Anda di halaman 1dari 6

Tugas Kelompok ke-2

(Minggu 4 / Sesi 4)

Essay
1. Mengapa dikatakan bahwa penting untuk melakukan pendeteksian fraud secara
proaktif?
Jawab:
Hal ini dikarekan pendeteksian fraud secara proaktif merupakan tahap awal untuk
mencegah dengan gencar terjadinya kecurangan pada suatu bisnis, hal tersebut
disebabkan oleh tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi dalam suatu perusahaan.

2. Apakah perbedaan antara anomali (anomalies) dan kecurangan (fraud)?


Jawab:
Anomalies merupakan suatu keanehan, keganjilan atau penyimpangan dari keadaan
biasa/normal atau juga berbeda dari kondisi umum pada suatu kejadian yang dicurigai
bisa ada terjadinya kecurangan, sedangkan fraud adalah sekumpulan tindakan yang
tidak diizinkan seperti tindakan curang, yang dilakukan sedemikian rupa dan
melanggar hukum sehingga menguntungkan diri sendiri atau kelompok atau
merugikan pihak lain.
Anomali akuntansi terkait dengan kesalahan yang tidak sengaja terjadi atau karena
adanya error atau kerusakan sebuah sistem. Sebagai contoh, tagihan dapat tercetak
dua kali dikarenakan terjadinya kerusakan printer. Keanehan akuntansi ini biasanya
terjadi secara berulang dan bisa dilacak alasan penyebabnya. Beda dengan
kecurangan, yang biasanya terjadi hanya satu atau dua kali dan melibatkan orang-
orang yang cerdas namun lihai dalam menutupi kebohongannya. Ini yang membuat
kecurangan sulit untuk dideteksi–ibaratnya seperti mencari peniti pada tumpukan
jerami. Fokus pada audit umum adalah menemukan suatu anomali – sehingga model
pengambilan sampel yang dilakukan juga didasarkan atas suatu teknik analisis statistis
yang terstruktur. Teknik tersebut, sulit diterapkan untuk mendeteksi kecurangan,
bahkan sering kali investigator harus memeriksa semua populasi untuk mendapatkan
temuan kecurangan.

0184F – Audit Atas Kecurangan


3. Apakah keuntungan menggunakan analisa statistik/statistical analysis dalam
mendeteksi fraud?
Case
4. Carven Inc mempekerjakan anda sebagai seorang konsultan untuk
mengimplementasikan pendeteksian fraud yang berhubungan dengan program
pendeteksian fraud berbasis data di perusahaan. Susan Carven menugaskan anda
untuk memberikan presentasi kepada beberapa eksekutif di perusahaan mengenai
pendekatan fraud berbasis data.
a. Apakah keunggulan dan kelemahan dari pendekatan basis data (data driven
approach) ini?

Kelebihan Sistem Basis Data antara lain :

1. Kecepatan dan kemudahan (speed)


Dengan menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat
dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan
perhitungan dengan metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi
akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.
2. Kebersamaan pemakai
Sebuah basis data dapat digunakan oleh banyak user san banyak aplikasi. Untuk data-data
yang diperlukan oleh banyak orang/bagian. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing
bagian, tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama. Misalnya data mahasiswa
dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan oleh banyak bagian, diantaranya: bagian akademik,
bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, dan perpustakaan. Tidak harus semua bagian ini
memiliki catatan dan semua bagian bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya.
3. Pemusatan control data
karena cukup dengan satu basis data unutk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data
juga cukup dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya,
maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu
basis data.
4. Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan pemakain bersama, kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai
tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang
dimilikioleh sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan basis data yang benar, kita akan
menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.
5. Keakuratan (Accuracy)

0184F – Audit Atas Kecurangan


Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara
data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
6. Ketersediaan (availability)
Dengan basis data kita dapat mem-backup data, memilah-milah data mana yang masih
diperlukan dan data mana yang perlu kita simpan ke tempat lain. Hal ini mengingat pertumbuhan
transaksi suatu organisasi dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin
besar.

7. Keamanan (Security)
Kebanyakan DBMS dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak
akses yang berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. Basis data bisa diberikan
passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya.
8. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Pengguna basis data merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Dengan adanya
basis data pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS, sehingga pembuatan
aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data, tetapi cukup mengatur interface untuk
pengguna.
9. Pemakaian secara langsung
Basis data memiliki fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang
disediakan oleh DBMS. Untuk melihat data, langsung ke table ataupun menggunakan query.
Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli, atau database
administrator.
10. Kebebasan data (Data Independence)
Jika sebuah program telah selesai dibuat, dan ternyata ada perubahan isi/struktur data.
Maka dengan basis data, perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus
membongkar kembali program aplikasinya.

Kekurangan Sistem Basis Data antara lain :

1. Lebih Mahal
Sistem basis data membutuhkan sumber daya yang tinggi, terlebih untuk melakukan perawatan
secara berkala.
2. Proses back up cukup memakan waktu.
Sistem basis data mencakup banyak file, sehingga jika dilakukan back up akan menghabiskan
waktu.
3. Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi.
Kesalahan dalam mengakses bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama oleh sembarang
pengguna.
4. Sistem lebih rumit, sehingga memerlukan tenaga spesial.
Sistem basis data sangat kompleks, tidak sembarang orang bisa menanganinya. Terutama dengan
berbagai macam resiko, sehingga hanya orang ahli yang hanya bisa menanganinya.

0184F – Audit Atas Kecurangan


b. Apakah perbedaan data driven approach dengan sistem trasional?

Sistem File Tradisional

Record-record yang disimpan dalam file dan disimpan dengan cara terpisah. Dimana masing-
masing file diperuntukkan hanya untuk satu program file aplikasi saja. Sistem ini disebut juga
dengan Sistem Pemrosesan File

Keterbatasan Sistem File Tradisional

1. Kerangkapan data(Redundansi data) dan Inkonsistensi data


2. Kesukaran dalam mengakses data
3. Data terisolir
4. Data dependence
5. Keamanan data
6. Sistem Basis Data

Suatu kumpulan file-file yang mempunyai keterkaitan antara satu file dengan file lainnya.

Keterbatasan Sistem Basis Data

1. Memerlukan tenaga ahli


2. Perangkat lunak mahal
3. Butuh daya listrik yang besar
4. Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi
5. Prosedur backup dan recovery sulit
6. Pemeliharaannya butuh waktu lama karena ukurannya besar

5. Sebuah perusahaan manufaktur yang cukup besar merekrut anda sebagai seorang
spesialis di bidang pendeteksian fraud. Pada hari pertama bekerja, atasan anda
menanyakan hal ini kepada anda:
a. Apakah yang disebut dengan Benford’s Law?

0184F – Audit Atas Kecurangan


Benford’s Law (kaidah atau hukum Benford), adalah sebuah hukum yang
dapat memperkirakan frekuensi kemunculan sebuah angka dalam
serangkaian data numerik. Jika data numerik tersebut dihasilkan tanpa
ada unsur kesengajaan, maka frekuensi kemunculan angka tersebut akan
sesuai 4 dengan harapan frekuensi dalam Benford’s Law. Sebaliknya, jika
ada unsur kesengajaan oleh manusia untuk menciptakan sebuah kombinasi
angka dan dimasukkan dalam sebuah data set. adalah analisis yang
mengatakan bahwa secara umum dan internasional dalam sebuah populasi,
angka yang berawalan 1,2, dan 3 akan berjumlah lebih banyak dari angka
yang berawalan 7,8, dan 9.

b. Pada situasi manakah Benford’s law dapat diterapkan?


Benford’s Law ini dapat diterapkan secara efektif, angka-angka dalam satu
populasi tersebut harus memenuhi beberapa syarat:
1. Tidak ada batas bawah angka tertentu
2. Lebih banyak nilai/angka-angka yang kecil daripada yang besar (misalnya
lebih banyak satuan, puluhan, dan ratusan daripada ratusan ribuan atau
puluhan juta)
3. Minimal 1000 data
4. Merupakan angka yang ‘natural’ (bukan daftar angka-angka berupa nomor
telepon, KTP, NPWP, dan sejenisnya)
5. Berasal dari transaksi yang mirip/serupa (misalnya, data jumlah pembelian
per-konsumen di bulan tertentu)

6. Dennis Jones, seorang teman lama di kampus, menghubungi Anda minggu lalu.
Dennis memiliki beberapa usaha pencucian mobil, dan ia percaya bahwa penipuan
laporan keuangan yang mungkin terjadi. (Dia membayar bonus pada setiap manajer
cuci mobil jika suatu tingkat tertentu laba diperoleh dan khawatir bahwa terdapat
beberapa manajer yang melebih-lebihkan laba untuk mendapatkan bonus lebih tinggi).
Dennis datang hari ini untuk melihat apakah Anda dapat membantu dia menentukan

jika kecurigaannya adalah valid. Dia membawa serta laporan keuangan untuk setiap
cuci mobil (laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas) untuk lima tahun terakhir

7. Perusahaan Tucker Inc mempunyai sistem pengendalian intern yang buruk, ada
indikasi fraud yang dilakukan dengan supplier dan buyer . Perusahaan bergerak di
bidang manufaktur produk furniture yang terbuat dari kayu. Perusahaan awalnya
memperoleh profit yang cukup bagus, tetapi belakangan ini mengalami

0184F – Audit Atas Kecurangan


penurunan.Setelah diselidiki ada kemungkinan fraud yang berasal dari departemen
purchasing. Berikut ini adalah beberapa contoh sampel acak daftar transaksi antara
purchasing dengan vendor:

0184F – Audit Atas Kecurangan