Anda di halaman 1dari 7

BLOK METODOLOGI PENELITIAN MAKALAH

05 DESEMBER 2015

UJI McNEMAR

Disusun oleh:

Kelompok 6
Yitkel N. Hetharie (2013-83-020)
Zwesty A. Salhuteru (2013-83-063)
Marselno Tatipikalawan (2014-83-004)
Evan C. Oetma (2014-83-023)

Dosen pengampuh:

Prof. Dr. T.G. Ratumanan, M.Pd

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS PATTIMURA

AMBON

2015
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Metode statistik yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan metodeparametrik


(seperti t-test, z test, Anova, regresi, dan lainnya) dengan menggunakan parameter-parameter
seperti Mean, Median, Standart Deviasi, Varians, dan lainnya. Metode ini hanya dapat dilakukan
jika beberapa syarat dipenuhi, antara lain sampel yang akan dipakai untuk analisa haruslah
berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal atau jumlah
data sangat sedikit serta level data adalah nominal atau ordinal, maka perlu digunakan alternatif
metode-metode statistik yang tidak harus memakai suatu parmeter tertentu seperti Mean, standar
deviasi, variansi, dan lain-lainnya. Metode ini disebut sebagai metode statistik non parametrik.

Dalam ilmu statistika Uji nonparametrik umumnya digunakan untuk menggantikan uji
parametrik ketika asumsi tentang populasi yang diteliti dipertanyakan. Sebagai contoh, ketika
membandingkan dua sample independen, uji Wicoxon Mann-Whitney tidak mengasumsikan jika
perbedaan antara dua sampel terdistribusi normal, sedangkan asumsi parametrik menyimpulkan
sebaliknya, dilakukan uji t-test. Uji nonparametrik mungkin, dan sering , lebih kuat dalam
mendeteksi perbedaan populasi ketika asumsi tertentu tidak memuaskan,"(Valerie J Easton dan
John H Mc Coll). Salah satu contoh uji non parametric adalah uji mcnerman.

Uji McNemar digunakan untuk penelitian yang membandingkan sebelum dan sesudah
peristiwa/treatment di mana tiap objek digunakan pengontrol dirinya sendiri. Uji ini dilakukan
pada 2 sampel yang berhubungan, skala pengukurannya berjenis nominal (binary respons) dan
untuk crostabulasi data 2 x 2. Selain itu uji mcnemar digunakan untuk menemukan perubahan-
perubahan dalam proporsi bagi sampel-sampel yang berhubungan. Uji ini sering digunakan
dalam rancangan percobaan sebelum dan sesudah yang telah di jelaskan sebelumnya. Dengan uji
McNemar dapat dianalisis perubahan untuk mengetahui apakah peruabahan dalam kedua arah
berkemungkinan sama.
BAB II
PEMBAHASAN

Uraian Materi

A. Pengertian dan pengujian uji 2 sampel berpasangan


a) Uji hipotesis untung menguji ada/tidak perbedaan signifikan antara nilai variabel dari 2
sampel yang berpasangan/dependen
b) Rancangan penilaian berbentuk “pre-post”
c) Hipotesis penelitian membandingkan nilai sebelum dan sesudah “intervensi”.

B. Fungsi Pengujian
a) Untuk uji signifikansi perubahan atau pergeseran yang dijelaskan melalui rancangan
sebelum dan sesudah. Dengan demikian pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu
sebelum adanya perlakuan dan sesudahnya. Dalam hal ini individu juga berposisi
sebagai pengontrol bagi dirinya sendiri.
b) Dapat digunakan untuk uji efektivitas suatu perlakuan (treatment). Artinya jika
perubahan terjadi maka perubahan itu terjadi semata hanya karena adanya perlakuan
dimaksud.

C. Asumsi

Tes ini berhadapan dengan dua sampel berkorelasi / berhubungan

a) Setiap elemen sampel memiliki 2 keadaan yaitu sebelum adanya perlakuan dan
sesudahnya. Dalam kondisi seperti ini tiap individu berposisi sebagai pengontrol bagi
dirinya sendiri.
b) Data hasil pengukuran paling rendah berskala nominal yang terbagi/ dipilah menjadi
2 (dikhotomi).
D. Metode analisis
2
(𝑎−𝑏)
2
Rumus :𝑋 =
𝑎+𝑏
• Diambil sampel 22 orang laki-laki dewasa. Akan dilakukan pengukuran terhadap
tekanan nadi. Mereka diminta untuk melakukan olahraga ringan.
• Kode 1 = tekanan nadi normal = 60-100x/menit
• Kode 2 = tekanan nadi tidak normal (>100)
• Data di ambil sebelum dan sesudah dilakukan olahraga.
• Ingin diketahui apakah terdapat perbedaan atau perubahan tekanan nadi setelah dilakukan
olahraga
• Bagaimana keputusan hipotesisnya jika menggunakan derajat kepercayaan 95 % dan
derajat signifikansi 5 % ?
• Data sebagai berikut :

Contoh

Sampel ke- Pre- Post- Sampel Pre- Post-

exc exc ke- exc exc


1 1 2 12 1 1

2 2 2 13 1 2

3 1 2 14 2 1

4 2 2 15 2 2

5 1 2 16 1 1

6 1 2 17 1 2

7 1 2 18 1 2

8 2 1 19 1 2

9 2 2 20 2 2

10 1 2 21 1 2
11 1 2 22 1 2

Data sebagai berikut :

Post exc

Pre exc - + Total

+ 13 2 15

- 5 2 7

Total 15 7 22

2
(13 − 2)2 121
𝑋 = = = 8,07
13 + 2 15

𝑑𝑓 = (𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠 − 1)(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 − 1) = 1


Untuk uji McNemar, df selalu 1 karena digunakan crosstabulasi 2 x 2

Hasil:

Bandingkan nilai X2 hitung di atas dengan nilai X2 pada tabel nilai chi square . Dengan CI
=95%, α = 5% (0,05) dan df=1

Maka diperoleh nilai X2 tabel = 3,84

Karena X2 hitung < nilai X2 tabel  8,07 > 3,84, maka HO ditolak sehingga Ha diterima

Maka adanya perbedaan tekanan nadi antara sebelum dan setelah olahraga yang signifikan
sehingga terjadi perubahan tekanan nadi normal menjadi takikardi
DAFTAR PUSTAKA

1. Supardi. Aplikasi statistika dalam penelitian: konsep statistika yang lebih komprehensif.
Jakarta: Change Publication, 2013
2. Lukiastuti F, Muliawan H. Statistika non parametris: aplikasinya dalam bidang ekonomi
dan bisnis. Jakarta: CAPS, 2012