Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TECHNOPRENEURSHIP

“ANALISIS USAHA PEWANGI LAUNDRY LITERAN”

Disusun oleh :

Indra Berliana (121140087)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

2017
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Usaha Pembuatan
Pewangi Laundry Literan”.

Makalah ini dilakukan untuk memenuhi syarat matakuliah technopreneurship di


Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN “Veteran” Yogyakarta.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Keluarga yang senantiasa mendoakan, menyayangi, serta memberikan dukungan


dan semangat.

2. Ir.Dyah Retno, M.M., selaku dosen mata kuliah technopreneurship yang telah
membimbing dan memberikan saran hingga makalah ini selesai.

3. Semua pihak yang telah membantu sehingga penulis dapat menyelesaikan


makalah ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penulis berharap adanya kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya, serta
mahasiswa Teknik Kimia pada khususnya.

Yogyakarta, 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Kebersihan adalah sebagian dari iman, bukan hanya ucapan belaka namun
memang pada nyatanya kebersihan sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan
kebutuhan dari manusa yang berakal sehat. Permukaan kulit manusia yang sensitif
dan sangat membutuhkan keadaan yang bersih dan sehat menuntut berbagai macam
perilaku kebersihan setelah melakukan aktivitas sehari-hari.
Berbagai dampak menjadi ketakutan bagi manusia yang tidak mau hidup
bersih dan sehat, seperti berbagai macam penyakit kulit yang biasanya menular dan
memberikan gangguan fisik dan psikis bagi pelakunya.

Kemajuan teknologi sudah memberikan kemudahan bagi manusia untuk


mengakses kehidupan yang bersih, seperti berbagai produk kebersihan pada anggota
tubuh maupun untuk benda-benda di sekitar kita. Selain itu pengembangan produk
tersebut dengan berbagai macam hal yang menarik dan unik. Salah satu contohnya
yaitu pemberian pewangi dalam produk kebersihan. Berbagi jenis wangi-wangian
yang ditambahkan pada produk kebersihan dapat menjadi hal yang menarik, sehingga
orang akan semakin menyukai produk-produk kebersihan.

Dalam setiap perilaku kebersihan, terdapat hal yang paling menjadi perhatian,
yaitu kebersihan pakaian dan barang berbahan kain di sekitar kita. Pakaian yang
bagus, bersih, dan wangi bukan hanya memberikan esehatan dan menghindari rasa
dingin, namun dapat meningkatakan kepercayaan diri orang yang memakainya.
Sehingga orang yang merasa nyaman dengan pakaian dapat menambah kepercayaan
diri untuk beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan pakaian beruang-ulang dapat menurunkan kualitas pakaian,


dengan metode pencucian yang baik dapat meminimalisir hal tersebut, jasa laundry
terus mengembangkan teknik yang tidak hanya menghindari rusaknya pakaian
melainkan juga dapat memberikan rasa nyaman dan wangi. Pewangi yang beragam
dapat menyesuaikan dengan keinginan konsumen laundry.

I .2 Tujuan

1. Meningkatkan minat berwirausaha bagi generasi muda terutama mahasiswa.


2. Menjadi contoh inspirasi dalam berwirausaha.
3. Memberikan wawasan mengenai usaha pembuatan pewangi laundry dan
teknik pembuatannya.
4. Memenuhi tugas matakuliah Technopreneurship.

BAB II

ISI
II. 1. Sekilas Mengenai CV SURGA BISNIS
Sebelum ada produk Parfum Laundry, masyarakat mengenal Kimia Pewangi
Cucian/Laundry dalam bentuk Cairan Kental yang disebut Softener (Pelembut).
Extract Fragrance/Biang Parfum digabungkan dengan kandungan Softener tersebut,
sehingga dijual dipasaran dengan istilah Pelembut+Pewangi. Dimana penggunaaan
Pelembut+Pewangi ini digunakan bukan di akhir/ending pada seluruh rangkaian
proses mencuci/laundry. Pelembut+Pewangi ini digunakan setelah pembilasan/pada
proses pembilasan, yang artinya bukan akhir/proses terakhir karena pakaian tetap
harus dikeringkan atau Proses Pengeringan. Proses Pengeringan ini memakan waktu
yang panjang dan melalui media panas (baik matahari/listrik/gas) dimana proses ini
sangatlah masuk akal, akan membuat kadar wangi pada pakaian berkurang (Extract
Parfum terurai jika suhu diatas 80 Derajat). Maka dari itu penggunaan softener wangi
atau Pelembut + pewangi ataupun Pewangi Celup dirasakan kurang
efisien/pemborosan jika untuk Pencucian/Laundry Consumer terutama laundry
kiloan.
CV.SURGA BISNIS ( surga pewangi laundry) memproduksi segala kebutuhan
chemical laundry dan Produk- Produk kimia industri, seperti :
– Parfum Laundry
– Deterjen Laundry (CAIR/BUBUK)
– Deterjen Hotel
– Deterjen alkali / disinfektan untuk chemical laundry Rumah Sakit
– Shampo/ Deterjen khusus Batik
– Shampo/ Deterjen khusus karpet
– Softener/ pelembut pakaian (bisa request warna dan aroma)
– Pelicin/pewangi setrika (bisa request warna dan aroma)
– Aneka Penghilang noda
– Pencerah pakaian
– Pemutih pakaian
– Pembersih Tabung Mesin Cuci
– Anti Bakteri
– Emulsifier,
– Alkalite,
– Oxybooster
– Sour
– Sabun cuci piring +anti bakteri (bisa request warna dan aroma)
– Sabun cuci tangan +anti bakteri (bisa request warna dan aroma)
– Pembersih Lantai+ anti kuman (bisa request warna dan aroma)
– Karbol wangi (bisa request warna dan aroma)
– Pembersih Kaca
– Sampho mobil/motor PREMIUM WANGI
– Semir Ban

II.2. Uraian Proses


Parfum Laundry merupakan Kimia Cair yang cara penggunaannya
disemprotkan/Spray saat “Finishing”/Tahap akhir pada proses Laundry Kiloan.
Kandungan utama dari Parfum Laundry adalah Extract Fragrance/Biang
Parfum/Bibit Parfum,Fixative (Pengawet Parfum), Solvent, dll. Karena
penggunaannya di spraykan/semprotkan langsung saat finishing kepada Pakaian,
maka pastikan Parfum Laundry:
1. Berbentuk Cairan Encer (Tidak kental)
2. Tidak meninggalkan bercak pada serat kain/pakaian.
3. Berbasis (Filler Utama) Solvent (Mudah mengering) jika menggunakan air (water)
akan menimbulkan jamur atau bau apek.
4. Mengandung Fixative (Sebagai pelekat/pengawet parfum) ==> Ini yang paling
penting, karena Fixative juga berfungsi sebagai penetral cairan kimia dengan pH
kulit, sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit, juga tidak membuat warna
pakaian/bahan kain menjadi kusam. Dan Fixative tidak dijual bebas, tidak semua
Parfum Laundry yang anda beli dipasaran mengandung Fixative. Karena Parfum
Laundry yang berkualitas bagus menggunakan Solvent sebagai bahan utamanya
yang notabene cepat menguap, disinilah “Fixative” juga berfungsi merekatkan
Extract Parfum kedalam serat kain.
Langkah Pertama, siapkan bahan baku untuk membuat parfum laundry
(takaran untuk 10 liter parfum laundry) :
1. Methanol Murni kadar 100% (minimal 99,85%) ± 9500 ml.
2. FIXA CLEANMAC sebanyak 20 ml – 250 ml. (Jenis zat hasil campuran dengan
formula khusus dari beberapa fixative, yang bisa dipesan kepada kami, berfungsi
sebagai penguat, booster aroma, pelembab, pengikat di serat kain serta pengawet
aroma parfum).
3. Bibit parfum (yang asli / murni) 50 ml – 300 ml.
4. Air murni / Aquades (Demineralized Water) 100 ml – 500 ml, bisa diganti dengan
air isi ulang / air RO, dan lain sejenisnya.
5. Pewarna makanan secukupnya.

Langkah kedua, campurkan Sebagian besar Methanol murni dengan Air


murni (Aquades), kemudian masukkan , aduk hingga benar-benar tercampur
sempurna, masukkan bibit parfum, aduk lagi sampai rata, masukkan methanol murni
ke dalam larutan sampai volumenya mencapai 10 liter, terakhir masukkan pewarna
makanan secukupnya, pewarna ini hanya berfungsi sebagai pembeda saja antara jenis
aroma yang satu dengan yang yang lain, Jadi tidak mempengaruhi kualitas pewangi
laundry, untuk itu disarankan menggunakan sedikit saja karena jika terlalu banyak
justru bisa membuat pakaian menjadi bernoda (noda warna).

Kenapa parfum laundry harus menggunakan air? padahal banyak


produsen laundry yang mengaku kalau parfum laundry yang mereka produksi tidak
menggunakan air bahkan mengklaim parfum laundry mereka tanpa air sama sekali
sehingga bebas dari bau apek.
Alasan Pertama, kadar methanol tidak ada yang benar-benar murni 100%.
Perhatikan reaksi kimia di bawah ini :
2 CH3OH + 3 O2 <–> 2 CO2 + 4 H2O
Dari rumus kimia di atas bisa dijelaskan bahwa methanol (CH3OH) yang
terpapar dengan udara dan bereaksi dengan oksigen (O2) akan menghasilkan karbon
dioksida (CO2) dan air (H2O).
uraian tersebut membantah klaim produsen laundry yang mengatakan
bahwa parfum laundry yang mereka produksi tanpa kandungan air sama sekali. Sebab
methanol sejak awal sudah bereaksi dengan oksigen di udara menjadi air (H2O).

Alasan Kedua, Air diperlukan karena berfungsi sebagai pelembab parfum


dan memperlambat penguapan parfum laundry sehingga aroma parfum lebih tahan
lama di pakaian. Kalau tanpa pakai air sama sekali maka parfum sangat cepat
menguap dan hilang.
Akan tetapi pencampuran air ini tidak boleh menggunakan air biasa serta
jumlahnya tidak boleh berlebihan sebab beresiko pakaian jadi apek dan berjamur.
Sehingga perlu formula yang tepat untuk menentukan penggunaan air ini dan tidak
boleh sembarangan.
Jamur dan bau apek yang timbul pada pakaian laundry sebenarnya tidak
semata-mata disebabkan adanya kesalahan dalam pencampuran air pada parfum
laundry. Buruknya kualitas bibit parfum dan methanol, serta pemilihan fixative yang
keliru juga bisa menimbulkan bau apek. Untuk itu pilihlah bahan baku yang benar-
benar baik dan terjamin kualitasnya.
Pembuatan parfum laundry tanpa memakai fixative akan menghasilkan
parfum yang sangat buruk. Pemakaian fixative yang tidak tepat akan menghasilkan
parfum laundry yang berkualitas rendah.

II.3. Alat dan bahan

Alat :

Tangki Pencampuran

Bahan :

1. Methanol Murni kadar 100% (minimal 99,85%) ± 9500 ml.


2. FIXA CLEANMAC sebanyak 20 ml – 250 ml. (Jenis zat hasil campuran
dengan formula khusus dari beberapa fixative, yang bisa dipesan kepada
kami, berfungsi sebagai penguat, booster aroma, pelembab, pengikat di
serat kain serta pengawet aroma parfum).
3. Bibit parfum (yang asli / murni) 50 ml – 300 ml.
4. Air murni / Aquades (Demineralized Water) 100 ml – 500 ml, bisa diganti
dengan air isi ulang / air RO, dan lain sejenisnya.
5. Pewarna makanan secukupnya.

II.4. Analisa 9 aspek

Analisa 9 Aspek meliputi,


a. Peluang Usaha Baru
Usaha baru yang mungkin akan dilakukan adalah dengan
membuka cabang lain sehinggan usaha ini dapat memiliki keuntungan
yang berlipat. Tentunya diperlukan perhitungan yang terperinci agar
cabang yang akan dibuka akan sama baiknya dengan usaha yang telah
berdiri sebelumnya.
b. Pembiayaan
Pembiayaan awal menmerlukan modal yang diperuntukkan
untuk membeli alat. Selama beroperasi tentunya diperlukan biaya
biaya lain misalnya untuk maintenance alat produksi maupun biaya
untuk kelestarian lingkungan

c. Pemasaran
Menggunakan brosur dan internet sebagai media pemasaran
terlebih melihat target pasarnya adalah mahasiswa didaerah sekitar
usaha. Media periklanan yang lain adalah berupa banner yang dipasang
disekitaran usaha. Tentunya diperlukan inovasi mengenai pemasaran
sehingga dapat menarik minat konsumen baru.
d. Kepemilikan
Depot Isi ulang di milikki oleh bapak Rendi selaku pemilik
tunggal sejak awal didirikannya usaha depot air isi ulang ini.
e. Sumber Daya Manusia ( SDM )
Setelah beroperasi hamper dengan 2 bidang yaitu produksi dan
penjualan, selain itu terdapat beberapa cabang diluar jogja.
f. Organisasi
Dikarenakan usaha ini dimiliki oleh perorangan dan hanya
sebatas pemilik dan pegawai.
g. Kepemimpinan
Usaha ini Dipimpin langsung oleh bapak Rendi dengan
menggunakan asas kekeluargaan dan dengan tidak mengesampingkan
keprofesionalitasan antara pemilik sebagai pemimpin dan pegawai
sebagai pelaksana usaha
h. Pengembangan usaha
Selain dengan pembukaan cabang usaha baru, inovasi terhadap
produk dapat diusulkan sebagai pengembangan usaha. Produk lain
seperti air minum dengan oksigen berlebih dapat dijadikan terobosan
guna mengembangkan usaha ini.
BAB IV

PENUTUP

IV.1 Kritik dan Saran

Berbagai metode dapat dilakukan untuk memberikan pewangi yang


lebih baik dan bukan yang dapat menimbulkan jamur, apek, atau luntur pada
pakaian.

Diperlukan adanya uji kelayakan terhadap pewangi laundry.