Anda di halaman 1dari 3

1.

PERCOBAAN MENENTUKAN KADAR KOTORAN


DALAM PASIR

1.1. MAKSUD
Percobaan ini maksudnya ialah untuk menentukan keadaan kotoran bersifat
lumpur dan memberikan keterangan akan adanya zat-zat organis yang
terkandung dalam pasir.

1.2. PENENTUAN KADAR KOTORAN BERSIFAT LUMPUR


Ada 2 cara : 1. Dengan gelas takaran (by volume)
2. Dengan menimbangt (by weight)
1.2.1. CARA DENGAN GELAS TAKARAN (BY VOLUME)
Alat : Gelas takar (ukur)
Jalannya Percobaan :
1. Ambil suatu gelas ukur diisi 300 ml dengan pasir yang akan
diselidiki.
2. Air dituangkan hingga penuh.
3. Pasir dan air dikocok bersama-sama dan sesudahnya diendapkan,
gelas takar diletakkan selama 24 jam.
4. Bagian yang berat akan turun ke bawah sedangkan yang ringan
akan melayang diatasnya.
5. Dari tebalnya lapisan dapatlah diketahui jumlah kadar kotoran.

1.2.2. CARA DENGAN MENIMBANG (BY WEIGHT)


Alat : Timbangan
Jalannya Percobaan :
1. Ambil sejumlah pasir, dicuci dengan hati-hati.
2. Setelah bahan yang dicuci menjadi kering, tentukan kerugian
dalam prosen.

1.3. PENENTUAN AKAN ADANYA ZAT-ZAT ORGANIS


Alat : Gelas Ukur
Bahan : Larutan 3% NaOH
Jalannya Percobaan :
1. Ambil satu gelas ukur diisi dengan 130 ml pasir.
2. Kemudian dituang larutan 3% NaOH hingga mencapai 200 ml.
3. Pasir dan larutan NaOH dikocok dengan seksama.

LABORATORIUM BETON
UNIVERSITAS TRISAKTI 1
4. Gelas ukur didiamkan selama 24 jam.
5. Setelah itu dilihat warna cairan: jernih, kuning muda, kuning tua,
merah kuning, atau cokelat tua.

Jika warna cairan jernih, kuning muda maka hampir tidak terdapat kotoran
organis didalamnya berarti pasir dapat dipakai.
Warna kuning tua menerangkan bahwa pasir banyak mengandung kotoran
organism aka pasir tidak dapat dipakai, sebab akan mengurangi kekuatan tarik
sebesar 10%  20%. Oleh karena itu sebelum dipakai pasir demikian harus dicuci
dahulu.
Jika warna cairan adalah merah kuning hingga cokelat tua, maka pasir yang
diperiksa itu sama sekali tidak dapat dipakai untuk bangunan beton bertulang,
sebab kemungkinan akan mengalami pengurangan kekuatan sebesar 20% 
100%.

1.4 HASIL PERCOBAAN


1.4.1 By Volume
Volume pasir kotor = 300 ml
Volume pasir bersih = 265 ml
1.4.2 By Weight
Berat pasir kotor = 1000 gr
Berat pasir besrih = 961,4 gr
1.4.3 Penentuan Akan Adanya Zat-Zat Organis
Hasil percobaan diperoleh warna cairan Coklat Tua berarti sifat pasir
sama sekali tidak dapat dipakai untuk bangunan beton bertulang, sebab
kemungkinan akan mengalami pengurangan kekuatan sebesar 20%-
100%.

1.5 HASIL PERHITUNGAN


1.5.1 By Volume
Volume pasir kotor = 300 ml
Volume pasir bersih = 265 ml _

Volume Kotoran = 35 ml
35
Kadar Kotoran = x 100% = 0,116%
300

LABORATORIUM BETON
UNIVERSITAS TRISAKTI 2
1.5.2 By Weight
Berat pasir kotor = 1000 gr
Berat pasir bersih = 961,4 gr _

Berat Kotoran = 38,6 gr


38,6
Kadar Kotoran = x 100% = 3,86%
1000

1.6 KESIMPULAN
1.6.1 Penentuan Kadar Kotoran Bersifat Lumpur
Berdasarkan dua percobaan yang dilakukan, yaitu percobaan By
Volume dan By Weight diperoleh kadar kotoran dalam pasir yaitu
sebagai berikut:
- By Volume = 8,116%
- By Weight = 3,86%

Sebagaimana diisyaratkan bahwa kandungan lumpur yang diizinkan


adalah tidak lebih dari 5% dari berat pasir, maka pasir yang praktikan
uji tersebut tidak perlu dicuci terlebih dahulu apabila akan digunakan
sebagai campuran beton.

1.6.2 Penentuan Adanya Zat Organis


- Berdasarkan hasil pengamatan agregat halus yang praktikan
gunakan untuk objek pengamatan kali ini mengandung bahan
organik. Terbukti dari warna larutan NaOH yang berwarna
Cokelat tua setelah bereaksi dengan agregat halus. Hal tersebut
menunjukkan bahwa agregat halus (pasir) mengandung zat-zat
organis dan sama sekali tidak dapat digunakan untuk bangunan
beton bertulang, karena kemungkinan akan mengalami
pengurangan kekuatan sebesar 20%  10%.
- Kandungan bahan organik dalam agregat halus dapat dihilangkan
dengan cara dicuci dengan air steril yang mengalir, atau dengan
larutan NaOH.

LABORATORIUM BETON
UNIVERSITAS TRISAKTI 3