Anda di halaman 1dari 4

Gelombang ultrasonik

Gelombang ultrasonik termasuk dalam kelompok getaran yang melibatkan gaya – gaya mekanik selama
melakukan pelajaran dalam suatu medium. Akibatnya gelombang ini tergantung pada elastisitas
medium penjalarnya. Fenomena ini terlihat pada perubahan panjang gelombang, jika gelombang
ultrasonic tersebut dijalarkan pada medium yang berbeda elastisitasnya.

Sebagai ilustrasi, gelombang suara sesungguhnya dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu, gelombang
infrasonic dengan selang frekuensi < 20Hz, gelombang sonic, dengan frekuensi 20 Hz – 20 kHz dan
gelombng ultrasonic dengan frekuensi > 20 kHz.

Salah satu sifat mekanik batuan adalah rambang gelombang ultrasonic. Untuk mengukur cepat rambang
gelombang ultrasonic pada contoh batuan yang diuji kuat tekan dan dilakukan sebelum uji kuat tekan di
lakukan. Prosedur untuk melakukan uji cepat rambang gelombang ultrasonic merujuk kepada ISRM
(1981)

Metode yang paling populer dalam pengukuran kecepatan rambang gelombang ultrasonic adalah
memberikan pulsa pada salah satu ujung contoh batuan dengan tranduser Kristal piezoelektrik dan
getaran diterima oleh tranduser Kristal pada kedua ujung lainnya dari contoh batuan. Dalam pengujian
ini biasanya mengunakan dua macam tranduser masing masing untuk gelombang gelombang primer
(Vlp ) dan gelombang sekunder ( Vls )

Prinsip pengujian ini adalah mengukur waktu yang ditempuh gelombang untuk merambat melalui
contoh batuan dengan menggunakan alat PUNDIT ( portable unit non-destruktive digital tester) lalu
kecepatan rambat gelombang ultrasonic ditentukan dengan membagi panjang contoh batuan dengan
waktu tempuh tersebut, PUNDIT dapat dihubungkan dengan oskiloskop, dan waktu perambatan
gelombang ditentukan dengan mengukur perbedaan phase yang terlihat dalam oskiloskop. Cara kerja
PUNDIT dalam mengukur waktu perambatan gelombang dapat dilihat pada gambar I. setelah masing-
masing Vp dan Vs diperoleh maka Modulus Elastik Dinamik dan Nisbah Poisson dinamik dapat dihitung
dengan meggunakan persamaan berikut:

𝐿 𝐿
Vp = dan Vs =
𝑡𝑝 𝑡𝑠

Modulus geser dinyatakan dengan persamaan berikut:

G = ρ. Vs2

Modulus Young Dinamik – E= 2 (1+v) G

Konstanta Lame – λ = ρ ( Vp2 – 2 Vs2)

Modulus Ruah – K = (ρ/3) (3Vp2 – 4 Vs2)


Nisbah Poisson Dinamik = v =

Keterangan :

L = panjang contoh batuan yang diuji (m)

Vp = cepat rambat gelombang ultrasonik tekan (m/s)

Vs = cepat rambat gelombang ultrasonik geser (m/s)

Ρ = bobot isi (gram/cc)

tp = waktu tempuh gelombang ultrasonik tekan merambat sepanjang contoh (detik)

ts = waktu tempuh gelombang ultrasonik geser merambat sepanjang contoh (detik)

Gambar I
Gambar II

Pengujian cepat rambat gelombang ultrasonic juga dapat dilakukan pada uji triaksial seperti
pada uji triaksial seperti diperlihatkan pada gambar 3. Tampak pada gambar tersebut bahwa
transduser dimasukkan ke dalam wadah besi untuk melindungi dari masuknya oli tekanan
pemampatan.

Kecepatan rambat gelombang ultrasonik dapat dijadikan indeks derajat retakan atau rekahan
dalam contoh batuan. Lama dan Vutukuri (1978) menemukan bahwa kecepatan rambat
gelombang ultrasonik dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : tipe batuan, komposisi
ukuran dan butir, bobot isi, kandungan air dan porositas, temperatur, dan kehadiran bidang
lemah, anisotropi, dan tingkat tekanan.
Kahraman (2001) memberikan hubungan non-linear antara o c dan Vp denagn menggunakan
variasi contoh batuan dari penelitiannya Goktan & Wade dkk. Sehingga lebih andal untuk
prediksi UCS dari data Vp. beberapa hubungan penentuan UCS dan Vp berikut ini.

Referensi Persamaan Tipe Batuan


Goktan (1988) o c = 0,036 Vp* - 31,18 Batuan sedimen
Wade dkk. (1993) o c = 0,055 Vp* - 91,44 -
Batuan beku, batuan
Kahraman (2001) o c = 9,95 Vp 1,21
sedimen, batuan metamorf

Gardner dkk, (1974) mempresentasikan hubungan antara bobot isi total dan kecepatan
gelombang seismik dalam batuan sedimen sebagai berikut.

ρ = 1,74 Vp0,25

ρ = bobot isi batuan (gram/cm3)

Vp = kecepatan gelombang tekan (km/s)