Anda di halaman 1dari 6

MAJALAH BIAM Vol. 10, No. 1 Juli 2014, Hal.

31-36

PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma sp) MENJADI


PRODUK PENGHARUM RUANGAN AROMATERAPI

PROCESSING (Eucheuma Sp) INTO AIR FRESHENER


AROMATHERAPY PRODUCT

Mozes S.Y. Radiena


Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon Jl. Kebun Cengkeh Ambon
Email : arjunradiena@gmail.com

ABSTRACT

The research about Development of Seaweed Processing Technology (Eucheuma Sp ) into “Freshener Water”
Aromatherapy product has done. The purpose of this research is to develop air freshener aromatherapy of
seaweed into economic value product. Chemical test result showed that air freshener product which used seaweed
as raw material without soaked KOH for several components contained as moisture content, and the strength of
gel has not too much different value. But when we compared with air freshener product that used seaweed as raw
material with KOH soaked, the resulting value will looks different, mainly on the strength of gel. Air freshener
with seaweed as raw material without soaked KOH, the highest gel strength value was 45 gr/cm and the air
freshener with soaked KOH has the highest score 90 gr/cm. Air freshener product that using KOH with the scent
of citrus oils can be used more than a week when mounted on an air condition, and air freshener products without
using chemicals (KOH) only survive less than 1 week.

Keywords : Seaweed, KOH, air freshener, aromatherapy

ABSTRAK

Penelitian tentang Pengembangan Teknologi Pengolahan Rumput Laut (Eucheuma sp) Menjadi Produk
“Pengharum Ruangan” Aromaterapi telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan
produk pengharum aromaterapi dari rumput laut menjadi produk bernilai ekonomis. Hasil uji kimia menunjukan
bahwa pada produk pengharum ruangan yang menggunakan bahan baku rumput laut tanpa rendaman KOH untuk
beberapa komponen yang terkandung, seperti kadar air, dan kekuatan gel mempunyai nilai yang tidak begitu
berbeda jauh. Tetapi jika dibandingkan dengan produk pengharum ruangan yang menggunakan bahan baku
rumput laut dengan rendaman KOH, nilai yang dihasilkan tampak berbeda, terutama pada faktor kekuatan gel.
Pada pengharum ruangan dengan bahan baku rumput laut tanpa rendaman KOH nilai kekuatan gel paling tinggi
adalah 45 gr/cm2, sedangkan pada pengharum ruangan dengan bahan baku rumput laut dengan rendaman KOH
nilai tertinggi adalah 90 gr/cm2. Produk pengharum ruangan yang menggunakan KOH dengan aroma minyak jeruk
dapat bertahan lebih dari 1 (satu) minggu jika dipasang pada pendingin ruangan, sebaliknya produk pengharum
ruangan tanpa menggunakan bahan kimia (KOH) hanya dapat bertahan kurang dari 1 (satu) minggu.

Kata kunci : Rumput laut, KOH, pengharum ruangan, aromaterapi

31
Pengolahan Rumput Laut....(Mozes S.Y. Radiena)

PENDAHULUAN gel pengharum ruangan berfungsi melepaskan


minyak aroma secara perlahan (slow release)
Rumput laut atau makro algae sudah (Hargreaves, 2003).
sejak lama dikenal di Indonesia sebagai Pengharum ruangan dalam bentuk
bahan makanan tambahan, sayuran dan sedian gel dalam penggunaannya lebih praktis
obat tradisional. Rumput laut menghasilkan dan mudah dibandingkan dengan pengharum
senyawa koloid yang disebut fikokoloid yakni ruangan dalam bentuk cair karena harus
agar, algin dan karaginan. Pemanfaatannya disemprot ke ruangan terlebih dahulu. Selain
kemudian berkembang untuk kebutuhan itu, pengharum ruangan dalam bentuk sediaan
bahan baku industri makanan, kosmetik, gel ini lebih mudah dalam hal penyimpanan
farmasi dan kedokteran (Kadi, 2004). dan pengemasannya (Rahmaisni, 2011). Tiga
Rumput laut tergolong tanaman tipe pengharum berasal dari pertimbangan
berderajat rendah, umumnya tumbuh melekat bahwa aroma penutup atau pelindung
pada substrat tertentu, tidak mempunyai mempunyai bau yang lebih lembut, kadang-
akar, batang maupun daun sejati; tetapi kadang membuat inaktif atau bersifat membius
hanya menyerupai batang yang disebut syaraf olfaktori, menurunkan sensitifitas
thallus. Rumput laut tumbuh di alam terhadap bau tidak enak, dan bereaksi jika
dengan melekatkan dirinya pada karang, berpasangan dengan bau tidak enak yang
lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya. spesifik untuk melemahkan gabungan
Selain benda mati, rumput laut pun dapat pengharum dan intensitas bau. Sebagian besar
melekat pada tumbuhan lain secara epifitik parfum yang digunakan dalam praktek adalah
(Anggadireja dkk, 2006). parfum kategori pertama (Rahmaisni, 2011).
Potensi lahan/perairan pengembangan Gel dari karaginan berfungsi sebagai
budidaya rumput laut di Indonesia sekitar pengemulsi minyak pengharum pada bahan
1.110.900 ha. Dimana potensi pengembangan hidrofobik. Karagenan yang dijadikan bahan
rumput laut khususnya Maluku dan Maluku pembuat gel pengharum ruangan berfungsi
Utara sekitar 206.600 ha, merupakan melepaskan minyak aroma secara perlahan
daerah nomor 2 terluas setelah Irian Jaya (slow release) (Hargreaves, 2003). Pada
(501.900 ha) (Kusnendar, 2002). Saat ini produk pengharum ruangan berbentuk gel
di Maluku sedang dikembangkan budidaya dibuat dengan menggunakan karagenan yang
rumput laut di beberapa daerah yaitu di dikombinasikan dengan gum jenis lain serta
perairan Ambon, Seram Bagian Barat garam pembentuk gel (hingga 2.5 % b/b dari
(SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Buru, gum). Kombinasi tersebut mengikat minyak
Maluku Tenggara, Maluku Tenggara pengharum sehingga pelepasan terjadi secara
Barat (MTB) serta Aru (Dinas Kelautan bersamaan dari permukaan gel hingga gel
dan Perikanan Provinsi Maluku, 2007). mengering (Velde dan Ruiter, 2005).
Aromaterapi adalah terapi yang
Air freshener adalah suatu produk menggunakan essential oil atau sari minyak
pengharum ruangan, dimana produk ini murni untuk membantu memperbaiki
biasanya menggunakan agar-agar, karaginan atau menjaga kesehatan, membangkitkan
atau semikaraginan yang berfungsi sebagai semangat, menyegarkan serta menenangkan
gelling agent (pembentuk gel). jiwa raga. Kata “aroma” berarti bau wangi
Salah satu produk yang prospektif atau keharuman dari tumbuhan. Kadang,
dikembangkan dari rumput laut adalah aroma ini bisa kita temukan di halaman
gel pengharum ruangan. Gel pengharum rumah kita sendiri seperti aroma bunga
ruangan atau air freshener merupakan produk melati atau mawar misalnya. Sementara
wewangian berbentuk gel yang menggunakan terapi adalah upaya membangkitkan
karagenan sebagai komponen pembentuk gel. semangat, menyegarkan dan menjaga
32
MAJALAH BIAM Vol. 10, No. 1 Juli 2014, Hal. 31-36

merangsang proses penyembuhan dengan saat kemudian tambahkan essential oil


menggunakan essential oil (Hutasoit, 2002). aroma jeruk sebanyak 5 - 7 tetes, aduk
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan hingga homogen. Masukan ke dalam
produk pengharum ruangan aromaterapi cetakan, tunggu hingga dingin. Setelah
dari rumput laut menjadi produk bernilai itu keluarkan dan kemas dalam kemasan
ekonomis. plastik. Produk pengharum ruangan siap
dianalisa.
METODOLOGI PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bahan & Alat
Bahan-bahan yang digunakan dalam Tabel 1. Hasil Uji Kadar Air Rumput Laut
penelitian ini antara lain : rumput laut Kering
euchema cottonii, air, minyak tanah, kertas
label, essential oil minyak jeruk, essential Parame- Satuan Hasil Metode Uji/Teknik
oil minyak cengkeh dan bahan kimia KOH. ter
Sedangkan peralatan yang digunakan adalah Air % 48,1 SNI. 01-2891-1992, butir 5.1
: kompor, panci ss, sendok kayu, tempat
cetakan, gelas ukur, beker gelas, pipet tetes, Rumput laut kering yang digunakan
plastik kemasan dan timbangan. dalam penelitian adalah jenis Eucheuma
cottonii. Data Tabel 1 diatas, merupakan hasil
Prosedur Kerja uji kadar air dari rumput laut kering yang di
uji pada laboratorium Balai Besar Industri
1. Pembuatan gel pengharum ruangan Agro Bogor sebelum diolah menjadi produk
aroma jeruk tanpa perendaman KOH pengharum ruangan. Sedangkan setelah
sebagai berikut : diolah menjadi produk pengharum ruangan
• Sebanyak 50 gr rumput laut kering tanpa terjadi peningkatan kadar air yang cukup
perendaman KOH, dicuci bersih lalu tinggi disebabkan karena adanya proses
dimasak dengar air 500 ml selama 10 – 15 pengolahan lanjutan seperti terlihat pada data
menit sambil diaduk sampai mengental. hasil uji Tabel 2.
Setelah itu diangkat dan saring dalam
wadah beker gelas. di diamkan beberapa Tabel 2. Hasil Uji Pengharum Ruangan
Tanpa Menggunakan
saat, kemudian tambahkan essential oil Bahan Kimia
aroma jeruk sebanyak 5 - 7 tetes, aduk
hingga homogen. Masukan ke dalam No. Parameter Kode Acuan

cetakan, tunggu hingga dingin. Setelah AJ 10 AJ 15


itu keluarkan dan kemas dalam kemasan 1. Kadar Air 97,19 % 98,19 % SNI.01-
plastik. Produk pengharum ruangan siap 2891-1992
2. Kekuatan 45.00 gr/cm2 40,00 gr/cm2 AOAC
dianalisa. Gel

Keterangan :
2. Pembuatan gel pengharum ruangan AJ : Aroma Jeruk
aroma jeruk dengan perendaman Pada Tabel 2 diatas, menunjukkan
KOH sebagai berikut : bahwa antara rumput laut dengan komposisi 1
• Sebanyak 50 gr rumput laut kering yang : 10 dengan 1 : 15 terlihat perbandingan nilai
sudah direndam KOH, dicuci bersih lalu yang tidak begitu jauh antara komponen yang
dimasak dengan air 500 ml selama 10 – 15 diuji khususnya pada parameter kadar air.
menit sambil diaduk sampai mengental. Kadar air tertinggi terdapat pada pengharum
Setelah itu diangkat dan saring dalam ruangan aroma jeruk dengan perbandingan
wadah beker gelas. Diamkan beberapa-
33
Pengolahan Rumput Laut....(Mozes S.Y. Radiena)

10 adalah 97,19 %. Hal ini menunjukkan rendaman KOH dengan rumput laut tanpa
bahwa produk pengharum ruangan tanpa rendaman KOH, sangat terlihat pada faktor
menggunakan bahan kimia memiliki kadar kekuatan gel sedangkan untuk faktor yang
air cukup tinggi sehingga dapat berpengaruh lain nilainya tidak begitu terlihat mencolok
terhadap masa simpan dari produk tersebut perbedaannya. Hal ini disebabkan karena
yang lebih cepat meleleh dan tidak tahan lama. KOH mempunyai sifat mengikat air dalam
Selanjutnya pada parameter kekuatan gel rumput laut yang cukup baik sehingga pada
tertinggi terdapat pada pengharum ruangan tahap pemasakan adonan untuk pembuatan
aroma jeruk dengan perbandingan 1 : 10 yaitu produk pengharum ruangan menjadi sangat
sebesar 45.00 gr/cm2. Hal ini menunjukkan bersifat kenyal. Pada Tabel 3 juga terlihat
bahwa produk pengharum ruangan tanpa nilai kadar air lebih kecil daripada Tabel 2,
menggunakan bahan kimia memiliki kekuatan ini membuktikan bahwa dengan penggunaan
elastisitas yang cukup baik walaupun masih KOH membuat penyerapan kadar air menjadi
mengandung kadar air yang cukup tinggi lebih kecil.

Tabel 3. Hasil Uji Pengharum Ruangan Hasil Uji Coba Pengharum Ruangan
Dengan Menggunakan Bahan
Kimia Pada penelitian ini, pengharum ruangan
yang dihasilkan dilakukan uji secara
No. Parame- Kode Acuan organoleptik yaitu uji yang meliputi
ter
KOHAJ 10 KOHAJ 15 panca indera, dalam hal ini adalah aroma/
1. Kadar Air 94,52 % 96,07 % SNI.01- bau. Adapun hal-hal yang mempengaruhi
2891-1992 kualitas pengharum ruangan tersebut
2. Kekuatan 60.00 gr/cm2 90.00 gr/cm2 AOAC
Gel
adalah pada proses pembuatan. Penggunaan
Keterangan : alkohol pada zat wewangian adalah sebagai
KOHAJ : Aroma Jeruk zat pengikat bahan pewangi, sehingga
apabila konsentrasi tinggi maka aroma
Pada Tabel 3, menunjukkan bahwa hasil dari wewangian akan semakin kuat.
uji pengharum ruangan rumput laut yang Aroma (odor/bau) adalah uap atau
direndam KOH memiliki kadar air tertinggi molekul yang dapat dikenali bila menyentuh
yaitu pada pengharum ruangan aroma jeruk silia sel pada manusia dan diteruskan ke
dengan perbandingan 1 : 15, yaitu 96,07 %, otak dalam bentuk impuls listrik. Kadar
berbeda dengan kadar air pada pengharum yang ditangkap juga bisa sangat rendah,
ruangan aroma jeruk perbandingan 1 : 10 misalnya bau vanillin dengan konsentrasi
yaitu 94,52 %, meskipun pada bahan baku 2x10-10 mLg per liter udara. Manusia
rumput kering sudah dilakukan perendaman mampu mendeteksi dan membedakan
menggunakan bahan kimia (KOH) masih lebih kurang 16 juta jenis bau dan ini lebih
cukup tinggi dan tidak berbeda jauh dengan kecil bila dibandingkan dengan indera
produk pengharum ruangan yang tanpa penciuman hewan. Bau tidak tergantung pada
menggunakan bahan kimia yaitu 98,19 % pada penglihatan, pendengaran dan sentuhan. (Cut
perlakuan 1 : 15. Sedangkan untuk parameter Fatimah Zuhra, 2006. Flavor (cita rasa). 2006.
kekuatan gel yang menggunakan bahan kimia (http://file.upi.edu/direktori/fptk/jur._pend._
(KOH), menunjukkan bahwa perlakuan kesejahteraan_keluarga/197807162006042-
KOHAJ dengan perbandingan 1 : 15 pada ai_mahmudatussa%27adah/cita_
produk pengharum ruangan aroma jeruk yang rasa.pdf). 19 Desember 2012).
mempunyai nilai tertinggi yaitu 90.00 gr/cm2. Pada umumnya bau yang diterima oleh
hidung dan otak lebih banyak merupakan
berbagai ramuan atau campuran 4 (empat)
34
MAJALAH BIAM Vol. 10, No. 1 Juli 2014, Hal. 31-36

hangus. Indera penciuman sangat sensitif dilakukan perendaman KOH memiliki


terhadap bau, kecepatan timbulnya bau lebih kadar air lebih tinggi dibandingkan produk
kurang 0,18 detik, dan kepekaan indera air freshener yang menggunakan bahan
penciuman diperkirakan kurang 1% setiap baku rumput laut yang menggunakan
pertambahan umur satu tahun. KOH
Ketepatan daya penciuman terhadap 2. Produk pengharum ruangan yang meng-
bau dapat terjadi dengan cepat, misalnya gunakan KOH dengan aroma minyak
orang yang belum terbiasa menghirup gas jeruk dapat bertahan lebih dari 1 (satu)
H2S akan segera mengenalnya, sebaliknya minggu jika dipasang pada air conditioner
seseorang yang setiap hari bekerja di (AC), sebaliknya produk pengharum
laboratorium tidak akan segera mengenalnya ruangan tanpa menggunakan bahan kimia
meskipun konsentrasi H2S di udara cukup (KOH) hanya dapat bertahan kurang dari
tinggi. 1 (satu) minggu.
Pada penelitian ini, pengharum ruangan
juga diuji cobakan dengan cara dipasang SARAN
sebagai alat pengharum ruangan pada air Perlu dilakukan penelitian lanjutan
conditioner (AC) pada beberapa ruangan untuk menghilangkan bau dari rumput laut
kantor. Untuk pengharum ruangan aroma serta penggunaan alkohol sebagai pengikat
jeruk, yang memiliki perbandingan campuran aroma dari produk air freshener sehingga
yang lebih tinggi, lebih lama hilang baunya, aroma yang diinginkan dapat bertahan lebih
sedangkan yang memiliki perbandingan lama.
rendah dalam campurannya, lebih cepat
hilang baunya. UCAPAN TERIMAKASIH
Hasil uji coba menunjukkan bahwa Terima kasih penulis sampaikan
aroma dari pengharum ruangan tanpa KOH kepada Kepala Baristand Industri Ambon
hanya bertahan kurang dari 1 minggu, yang telah menyediakan anggaran melalui
sedangkan pengharum ruangan yang DIPA Baristand Industri Ambon, untuk
menggunakan KOH aromanya dapat bertahan pelaksanaan penelitian ini.
lebih dari 1 minggu. Hal ini dimungkinkan
karena rumput laut sebagai bahan baku DAFTAR PUSTAKA
pembuatan produk pengharum ruangan
yang digunakan tanpa perendaman dengan Anggadireja, J.T., A. Zatmika., H. Purwanto
KOH, akan lebih cepat mencair karena dan Sri Istini. 2006. Rumput Laut,
jumlah kadar air dalam produk masih cukup Pembudidayaan, Pengelolaan dan
tinggi. Berbeda dengan produk pengharum Pemasaran Komoditas Perikanan
ruangan dari rumput laut yang direndam Potensial Penebar Swadaya. Jakarta
dengan KOH, karena seperti dijelaskan .
diatas tadi, bahwa sifat kimia dari dalam Cut Fatimah Zuhra, 2006. Flavor (cita rasa).
bahan sehingga produk pengharum ruangan 2006. Karya Ilmiah. Departemen
dapat disimpan dalam waktu yang lama. Kimia Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam.
KESIMPULAN Universitas SumateraUtara.
http://file.upi.edu/direktori/
Penelitian yang telah dilakukan dapat f p t k / j u r. _ p e n d . _ k e s e j a h t e r a a n _
disimpulkan bahwa : keluarga/197807162006042ai_
mahmudatussa%27adah/cita_rasa.pdf
1. Produk pengharum ruangan yang [19 Desember 2012].
menggunakan bahan baku rumput laut tanpa
35
Pengolahan Rumput Laut....(Mozes S.Y. Radiena)

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi


Maluku. 2007. Buku Tahunan Statistik
Perikanan Provinsi Maluku Tahun
2007. DKP Provinsi Maluku. Ambon.

Hargreaves T. 2003. Chemical Formulation:


An Overview of Surfactant-Based
Preparations Used In Everyday Life.
Royal Society of Chemistry Press.

Hutasoit, A.I 2002. Panduan Praktis Aroma


therapy Untuk Pemula. PT. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.

Kadi, A. 2004. Potensi Rumput Laut Dibeber


apa Perairan Pantai Indonesia. Oseana,
Volume XXIX, Nomor 4, Tahun 2004
: 25-36.

Kusnendar, E. 2002. Strategi Pengembangan


Budidaya Rumput Laut. Pusat Riset
Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan Jakarta.

Rahmaisni, A. 2011. Aplikasi Minyak Atsiri


Pada Produk Gel Pengharum Ruangan
Anti Serangga. Skripsi. Fakultas
Teknologi Pertanian. Institut Pertanian
Bogor, Jawa Barat. Indonesia.

Van de Velde F, De Ruiter GA. 2005. Carra


geenan. Steinbüchel A dan Rhee SK,
editor. Didalam Polysaccharides and
Polyamides in the Food Industry. Vol 1.
Weinheim: Wiley-VCH Verlag GmbH
and Co. KGaA.

36