan dengan cara menyisipkan generator suara atau pistonphon ke
dalam mikrofon dari meteran tingkat kebisingan dan memakai tekanan suara referensi
(berbeda menurut alatnya, contoh 94 dB pada 1 kHz, 124 dB pada 250 Hz, dll.). Skala
penuh (FS) dari meteran tingkat kebisingan yang dipakai oleh masukan sinyal kalibrasi
disetel 6 dB lebih tinggi dari pada tingkat tekanan suara dari sinyal kalibrasi normal.
Contoh, bila suara sinyal kalibrasi ialah 124 dB, maka disetel 130dB, atau bila suara
sinyal kalibrasi adalah 94 dB, maka distel 100 dB pada alat.

Cara Mengkalibrasi Sound Level Meter :


a. Hidupkan kalibrator dan sound level meter.
b. Putar tombol penyetel, dan atur tingkat tekanan suara.
c. Pastikan kalibrator berada pada sound level meter yang benar.
d. Lalu sesuaikan sound level meter untuk memperoleh hasil yang benar.

8. Nama Lain :

 Decibel meter.
 Alat ukur kebisingan.

9. Jenis-jenis :

 SOUND LEVEL METER Type 0.


 SOUND LEVEL METER type 1.
 SOUND LEVEL METER type 2.

10. Cara Merawat :


a. Posisikan sound meter di tempat yang bersih dan tidak terkena terik matahari secara langsung.
Jangan sampai jatuh / terbanting supaya tidak merusak layar display.
b. Seusai dipakai sound meter mesti segera di matikan untuk menghemat daya baterai. Cek daya
baterai sound level meter, dengan menyalakan alat dan lihat indikator baterai masih mencukupi
atau tidak, pastikan jangan sampai meggunakan sampai baterai drop.
c. Cek daya baterai kalibrator caranya yaitu geser tombol “Batt Test” ke posisi “On/OFF” yang
ada pada alat tersebut, apabila lampu led menyala maka bisa dipastikan alat tersebut masih
memiliki daya baterai.
d. lakukan kalibrasi eksternal setahun sekali.
LUX METER (ALAT PENGUKUR CAHAYA), FUNGSI,
PRINSIP KERJA DAN CARA MENGGUNAKANNYA
by: admin News 0 comment October 21, 2016

Lux Meter (Alat Pengukur Cahaya), Fungsi, Prinsip


Kerja dan Cara Menggunakannya
Lux meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu
tempat. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga
memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka
diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Semakin jauh jarak antara
sumber cahaya ke sensor maka akan semakin kecil nilai yang ditunjukkan lux meter. Ini
membuktikan bahwa semakin jauh jaraknya maka intensitas cahaya akan semakin berkurang.
Alat ini didalam memperlihatkan hasil pengukurannya menggunakan format digital yang terdiri
dari ra ngka, sebuah sensor. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur
intenstasnya.

Lux meter digunakan untuk mengukur tingkat iluminasi. Hampir semua lux meter terdiri dari
rangka, sebuah sensor dengan sel foto, dan layer panel. Sensor diletakkan pada sumber cahaya.
Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik.
Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan lebih besar. Kunci untuk
mengingat tentang cahaya adalah cahaya selalu membuat beberapa jenis perbedaan warna pada
panjang gelombang yang berbeda. Oleh karena itu, pembacaan merupakan kombinasi efek dari
semua panjang gelombang.

Standar warna dapat dijadikan referensi sebagai suhu warna dan dinyatakan dalam derajat
Kelvin. Standar suhu warna untuk kalibrasi dari hampir semua jenis cahaya adalah 2856 derajat
Kelvin, yang lebih kuning dari pada warna putih. Berbagai jenis dari cahaya lampu menyala pada
suhu warna yang berbeda. Pembacaan lux meter akan berbeda, tergantung variasi sumber cahaya
yang berbeda dari intensitas yang sama. Hal ini menjadikan, beberapa cahaya terlihat lebih tajam
atau lebih lembut dari pada yang lain.
Prinsip Kerja

Luxmeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat penerangan (tingkat
penerangan) pada suatu area atau daerah tertentu. Alat ini didalam memperlihatkan hasil
pengukurannya menggunakan format digital. Alat ini terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan
sel foto dan layar panel. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur
intenstasnya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto
menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan pun
semakin besar.

Sensor yang digunakan pada alat ini adalah photo diode. Sensor ini termasuk kedalam jenis
sensor cahaya atau optic. Sensor cahaya atau optic adalah sensor yang mendeteksi perubahan
cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengenai suatu daerah
tertentu. Kemudian dari hasil dari pengukuran yang dilakukan akan ditampilkan pada layar
panel.

Berbagai jenis cahaya yang masuk pada luxmeter baik itu cahaya alami atapun buatan akan
mendapatkan respon yang berbeda dari sensor. Berbagai warna yang diukur akan menghasilkan
suhu warna yang berbeda,dan panjang gelombang yang berbeda pula. Oleh karena itu pembacaan
yang ditampilkan hasil yang ditampilkan oleh layar panel adalah kombinasi dari efek panjang
gelombang yang ditangkap oleh sensor photo diode.

Pembacaan hasil pada Luxmeter dibaca pada layar panel LCD (liquid Crystal digital) yang
format pembacaannya pun memakai format digital. Format digital sendiri didalam
penampilannya menyerupai angka 8 yang terputus-putus. LCD pun mempunyai karakteristik
yaitu Menggunakan molekul asimetrik dalam cairan organic transparan dan orientasi molekul
diatur dengan medan listrik eksternal.

Adapun bagian- bagian dari alat lux meter adalah sebagai berikut :
Bagian-bagian Luxmeter

Fungsi bagian- bagian alat ukur :

1. Layar panel : Menampilkan hasil pengukuran


2. Tombol Off/On : Sebagai tombol untuk menyalakan atau mematikan alat
3. Tombol Range : Tombol kisaran ukuran
4. Zero Adjust VR : Sebagai pengkalibrasi alat (bila terjadi error)
5. Sensor cahaya : Alat untuk mengkoreksi/mengukur cahaya.

Prosedur Penggunanaan Alat

Dalam mengoperasikan atau menjalankan lux meter amat sederhana. Tidak serumit alat ukur
lainnya, dalam penggunaannya yang harus benar- benar diperhatikan adalah alat
sensornya,karena sensornyalah yang kan mengukur kekuatan penerangan suatu cahaya. Oleh
karena itu sensor harus ditempatkan pada daerah yang akan diukur tingkat kekuatan cahayanya
(iluminasi) secara tepat agar hasil yang ditampilkan pun akuarat. Adapun prosedur penggunaan
alat ini adalah sebagai berikut :

 Geser tombol ”off/on” kearah On.


 Pilih kisaran range yang akan diukur ( 2.000 lux, 20.000 lux atau 50.000 lux) pada
tombol Range.
 Arahkan sensor cahaya dengan menggunakan tangan pada permukaan daerah yang akan
diukur kuat penerangannya.
 Lihat hasil pengukuran pada layar panel.

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam perawatan alat ini adalah sensor cahaya yang bersifat
amat sensitif. Dalam perawatannya sensor ini harus diamankan pada temapat yang aman
sehingga sensor ini dapat terus berfungsi dengan baik karena sensor ini merupakan komponen
paling vital pada alat ini.
Digital Lux Meter

Selain dari sensor, yang harus diperhatikan pada alat ini pun adalah baterainya. Jikalau pada
layar panel menunjukan kata ” LO BAT” berarti baterai yang digunakan harus diganti dengan
yang baru. Untuk mengganti baterai dapat dilakukan dengan membuka bagian belakang alat ini
(lux meer) kemudian mencopot baterai yang habis ini, lalu menggantinya dengan yang dapat
digunakan. Baterai yang digunakan pada alat ini adalah baterai dengan tegangan 9 volt, tetapi
untuk tegangan beterai ini tergantung pada spesifikasi alatnya.

Apabila hasil pengukuran tidak seharusnya terjadi, sebagai contoh diruangan yang dengan
kekuatan cahaya normal setelah dilakukan pengukuran ternyata hasilnya tidak normal maka
dapat dilakukan pengkalibrasian ulang dengan menggunakan tombol ”Zero Adjust”.

Cara Pembacaan

Pada tombol range ada yang dinamakan kisaran pengukuran. Terdapat 3 kisaran pengukauran
yaitu 2000, 20.000, 50.000 (lux). Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan pengukuran)
yang digunakan pada pengukuran. Memilih 2000 lux, hanya dapat dilakukan pengukuran pada
kisaran cahaya kurang dari 2000 lux. Memilih 20.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat
dilakukan pada kisaran 2000 sampai 19990 (lux). Memilih 50.000 lux, berarti pengukuran dapat
dilakukan pada kisaran 20.000 sampai dengan 50.000 lux. Jika Ingin mengukur tingkat kekuatan
cahaya alami lebih baik baik menggunakan pilihan 2000 lux agar hasil pengukuran yang terbaca
lebih akurat. Spesifikasi ini, tergantung kecangihan alat.

Apabila dalam pengukuran menggunakan range 0-1999 maka dalam pembacaan pada layar panel
di kalikan 1 lux. Bila menggunakan range 2000-19990 dalam membaca hasil pada layar panel
dikalikan 10 lux. Bila menggunakan range 20.000 sampai 50.000 dalam membaca hasil dikalikan
100 lux.

Kegunaan Lux Meter

Dalam aplikasi penggunaannya dilapangan alat ini lebih sering digunakan pada bidang arsitektur,
industri, dan lain-lain. Prisip kerja alat ini pun banyak digunakan pada alat yang biasa digunakan
pada fotografi, sebagai contoh pada alat available light, reflected lightmeter, dan incident
lightmeter. Selain itu didalam penelitian-penelitian mengenai tingkat keanekaragaman dan lain-
lain yang senantiasa diperlukan data mengenai tingkat pencahayaan alat ini pun dapat digunakan.

ANEMOMETER: PENGERTIAN DAN CARA KERJANYA


by: admin Anemometer 0 comment August 18, 2015

Anemometer: Pengertian dan Cara Kerjanya


1. Pengertian :
Anemometer ialah sebuah alat pengukur kecepatan angin yang biasanya digunakan dalam
bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca.

2. Kegunaan/Fungsi :
Anemometer Berfungsi untuk mengukur atau menentukan kecepatan angin. Selain mengukur
kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin, cuaca, dan tinggi
gelombang laut.
3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Pengukuran dapat dilakukan dengan cara memegang Anemometer secara vertikal atau
menaruhnya di atas penyangga. Angka kecepatan angin akan ditampilkan secara otomatis pada
speedometer.

4. Tingkat Ketelitian :
Anemometer memiliki tingkat ketelitian hingga 0.5 m/s.

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :


a. Tekan tombol ON/OFF .
b. Akan tampil semua item pengukuran pada layar.
c. Untuk mode pengukuran yang diperlukan.
d. Tekan tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran.
e. Catat hasil pengukuran.

6. Bagian-bagian :

 Anemometer Cup dan Vane (velocity anemometer).


 Pressure Tube Anemometer.
 Pressure Plate Anemometer.

7. Cara Kalibrasi :
Untuk kalibrasi arah angin, metode ini bisa menghasilkan akurasi ± 5 ° atau lebih baik bila
dilakukan dengan hati-hati. Mulailah dengan menghubungkan alat ke rangkaian pengkondisi
sinyal yang menunjukkan nilai arah angin. Ini merupakan indikator yang menampilkan nilai arah
angin dalam derajat sudut atau hanya sebuah voltmeter pemantauan output. Tahan atau mount
instrumen supaya pusat baling-baling rotasi berada di atas pusat selembar kertas yang memiliki
30 ° atau 45 ° crossmarkings.
Posisi the instrument sehingga crossarm mounting berorientasi utara-selatan dengan bolang-
baling di sebelah utara dan anemometer di sebelah selatan. Dengan imbangan yang mengarah
langsung pada anemometer yang sinyal arah angin harus sesuai dengan 180 ° atau selatan jatuh
tempo. Jika dilihat dari atas, visual menyelaraskan bolang-baling dengan masing-masing
crossmarkings dan mengamati tampilan indikator. Hal ini harus sesuai dengan posisi bolang-
baling dalam waktu 5 °. Bila tidak, mungkin perlu untuk menyesuaikan posisi relatif dari rok
bolang-baling dan poros.

8. Nama Lain :
 Anemograf.
 Windmeter.

9. Jenis-jenis :

 Anemometer Digital.
 Anemometer Analog.

10. Cara Merawat :

 Periksa kerusakan pada waktu tertentu setiap tahun dan bersihkan dedaunan yang
terkumpul di corong. Kotoran dan debu kemungkinan bisa menutup saringan dan akan
mengurangi aliran menuju bucket. Dedaunan dapat dengan mudah dipindahkan dari
corong dan saringan bisa dibersihkan denga cara memindahkan cup dari tabung filter.
Pindahkan saringan dengan perlahan, bersihkan dan ganti dengan yang baru.
 Bersihkan karat dari permukaan gauge. Permukaan gauge mudah miring disebabkan
pergerakan tanah yang sedikit merusak atau adanya perbuatan tangan manusia yang jahil.
 Pada permasalahan tertentu terkadang raingauge tidak tersimpan atau tidak terhubung ke
data logger. Karena itu periksalah keseimbangan lengan bucket. Cara yang paling mudah
untuk melakukannya yaitu dengan cara mencoba untuk menyeimbangkan posisi tengah
bucket. Setelah bucket seimbang bersihkan bucket dari kotoran atau debu atau pakai
pivot pin dan pipa bucket.

SWINGFOG

Swingfog adalah pengasapan insektisida dengan mesin swingfog dilaksanakan dengan cara
menyemprotkan insektisida ke dalam bangunan rumah atau lingkungan sekitar rumah diharapkan
nyamuk yang berada dihalaman maupun didalam rumah terpapar dengan isektisida dan dapat
dibasmi. Upaya untuk menekan laju penularan penyakit DBD salah satunya ditunjukkan untuk
mengurangi kepadatan vektor DBD secara kimiawi yang dikenal dengan istilah pengasapan
(fogging) yaitu menggunakan alat yang diberi nama swingfog. Fogging adalah untuk membunuh
sebagian besar vektor infektife dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan.
Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan kepadatan vektor selama waktu yang
cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri. Alat yang digunakan untuk fogging terdiri
dari portable thermal fog machine dan ultra low volume ground sprayer mounted.
Fogging yang efektif dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 sampai dengan 10.00 dan
sore hari pukul 15.00 sampai 17.00, bila dilakukan pada siang hari nyamuk sudah tidak
beraktiftas dan asap fogging mudah menguap karena udara terlalu panas. Fogging sebaiknya
jangan dilakukan pada keadaan hujan karena sia-sia saja melakukan pengasapan.
Cara Kerja Swingfog :
a) Masukan larutan pestisida, bensin, solar dan bateray sesuai dengan tempatnya pada
mesin swingfog
b) Hidupkan mesin dengan cara membuka kran bensin dan pompa sebanyak 5 kali,
kemudian tekan tombol starter bersama-sama dengan dipompa beberapa kali hingga mesin
hidup
c) Angkat (gendong) mesin, arahkan moncong mesin ketempat-tempat yang akan di fogging
d) Buka kran larutan maka asap akan menyembur keluar dari moncong mesin atau
nozzle.
e) Jika target sudah selesai, kran larutan ditutup kembali hingga asap tidak lagi menyembur keluar
dari moncong mesin.

Spektrofotometer
pengertian

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara
melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsayang
disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai
absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.

sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer
menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat
pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer
digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau
diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.

Kelebihan spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih lebih
dapat terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating ataupun celah optis.
Pada fotometer filter, sinar dengan panjang gelombang yang diinginkan diperoleh dengan berbagai
filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang
tertentu.
Pada fotometer filter, tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis,
melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang
gelombang yang benar-benar terseleksi dapat diperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti
prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu,
monokromator, sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau blangko dan suatu alat untuk mengukur
perbedaan absorpsi antara sampel dan blangko ataupun pembanding.

PRINSIP KERJA

Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada
suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian diserap dalam
medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan dalam
nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi sampel.

Prisinp kerja dari spektrofotometer dapat di gambarkan sebagai berikut :

CARA KERJA SPEKTROFOTOMETER

Sinar berasal dari dua lampu yang berbeda, yaitu lampu wolfram untuk sinar Visible (sinar tampak =
38 – 780nm) dan lampu deuterium untuk sinar Ultra Violet (180-380nm) pada video lampu yang besar.
Pilih panjang gelombang yang diinginkan/diperlukan. Kuvet, ada dua karena alat yang dipakai tipe
double beam, disanalah kita menyimpan sample dan yang satu lagi untuk blanko. Detektor atau
pembaca cahaya yang diteruskan oleh sampel, disini terjadi pengubahan data sinar menjadi angka
yang akan ditampilkan pada reader.
Yang harus dihindari adanya cahaya yang masuk ke dalam alat, biasanya pada saat menutup tenpat
kuvet, karena bila ada cahaya lain otomatis jumlah cahaya yang diukur menjadi bertambah.

JENIS – JENIS SPEKTROFOTOMETER

Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasar sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya
adalah sebagai berikut:

1. Spektrofotometri Vis (Visible)

2. Spektrofotometri UV (Ultra Violet)

3. Spektrofotometri UV-Vis

4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

1. Spektrofotometri Visible (Spektro Vis)

Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya tampak
(visible). Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata
manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380 sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang
dapat dilihat oleh kita, entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat dilihat oleh mata,
maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak (visible).

Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu Tungsten. Tungsten
yang dikenal juga dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan simbol W dan no atom 74.
Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding logam lainnya. karena sifat inilah
maka ia digunakan sebagai sumber lampu. Sample yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya
sample yang memilii warna. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri
visible. Oleh karena itu, untuk sample yang tidak memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna
dengan menggunakan reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna. Reagent yang
digunakan harus betul-betul spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga
produk senyawa berwarna yang dihasilkan harus benar-benar stabil.

Salah satu contohnya adalah pada analisa kadar protein terlarut (soluble protein). Protein terlarut
dalam larutan tidak memiliki warna. Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat
dianalisa. Reagent yang biasa digunakan adalah reagent Folin.

Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa, ikatan peptide pada
protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat dideteksi pada panjang
gelombang sekitar 578 nm. Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa
kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein terlarut dalam sample.
2. Spektrofotometri UV (ultraviolet)

Berbeda dengan spektrofotometri visible, pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample


dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat
digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Dia merupakan isotop hidrogen
yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Inti atom deuterium mempunyai satu proton
dan satu neutron, sementara hidrogen hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron. Nama
deuterium diambil dari bahasa Yunani, deuteros, yang berarti ‘dua’, mengacu pada intinya yang
memiliki dua pertikel. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita, maka senyawa yang
dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna. Bening dan
transparan.

Oleh karena itu, sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan reagent
tertentu. Bahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. Namun perlu diingat,
sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan filtrasi atau centrifugasi. Prinsip dasar pada
spektrofotometri adalah sample harus jernih dan larut sempurna.

Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. Sebagai contoh pada analisa protein terlarut (soluble
protein). Jika menggunakan spektrofotometri visible, sample terlebih dulu dibuat berwarna dengan
reagent Folin, maka bila menggunakan spektrofotometri UV, sample dapat langsung dianalisa. Ikatan
peptide pada protein terlarut akan menyerap sinar UV pada panjang gelombang sekitar 280 nm.
Sehingga semakin banyak sinar yang diserap sample (Absorbansi tinggi), maka konsentrasi protein
terlarut semakin besar. Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding
spektrofotometri visible, terutama pada bagian preparasi sample.

Namun harus hati-hati juga, karena banyak kemungkinan terjadi interferensi dari senyawa lain selain
analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. Hal ini berpotensi menimbulkan bias pada
hasil analisa.

3. Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan


dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk
alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis,
yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis
paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan
baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna.

4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

Dari namanya sudah bisa dimengerti bahwa spektrofotometri ini berdasar pada penyerapan panjang
gelombang infra merah. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat, pertengahan, dan
jauh. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dan pertengahan yang mempunyai
panjang gelombang 2.5-1000 μm. Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif,
namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya spektro IR digunakan untuk
mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa, terutama senyawa organik. Setiap serapan pada
panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik.

Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang
gelombang. Untuk identifikasi, signal sample akan dibandingkan dengan signal standard. Perlu juga
diketahui bahwa sample untuk metode ini harus dalam bentuk murni. Karena bila tidak, gangguan
dari gugus fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang diperoleh. Terdapat juga satu jenis
spektrofotometri IR lainnya yang berdasar pada penyerapan sinar IR pendek. Spektrofotometri ini di
sebut Near Infrared Spectropgotometry (NIR). Aplikasi NIR banyak digunakan pada industri pakan dan
pangan guna analisa bahan baku yang bersifat rutin dan cepat.

NERACA ANALITIK

November 13, 2012

Alat untuk mengukur berat (terutama yang berukuran kecil) atau alat untuk menimbang suatu
zat. alat ini biasanya diletakkan di laboratorium sebagai alat ukur dalam kegiatan penelitian.

Prinsip kerja neraca analitik

Alat penghitung satuan massa suatu benda dengan teknik digital dan tingkat ketelitian yang
cukup tinggi. Prinsip kerjanya yaitu dengan penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt
dan dilakukan peneraan terlebih dahulu sebelum digunakan kemudian bahan diletakkan pada
neraca lalu dilihat angka yang tertera pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yang
ditimbang.

Manfaat neraca analitik

Alat ini berfungsi untuk menimbang bahan yang akan digunakan untuk membuat media untuk
bakteri, jamur atau media tanam kultur jaringan dan mikrobiologi dalam praktikum dengan
tingkat ketelitian yang tinggi. Jumlah media yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap
konsentrasi zat dalam media sehingga dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam hasil
praktikum

Kekurangan neraca analitik

1. Alat ini memiliki batas maksimal yaitu 1 mg atau 210 g, jika melewati batas tersebut maka
ketelitian perhitungan akanberkurang

2. Tidak dapat menggunakan sumber tegangan listrik yang besar, sehingga harus menggunakan
stavolt. Jika tidak, maka benang di bawah pan akan putus

3. Harga yang mahal

Kelebihan neraca analitik

1. Memiliki tingkat ketelitian yang cukup tinggi dan dapat menimbang zat atau benda sampai
batas 0,0001 g atau 0,1 mg.

2. Penggunaannya tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan timbangan manual, sehingga
lebih efisien dalam hal waktu dan tenaga.

Cara kerja neraca analitik

1. Disiapkan timbangan analitik dalam kondisi seimbang atau water pass (dengan mengatur
sekrup pada kaki neracasehingga gelembung air di water pass tepat berada di tengah).

2. Dibersihkan ruang dalam neraca analitik dengan menggunakan kuas. Piringan neraca dapat
diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan etanol/alkohol.

3. Ditancapkan stop kontak pada stavolt.

4. Ditekan tombol On kemudian tunggu hingga muncul angka 0,0000 g.

5. Dimasukkan alas bahan (gelas arloji, kertas atau benda tipis) dengan membuka kaca tidak
begitu lebar supaya tidakmempengaruhi perhitungan karena neraca analitik ini sangat peka.
6. Ditutup kaca neraca analitik.

7. Ditekan tombol zero supaya perhitungan lebih akurat.

8. Dimasukkan bahan yang akan ditimbang dengan membuka kaca tidak begitu lebar, begitu
pun ketika akan menambahkanatau mengurangi bahan untuk menyesuaikan massa yang
diinginkan.

9. Ditutup kaca.

10. Ditunggu hingga angka di layar monitor neraca analitik tidak berubah-ubah dan sesuai
dengan massa yang diinginkan.

11. Diambil bahan yang telah ditimbang.

12. Ditekan tombol Off hingga tidak ada angka di layar monitor neraca analitik.

13. Dilepas stop kontak dari stavolt.

14. Dibersihkan ruang dalam neraca analitik dengan menggunakan kuas. Piringan neraca dapat
diangkat dan seluruhtimbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan etanol/alkohol

Mikroskop - Jenis,fungsi,bagian, dan cara kerja

Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa cembung yang digunakan untuk
mengamati benda-benda renik (sangat kecil) supaya terlihat lebih besar
JENIS MIKROSKOP :

Mikroskop Biasa
Mikroskop monokuler

Mikroskop Elektron
BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP :

· Lensa Okuler
· Tabung Mikroskop
· Tombol pengatur fokus kasar
· Tombol pengatur fokus halus
· Revolver
· Lensa Objektif
· Lengan Mikroskop
· Meja Preparat
· Penjepit Objek Glass
· Kondensor
· Diafragma
· Reflektor/cermin
· Kaki Mikroskop
Fungsi Dari Bagian Mikroskop :

1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
3. Tombol pengatur fokus kasar
Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik
dengan cepat
4. Tombol pengatur fokus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan lambat
5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3
lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
9. Penjepit Objek Glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam
mikroskop
11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek.
Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu
datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung
tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan
cermin datar.
13. Kaki Mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.
CARA KERJA :

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur
serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk
memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran
daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan
dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh
lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan
pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh
daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

SIFAT BAYANGAN

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis
besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu,
terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat
bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi
diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti
gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop
cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik
dan diperbesar.