Anda di halaman 1dari 21

MATERIAL CETAK KEDOKTERAN GIGI

LAPORAN SKILL LAB BIOMATERIAL I

I PUTU VISNU GANGGA W. A


10617049

S1 KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
TAHUN AKADEMIK 2018 / 2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam bidang Kedokteran Gigi penggunaan Bahan cetak atau

Material Cetak sangatlah penting, dimana seorang dokter yang sedang

memberikan perawatan ke pasien dalam bentuk pembuatan gigi tiruan

ataupun perawatan ortho, dokter selalu melakukan proses mencetak pada

gigi pasien terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pada gigi.

Bahan cetak di kedokteran gigi digunakan untuk membuat replika

jaringan keras dan jaringan lunak mulut. Salah satu bahan cetak hidrokoloid

yang masih banyak digunakan saat ini adalah alginat.Umumnya, alginat

digunakan sebagai cetakan awal untuk membuat model studi yang

membantu dalam pembuatan rencana perawatan dan diskusi dengan pasien.

(Anusavice, 2004)

Material cetak elastomer merupakan salah satu jenis material cetak

elastis. Material cetak ini merupakan material cetak berbasis polimer

sintesis yang secara kimiawi berikatan rantai ketika set dan dapat

diregangkan, namun akan dengan cepat kembali ke dimensi awalnya, seperti

karet vulkanisir alami (karet yang terdiri atas campuran karet dan belerang)

(Anusavice, 2014, p. 154)


Material cetak elastomer bersifat lebih kuat dan lebih stabil daripada

material cetak hidrokoloid. Hal tersebut disebabkan karena material cetak

elastomer tidak dimanipulasi dengan air sehingga tidak memiliki sifat

sineresis (mengerut) seperti material cetak hidrokoloid.

(Manappallil, 2010, p.121)

1.2 Tujuan Praktikum

1. Mahasiswa dapat memanipulasi dan menghitung setiting time pada

bahan cetak alginat.

2. Mahasiswa dapat memanipulasi material cetak elastomer dengan teknik

double impression dengan menggunakan plastic wrapping.

3. Mahasiswa dapat memanipulasi material cetak alginat dan elastomer

dengan cara hand mixing.

1.3. Manfaat Praktikum

1. Mahasiswa dapat membedakan jenis – jenis Bahan Cetak antara

alginat dan elastomer

2. Mahasiswa dapat melakukan proses Manipulasi Bahan cetak

alginat dan elastomer

3. Mahasiswa dapat mengetahui waktu setting alginat dan elastomer

4. Mahasiswa dapat mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi

bahan cetak pada saat manipulasi


BAB II

METODE PENGAMATAN

2.1 Praktikum Bahan Cetak Alginat dan Double Impression

2.1.1 Alat

a. Spatulla dan Bowl

b. Paper pad & spatula semen (logam)

c. Sendok cetak sebagian

d. Model cast (model studi gigi)

e. Plat kaca

f. Timbangan digital

g. Stopwatch

h. Gelas Ukur

i. Sendok bebek

j. Plastic wrap

k. Alas meja warna biru muda

2.1.2 Bahan

a. Alginat

b. Material (base dan katalis) cetak silikon adisi konsistensi very high
(heavy body/putty)

c. Material (base dan katalis) cetak silikon adisi konsistensi low high (light

body)

d. Vaselin Secukupnya

2.1.3 Cara Kerja:

1. Menghitung Waktu Setiing Bahan Cetak Alginat (dilakukan

perseorangan)

a. Menyiapkan alat dan bahan (alas meja, stopwatch, bowl, spatula,

1 sendok cetak sebagian, model cast, gelas ukur, alginat, vaselin)

b. Memasukkan bubuk alginate ke dalam rubber bowl sesuaikan

dengan ukuran cetakan untuk sendok cetak sebagian.

Tambahkan air sesuai dengan perbandingan yang telah

ditentukan w/p (1:1) atau sesuai petunjuk pabrik.

c. Mengaduk dengan gerakan memutar kurang lebih 10 detik

dilanjutkan gerakan spatulasi selama 30 detik sampai 1 menit.

d. Spatulasi dengan gerakaan cepat memutar angka 8 yang cukup

dengan cara ujung kerja spatula menempel dinding bowl, hingga

adonan homogen siap untuk dimanipulasi ke sendok cetak

sebagian (tidak boleh lebih dari 1 menit). Kumpulkan adonan

alginat menjadi satu titik pada bowl untuk memudahkan

mengambilnya.
e. Catat mixing time (satuan detik)

f. Mengambil adonan alginat dari bowl dan dilanjutkan manipulasi

ke sendok cetakan sebagian. Catat manipulating time (satuan

detik)

g. Melakukan pengamatan final setting (tanda alginat sudah final

setting adalah alginat sudah mengeras dan elastis). Catat waktu

final setting.

2. Melakukan teknik cetak Double Impression dengan Plastic

Wrapping (dilakukan per kelompok)

a. Menyiapkan alat dan bahan (alas meja, stopwatch, bowl, spatula

semen, 1 sendok cetak sebagian, model cast, heavy body dan

light body elastomer, vaselin)

b. Mengolesi model cast dengan vaselin

c. Mengeluarkan heavy body (basis dan katalis), letakkan di atas

plat kaca sebanyak masing-masing setengah scoop.

d. Manipulasi heavy body dengan menggunakan jari tangan tanpa

menggunakan handscoon sampai warna basis dan katalis

homogen

e. Meletakkan bahan cetak yang sudah homogen ke sendok cetak

sebagian, dilanjutkan meletakkan plastik (plastic wrapping) di

atas adonan heavy body

f. Mencetakkan adonan heavy body ke model cast dan ditunggu


sampai mengeras

g. Mengeluarkan pasta dasar dan pasta katalis light body di atas

paper pad dengan panjang 2-3 cm.

h. Mencampur pasta dasar dan katalis light body memakai spatula

dengan gerakan memutar selama 20-30 detik sampai homogen

kemudian sisa-sisa sedikit adonan yang menempel pada ujung

spatula dibersihkan dengan tissue.

i. Melanjutkan pencampuran dengan gerakan spatula yang lebih

luas selama 25-30 detik dengan cara tekanan ringan spatula ke

paper pad dan memperluas gerakaan spatula pada paper pad

Kemudian dilanjutkan gerakan melipat-lipat spatula untuk

mengumpulkan adonan. Gerakan spatula dulangi sampai 2-3 kali

j. Menyatukan adonan material cetak di ujung spatula.

k. Melepas palstik pada cetakan heavy body kemudian mengisi

bagian permukaan cetakan

heavy body dengan adonan light body

l. Mencetakan kembali sendok cetak yang sudah terdapat light

body ke model, biarkan light body mengeras.

m. Melepas cetakan dari model cast


2.2 Dokumentasi Praktikum

A. Alginat

2.2.1 Pemasukan bubuk alginat ke dalam bowl.

2.2.2 Proses pencampuran bubuk alginat dengan air 1:1 / sesuai dengan

aturan pada bungkus alginat.


2.2.3 Proses mixing dengan teknik angka 8 hingga adonan alginat terlihat

halus dan homogen.

2.2.4 Proses manipulasi adonan alginat kedalam sendok cetak sebagian

sampai sendok cetak sebagian.


2.2.5 Setelah dirasa cukup pada saat pemasukan adonan alginat ke sendok

cetak, lalu ambil model cast gigi yang sudah direndam air terlebih dahulu

lalu press sendok cetak sebagian ke model cast dan diamkan hingga alginat

setting.

2.2.6 Jika dirasa alginat sudah mengeras berate tandanya alginat sudah

mengalami setting dan bisa dilepas dari model cast gigi tadi.

B. Double Impression
2.2.7 mengambil ½ scoop base dan katalis dari heavy body.

2.2.8 memanipulasi heavy body dengan menggunakan jari (meremas)

sampai homogen.

2.2.9 menyiapkan plastic wrap untuk membungkus bahan cetak.


2.2.10 meletakan bahan cetak yg sudah homogen ke sendok cetak

sebagian.

2.2.11 melapisi bagian atas bahan dengan plactic wrapping.

2.2.12 mencetak adonan heavy body ke model cast gigi.

2.2.13 melepas plastic wrapping.


2.2.14 ambil base dan katalis light body dan homogenkan .

2.2.15 mengisi permukaaan cetakan heavy body dengan light body.

2.2.16 cetak kembali ke model cast gigi.


2.2.17 hasil percobaan pertama (setting time terlalu lama).

2.2.18 hasil percobaan kedua (kurang bahan elastomer light body).

2.2.19 percobaan ketiga (bahan heavy body dan light body pas ).
BAB III

HASIL PENGAMATAN

3.1 Tabel. Hasil Pengamatan Waktu Setting Alginat (detik)


Working
Material Mixing Manipulating Time/Initial Final Setting Time
Time (A) Time (B) Setting Setting (Initial+final)
(A+B)
Alginat 35,33 detik 07,25 detik 42,58 detik 42,54 detik 1 menit 25,12
detik

Ket.
1. Mixing Time = Waktu ketika pencampuran dan

pengadukan bubuk alginat dengan air

dalam bowl

2. Manipulating time = Proses pada saat penuangan alginat pada

sendok cetak hingga proses penekanan

sendok cetak ke model cast gigi

3. Initial setting = Mixing Time + Manipulating Time (sampai

alginat ditekan di model cast gigi )

4. Final setting = proses ketika alginat dilepas dari Model

cast gigi (alginat pada sendok cetak sudah

mengeras )

5. Setting Time = Initial setting + Final Setting ( dari mulai

alginate ditekan ke model rahng, sampai

mengeras dan dilepas


BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam praktikum bahan cetak kali ini, diperlukan banyak sekali aspek yang

perlu diamati dimulai dari proses pengambilan bahan sesuai dengan rasio takaran,

teknik pengadukan bahan, ketepatan waktu sampai alginat mengalami setting time

yang tepat.Oleh karena itu mengetahui tentang bahan cetak lebih dalam.

Bahan cetak merupakan bahan yang digunakan untuk membuat tiruan

negative dari rongga mulut,sehingga selanjutnya dapat dibuat model gigi darinya.

Model gigi tersebut digunakan oleh dokter gigi sebagai model studi maupun sebagai

model kerja. Untuk menghasilkan cetakan yang akurat,bahan yang digunakan untuk

membuat tiruan dari jarinan intraoral dan ekstraoral.

(anusavice,2004)

Praktikum pada kali ini menggunakan bahan cetak elastis hidrokoloid

irreversible (Alginat) dan bahan cetak elastomer (Silikon Adisi).

Alginat merupakan bahan cetak hidrokolloid yang paling banyak digunakan

selama beberapa tahun terakhir. Bahan cetak ini memiliki kelebihan antara lain

mudah pada manipulasi, nyaman pada pasien, harga yang lebih ekonomis dan tidak

membutuhkan banyak peralatan saat dilakukan pencetakan.

(Anusavice, 2004)
Bahan cetak alginat juga memiliki kekurangan berupa perubahan dimensi.

Perubahan dimensi adalah berubahnya ukuran cetak alginat dari keadaan semula.

Perubahan dimensi bahan cetak alginat meliputi proses sineresis dan imbibisi.

Cetakan alginat bisa mengalami ekspansi atau mengembang apabila berkontak

dengan air dalam waktu tertentu, hal ini disebabkan oleh sifat cetakan alginat yang

bersifat imbibisi atau menyerap air. Alginat juga dapat mengalami sineresis yaitu

pengerutan karena penguapan kandungan air sehingga alginat tampak menyusut.

Imbibisi dan sineresis tersebut bisa menyebabkan ketidakakuratan dimensi bahan

cetak.

(Imbery dkk., 2010)

Proses sineresis terjadi akibat dari tekanan yang terjadi terhadap air yang

berada diantara rantai polisakarida yang berakibat keluarnya tetes-tetes kecil air

pada permukaan bahan cetak. Imbibisi merupakan kebalikan dari sineresis dimana

air disekitar alginat diserap melalui rantai polisakarida (Mccabe, 2008). Perubahan

dimensi bahan cetakan alginat yang melibatkan sineresis dan imbibisi dipengaruhi

oleh beberapa faktor yaitu proses desinfeksi, waktu, perubahan suhu.

(Anusavice, 2004)

Cara pencegahan terjadinya sineresis ialah dengan melapisi cetakan

menggunakan handuk atau kapas basah. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi

penguapan butir-butir air ke permukaan cetakan alginat. Lakukan pengisian segera

dengan menggunakan gips stone, tidak boleh melebihi waktu 15 menit. Bahan

cetakan yang terpaksa disimpan dan tidak segera diisi dengan menggunakan gips
stone maka harus disimpan dalam wadah hampa udara dan bahan cetakan diberi

kapas basah, tapi penyimpanan tidak boleh melebihi waktu satu jam.

(Annusavice, 2004)

Cara pencegahan terjadinya imbibisi ialah menghindarkan bahan cetakan

alginat dari lingkungan yang terdapat banyak air dan apabila dilakukan desinfeksi

pada bahan cetakan maka waktu desinfeksi tidak boleh melebihi 10 menit. Bahan

cetakan juga harus segera diisi dengan menggunakan gips stone.

(Mccabe, 2008)

Praktikum ini juga menggunakan bahan cetak Elastomer jenis Silikon adisi.

Bahan cetak Elastomer kebanyakan digunakan untuk mencetak gigi tiruan lepasan,

GTP, Mahkota serta mencetak profil yang akurat dan detail.

Bahan cetak elastomer adalah bahan cetak yang bersifat elastis seperti karet

yang bila digunakan dan dikeluarkan dari rongga mulut akan tetap bersifat elastis

dan fleksibel.

Bahan cetak elastomer menggunakan system 2 komponen yang dikemas

dalam bentuk pasta (basis dan katalis) yang dicampur terlebih dahulu sebelum

dilakukan pencetakan. Masing-masing jenis bahan cetak elastomer kemudia dibagi

menjadi 4 kelas viskositas: (1) light body,(2) medium atau regular body,(3) heavy

body,(4)putty body,dimana viskositas merupakan sifat bahan yang mengendalikan

karakteristik aliran suatu bahan.

(Anusavice, 2004)
Karakteristik bahan elastomer dapat dilihat dari perbedaan sifat-sifat bahan

cetak seperti waktu,setting time,shringkage pada saat setting,kemampuan elastis

setelah dilepas,fleksibilitas ketika dilepas,tear resistance,flow,wettability maupun

reproduksi detail.

(Craig,2012)

Pada praktikum kali ini terdapat 3 hasil cetakan elastomer dengan teknik

double impression dengan menggunakan plastic wrapping yang berbeda hasil

cetakan akhirnya. Hasil cetakan pertama mengalami over setting sebelum bahan

light body dimasukan kedalam cetakan heavy body. Hal ini dikarenakan terlalu

lamanya pencampuran base dan katalis.

Pada hasil kedua didapatkan hasil cetakan dengan setting time yang cukup

namun karena kekurangan bahan light body maka tidak semua bagian dari heavy

body tertutupi oleh light body.

Sedangkan hasil pencetakan yang terakhir didapatkan hasil cetakan yang

sempurna. Mengapa demikian, karena pada proses pencetakan elastomer terakhir

ini setting time tepat,bahan yang digunakan pas dan cetakan elastomer dapat

mencetak profil gigi dengan detail dan jelas.


BAB V

KESIMPULAN

Mahasiswa ditutut untuk bisa memanipulasi serta menghitung setting time

pada masin- masing bahan cetak seperti Alginat dan Elastomer agar nantinya ketika

mahasiswa kedokteran gigi lulus menjadi dokter gigi mampu mengevaluasi hasil

kerja bahan cetak yang diproduksi oleh tekniker gigi apakah tepat atau tidaknya

tekniker memproduksi cetakan tersebut.

Pada praktikum memanipulasi bahan cetak alginat diharapkan mahasiswa

mampu mencetak alginat dengan hasil yang tidak boleh ada porus dan setting time

yang tepat. Selain itu rasio bubuk dan air pada saat mixing sangat mempengaruhi

pada proses pemanipusasianya.

Mahasiswa dituntut bisa dalam mencetak bahan cetak elastomer dengan

teknik double impression dengan plastic wrapping untuk dapat mendapatkan

cetakan profil gigi yang lebih akurat dan pada saat memanipulasinya mahasiswa

mampu mengetahui juga factor yang dapat mempengaruhi hasil cetakan elastomer

seperti setting waktu dan ketepatan rasio bahan yang diperlukan dapat membuat

hasil cetakan tidak sempurna.


DAFTAR PUSTAKA

Anusavice KJ. Phillips buku ajar ilmu bahan kedokteran gigi (Phillips’ sciences of
dental materials). Alih bahasa. Budiman JA, Purwoko S. Edisi 10.
Jakarta:EGC, 2004: 96-103, 117-137, 155, 163-171.

Anusavice KJ, Shen C, Rawls HR. Phillips’ Science of Dental Materials. Ed. 12.
Elsevier, 2014: 154-155.

Imbery, T., Nehring, J., Janus, C., Moon, P.,Accuracy And Dimensional Stability Of
Extended-Pour And Conventional Alginate Impression Materials, J.
Am. Dent. Ass, 2010: 141;32-39.

Manappallil, J.J.,Basic Dental Materials, 3th ed, New Delhi: Jaypee Brothers Medical
Publishers, 2010: 121-130.

McCabe JF, Walls AWG. Bahan Kedokteran Gigi. 9th ed. Alih bahasa. Sunarintyas S,
Mustaqimah DN. Oxford: Blackwell, Publishing 2008: 194, 196, 229,
236-8.

Power JM, Sakaguchi RL. Craig’s: restorative dental material. Ed 13th


St.Louis:Elsevier, 2012: 278-280, 286, 289, 291, 304 .

Anda mungkin juga menyukai