Anda di halaman 1dari 6

BAB III

ROLE PLAY INTERVENSI KRISIS DAN BENCANA

Nama Pemeran:

 Dini Islami = Perawat

 Febrio Esa Putra = Dokter

 Indah Wulan Yuli = Keluarga pasien

 Pramalia Puji Astuti = Pasien

 Qorry Ramadhania = Perawat

Ny.Puji berusia 19 tahun,pekerjaan sebelumnya bekerja di sebuah toko. Ia mengalami


kecelakaan, yaitu terjatuh dengan kendaraan saat menuju tempat kerjanya. Oleh karena itu
keluarganya membawa klien ke rumah sakit.Karena kondisi tangan kanannya yang tidak
memungkinkan dan keadaan lukanya cukup parah maka tangan kanannya harus diamputasi.

Pagi itu ada dua orang perawat datang ke ruangan Ny Puji

Perawat Qorry : Selamat pagi Dek..

Ny Puji : (hanya terdiam menatap perawat)

Perawat Qorry : Adek kan belum makan pagi,mari saya bantu untuk makan ya dek?

Ny. Puji : (memalingkan wajahnya dari perawat)

Perawat Dini : Adek kenapa? Adek kan harus makan agar adek tidak lemas.

Ny.Puji : (tetap terdiam dan tiba-tiba menangis)

Perawat Qorry : Kenapa adek menangis? adek cerita saja apa yang adek rasakan sekarang.

Ny Puji : Suster tidak mengerti perasaan saya,suster tidak tahu kan betapa menderitanya saya
sekarang ini,hidup dengan satu tangan seperti saya !!!!!

Perawat Dini : Iya dek,saya paham dengan apa yang adek rasakan.

1
Ny. Puji : (masih tetap menangis)

Perawat Qorry : Sabar ya dek.. semua pasti ada hikmahnya.

Ny Puji : saya sedih sus, saya hanya jadi beban untuk keluarga saya. Saya benar-benar tidak
berguna.

Perawat Dini : Adek tidak boleh seperti itu. Adek harus tegar untuk menghadapi semua itu.
Saya yakin adek dapat melakukannya dan melewati cobaan ini. Sekarang saya bantu untuk
makan ya dek.

Ny Puji : Baiklah sus.

Tiba-tiba Ibu pasien datang untuk menjenguk pasien.

Indah : Pagi Sus, bagaimana keadaan anak saya sekarang?

Perawat Dini : Sudah lebih membaik saat ini.

Indah : Sus, tolong berikan pengarahan pada anak saya, agar dia semangat kembali.

Perawat Dini : Iya kami akan berusaha tapi kami juga butuh bantuan dari ibu dan keluarga
untuk memberi support untuk Adek Puji.

Indah : Baik Sus, terima kasih Sus,bisa saya bicara sebentar?

Perawat Dini : Ya bisa bu,mari bicara diluar bu.

Perawat Dini segera keluar dan berbicara dengan Ibu klien di luar ruangan.

Indah : Sebenarnya apa yang terjadi pada anak saya sus? Akhir-akhir ini dia sangat
sensitif dan sering murung?

Perawat Dini : Maaf bu, bukan kewenangan saya untuk memberi tahu keadaan pasien. Nanti
akan saya diskusikan dulu dengan dokter ya bu.

Indah : Ya sudah sus,terima kasih.

Ibu klien kembali masuk ke ruangan.

2
Perawat Qorry : Baiklah bu,sekarang adek sudah selesai makan. Nanti siang saya akan
kembali untuk mengantarkan makan siang ya bu.

Indah : Ya sus,terima kasih.

Sementara itu perawat segera ke ruang dokter untuk mendiskusikan keadaan Ny.Puji

Perawat Dini : Selamat siang dok,

Dokter Rio : Selamat siang,

Perawat Dini : Saya akan melaporkan kondisi Ny Puji dok,sejauh ini kondisinya baik,namun
kejiwaannya masih belum stabil. Dia masih sering diam dan masih sensitif.

Dokter Rio : Baik sus,tentunya keadaan kejiwaan seperti itu merupakan hal yang wajar.
Nanti saya akan memberikan penjelasan lebih kepada keluarga pasien. Untuk itu, tolong hubungi
salah satu keluarga pasien untuk ke ruangan saya sus,

Perawat Dini : Baik dok,

Dokter Rio : Terima kasih sus,

Perawat Dini : Ya dok..

Akhirnya perawat kembali ke ruangan Ny Puji untuk menghubungi keluarga agar datang ke
ruangan dokter.

Perawat Dini : Bu,maaf sekarang ibu diminta untuk ke ruang dokter..

Indah : Ya sus..

Perawat mengantar keluarga klien ke ruangan dokter.

Indah : Selamat siang dok

Dokter rio : Selamat siang bu,silakan duduk..

Indah : Ya dok,terima kasih. Sebenarnya apa yang terjadi pada sanak saya Dok? Akhir-
akhir ini dia sangat sensitif dan sering terdiam ?

3
Dokter Rio : Ibu tidak perlu khawatir,tentunya itu hal yang wajar ketika seseorang
kehilangan salah satu anggota tubuhnya. Hal itu membuat harga diri rendah yang dialami anak
ibu. Ia sering sensitif karena dia merasa sudah tidak berguna,

Indah : Ooohhh…Baik Dok,lalu apa yang harus kami lakukan ??

Dokter Rio : Ibu dan keluarga cukup membuat anak ibu nyaman dan selalu memberikan
dukungan agar dia menjadi lebih semangat dan bangkit untuk tidak berputus asa.

Indah : Baiklah dok,terima kasih.

Dokter Rio : Ya bu,semoga anak ibu lekas membaik ya bu..

Indah : Ya dok..

Keesokan harinya, di dalam ruangan ditunggui oleh Ibu indah dan keluarganya sementara itu
perawat masuk lagi ke ruangan Ny Puji untuk memberi sarapan lagi.

Perawat Dini : Selamat pagi Dek, bagaimana keadaan adek pagi ini?

Ny Puji: Alhamdulillah sudah semakin membaik,sus.

Indah : Ya sus,alhamdulillah sekarang anak saya sudah semakin membaik dan


memiliki semangat lagi.

Perawat Dini : Syukurlah…

Saya senang mendengar kabar ini,semoga dengan keadaan yang sudah semakin membaik,
membuat adek semakin bangkit dan tidak putus asa.

Perawat Qorry : Saya datang kesini untuk memberikan makan pagi bu.. Mungkin adek puji
akan lebih nyaman apabila ibu yang menyuapinya bu,

Indah : Baik sus, Lalu apa yang harus kami lakukan jika saat di rumah, anak saya
kembali berputus asa?

Perawat Qorry : Ibu tenang saja, tentunya hal itu tidak akan terjadi jika Ibu dan keluarga
selalu memberikan semangat dan selalu membuat nyaman adek puji.

Indah : Iya,benar itu sus.. Semampunya kami akan terus memberikan dukungan agar dia bisa
semangat seperti dulu.

4
Perawat Qorry : Ya bu,itu usaha yang sangat bagus.

Indah : Lalu kapan anak saya boleh pulang?

Perawat Qorry : Menurut catatan kami,adek puji sudah boleh pulang,tetapi lebih jelas lagi
menunggu pengarahan dan ijin dari dokter bu,karena dokter yang lebih bertanggung jawab dan
memiliki kewenangan untuk memutuskan kepulangan pasien.

Indah : Baiklah sus,terima kasih..

Perawat Dini : Baik bu,saya pamit dulu. Nanti siang saya akan datang lagi untuk mengantar
makan siang.

Indah : Ya sus,terima kasih.

Perawat Dini : Ya bu, selamat pagi.

Indah : Selamat pagi.

5
BAB IV

PEMBAHASAN TEORI DENGAN KASUS

Berdasarkan dari role play ditemukan bahwa dalam menghadapi pasien yang mengalami
gangguan psikososial seperti yang dialami pasien puji maka dalam tindakan tersebut tidak hanya
peran perawat yang dibutuhkan tetapi juga peran dari keluarga untuk membantu pasien yang
mengalami ganggua psikososial sesuai role play.

Jika dalam mengatasi masalah tersebut kurang dukungan dari keluarga maka akan sulit
juga menghadapi maslah psikososial yang terjadi pada klien. Apalagi masalah pada klien
termasuk maslah yang cukup berat dan membuat klien benar-benar merasa rendah diri dan
terpukul dengan maslah yang terjadi.

Dari role play dapat dilihat peran perawat dalam mengatasi maslah psikososial yaitu
memberikan dukungan kepada klien dan mengajak keluarga untuk terus memberikan perhatian
yang baik kepada klien. Sehingga dengan begitu klien akan lebih merasa di sayangi dan tidak
merasa menjadi beban keluarga.